Sesion Pertama : Perjalanan Cinta 3 Pria Psycopath Tamat.
Sesion Dua : Gadis Culun dan Psycopath
Sebelumnya baca sesion yang pertama, sension yang ke dua ini menceritakan setelah Karen mendonorkan organnya untuk suaminya, roh Karen masuk ke dalam gadis culun yang kondisinya sangat kritis akibat ulah teman - temannya.
David suami Karen semenjak istrinya meninggal hatinya sangat tertutup untuk wanita. Berubah menjadi lebih dingin dan kejam hanya di depan anak semata wayangnya David sangat berbeda karena David sangat menyayangi putranya melebihi dirinya sendiri.
Setelah dua tahun kemudian Karen dan David dipertemukan kembali dengan tubuh Karen yang berbeda akankah mereka tetap ditakdirkan untuk bersatu?
Ikuti novelku yang ke 10
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Jahat
Kini mereka berada di parkiran mobil, Gavin memberikan anaknya Cavin ke baby sister karena dirinya akan mengemudi mobil. Gavin duduk di kursi pengemudi sedangkan dokter Clarissa duduk di samping pengemudi. Baby sister dan Cavin duduk di kursi belakang pengemudi.
" Mommy, ayolah jangan cemberut, senyum donk mommy." mohon Gavin sambil menggenggam tangan kiri istrinya sambil mengecup punggung tangan istrinya sedangkan tangan kanannya digunakan memegang kemudi.
" Daddy, lihat jalan jangan menatap mommy terus." ucap dokter Clarissa yang melihat suaminya sering melirik istrinya.
" Iya tapi mommy jangan cemberut ya? Daddy sangat tersiksa kalau mommy cemberut." ucap Gavin sambil mencubit hidung mancung istrinya.
Dokter Clarissa menghadap suaminya sambil tersenyum.
" Daddy, ini mommy sudah senyum sekarang matanya fokus ke depan." pinta dokter Clarissa sambil tersenyum kemudian menjulurkan lidahnya.
Gavin melirik sekilas dan melihat istrinya yang sedang tersenyum kemudian tiba - tiba menjulurkan lidahnya, membuat dokter Clarissa terlihat sangat menggemaskan hal itu Gavin tidak bisa menahan dirinya.
" Pffftttt... hahahaha.. kamu lucu sayang." ucap Gavin sambil tertawa lepas dan mengacak-acak rambut dokter Clarissa.
Dokter Clarissa hanya tersenyum bahagia melihat suaminya yang bisa tertawa lepas.
( " Tawa dan senyum daddy merupakan kebahagiaan buat mommy, mommy selalu berharap daddy selalu bahagia." ucap dokter Clarissa dalam hati." )
Setelah Gavin berhenti tertawa Gavin melirik sekilas istrinya.
" Mommy terima kasih." ucap Gavin sambil menggenggam tangan istrinya kemudian mengecup punggung tangan istrinya.
" Terima kasih untuk apa dad?" tanya dokter Clarissa dengan nada bingung.
" Terima kasih karena yang tadi mommy katakan membuat mereka langsung terdiam dan sangat terkejut." ucap Gavin
" Karena mommy tidak mau orang yang mommy cintai di hina oleh orang lain." ucap dokter Clarissa.
" Hati mommy sangat sakit mendengarkan ucapan mereka dan rasanya ingin sekali mommy memotong lidahnya agar mereka tidak menghina Daddy atau menghina orang lain." sambung dokter Clarissa.
" Mommy ingat sedang hamil." ucap Gavin menasehati istrinya.
" Ups... maaf daddy, mommy lagi erosi." ucap dokter Clarissa sambil mengusap perutnya.
" Emosi mommy bukan erosi." ucap Gavin mengkoreksi ucapan mommynya.
" Emosi itu bukannya suatu aktivitas gunung vulkanik aktif yang mengeluarkan gas dan lava dari lubang vulkanik?" tanya dokter Clarissa sambil menahan tawa karena ingin mengerjai suaminya.
" Itu erupsi mommy." ucap Gavin yang belum sadar kalau dirinya sedang dikerjai oleh istrinya.
" Erupsi itu bukannya tindakan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara?" tanya dokter Clarissa berusaha menahan tawa.
" Itu korupsi mommy." ucap Gavin sambil memarkirkan mobilnya di mansion.
" Sejak kapan ganti nama?" tanya dokter Clarissa polos.
ctak
" Aduh daddy.. sakit.." ucap dokter Clarissa dengan nada manja.
Gavin mengelus kening rambutnya sambil meniupnya sedangkan baby sister pamit untuk keluar sambil menggendong Cavin karena tidak enak mengganggu kemesraan sepasang suami istri apalagi mereka adalah majikannya.
" Daddy baru sadar kalau mommy ternyata ngerjain daddy." ucap Gavin.
" Pffftttt hahahaha... baru sadar ya?kalau daddy mommy kerjai." ucap dokter Clarissa sambil tertawa lepas.
cup
" Terima kasih." ucap Gavin sambil mengecup bibir istrinya kemudian memeluknya.
" Terima kasih untuk apa lagi dad?" tanya dokter Clarissa sambil membalas pelukan suaminya.
" Semuanya, kehadiran mommy, Cavin dan di tambah dua anak kita. Daddy tidak sabar anak kita mirip siapa." ucap Gavin sambil mendorong perlahan tubuh istrinya dan membelai perutnya yang masih rata.
