NovelToon NovelToon
Second Life After Divorce

Second Life After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Duda
Popularitas:239k
Nilai: 5
Nama Author: N. Ayu Hapsary

Perceraian adalah suatu kegagalan.

Melabuhkan hati pada orang yang salah, berakibat sangat fatal. Setiap orang tidak akan luput dari kesalahan. Bukan sebuah judge yang diperlukan, tapi solusi untuk masalah yang tengah di hadapi. Dengan pengalaman yang terjadi, seseorang pasti berpikir ulang untuk tidak terjun ke lubang yang sama.

Itulah yang mendasari Ayana dan Rendra (duda dan janda dengan satu anak) untuk menyetujui perjodohan pernikahan kedua mereka. Bukan atas dasar cinta, tapi karakter. Bahkan, mereka sama sekali tidak memiliki perasaan apapun satu sama lain. Mereka siap menjalaninya di kehidupan kedua mereka, yaitu sebuah kehidupan baru yang mereka bangun dengan sifat dan sikap yang berbeda dalam melihat masalah. Siapa yang menyangka jika mereka justru menemukan kebahagiaan disana?

Ternyata hati mereka masih berfungsi. Benih-benih rasa cinta itu datang dengan sendirinya.

follow me
IG : @NurulAyuHapsary
FB : Nurul Ayu Hapsary

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N. Ayu Hapsary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Hiraukan Lagi

"Apa kamu tidak bisa ganti nomor?" Tanya Rendra dengan halus.

"Masalahnya, nomorku sudah terdaftar di editor yang berbeda-beda mas. Dan aku juga sudah banyak mengirimkan email ke lomba menulis dengan nomor ini. Takutnya kalau nanti ada pemberitahuan, aku tidak tahu. Jadi, saat ini usaha yang bisa kulakukan hanya memblokir nomor baru dari mas Naufal mas."

"Ya sudah. Tidak apa-apa. Memang lebih cepat memblokir dari pada beli kartu baru. Asalkan jangan sampai dipikirkan. Ya..." Ucap Rendra dengan mengusap lembut kepala istrinya.

Kalau seandainya Naufal yang sedang diajak bicara saat itu pasti ia sudah bilang...

"Alasan saja! Pasti kamu sendiri yang menginginkannya kan?!"

Rendra dan Naufal. Keduanya benar-benar berbeda. Ayana dapat melakukan komunikasi dan bicara dari hati ke hati dengan Rendra. Sangat berbeda dengan Naufal yang memiliki sifat kekanak-kanakan dan hanya mau menang sendiri. Ayana sudah hampir melupakan kerisauannya karena Naufal. Semua itu juga berkat dukungan dan kepercayaan Rendra.

Ayana sudah pernah jatuh cinta, tapi ia tidak pernah merasa se-berharga dan sebahagia ini sebelumnya. Dari tadi ia hanya memikirkan Rendra. Saat Rendra melindunginya, peduli akan kesedihannya dan juga, bisa menyayangi Aila. Itu adalah sesuatu yang benar-benar tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Sudah satu Minggu berlalu sejak pertemuan Ayana dengan Naufal yang memberikan memori lumayan tak enak di otak Ayana. Tentu saja, Naufal masih menghubunginya, tapi Ayana selalu memblokirnya. Sejak tiga hari yang lalu, Ayana sudah sama sekali tak mendapatkan panggilan atau pesan dari mantan suaminya.

Semoga saja, Naufal sudah lelah sendiri. Bukan bermaksud menjauhkannya dari Aila, namun memang percuma saja mempertemukan mereka. Ini semua juga demi Aila. Ayana dan Rendra sudah sepakat, agar nanti menjelaskan ke Aila jika Aila sudah mengerti dan bisa diajak berpikir. Toh, Ayana dan Rendra tak pernah mempengaruhi Aila tentang semua keburukan papanya.

"Ayo sayang. Kamu pasti bisa!" Teriak Rendra pada anak-anaknya yang tiba-tiba membuyarkan pikiran Ayana.

Ia melihat dari jarak beberapa meter, Aila dan Bulan sedang menggunakan pelampung untuk bisa mengambang di air. Mereka sedang berlibur, dan memutuskan menghabiskan liburan akhir pekan di kolam renang. Rendra ingin merayakan kenaikan pangkatnya menjadi manajer dengan berbagi kebahagiaan bersama keluarganya. Ditambah lagi, ia ingin Ayana melupakan tentang sikap mantan suami-nya yang sangat tak jelas itu. Juga untuk menghilangkan kekhawatirannya untuk masa depan Aila. Rendra memastikan untuk memberi yang terbaik pada Aila. Aila sudah menjadi bagian dari hidupnya saat ini.

"Mama!!" Seru Aila nampak senang ketika ia bisa bergerak di permukaan air. Rendra berada di dekatnya dengan memeganginya bergantian dengan Bulan.

Ayana yang baru saja keluar dari kolam dan menghangatkan dirinya itu, hanya melambaikan tangannya untuk menanggapi teriakan Aila. Dari kejauhan, Ayana juga seringnya melihat mereka naik wahana prosotan yang tak berbahaya untuk balita.

Sudah dua jam lewat ketika mereka terus berenang. Kadang mereka mendekat ke arah Ayana untuk sekedar memakan bekal yang sudah disiapkan Ayana dari rumah. Bahagianya melihat anak-anaknya juga bahagia. Ayana terus memperhatikan Rendra dengan terus menahan keharuan. Ia merasa ia sudah berada di dalam keluarga yang utuh, lengkap dan bahagia. Bukan hanya utuh secara raga, tapi juga jiwa.

