NovelToon NovelToon
Alisha

Alisha

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:62.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Yuliana Farida

Ini hanyalah kisah romansa remaja yang dialami Alisha, remaja SMA ketika ia dekat dengan seorang anak laki laki yang berbeda dengan dirinya. Keseharian berjualan kaki lima tak surut untuk Alisha dalam mendekati Dika yang diam diam menyimpan kesempurnaan dalam hidupnya.


"Aku menyukainya.. tidak mau menahu akan pandangan orang orang disekitar akan dirinya, karena hanya aku yang mengetahui segalanya mengenai dia, Dika Arya."

Alisha Puteri,



"Sejak kapan kamu menjadi sosok puitis?"


Dika Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku dan Dirimu

Sudah seminggu sejak ujian di mulai, kini para siswa bisa menikmati waktu senggang yang diberikan pihak sekolah selama dua minggu sebelum pembagian nilai hasil akhir. Selama dua minggu itu pula berbagai kegiatan dan perlombaan akan diadakan antar kelas sebagai ajang hiburan bagi siswa dan guru. Setiap kelas wajib mengirimkan perwakilan disetiap perlombaan demi memeriahkan acara yang diadakan setiap selesai ujian semester tersebut.

Seperti halnya di kelas Alisha, jum'at sore sang ketua kelas memerintahkan semua siswa dikelasnya untuk kumpul terlebih dahulu di kelas karena akan membicarakan tentang perlombaan yang akan diadakan senin depan.

Sang ketua kelas sedang berdiri di depan untuk membagi bagi tugas untuk anggota kelasnya berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.

Gilang, sang ketua kelas menuliskan perlombaan apa saja yang diadakan di papan tulis untuk kemudian diisi oleh nama siswa yang akan mengikutinya. Dimulai dari perlombaan membuat poster, Gilang meminta pendapat semua teman kelasnya untuk memilihkan peserta yang tepat.

Gilang menggedor gedor papan tulis beberapa kali untuk mengalihkan perhatian seluruh siswa di kelas supaya mendengarkannya.

"Perhatian perhatian!." Seruan Gilang membuat semuanya memusatkan pandangan ke arahnya. Merasa semua sudah memperhatikan, Gilang mengutarakan apa yang akan di sampaikannya.

"Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh. Sehubungan dengan diadakannya lomba antar kelas ini, saya sebagai ketua kelas yang paling ganteng dan menawan ini, ingin memberikan kesempatan kepada rakyat rakyat untuk maju dan menulis naman sebagai perwakilan masing masing perlombaan dari kelas tercinta ini, atau kita bisa merundingkan siapa yang paling tepat dipilih untuk perwakilan, jika tidak ada yang maju mendaftarkan diri. Atau jika tidak ada yang bisa dirundingkan, saya sendiri yang akan memilihkan orang tersebut. Terima kasih." Papar Gilang panjang lebar, akan tetapi tidak mendapatkan respon apapun dari kelas.

"Heh, jadi gimana? Ada yang mau ikut lomba gak? Nih ada bikin Poster, Nyanyi, Modeling, Masak, Futsal PA PI, sama Basket." Ucap Gilang merasa kesabarannya habis seraya menunjuk satu persatu perlombaan yang telah ditulisnya tadi. Nampaknya para siswa sedang sibuk berpikir dan saling tunjuk.

"Si Ani, Lang. Jago gambar." Seru Farhan yang sebangku dengan Gilang.

"Ok. ANI." Putus Gilang seraya menuliskan nama Ani di bagian lomba poster.

"Kok asal nulis sih, aku belum setuju." Protes Ani yang tidak bisa di ganggu gugat oleh Gilang membuat Ani kesal.

"Yang nyanyi siapa?" Tanya Gilang selanjutnya.

"Alish." Teriak Kina dan Dina bersamaan membuat Dika menengok ke arah teman sebangku itu dengan wajah terkejut tak percaya. Masa sih?.

"Ih Dika!" Seru Alisha melihat raut wajah Dika yang menganga tak percaya Alisha ditunjuk untuk menyanyi, hal itu membuat Kina dan Dina tertawa melihatnya.

