Hawa Hasnawi gadis penjual kripik singkong, yang dipaksa menikah dengan pemuda sombong, dingin dan angkuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir
Tin tin
Salah satu satpam berlari mendorong pintu gerbang, agar terbuka lebar
Satpampun memberi hormat,
"Selamat petang pak" Ucap satpam yang bernama pak Rebo
Fariz membuka kaca jendela sedikit, sambil mengangguk kecil, lalu menutupnya kembali, dan menyetir lagi, hingga masuk kehalaman pabrik
-
Hari ini awal bulan dibulan agustus. Seluruh karyawan, termasuk para karyawan produksi menerima gaji.
Dilantai bawah ini, biasanya Daniella, membagikan struk rincian gajian, kepada seluruh karyawan produksi. Sebab, yang paling banyak menerima gaji lebih karena lemburan adalah bagian produksi.
Para karyawan sudah lihai menghitung jam lembur masing masing. Antara si A dan si B, belum tentu sama. Karena terkadang, mereka ada yang lembur, adapula yang tidak.
Mereka gajian memang melalui transfer, tapi, perusahaan memberi rincihan, agar transparan. Karena gaji para staff dan para karyawan produksi berbeda.
Para staff tidak ada lembur lemburan. sedang karyawan produksi dari bulan lalu dengan bulan ini selalu berbeda, tergantung lemburan.
Next
Hawa dan Fariz sudah turun dari mobil
Fariz langsung mengetik pesan kepada Firad. Setelah pesan terkirim "Ayo ikut masuk sebentar" Ajak Fariz
Hawa mengangguk bingung. Tangan Hawa langsung menarik tangan Fariz "Bang, kenapa ramai banget. Mereka mau demo?"
Fariz mendekati telinga Hawa "Iya, mereka mau ndemoin kamu"
Plok
"Salahku apa?"
"Kau jualan kripik didepan gerbang, sambil teriak teriak" Ucap Fariz sambil menggoda
"Itu dulu. Sebelum tragedi dilarang. Iyakan?" Hawa tak mau kalah
"Orang penjual kripik, hebohnya nggak ketulungan, seperti mau demo. Dan yang paling vocal ingin demo itu kamu. Orang sakit gigi aja pada nangis dibelakang gerbang. Gara gara kamu, jualan modelnya ingin menyerbu musuh. Kamu nganggap karyawan sini berasa musuhmu?"
"Musuhku itu cuma satu yaitu kamu bang. Eh tunggu tunggu. Kok abang tau? berarti yang sakit gigi abang dong ya?"
"Enak aja, ayo masuk" Fariz merangkul Hawa, tapi langsung menurunkan tangannya, karena banyak karyawan
-
Ternyata Firad sudah berdiri ditengah tengah kerumunan karyawan, untuk memberi jalan buat Fariz
"Fariz..." Bisik Firad "Kau membawa cewek siapa sobat?"
"Beri jalan saja, kami mau masuk" Jawab Fariz sambil berbisik juga
"Pertanyaanku bukan itu. Tapi cewek siapa itu?" Firad penasaran dengan kedatangan Hawa
Karena Firad baru lihat, Fariz belum pernah membawa cewek kedalam kantor ini.
"Apa ini cewek kemarin? yang hak sepatunya lepas?" Firad penasaran terus dengan kedatangan Hawa
"Sudah, kasih jalan saja brisik" Ucap Fariz, yang belum mau memberi bocoran pada Firad
"Baik" Firad memutar badannya "Ehmm ehmm.. Tolong kasih jalan. Mohon, untuk minggir sebentar"
Para karyawan yang tadinya riuh, berubah hening
"Wiiiihhh gantengnya pak bosqu" Ucap Marimar
"Gantengan asistennya" Ucap Rosalinda
"Ganteng semuaaa..." Ucap Betti lapea
"Kamu mah, si borokokok lewat juga dibilang cakep. Asal cowok aja, cakep" Ucap Marimar
"Iya, dasar matanya rabun" Ucap Rosalinda
"Nyatanya emang iya. Cowok diciptakan itu ganteng, dan cewek diciptakan itu cantik. Makanya, mereka saling berpasangan" Betti lapea
"Terus, pasanganmu mana? sudah dua kali lebaran nggak pulang pulang" Marimar
Tiba tiba
"Betti lapeaaaa !!!" Panggil Daniella
"Itu Bet, kamu dipanggil" Marimar
-
Sementara diruangan Fariz
"Kebetulan kau datang Sob , ini tanda tangan"
Firad menyerahkan dokumen beberapa lembar
"Bri, produksi lancar?" Tanya Fariz sambil tanda tangan
Kegiatan Fariz, tidak luput dari pandangan Hawa
"Lancar" Jawab Firad
Firad kembali berbisik "Fariz, siapa gadis itu?" Tunjuknya dengan netranya
"Dia istriku" Ucap Fariz mengagetkan Firad
"Apa !!? yang bener. Kapan kamu nikah. Jangan jangan LKMD ya?"
