Hanya karena salah paham! Darren Cedric dengan tega merenggut kesucian wanita yang dicintainya dengan paksa. Tanpa tahu kenyataan yang sebenarnya Darren pergi meninggalkan wanita itu begitu saja.
Hingga delapan tahun berlalu, Darren kembali dan menjadi sosok Ceo dari perusahan ternama, hingga ia dikejutkan dengan sebuah kebenaran yang terungkap tentang wanita masalalunya yang sampai saat ini masih ia benci, ditambah lagi dengan fakta hadirnya seorang anak lelaki yang sangat mirip dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanang Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21
.
.
.
Di sinilah Darren saat ini, di tengah kerumunan banyaknya para tamu undangan yang hadir di acara pesta pertunangannya dengan Feronica Sandreas yang di gelar sangat mewah di hotel Bimantara.
Tuan Darma benar-benar tidak main-main dalam mempersiapkan acara pertunangannya dengan Feronica, dan itu terbukti dari banyaknya tamu undangan yang hadir, bahkan kebanyakan dari mereka adalah kolega bisnis dan juga para pejabat penting.Bahkan di salah satu meja yang di khususkan untuk tamu vip juga terlihat ketua mafia terbesar dan terkuat se asia juga turut hadir, entah apa yang membuat ketua mafia yang jarang terlihat di depan umum itu kini menampakkan diri di acara yang tidak penting seperti ini.
Darren terlihat sangat gagah dan berwibawa dengan setelan jas hitam yang ia kenakan,sedangkan Feronica terlihat cantik dan seksy dengan gaun ketat tanpa lengan dengan belahan dada yang rendah hampir memperlihatkan kedua aset kembarnya,dan itu justru membuat Darren semakin muak untuk sekedar melihatnya.
Sejak tiba di hotel Bimantara dua jam yang lalu Darren tampak masih sibuk menyapa beberapa kolega bisnisnya,bukan masih sibuk,tapi memang sengaja menyibukkan diri agar ia terhindar dari Feronica yang selalu mencari cela untuk menempel padanya.
Sesekali Darren tampak melihat sekeliling dan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya dengan gelisah, mencari keberadaan dua manusia yang tadi sudah menjanjikan keberhasilan dari rencananya.
"Dimana mereka? kenapa belum terlihat juga?awas saja kalau sampai mereka tidak bisa menggagalkan pertunangan sial*n ini!!" gerutu Darren dalam hati.
Ya,Darren terpaksa harus datang dan berpura-pura menerima pertunangan ini atas keinginan sang putra yaitu Davin Azka yang sedari tadi siang sudah merengek agar ia mengikuti rencananya,padahal Darren sudah memiliki rencana sendiri untuk membebaskan Azkia tanpa harus melakukan pertunangan terkutuk ini,ya walaupun rencana yang ia miliki kemungkinan berhasil hanya sepersekian persen saja,tapi itu lebih baik menurutnya dari pada harus kembali tunduk pada ayahnya yang tak pernah perduli dengan kebahagiaannya.
Tapi entah sihir apa yang putranya itu gunakan sampai ia mengiyakan permintaan konyol putranya itu untuk menerima pertunangan ini, dan sekarang Darren mulai menyesal dengan keputusannya karena merasa sudah terjebak dan tidak bisa melakukan apapun.
"Baby...ayo kita ke depan, sebentar lagi acaranya akan segera di mulai!!" ucap Feronica dengan nada sensual.
Darren sedikit terkejut saat Feronica sudah berdiri di sampingnya dengan bergelayut manja di lengannya.Ingin marah tapi ia tahan karena lagi-lagi ia ingat dengan perjanjian yang telah ia sepakati dengan sang ayah yang akan membebaskan Azkia setelah pertunangan ini selesai.
Flashback.....dua jam yang lalu....
*****
Darren yang baru tiba di hotel Bimantara langsung menuju ruang kerja sang ayah yang sudah menunggu kedatangannya.
"Sudah papa duga kamu pasti akan datang!!" ucap tuan Darma setelah Darren berdiri di seberang meja kerjanya.
"Ternyata kamu lebih takut kehilangan perempuan itu dari pada kehilangan seluruh aset Bimantara!!" ucap tuan Darma tanpa mengalihkan tatapannya dari berkas yang kini ia baca.
"Apa yang sebenarnya anda inginkan tuan besar Bimantara? belum cukupkah anda menjadikanku robot yang menuruti perintah anda selama ini!!"