"Tenang Dik, suara Alisha gak bikin kamu sakit kuping kok." Seloroh Dina membuat Alisha melirik tajam ke arah Dina yang hanya tersenyum meringis dan meminta maaf.

Dika mengalihkan pandangan lagi saat Gilang kembali bertanya.

"Yang modeling mau siapa?"

"Dina sama Evan." Untuk membalaskan dendamnya, Alisha menyahut dengan semangat, membuat pendapatnya langsung direspon oleh Gilang. Alisha memeletkan lidahnya ketika mendapat cubitan dari Dina. Sedangkan di ujung sana, Evan terlihat mengacungkan kedua jempolnya tanda setuju dengan Alisha.

"Masak siapa masak?" Kali ini tidak ada sahutan dari siapapun karena mereka ragu akan kemampuannya.

"Kina aja." Seloroh Alisha setelah berpikir matang matang.

"Kok aku sih?"

"Kamu kan pernah bikin sup cream kentang, enak juga. Siapa tau menang." Jawab Alisha enteng.

"Kenapa gak kamu aja? Kan kamu jago masak." Kina berbalik tanya.

"Aku kan udah ikut nyanyi Kina." Jelas Alisha tidak mau terkalahkan dan tidak mau ikut lomba memasak.

"Kan bisa double."

"Gak bisa." Alisha bersikeras menolak hal tersebut, begitupun dengan Kina.

"Si Evan aja double, pasti nanti juga ikut Basket." Kina masih tak mau terkalahkan.

"Itu kan si Evan." Seloroh Alisha tak perduli.

"Nanti kalau menu masaknya ditentuin sama panitia gimana?" Tanya Kina khawatir, itu tandanya Kina mulai menerima untuk ikut lomba masak. Pikir Alisha licik.

"Masak aja sebisa kamu." Jawab Alisha sambil tertawa membuat Kina mencubit tangan Alisha di bekas Dina tadi.

"Tambah merah kan." Gerutu Alisha sembari meniup niupkan tangannya, tetapi kemudian, Dika mengambil tangannya itu dan mengusapnya pelan masih dengan pandangan ke arah papan tulis membuat Dina dan Kina yang melihatnya memekik dan iri.

"Ok, sekarang Futsal PA. Satu, Gilang ganteng, siapa lagi yang mau ikut?"

"Dik, gak mau ikut?" Tanya Alisha kepada Dika membuat pergerakan mengusap tangannya terhenti dan menolehkan kepala. Dika menggeleng sebagai jawaban.

"Kenapa?"

"Gak mau." Dika menjawab dengan singkat dan melepaskan usapannya di tangan Alisha membuat Alisha merasa kehilangan.

"Aku lang." Sahut Farhan mengacungkan tangan.

"Bagus, siapa lagi?" Tanya Gilang seraya menuliskan nama Farhan.

"Toni, Bimo, sama Aris." Ucap Farhan lagi setelah berdiskusi dengan beberapa temannya.

"Yang PI!" Kemudian lima orang siswi mendaftar untuk Futsal putri yang semuanya memang terkenal tomboy dan bisa bermain Futsal.

"Basket mau siapa aja?" Gilang mulai tidak bisa diam karena merasakan pegal di tangannya.

"Cepet dong, pegel nih tangan."

"Aku pilih aja ya, jangan pada protes." Putus Gilang pada akhirnya karena tidak ada pula yang mengacungkan diri untuk ikut serta selain Evan.

"Udah ya, yang ikut basket Evan, Rion, Andre, Vino, sama Tio."

"Silahkan pulang. Setelah dari sini, yang ikut lomba harap Technical Meeting di Aula barat ya." Beritahu Gilang yang kemudian menutup acara diskusinya. Kemudian semua orang bubar dan pulang, sementara yang akan ikut lomba berkumpul dulu untuk pergi ke Aula bersama.

"Dik, kamu pulang aja duluan." Saran Alisha saat mereka akan keluar kelas.

"Aku tunggu disini." Putus Dika tak mau beranjak dari duduknya.