"Apa itu LKMD?" Tanya Fariz tak tau
"Lamar keri meteng disik ( Lamar akhir, hamil duluan)"
"Sembarangan" Fariz langsung menggebuk Firad
"Kan aku nggak tau sob. Tau tau kamu nikah, tanpa sepengetahuanku" Firad
Kegiatan tanda tangan, sudah diselesaikan "Ini, sudah selesai" Fariz menyodorkan dokumen kembali pada Firad "Oiya Firad. Kami sekarang, akan tinggal lagi bersama mami papi. Jadi, jika ada perlu apa apa, hubungi dulu, baru ketemu dimana oke"
"Kamu akan tinggal di Jakarta lagi bos. Apa mami papi baik baik saja?" Tanya Firad yang sering honta ganti sebutan nama
"Mami sakit Firad. Mami meminta kami, untuk tinggal disana lagi" Ucap Fariz sendu
"Oh, ya deh. Mami papi kan sudah tua. Anak tunggalnya juga jarang pulang ya Riz..."
"Enggak kok. Kak Xander, kemarin kemarin juga pulang. Dan sekarang, kakak sudah pulang lagi ke Dubai. Makanya, kami harus tinggal disana bersama mereka"
"Oh gitu. Ya sudah. Sekarang kalian mau langsung pulang kejakarta?" Tanya Firad
"Enggak. Ngantar kuliah dia" Jawabnya
"Eh, hampir lupa. ini bukti pembayaran kuliah atas nama Haw..."
"Huuusssss. Jangan keras keras. orangnya ada disini" Fariz melirik Hawa
"Ck, keras juga nggak apa apa kali Sob. Eh, nggak sekalian aja, kamu kuliah lagi biar S3 disini. Bagus itu suami istri kejar kejaran sekolah"
"Terus, yang nyari duit siapa. lagian, males kali belajarnya Bri"
Mereka berdua kalau panggil memang sembarangan. Jadi bebas. Lidah lidah mereka.
-
Beberapa jam kemudian
Pukul 22:30
Fariz dan Hawa, sudah masuk kedalam ruangan Wahidah
"Papi, pi " Fariz mengusap lengan Anand
"Eh, kalian sudah datang nak?" Anand bangun
"Sudah pih. Papi tidurnya kok sambil duduk. Ntar sakit semua"
"Iya. Tadi papa mamamu dari sini. Barusan pulang"
"Oh, terus. Papi mau istirahat dirumah, apa mau disini?" Tawar Fariz
"Malam ini, papi tidur disini saja. Biar besok, kalian kesini. Gimana? soalnya papi tidak bisa tidur kalau dirumah sendirian"
"Emmp.. Bener, papi sanggup jagain mami sendiri ?"
"Iya sana pulang. Mami juga sudah mendingan. Besok, pagi pagi gantiin papi ya?"
"Iya pih"
Akhirnya, Fariz dan Hawa gagal nginep dirumah sakit
-
Dikamar Fariz
Hawa terduduk bingung
"Tidurlah ditempat tidur. Jangan dibiasakan tidur disofa. Kemarilah"
Hawa berdiri, lalu berjalan mendekati Fariz, dan duduk dikasur dengan kikuk
Fariz masuk kekamar mandi untuk mengganti bajunya. Hawapun sama. Namun, Hawa hanya melepas bajunya saja, hingga menyisakan tanktop
Fariz duduk disamping Hawa.
"Hawa, kau yakin tidak, kalau kita itu pasangan suami istri"
Hawa malu malu kebo
"Apa abang yakin, kita itu pasangan?"
"Haiss ditanya kok malah nanya"
"Ehehe"
Faris mendekati tubuh Hawa
"Maafkan aku, jika selama ini melalaikan kamu. Aku belum yakin, langkahku benar atau salah.
Aku tidak tau ini perasaan apa. Beberapa hari ini bareng sama kamu, aku terasa nyaman. Apa kamu merasakan seperti diriku Hawa?"
Hawa tidak menjawab. Ia hanya tersenyum lalu membuang muka karena malu
Fariz membenahi wajah Hawa agar berhadapan. Lalu, ia pandangi wajah Hawa dengan seksama. Fariz mencium pucuk kepala Hawa lama... Memegang ubun ubun Hawa
"Hawa istriku, bolehkah suamimu memintamu lebih?"
"Emm" Hawa mengangguk kecil
Fariz mendekati bibir Hawa
Eng ing eng
Sambung besok
BERSAMBUNG.....
trenyuh aku..... banyu moto gak bisa mandek....
trenyuh aku..... banyu moto gak bisa mandek....