"Ini semua papa lakukan untuk kebaikan dan kebahagiaanmu...!!"
"Kebahagiaan seperti apa yang anda maksud? dan sejak kapan anda perduli dengan kebahagiaan saya? bahkan sejak kecil saya sudah kehilangan kebahagiaan tapi tidak seorangpun yang perduli!!" teriak Darren menahan amarah.
"Papa akan membebaskan perempuan itu setelah acara pertunangan ini selesai dan berjalan lancar!!" ucap tuan Darma yang terdengar santai seolah tak menggubris kata-kata Darren.
"Baik,jika anda sampai ingkar janji maka anda akan melihat apa yang bisa saya lakukan!!" ucap Darren tegas sebelum berlalu keluar dari ruangan ayahnya.
*****
Jam sudah menunjukkan angaka delapan yang artinya acara pemasangan cincin akan segera dimulai, sementara Darren semakin gelisah karena sejak tadi tidak melihat keberadaan Davin dan juga Tomi di ruangan ini.
Darren dan Feronica sudah berdiri di atas panggung bersama dengan tuan Darma dan tuan Sandreas di sisinya, mereka semua terlihat bahagia kecuali Darren yang tidak menunjukkan senyum sedikitpun.
"Sejak tadi aku tidak melihat mama, dimana mama?" tanya Darren karena sejak tadi tidak melihat keberadaan nyonya Hera.
"Mamamu sedang kurang enak badan jadi dia tidak bisa datang!!" jawab tuan Darma sekenanya.
Darren yang memang tidak terlalu dekat dengan mamanya menganggap ketidak hadiran nyonya Hera sebagai hal biasa yang sering ia lalui sejak dulu.
"Pasangkan cincin itu di jari Feronica !!" ucap tuan Darma setelah memberikan sambutan singkat menyapa para tamu yang telah hadir .
Sekali lagi Darren mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari keberadaan putranya atau pun Tomi, tapi yang ia lihat hanya anak buah Bimantara dan juga orang-orang Sandreas yang berjaga di setiap sudut ruangan.Tidak mungkin anak seusia Davin ataupun Tomi bisa masuk dengan mudah.
Darren menghembuskan nafas berat sebelum mengambil kotak cincin yang di sodorkan tuan Darma padanya.Tak punya pilihan lagi, walaupun berat Darren harus melakukan ini untuk membebaskan Azkia,karena ia sadar sekarang dirinya tidak memiliki kekuatan apapun untuk melawan ayahnya dan juga keluarga Sandreas .
"Tunggu...!!" teriak nyonya Hera yang berdiri di tengah riuhnya para tamu undangan, membuat semua mata langsung tertuju pada sumber suara.
Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu tersenyum miris menatap ke arah panggung, sebegitu tak berartinya kah dirinya dimata laki-laki yang bergelar suaminya itu, bahkan di acara penting putranyapun ia sama sekali tak dilibatkan, beruntung tadi siang Hesti memberi tahunya tentang acara ini,sehingga ia bisa hadir untuk membebaskan putranya dari belenggu yang akan semakin mengikat putra semata wayangnya .
Darren yang hendak memasang cincin di jari manis Feronica seketika menarik kembali tangannya dan memasukkan cincin itu kembali kedalam kotak,dan itu membuat Feronica terlihat kesal.
"Baby..kenapa cincinnya di masukkan lagi? kita harus segera meresmikan pertunangan kita!!" ucap Feronica yang terlihat kesal.
"Entahlah, aku hanya mengikuti kata hatiku saja, dan hatiku mengatakan kalau pertunangan ini tidak akan terjadi !!" ucap Darren santai dengan tatapan tertuju pada bocah tujuh tahun yang kini sedang berjalan menaiki panggung bersama nyonya Hera .
"Lepaskan tanganmu dari papaku!!" sentak Davin menepis tangan Feronica yang menggandeng lengan Darren dengan kasar.
Semua orang terkesiap dan bertanya-tanya tentang siapa anak laki-laki yang wajahnya sangat mirip dengan pewaris Bimantara itu,dan dengan berani berkata kasar pada pewaris keluarga Sandreas.
Tuan Darma menatap tajam pada sang asisten yang berdiri tak jauh di belakangnya, seolah meminta penjelasan tentang anak laki-laki yang dengan berani mengaku sebagai anak dari putranya.
.
.
.
Bersambung.....
.