"Masa sendirian? Gak takut?" Tanya Alisha memastikan. Namun Dika menggelengkan kepala. Alisha merasa tak tega meninggalkan Dika di kelas sendirian. Kemudian Alisha mengusulkan agar Dika ikut Technical Meeting di Aula yang kemudian disetujui.

Saat tiba di Aula, ruangan itu ternyata sudah banyak yang menghadiri dari kelas sepulu sampai kelas dua belas. Dika dan Alisha duduk mengikuti rombongan kelasnya dan mulai mendengarkan panitia tentang semua peraturan selama perlombaan.

Kegiatan Technical Meeting berjalan hingga dua jam. Hingga saat acara selesai, jam menunjukkan pukul lima sore. Alisha dan Dika dengan terburu buru berlari ke parkiran agar mereka cepat sampai dan tidak kehujanan di jalan karena awan sudah mendung. Dan beruntungnya mereka, hujan turun saat mereka tiba di rumah Alisha.

Hujan teru menerus turun dengan deras hingga larut malam. Dika kebingungan bagaimana ia untuk pulang, dan Alisha pun sama. Jika saja ayahnya tidak lembur malam ini, pasti Dika bisa di antar pulang oleh ayahnya. Namun kemudian, Mama Alisha menyarankan agar Dika menginap saja jangan memaksakan diri, apalagi ini sudah larut malam. Setelah menimang nimang akhirnya Dika meminta izin untuk menginap yang di sambut senang oleh Mama Alisha. Kemudian Dika menelepon ayahnya bahwa ia akan menginap di rumah Alisha karena hujan tak kunjung reda.

Saat ini di ruang tamu, Dika dan Alisha sedang menonton film di laptop milik Alisha ditemani beberapa camilan yang Alisha bawa dari dapur. Sementara Mama Alisha sudah tidur di kamar karena merasa ngantuk.

Pukul sepuluh malam, mereka memutuskan untuk tidur. Alisha mengunci pintu rumah dan membawa laptop ke kamar. Sementara Dika tidur di kamar tamu setelah Alisha mengucapkan selamat tidur untuknya dan membawakan segelas air putih jika sewaktu waktu Dika terbangun dan menginginkan minum.

Jam setengah lima pagi, Dika terbangun saat mendengar pintu depan diketuk beberapa kali. Dika bangun dan merenggangkan tangannya sebentar kemudian keluar dari kamar bermaksud membuka pintu depan. Terlihat Ayah alisha yang menenteng tas kerjanya disertai sebuah kresek berlogo sebuah merek makanan cepat saji setelah Dika membukakan pintu.

"Loh, kamu nginap Dik?" Tanya Ayah Alisha terkejut. Dika mengangguk gugup kemudian mempersilahkan Ayah Alisha masuk.

Setelah menutup pintu, Dika berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu kemudian melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat, Dika menghampiri Ayah Alisha yang sedang menonton berita pagi di televisi. Om Kemal menyuruh Dika duduk ikut menonton. Saat televisi sedang menayangkan iklan, Om Kemal memberitahu kepada Dika bahwa ia akan membangunkan isterinya. Tinggallah Dika seorang diri yang menonton televisi. Dika melihat ke arah jam dinding, dan waktu sudah menunjukkan pukul lima. Akan tetapi, Alisha belum juga bangun dan melaksanakan sholat. Dika pun berencana untuk membangunkan Alisha.

Dika mengetuk pintu kamar Alisha beberapa kali, namun hanya gumaman tak jelas yang Dika dengan. Kemudian Dika meraih gagang pintu untuk membukanya, dan ternyata pintu tersebut tidak dikunci oleh sang pemilik kamar. Dika hendak masuk ke dalam, namun ia teringat perkataan Alisha beberapa waktu lalu bahwa ia tidak boleh memasuki kamarnya yang masih suci dari jamahan laki laki lain.

Kemudian Dika meneriaki Alisha dari ambang pintu agar Alisha cepat bangun. Dan ternyata Alisha langsung membuka matanya saat mendengar suara Dika berada di dalam kamarnya.

"Dika! Gak boleh masuk." Teriak Alisha yang langsung duduk dan mengucek matanya.

"Aku gak masuk." Kilah Dika yang memang belum masuk ke kamar Alisha sepenuhnya.

