NovelToon NovelToon
Ujung Ombak Di Kaki Senja

Ujung Ombak Di Kaki Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Bad Boy / Suami amnesia / Tamat
Popularitas:462.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

"Kamu, Istriku! Namamu Senja, Aku ingat itu."

Naurally Senja Hafidza. Seorang santri Wati yang pernah mondok di salah satu pesantren dekat pesisir Pangandaran. Merasa terkejut tatkala seorang pria berwajah tampan namun berambut gondrong dan berpenampilan bak berandal, yang memang pernah la temui beberapa kali di pantai tempat ia menghafal Al-Qur'an ketika sore hari. Tiba-tiba hadir di depannya dan mengakui bahwa Senja adalah Istrinya.

"Maaf, kita baru beberapa kali bertemu dan dalam ketidak sengajaan. Mana mungkin saya adalah Istri Saudara."

Sedangkan di posisi laki-laki tersebut, yaitu Keindra Alif Hibridzi, saat ini ia sedang mengalami amnesia, pasca bangun dari koma, akibat kecelakaan motor beberapa bulan yang lalu. Di dalam ingatannya, hanya menyisakan seorang nama saja yaitu Senja. Parahnya lagi, di ambang halusinasinya, Senja adalah seseorang yang pernah ia nikahi dan saat ini adalah Istri Sah nya.

UJUNG OMBAK DI KAKI SENJA. Mari mulai baca saja, Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Kei Kembali.

...Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui....

..._Q.S.Yasin ayat 36_...

..."Aku tidak tahu apa istilah untuk jarak antara detik. Namun, aku tahu istilah untuk rasa rindu kita, yaitu mengingat mu di setiap interval nada rindu ini."...

..._Keindra Alif_...

...🍃🍃🥀🥀...

Dua bulan kemudian,

Kei dan Arka, baru saja pulang dari pekerjaannya.

"Aaaa, nyaman banget!" Kei langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk berukuran jumbo di kamar apartemennya. Setelah jas dan sepatunya ia lempar begitu saja.

"Yah Bos, nyaman buat lo! mata gue sakit, lihat jas, sepatu, berantakan di mana aja, gua asisten bukan art lu!" protes Arka yang baru saja masuk kamar Kei.

Sambil nyerocos, tetap saja Arka merapikan Jas dan juga sepatu kei, lalu menaruhnya pada tempat yang sudah tersedia.

"Berisik lu dodol! mulut lu kayak emak-emak udah seminggu enggak dikasih jatah belanja. Kalau mata lu sakit, ya enggak usah dilihat lah! semerdeka gue mau kamar ini jungkir balik juga. Mending lu bobok sama gue nih dari pada bacot lu berkembang biak."

"Ogah! emang kita cowok apaaaan." ucap Arka, sembari membuat tubuhnya bergerak gemulai.

"Dih, gue juga najis! sini, Kita bicara serius!" Arka tidak dapat menolaknya.

Akhirnya Arka pun menghampiri Kei, lalu ia ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Kei, mereka sama-sama terlentang dengan tangan bersedekap dada. keduanya saling menatap langit-langit kamar tersebut tanpa memulai bicara.

"Ka!"

"Hum!"

Kei, menarik nafasnya pelan. "Ini, kita serius nggak jadi balik?" tanya Kei, posisi mereka masih sama seperti tadi.

"Enggak Kei, ada tantangan proyek ternyata dari bokap lu! padahal paman Clark sudah menolaknya, tapi... bokap lu bilang, ini kesempatan emas buat kita!" jawab Arka terdengarlah lesu.

"Haaamm, Senja!"

Kei menghela nafas berat, lalu ia melambungkan nama 'Senja' Arka mendengar itu dan ia ikut merasakan perasaan rindu sahabatnya terhadap istrinya.

"Tenang, kita akan berusaha! enggak lama koq! sekitar tiga minggu. Setelah proyek ini berjalan, kita bisa handle dari Jakarta. Gue akan usahakan satu minggu full, lu bisa libur dan menemui Senja." Ujar Arka.

"Gue nurut deh! tapi, gue kangen banget Ka, sama Senja." ujar Kei lesu.

"Ya hubungin lah! lu bisa WhatsApp-an, video call atau apalah. Streaming gitu kek! gampang masih bisa komunikasi lewat media elektronik, kan?"