" Aku harap mirip daddy." ucap dokter Clarissa.
" Kenapa?" tanya Gavin sambil menatap mata indah istrinya.
" Karena daddy sangat tampan, baik hati, sayang sama kami, mencintaiku apa adanya, perhatian dan setia sama mommy." ucap dokter Clarissa sambil membalas tatapan mata suaminya kemudian membelai lembut pipi suaminya.
" Terima kasih atas pujiannya." ucap Gavin sambil mengecup punggung tangan istrinya.
" Daddy berharap anak kita sepasang dan daddy berharap anak daddy yang perempuan mirip mommy, sangat cantik dan baik hati." ucap Gavin sambil membelai lembut pipi istrinya.
" Terima kasih daddy atas pujiannya." ucap dokter Clarissa sambil mengecup punggung tangan suaminya.
" Kita turun mommy." ucap Gavin sambil membuka pintu mobilnya dan berjalan ke arah istrinya kemudian memeluk istrinya.
" Baik daddy." ucap dokter Clarissa sambil membuka pintu mobilnya sambil membalas pelukan suaminya dan kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.
" Mommy, seperti yang dulu daddy katakan semua harta milik daddy akan daddy serahkan atas nama mommy." ucap Gavin.
" Tidak daddy, mommy tidak membutuhkan itu semua. Mommy hanya membutuhkan kasih sayang daddy dan mencintai mommy apa adanya serta daddy sayang dan mencintai anak - anak kita itu sudah lebih dari cukup buat mommy." ucap dokter Clarissa.
( " Aku jadi semakin yakin istriku memang berbeda dengan wanita lain. membuat daddy semakin mencintaimu mommy." ucap Gavin dalam hati ).
Gavin dan dokter Clarissa semakin mencintai, jiwa psycopath Gavin juga sudah menghilang sejak kehadiran dokter Clarissa. Menjadi ketua mafia, Gavin juga sudah berhenti menjadi ketua mafia, Gavin membubarkan para anggota mafianya dan mereka diperkerjakan di perusahaan miliknya dan sebagian menjadi bodyguard Gavin. Sejak kejadian kesalah pahaman yang mengira dokter Clarissa selingkuh membuat Gavin lebih percaya dengan istrinya.
Sedangkan dokter Clarissa, sejak kejadian kesalah pahaman dokter Clarissa berhenti bekerja menjadi dokter karena sifat suaminya yang posesif mudah cemburu. Bagi dokter Clarissa suami adalah segalanya karena itulah dirinya memilih untuk berhenti. Keseharian dokter Clarissa disibukkan mengurus anaknya dan juga terkadang pergi ke kantor membantu suaminya bekerja.
xxxxxxx
Di Tempat Berbeda
Setelah Gavin dan keluarganya pergi meninggalkan mereka, sepasang suami istri itu langsung pulang dan bertengkar di dalam mobil.
" Lihat mantan kekasihmu sudah menikah dan mempunyai anak dan kini istrinya sedang hamil lagi anak kembar sedangkan kita sudah menikah bertahun - tahun tapi kamu tidak juga hamil. Apa jangan - jangan kamu yang mandul dan menuduh mantanmu impoten?" tuduh suaminya dengan nada kesal.
" Enak aja menuduhku, kamu itu yang mandul." ucap istrinya tidak mau kalah.
plak
plak
Suaminya menampar pipi kanan dan kiri hingga sudut bibir istrinya berdarah.
" Jangan pernah mengatakan aku mandul, sekali lagi mengatakan itu lagi maka aku tidak akan segan untuk menyiksamu sampai kamu mohon padaku untuk meminta mati." ucap suaminya sambil tangannya mencengkram pipi istrinya hingga bibir istrinya mirip bibir ikan dan tidak berapa lama melepaskan cengkraman tangannya.
Istrinya hanya bisa mengeluarkan air mata rasa penyesalan teramat sangat melepaskan orang sebaik Gavin yang tidak pernah menyiksa dirinya.
( " Aku akan kembali pada Gavin, aku yakin Gavin masih mencintaiku. Walau Gavin dingin dan jarang tersenyum tapi Gavin tidak pernah menyiksaku tidak seperti suamiku selalu ringan tangan. Besok aku ke kantor Gavin dan meminta maaf menyesali perbuatanku dan kami akan menikah sedangkan istrinya akan di tendang hahahaha." ucap wanita itu sambil tertawa jahat dalam hati ).
" Apa yang kamu rencanakan?" tanya suaminya
" Tidak ada." jawab istrinya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
" Baguslah." Jawab suaminya sambil mengendarai mobilnya.
( " Musuhku selalu mendapatkan keberuntungan perusahaannya lancar dan sukses dan mendapatkan kekasih yang cantik hingga aku merebut kekasihnya agar Gavin terpuruk tapi ternyata usahaku hanya berhasil tidak sampai sebulan Gavin sukses kembali dan sekarang Gavin menikah dengan wanita yang lebih cantik dari istriku. Aku akan merebut istrinya bagaimanapun caranya." ucap suaminya dalam hati ).
Sepasang suami istri itu hanya saling diam tidak ada bicara sedikitpun sibuk dengan pikiran masing-masing. Hanya satu di dalam pikiran sepasang suami istri tersebut yaitu rencana jahat untuk Gavin dan dokter Clarissa.
xxxxxxx