"Gak boleh lihat juga!" Perintah Alisha membuat Dika seketika menutupkan matanya dengan tetap berdiri di ambang pintu kamar tak mau beranjak.

"Kenapa malah diam disini?" Tanya Alisha yang sudah menghampiri Dika yang masih memejamkan matanya. Dika kemudian membuka matanya dan langsung diseret oleh Alisha menjauhi wilayah teritorial kamar Alisha.

Alisha membawa Dika ke ruang tengah dan mendudukannya di sofa. Kemudian Alisha ikut mendudukkan diri dan memejamkan mata lagi. Dika pun menggoyang goyangkan tangan Alisha agar ia segera melaksanakan sholat. Karena jika sudah, Alisha bisa tidur kembali sepuasnya jika ingin karena hari ini kebetulan libur.

"Bangun, nanti kamu bisa tidur lagi." Ucapan Dika kali ini didengar oleh Alisha, karena ia sekarang sudah berdiri dan berjalan terhuyung ke arah kamar mandi.

Sepuluh menit kemudian, Alisha kembali lagi, kali ini dengan wajah yang lebih segar dari sebelumnya. Alisha duduk di samping Dika, kemudian membuka kresek bawaan ayahnya tadi yang belum terjamah sama sekali.

"Pizza!" Seru Alisha senang karena ayahnya membawa makanan kesukaannya, ditambah pula ayahnya membeli empat buah burger dan sebuah cup yang berisi wedang jahe. membuat Alisha langsung mengernyitkan dahinya melihat minuman pedas itu.

"Yah, wedang jahe buat siapa?" Alisha berteriak kepada ayahnya yang tidak tahu sedang berada dimana.

"Buat mama, jangan diminum!" Teriak ayah Alisha juga dari arah kamar. Kemudian pintu kamar orang tua Alisha terbuka memperlihatkan mama Alisha yang berjalan tergesa menghampiri minuman pesanannya kepada sang suami tadi. Ia menyuruh suaminya untuk mencarikan wedang jahe pagi buta karena ingin minum minuman hangat dicuaca dingin seperti ini. Jadilah ayah Alisha sedikit terlambat pulang karena harus berkeliling terlebih dahulu untuk mencari penjual wedang jahe. Karena merasa lapar, ayah Alisha mampir terlebih dahulu membeli makanan cepat saji yang buka dua pulu empat jam dan sekalian membeli lebih untuk dibawa pulang. Kemudian, saat ia melewati depan pasar subuh, akhirnya ia melihat seorang penjual wedang jahe dan langsung membelinya.

"Makasih ayah." Ucap mama Alisha setelah menyeruput wedang jahenya sedikit. Suaminya itu mengangguk dan ikut duduk di samping isterinya mengambil sepotong pizza.

"Makan Dik." Perintah Ayah Alisha kepada Dika yang belum mengambil bagian potongan pizza yang bertoping keju mozarella itu. Alisha mengambilkan sepotong pizza dan disuapinya kepada Dika. Dika memandnag gugup kedua orang tua Alisha yang sibuk menonton berita dengan makanan dan minuman masing masing.

"Aku bisa sendiri." Kilah Dika menolak suapan Alisha.

"Nih." Alisha menyerahkan potongan pizza itu ke tangan Dika dan kembali memakan pizza miliknya.

Pukul delapan, Dika berpamitan pulang karena akan berjualan gorengan. Alisha menatap sedih ke arah Dika, karena sepertinya untuk hari minggu ia juga tidak bertemu dengan Dika karena sudah ada jadwal dengan Dokter Faisal di Lab.

"Jangan lupa latihan." Ucap Dika sebelum menaiki sepedanya. Alisha mengangguk kuat yang kini sedang berdiri di samping Dika.

"Kenapa kamu masih jualan? Emang Dokter Faisal gak gaji kamu?" Alisha bertanya karena Dika masih melakukan pekerjaannya menjual gorengan. Padahal mungkin Dika diberi tunjangan lebih dari penelitian Rumah Sakit tersebut.

"Ada, kan udah pakai sekolah." Jelas Dika yang sedang berancan ancang melajukan sepedanya.