"Nah ini masalahnya, Senja nggak mau di hubungi, dia pengen gue langsung pulang! tanya kabar dia aja, gue WhatsApp-an sama Ayah atau Mama." jawab Kei.

"Heemm, aneh istri lu!"

"Unik, Ka!" ralat Kei.

"Ia unik, tapi nggak habis fikir aja, bisa ya tahan komunikasi selama dua bulan ini." ujar Arka.

"Entahlah!" Kei mengekeh.

"O ya Ka! ceritain gue lagi dong, tentang masa sebelum amnesia. Bagian balapan sama cerita percintaan gue." pinta Kei.

"Nih, lihat HP gue deh!" Arka menyodorkan ponselnya, yang ia ambil dari saku celana.

Kei, membuka ponsel Arka sesuai yang Arka perintahkan, di bagian galeri pada penyimpanan Photo dan juga video.

"Tuh, lu keren! lihat cara balapan lu, lu gak ada tanding Kei," tandas Arka.

Kei nampak berdecak kagum, lalu meringis tatkala melihat dirinya sedang berkelahi dengan geng lain.

"Lalu... kisah percintaan gue Ka?" tanya Kei.

"Lu gak punya pacar men! seingat gue lu enggak pernah pacaran! baru Senja yang lu kejar-kejar!" seru Arka dengan tertawa kecil.

"Tapi lu pernah tunangan Men! sama cewek pilihan bokap lu, nah itu yang menyebabkan lu kabur dari Jakarta ke rumah gue. Seingat gue sih lu udah mutusin pertunangan lu sama dia." terang Arka.

Kei nampak berpikir, sepertinya samar-samar ia mengingat ketika seorang perempuan mengejarnya dan Kei menaiki motor, lalu meninggalkannya.

"Kei, jangan dipaksakan berpikir berat, nanti sakit kepalanya kambuh lagi. Kita masih banyak proyek yang harus di tangani. Lo mau cepat balik gak? ketemu Senja?" Arka mengingatkan Kei.

"Ok Ka! Lalu... gue gak pernah ituan kan sama yang bukan mahram gue?" tanya Kei kembali dengan ragu.

"Gak pernah Kei. Gue selalu ingat saat lo bilang 'sorry Keperjakaan gue mahal Men, hanya gadis/ mahram gue yang akan mendapatkannya' nah gitu Kei." Tutur Arka.

"Alhamdulillah! gue bahagia dengernya Ka! ternyata sebejad-nya gue, masih ada sisi baiknya. Sekarang gue lega Ka, berarti gue yang pertama untuk Senja dan Senja yang pertama untuk gue. Ya Allah terima kasih." Ujar Kei, ia amat bahagia mendengar kenyataan baik tentang dirinya.

"Selain jomblo abadi, lo enggak pernah mau berhubungan intim sama cewek, padahal banyak cewek yang godain lu. Gue salut sama lu, taraf ibadah lu juga termasuk bagus, walaupun lu selalu bilang Islam lu, Islam KTP." Arka mengekeh. Kei pun ikut terkekeh membayangkan masa sebelum amnesianya.

"Seandainya, syarat dari Senja gugur saat ini. Gue lebih milih hidup menjadi gue yang sekarang Ka! sepertinya kehidupan gue, lebih tertata ketimbang dulu." Ujar Kei.

"Sebagai sahabat lo, gua cuma bisa nge-doain aja Kei, semoga senja berubah pikiran dengan membebaskan syarat itu." Sambung Arka.

"Aamiin..."

**

Tiga Minggu kemudian, Pagi hari di rumah Senja.

"Neng! kamu yakin mau pergi ke Pondok?" tanya Mama, setelah masuk ke kamar Senja dan nampak Senja sedang mengepak beberapa pakaiannya ke dalam koper kecil.

"Iya Mah, terpaksa! Mas Kei tak kunjung kembali. Ini sudah hampir tiga bulan, Neng butuh menenangkan diri. Neng takut akan Kak Anshar yang terus-menerus mengganggu Neng, Mah."

"Hemm, Mama hanya bisa mendoakan mu, Nak! akan tetapi, izin dahulu terhadap suami mu!" ujar Mama Senja.

