Raja Manusia adalah seseorang pendekar terhebat di benua tengah, Namun Raja dari dataran lain tidak bisa membiarkan Raja manusia bertambah kuat. Raja benua lain bekerja sama untuk membunuh Raja Manusia. Namun tidak menyangka Raja Manusia Bereinkarnasi kembali di sebuah keluarga sederhana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.22 - Musuh Datang.
“Apa itu.” Seseorang pria yang merupakan penjaga menara pengawas melihat sebuah debu dari kejauhan.
Pria tersebut menggunakan sebuah teropong untuk melihat lebih jelas. “Gawat, Mereka datang.” Pria tersebut melihat penyebab debu tersebut karena kuda yang di gunakan para bangsa barbar.
“Jendral...jendral, Mereka datang.” Pria penjaga pengawas berbicara dengan lemas karena habis berlari.
“Sudah waktunya, Leo pergi panggil Aura, Temui akau di atas gerbang.” Jendral berjalan bersama lima panglima.
Aura melihat ada yang masuk ke kamarnya. “Tuan Aura mereka sudah datang.” Leo menjelaskan situasi.
“Baik, mari kita temui mereka.” Aura memakai topeng rubah hitamnya sambil berjalan keluar Aura.
“Kamu akhir nya datang.” Jendral melihat Aura berjalan di dekatnya.
“Mereka sudah mendekat apa yang harus kita lakukan.” Tanya jendral kepada Aura.
“Pergi, Jemput anak pemimpin tersebut dan bawa kemari.” Aura berbicara kepada Leo.
Leo menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ruangan bawah tanah.
“Bangsa pengecut berani-beraninya menculik anak ku.” Suara tersebut berasal dari pemimpin bangsa barbar.
“Buat apa menyalahkan kepada kami atas ketidak kemampuan mu dalam menjaga bayi.” Aura berbicara dengan kencang.
“Jendral kenaa..”
“Aku juga tidak tahu, Tapi aku pastikan dia ada di pihak kita.” Jendral tersebut memotong pertanyaan salah satu pendekat yang ingin menanyakan mengapa Aura bisa berbicara menggunakan bahasa bangsa barbar.
“Bangsa rendahan, Kau pikir bisa menggunakan anak ku untuk mengancam kami.” Pemimpin bangsa barbar sebenarnya sedang mencoba membohongi Aura untuk tidak menggunakan anaknya.
“Haha, Kau pikir aku tidak tahu apa yang kalian rencanakan.” Aura melihat leo sudah datang dan membawa anak pemimpin bangsa barbar.
“Pemimpin apa yang kita lakukan.” Ujar salah satu petinggi dari bangsa barbar.
Pemimpin bangsa barbar tiba-tiba memiliki sebuah ide.
“Bangsa rendahan, jika kalian memberikan anak ku dengan baik-baik, kami akan segera pergi dari tanah kalian.” Pemimpin bangsa barbar berbicara dengan kencang.
“Aih, betapa bodohnya kalian, Kau berbicara seperti itu tapi kau membawa seluruh pasukan mu kemari.” Aura melihat ada lima puluh ribu bangsa barbar yang bersiap untuk perang.
Pemimpin bangsa barbar melihat Aura sedang memegang leher seseorang yang tidak lain anaknya. “ Jika kalian tidak mundur aku akan mematahkan lehernya.”
“Bangsa rendahan lepaskan anak ku.” Pemimpin bangsa barbar tidak bisa menahan amarahnya.
“Ayah tolong aku.” Suara tersebut berasal dari anak pemimpin bangsa barbar.
“BAMM! Diam” Aura mendaratkan satu pukulan kepada anak pemimpin bangsa barbar.
“Semuanya serang.” Pemimpin bangsa barbar menjadi sangat emosi melihat anaknya di perlakukan seperti itu.
Jendral dan para prajurit yang berada di benteng bersiap untuk memulai peperangan.
“Sudah aku bilang mundur.” Aura berbicara dengan keras sambil mengarah kan pedang nya ke kuping anak pemimpin bangsa barbar.
Melihat kejadian itu bangsa barbar langsung berhenti berlari. “Bajingan berhenti.” Pemimpin bangsa barbar berbicara dengan kencang.
“Ah, Sakit.” Anak pemimpin bangsa barbar teriak kesakitan.
Pemimpin bangsa barbar melihat Aura sudah memotong kuping sebelah kiri anaknya.
“Bajingan...” Pemimpin bangsa barbar menjadi sangat marah.
“Jika kalian berani melangkah satu kali saja, bukan hanya kuping yang lepas, tapi juga kepalanya.” Aura mengeluarkan aura pembunuh.
“Pemimpin, kita harus mundur terlebih dahulu.” Salah satu petinggi bangsa barbar berbicara.
“Apa maksudmu.” Pemimpin bangsa barbar marah mendengar hal tersebut.
“Pemimpin jika kita maju, anak anda akan mati, lebih baik kita membuat rencana.” Petinggi itu berusaha untuk menenangkan pemimpin bangsa barbar.
Setelah berfikir dengan lama, Pemimpin bangsa barbar menyetujuinya.
“Bangsa rendahan, aku akan membalas kembali apa yang kau buat kepada anak ku.” Pemimpin berbicara kepada Aura sambil berjalan menjauh dari benteng.
“Huf, Hampir saja.” Aura bernafas dengan lega melihat bangsa barbar menjauh dari benteng.
“Hidup prajurit rubah hitam!” Aura mendengar sebuah sorakan yang berasal dari prajurit.
“Apa yang terjadi.” Aura terkejut mendengarnya.
“Mereka mengagumimu, bukan hanya mereka aku sendiri juga begitu.” Jendral berbicara sambil berjalan mendekati Aura.
“Aih, Untung saja aku punya topeng ini, jika tidak akan merepotkan.” Yang mengetahui identitas Aura hanya beberapa orang saja.
“Baiklah, Malam ini kita akan berpesta.” Ucap jendral dengan senang.
Mendengar hal tersebut prajurit menjadi sangat senang.
“Kakak Aura mari kita berkeliling.” Aura dan Vie berniat berkeliling sambil melihat pesta.
“Prajurit rubah hitam sangat keren, aku ingin menjadi sepertinya.” Aura mendengar salah satu prajurit yang sedang ngobrol.
“Haha, Tidak mungkin, kau saja malas untuk berlatih.” Ujar salah satu temannya sambil tertawa.
“Apa yang kamu bicarakan.” Pria tersebut menjadi malu karena perkataan temannya.
“Hihihi.” Vie tiba-tiba tertawa.
“Ada apa Vie.” Tanya Aura penasaran.
“Tidak ada.” Vie membalasnya dengan senyuman, Aura menjadi bingung melihat tingkah Vie.
Tidak terasa Aura dan Vie berjalan sampai tengah malam. “Kita sudahi, Kamu harus istirahat.” Aura mengelus kepala Vie.
“Baik kakak.” Vie berjalan menuju ke kamar.
Aura berjalan menuju kamarnya. “Ahhh, Kehidupan kedua ku tidak buruk juga.”
BERSAMBUNG>>>
Jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