"Aku pulang dulu." Pamit Dika kemudian. Meninggalkan Alisha yang termagu memandang kepergian Dika.

Pagi di hari senin, suasana sekolah sudah ramai, terutama di sekitar area lapangan karena sekarang jadwalnya perlombaan futsal. Semua orang yang terpilih mengikuti lomba, menghampiri tempat di selenggarakannya lomba tersebut. Seperti halnya Alisha yang sudah bersiap memegang kartu peserta untuk mengikuti lomba dengan gaun panjang yang telah dipakainya. Alisha memasuki Aula bersama Dika yang masih memandang Alisha takjub oleh polesan make up yang tak biasa di wajah Alisha hasil dari rekaan teman temannya itu.

"Dika, jelek ya? Berantakan gak?" Tanya Alisha memastikan riasan wajahnya. Karena ia tidak biasa memakai riasan berlebihan seperti sekarang.

Dika menggeleng gugup dan mengalihkan pandangan ke arah panggung menghindari Alisha yang selalu fokus memeriksa riasannya menggunakan kaca di tangannya.

Pukul delapan, acara dimulai dan diawali oleh peserta pertama dari kelas sepuluh bahasa dua, sedangkan Alisha mendapatkan nomor urut tengah, yaitu sebelas. Satu per satu peserta sudah menampilkan penampilan terbaiknya, kini giliran Alisha menunjukkan performanya dalam menyanyi. Kali ini Alisha memilih menyanyikan lagu yang berjudul Aku dan Dirimu yang dinyanyikan oleh dua musisi ternama.

Alisha mulai menyanyi setelah perkenalan diri sebentar, kemudian setelah instrumen musik diputar, Alisha mulai menyanyikan bait demi bait lagu tersebut dengan penghayatan yang dalam.

Sesekali Alisha menatap Dika yang tengah melihat Alisha seksama tanpa mau mengalihkan pandangan ke arah lain. Sesekali Alisha menutup matanya karena penghayatan terhadap isi lagu tersebut hingga istrumen musik telah selesai. Alisha berbalik dari panggung dengan gemuruh tepuk tangan dari para juri dan penonton dan duduk kembali di sebelah Dika yang tersenyum puas menyambut Alisha.

"Keluar yuk Dik, malu nih." Ajak Alisha sambil berbisik, Dika mengangguk dan mereka memutuskan untuk kembali ke kelas. Namun disaat Alisha dan Dika keluar dari Aula, Kina menghampiri keduanya untuk meminta foto terlebih dahulu dengan Alisha. Dika pun memfoto mereka berdua di samping luar Aula dengan beberapa kali potret. Setelah merasa puas, Kina mengambil ponselnya kembali dan menyuruh Dika untuk berfoto dengan Alisha. Namun sepertinya Dika enggan karena malu, akan tetapi Kina bisa mengelak semua penolakan Dika dan berakhir dengan satu kali potretan.

"Tuh kan, cocok." Seru Kina saat melihat hasil dari foto yang telah ia ambil. Alisha pun tersenyum dan meminta kepada Kina untuk mengirimkannya lewat Whatsapp. Setelah itu, Kina memberitahu bahwa ia akan ke lapangan melihat tanding Futsal karena kelasnya sebentar lagi akan main. Alisha mengangguk dan akan menyusul nanti setelah berganti baju. Saat tiba di kelas, suasana terlihat sepi karena mungkin sedang menonton perlombaan lainnya. Alisha kemudian menyuruh Dika untuk tetap di kelas, sementara ia ke kamar mandi untuk mengganti baju.

Tak lama Dika menunggu, Alisha kembali dengan seragam sekolah yang kini melekat di tubuhnya dengan menenteng gaun yang tadi dipakai saat tampil. Namun, Alisha kembali meminta Dika untuk menunggu sebentar lagi karena ia ingin menghapus make up di wajahnya. Tetapi Dika melarangnya dan langsung membawa Alisha keluar tanpa sempat Alisha protes. Akan tetapi protesannya langsung berhenti saat mendengar Dika mengguman tak jelas, tetapi membuat pipi Alisha memerah.

"Udah, cantik."