"Terima kasih Mah." Senja Memeluk Mama."Tentu Mah, Neng akan pamit kepada Mas Kei, lewat surat ini. Tolong berikan ini pada Mas Kei, ketika ia kembali. Walaupun Neng tidak tahu, kapan Mas Kei kembali. Akan tetapi, keyakinan Neng, Mas Kei Pasti Kembali." ucap Senja dengan nada sendu.

Mama hanya mengangguk, menerima sepucuk surat dari Senja untuk Kei dan ia kembali memeluk Senja.

"Neng, Mama dengar... Ustadz Harits telah kembali dari Kairo. Lalu, jika nanti Neng bertemu dengannya, bagaimana?" tanya Mama.

Ustadz Harits adalah Putra ke tiga dari Kyai tempat Senja mondok. Sebetulnya ia hendak meng-Khitbah Senja, Setelah tahu Senja gagal menikah dengan Anshar.

Akan tetapi, Kei lebih dulu tiba di rumah Senja dan mengakui bahwa Senja adalah Istrinya. Akhirnya dengan izin Allah Senja lebih memilih Kei dan meminta maaf kepada Harits serta keluarga bahwa ia tidak bisa menerima pinangan Harits dan memilih menikah dengan Kei.

"Tidak mengapa Mah! Setidaknya, Kang Harits lebih santun dari Kak Anshar. Senja akan lebih aman di sana. Lagipula, Senja tidak akan menginap di pesantren. Senja akan tinggal di rumah Nok Eha dan membantunya mengajar anak-anak di sana, suaminya kan sedang di Kalimantan Mah."

"Baiklah!" nampak Kelegaan dari tatapan Mama Senja.

Hingga tibalah waktunya Senja berangkat ke Pondok pesantren, ia mengendarai mobil Honda Brio milik-nya seorang diri. Mobil itu adalah pemberian dari Kakaknya. Katanya hadiah pernikahan Senja dan Kei yang di berikan Kaka-nya dua bulan yang lalu.

Di tempat lain, Waktu menunjukkan pukul satu siang.

"Alhamdulillah... Akhirnya kita sampai juga di Jakarta." ucap syukur Kei. Kei dan Arka baru saja menginjakan kaki di terminal kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten.

"Jemputan Kita dah sampai Kei. Kita langsung ke rumah Bokap-Nyokap lu, kan?" tanya Arka.

"Gak, Ka! gue mau langsung jemput Senja! lu pulang saja ke rumah, tadi gue sudah minta di bawain mobil sama Bang Willy." Ujar Kei.

"Lu, gak lelah Bos?" tanya Arka. Sebab Kei mengeluh lelah ketika berada di dalam pesawat.

"Demi mengobati rindu, justru rasa lelah ini sudah terobati Men, Dengan membayangkan senyuman dan pelukan Senja, yang Insya Allah sebentar lagi gue dapatkan." Kei nampak sumringah.

"Ok deh! hati-hati di jalan. Setelah dapat cuti dari bokap lu, gue juga harus balik dulu nemuin Bokap, nyokap gue." Ujar Arka.

"Ya dah! sekarang lo balik dan istirahat, Bang Willy sepertinya dah sampai."

Willy beserta pengawal lainnya sudah sampai di parkiran Bandara. Setelah berangkulan sebentar bersama Kei, Willy menyerahkan kunci Buggati Centodieci berwarna putih.

"Tidak naik, Helikopter saja Mas? biar saya temani!" tawar Willy.

"Gak deh Bang! gue takut tambah jet lag," jawab Kei.

"Baik!"

"Ka...gue pergi," Pamit Kei pada Arka.

"Siap Bos! hati-hati," balas Arka.

Kei pun masuk ke dalam mobil sportnya, lalu ia meninggalkan pelataran parkir Bandara. Tujuan utamanya tentu saja menjemput Senja.

Willy dan pasukannya tidak lantas diam. Willy pulang bersama Arka ke rumah orang tua Kei. Akan tetapi, tanpa sepengetahuan Kei, beberapa mobil telah Willy perintahkan untuk membuntuti Kei.

**

Menjelang Maghrib,

Kei baru saja tiba di rumah Senja. "Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum Salam!" terdengar sahutan dari dalam. Tak berapa lama pintu terbuka dan Mama Senja, muncul dari balik pintu.

"Mah!" sapa Kei sedikit kecewa, ia berharap Senja yang muncul. Kei ingin tahu reaksi Senja saat melihat dirinya sudah berada di tempat itu.