Mereka berdua sampai di area lapang saat pertandingan baru saja dimulai. Dika mengajak Alisha untuk menonton di dekat pohon agar tidak terlalu kepanasan. Dan ternyata disana sudah ada Kina dan Dina yang sedang duduk di bangku bawah pohon.

"Lish, sukses?" Tanya Dina saat Alisha menghampirinya. Sebenarnya Dina ingin melihat penampilan Alisha tadi, akan tetapi Evan memerintahkannya ikut ke ruang panitia karena ada beberapa kesalahan untuk perlombaan modeling nanti dan harus di konfirmasi ke seluruh peserta.

"Lancar." Jawab Alisha yang kini duduk di sebelah Kina dan mengajak Dika untuk ikut duduk di dekatnya.

Terdengar riuh penonton saat Gilang beberapa kali melesatkan bola ke arah gawang lawan, akan tetapi selalu gagal. Skor sementara masih kosong untuk kedua pihak saat babak pertama telah selesai. Gilang menyempatkan waktu untuk berunding memikirkan skema permainan nanti agar kelas mereka bisa mencetak gol.

Peluit babak kedua telah di tiup. Para pemain kembali ke tengah lapangan diiringi sorakan semangat dari penonton kepada semua pemain. Gilang melambai lambaikan tangan percaya diri saat memasuki lapangan membuat penonton menyoraki sesekali mencemoohnya membuat Alisha dan teman temannya tertawa.

Gilang memulai dengan melempar bola kepada Farhan yang langsung mengarahkan bola ke gawang. Dan ternyata bola langsung masuk melewati kiper lawan. Gilang bersorak dan mengelilingi lapangan sambil kembali melambai lambaikan tangannya.Dan kembali sorakan diterimanya dengan senang hati.

Setelah babak kedua berakhir dengan kemenangan Gilang dan kawan kawan, mereka semua kembali ke kelas meskipun pertandingan dilanjutkan oleh kelas lain. Begitupun dengan Alisha,Kina, Dina, dan Dika yang ikut pergi ke kelas. Namun sebelum sampai di kelas, Evan menghadang jalan mereka ber empat dan menyuruh mereka pergi ke kantin karena Tio akan meneraktir jajan sekelas.

Para perempuan itu bersorak senang karena mendapatkan traktiran, dan mereka tidak akan menyianyiakan kesempatan itu dengan membawa makanan sebanyak banyaknya.

"Wah si Tio banyak duit ternyata." Ucap Alisha saat mereka sedang berjalan.

"Orang bapaknya bos." Seloroh Dina yang tahu bahwa Tio adalah anak orang kaya.

Setelah sampai di kantin, ternyata sudah banyak teman teman sekelasya mendominasi isi kantin. Alisha dan temannya mencari bangku kosong untuk enam orang. Dan akhirnya bangku paling pojok menjadi pilihan.

"Yo! Bener kan di traktir?" Teriak Alisha kepada Tio yang duduk di dua meja depan Alisha.

"Yoi lish, pesan aja. Nanti aku bayar kok." Jelas Tio membuat Alisha banyak mengucapkan terima kasih kepadanya. Akhirnya Alisha beserta Kina dan Dina memesan banyak sekali makanan. Seperti siomay, bakso, pempek, dan ditambah beberapa minuman dingin.

Dika menatap Alisha tak percaya.

"Kamu beneran mau habisin itu?"

"Lapar Dika." Jawab Alisha manja membuat Dika menggelengkan kepala dan memakan bakso pesanannya.

"Awas aja kalau gak habis." Ancam Dika yang dibalas perkataan enteng Alisha.

"Kamu yang habisin."

1
lee_you
haaiii... masih ada yang Dateng ke lapak ini?? semoga aja ada yak😆.. meskipun cerita ini udah tamat.. aku kangen banget sama Dika dan mampir kesini lagi setelah sekian lama😭😭😭 kepikir buat revisi semua bab karena aku akui novel ini masih banyak kekurangan.. mulai dari alur yang berantakan, bahasa kepenulisan yang masih banyak salah.. dan banyak lagi😭😭 aku pikir mau rombak cerita ini sepenuhnya agar lebih baik lagi dan layak baca🥰🥰 thanks banget buat yang udah baca cerita ini sampai habis.. apalagi sama komentar" yang inovatif, suportif, dan kocak".. semoga cerita ini begitu berkesan yaa:)
🍒⃞⃟🦅ƒαᷚмͣιᷠℓуͩ ѕєͦηᷤנα FєSт
Baca ulang deh, kangen banget sama Dika
🍒⃞⃟🦅ƒαᷚмͣιᷠℓуͩ ѕєͦηᷤנα FєSт: Wah MaasyaaAllah.. Kembali berjumpa kita ya. Semangat terus dalam berkarya ya Yul
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅ƒαᷚмͣιᷠℓуͩ ѕєͦηᷤנα FєSт
Ehh baru sempat buka cerita ini lagi, dulu aku baca pakai akun yang satunya, btw update selanjutnya pindah lapak ya yul..?
Aduh gak bisa ikutan aku😭
Doaku, semoga dikau sukses di lapak sebelah ya..!

Ini aku admin gc mu, aku udh gak menerima member karna gc sekarang pada sepi, takut cuma nampung doang sedang kita disana sering bertukar poin. Member disana asli sudah terpercaya dan memanfaatkan gc sebijak mungkin.
🍒⃞⃟🦅ƒαᷚмͣιᷠℓуͩ ѕєͦηᷤנα FєSт: Akhir² ini aku jarang on, aplikasi error terus. Gc pada hilang.
total 2 replies
Joko Jokoo
evan n dina jg seru kyk ny. buat crita evan yg ditinggl kekasih ny. trus nmuin cewk bru gitu.
Joko Jokoo: oche 👍
total 2 replies
Joko Jokoo
crita alex n kina, mau buat di mna thor??
lee_you: di dreame juga.. nunggu rampung dika sama alish dulu haha
total 1 replies
Nenk Fadila
inovel ada ga thor ?
lee_you: ada kak
total 1 replies
Joko Jokoo
kangen dika n alish
lee_you: sabaaarr😭😆
total 1 replies
Joko Jokoo
kpan lnjut lgi??
lee_you: tunggu beberapa hari lagi yaa
total 1 replies
Kiki•Put(ভ_ ভ)
haahhh... 🙀
begitu berat... tapi gak apa lahh,
Semangat terus kak Yul😁😆😆
lee_you: siapp😆❤
total 1 replies
RO_che
semaangat thor.. edisi jilid 2 yaa thorr... 🥰🥰🥰🥰🥰 pindah t4 kah thor??
lee_you: iyaa.. terima kasihh😁
total 1 replies
Flamboyan Dari Timur
suka bnget nget
Flamboyan Dari Timur
suka bnget..... jgn cpat tmat donk
lee_you: nantikan Dr.D ya☺💕
total 1 replies
Joko Jokoo
dika dri naik sepeda, smpe naik mobil. saling setia dn saling mendukung dlm meniti karir masing2.
lee_you: uwuu banget kak😁
total 1 replies
Joko Jokoo
ini lnjut di nt atw dream thor.

jangn buat konflik yg berat2 dong. msa crita ny di pisah kn melulu. 😣😣

ap lgi klw ad smpe ad konflik lupa ingatn dn gk ingt dgn pasangn ny.
Joko Jokoo: 👍👍👍👍👍👍👍
total 4 replies
Akifa
sukaaaa
lee_you: makasihh❤
total 1 replies
melfida
suka bangetttttt.....
lee_you: bener?? uuhh makasihh😘
total 1 replies
RO_che
masih puanjangg kan thoor ceritaanya..🥰🥰
RO_che: okeh siap thorr.. 🥰🥰
total 2 replies
RO_che
jgn buru2 dunk thor..
RO_che: ceritanyaa.. jgn c4 ending thor
total 4 replies
Joko Jokoo
dika, nyebeliiiiinnnn

tpi kmu suka kn liiiiisssshhh
lee_you: sukaaa😝
total 1 replies
icha.sunflower
yang novelnya welcome to wania disana ta thor. Dr. D nya belum ada
lee_you: iya.. Dr. D belum bikin, nanti nyusul☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!