"Nak, Kei!" Mama Senja nampak tertegun.

Setelah Kei mengecup tangan kanan Mama mertuanya takzim. Mama Senja mengajak Kei masuk ke dalam rumah. Ayah Senja nampak baru saja keluar dari kamar. Melihat Kei ia segera menghampiri Kei dan merangkulnya dengan penuh haru.

"Alhamdulillah, akhirnya Nak, Kei kembali." Ujar Ayah Senja.

Ayah Senja tahu beban fikiran dan rasa sakit yang Senja rasa, atas gunjingan orang-orang sekitar, bahwa Kei telah meninggalkannya, Kei kabur. Belum lagi di tambah Anshar yang selalu mengganggu Senja.

Kini beban hati Ayah maupun Mama Senja terangkat sudah. Mantunya telah kembali. Ia tidak meninggalkan Putri mereka.

"Senja Mana Yah, Mah? Kei amat merindukannya!" Kei menanyakan keberadaan Senja.

"Senja..." Mama dan Ayah Senja saling pandang.

Tok...tok...

Ketukan pintu membuat mereka menoleh pada arah pintu. Kei nampak sumringah. "Itu pasti Senja," fikir Kei.

Bersambung...

1
Renesme
Baguuus 👍👍👍
Heryta Herman
hahaha..batal deh mas kei mesra"an sama ayank senja gara" tamu bulanan...
Heryta Herman
selalu saja ada orang ke tiga/pelakor,dlm cerita/novel..apapun genre nya...
bikin nge drop dan malas bacanya...
walau ujung cerita nya bahagia...
Gladys Aira
Luar biasa
Balqis Adzraa
Bagus 👍 banget ceritanya,, sukses terus
Ukhty fillah
👍👍
Follow Author.IG: rosenoor_193
Good
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Follow Author.IG: rosenoor_193: 🙏🙏🙏🙏🥰🥰
total 1 replies
Sulaiman Efendy
GK ADA CERITA KHUSUS BUAT ANAK2 MEREKA KAH THOR, SERU KYAKNYA KLO OTHOR BUAT CRITA ANAK2 MREKA..
Follow Author.IG: rosenoor_193: ada sih tapi belum ada waktu nulisnya 🙏
total 1 replies
Sulaiman Efendy
PERASAAN YG HAMIL DLUAN SYABIE, KOQ MLH SNJA YG LHIRAN DLU...
Sulaiman Efendy
ITU PASTI KERJAA ILLA..
Sulaiman Efendy
HADIAH SPCIAL SENJA PASTI AKN BRIKAN HAQ SUAMI ATAS DIRINYA.
Sulaiman Efendy
PACAR ALIAS KUTEK WILL😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
QYANA HRS CERITA KE ETHAN TTG KLICIKAN ILLA..
Sulaiman Efendy
DLU KEI CINTA QYANA, TTPI QYANA CINTA MA ETHAN, GK NYANGKA BANGET...
TERNYATA QYANA BKN 11-12 DGN RHAILLA, TTPI 1-100,, SEMUANYA ULAH LICIK ILLA RUPANYA..
Sulaiman Efendy
QYANA DN RHAILLA SMA SAJA TUU, 11-12..
BETUL KATA SENJA, MASA KLO UDH NIKAH MSH NONGKRONG DI CLUB BRSAMA LKI2 YG BKN MAHRAMNYA, MMG HRS DISELIDIKI...
Sulaiman Efendy
UNTUNG ADA ALINA YG BERITAHU...
Sulaiman Efendy
SYABIE DI JODOHIN MA ARKA AZA TUUU..

KOQ KEI PELUKAN MA RILLA, ADA APA...??
Sulaiman Efendy
SEBENARNYA PALING MALAS KLO BCA CERITA ADA ORG2 MASA LALU KDUA PASANGN YG BRPOTENSI GANGGU KBAHAGIAAN TOKOH DI CERITA..
Rina Susilowati
ceritanya bagus bener..singkt tapi banyk pelajaran yg diperik.. terima kasih ka ROS SY BERHARAP ADA SQUEL DARI ANAK KE , ARKA , ETHAN DAN WILI..PASTI KEREN
Follow Author.IG: rosenoor_193: Terima kasih Akak. Nanti di pikirkan ya 🤗🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!