...****************...

Rendra sedang santai duduk di sofa untuk menonton acara televisi. Ia masih menikmati waktu liburnya. Besok masih hari minggu, ia bisa bangun siang dan sedikit melupakan aktifitas kantor untuk sejenak. Seharian berlibur dengan anak-anak membawa kelelahan yang bahagia. Anak-anaknya tidur lebih awal karena merekapun lelah. Rendra merasa senang bisa memberikan memori yang baik untuk mereka.

Rendra sadar, sebuah perceraian pasti akan membawa dampak pada anak-anak. Mereka harus beradaptasi akan hal baru. Baik Aila maupun Bulan, mereka butuh lebih banyak memori yang menyenangkan.

Ayana sudah masuk ke kamar sekitar tiga puluh menit yang lalu. Mungkin saat ini, istrinya juga lelah dan tertidur. Pikirnya. Ia melihat jam dinding. Padahal masih pukul sembilan, tapi rumahnya terlihat hening dan hanya suara televisi yang berkoar disana. Rendra masih belum mengantuk, dan ia sedang tidak ada kerjaan.

Ceklek. Rendra mendengar suara pintu kamar tidurnya dibuka. Ia menoleh ke arah suara itu. Ia hanya berpikir, ternyata Ayana masih belum tidur.

Saat Rendra terus melihat ke arah pintu kamarnya, ia sedikit terkejut mendapati Ayana keluar dari sana. Ayana memakai dress di atas lutut dan tanpa lengan dengan warna yang cerah. Cocok sekali dengan kulitnya yang putih. Ada kerutan di bagian baju pinggangnya, menjadikannya nampak terlihat lebih... menggoda dan seksi. Rambut panjang hitamnya terurai. Rendra mengerjapkan matanya beberapa kali, namun tak dapat mengalihkan pandangannya dari sana.

Sekali lagi dalam perjalanan pernikahannya dengan Ayana, ia merasa terpesona. Ayana benar-benar bisa membuatnya merasa senang, selain sifat baik yang dimilikinya. Entah, matanya tak dapat lepas dari Ayana. Ayana berjalan mendekati dirinya. Ia duduk di samping Rendra, lalu membelai lengan Rendra dengan lembut.

"Kenapa belum tidur mas?" Tanya Ayana dengan nada sedikit manja. Rendra menelan ludahnya merasakan hasratnya mulai menguasai dirinya. "Selamat sudah diangkat jadi manajer. Aku akan memberikan hadiah untukmu mas." Bisik Ayana di telinga Rendra. Ayana kemudian mencium pipi suaminya agak lama dengan mesra. Ia lalu menggenggam tangan Rendra dan menariknya pelan menuju ke dalam kamar mereka. Dengan amat senang, Rendra menuruti kemauan istrinya. Sebelum berjalan ke kamar, tentu Rendra mematikan televisinya terlebih dulu.

Mereka sudah berada di dalam kamar. Rendra menutup pintu kamar mereka. Ia segera menarik pinggang Ayana dengan cepatnya, dan memojokkannya ke dinding. Rendra amat antusias dan mulai mengecup bibir istrinya dengan lembut. Ayana memberikan respon amat positif, sehingga semakin menaikkan birahi Rendra. Lama kelamaan ciuman Rendra semakin nakal, semakin liar. Rendra mel*l*t mulut Ayana dengan mulutnya, disertai gigitan-gigitan kecil yang semakin membuat Ayana terbawa disana.

Tangan Rendra mulai bekerja untuk membuat Ayana lebih terhanyut di dalam permainannya. Rendra terhenti mencium Ayana. Ia membentangkan kedua tangan Ayana dan merapatkannya di dinding. Rendra lalu mengamati leher Ayana dan dadanya. Perlahan ia mendekati leher Ayana memberikan sentuhan nafas pada Ayana. Dada Ayana terlihat kembang kempis karena merasakan siratan rangsang dari Rendra yang amat besar. Melihatnya, Rendra semakin bergelora. Ia mulai menciumi leher, turun ke dada dan nampaknya semakin tak terkendali. Ayana mulai mendesah untuk membuat Rendra semakin bergairah.

Rendra lalu menggiring Ayana ke ranjang mereka dengan sedikit mengangkatnya, lalu merebahkannya. Ia mulai melepas baju Ayana perlahan tanpa melepas ciumannya. Walau ini bukan pertama kalinya bagi mereka, namun malam ini menjadi malam terpanas bagi mereka.

...****************...

1
EndRu
Alhamdulillah bersyukur sak akeh2e
EndRu
hehehehe tanpa bertanya pun harusnya Ayana sudah tau klo Rendra pasti Juga akan memperlakukan istrinya dulu dengan baik pula seperti pada Ayana.
tapi Dila yang dasarnya wanita tidak bersyukur saja malah ninggalin Rendra
EndRu
kalau para suami kayak Rendra semuanya... damai dunia
EndRu
aaaah sukaaa
EndRu
akhirnya..... bahagia selalu yaaa Ayana
EndRu
takut juga si Naufal ternyata... ngibrit kan jadinya. semoga enggak mengganggu' Ayana aila lagi
EndRu
ayo ren kalahkan *tu si Naufal
EndRu
Naufal juga korban' broken home.. kasihan juga ya
EndRu
klo hati Ayana bahagia terus gini bakalan cepet hamil ini
EndRu
kayak kasmaran ya.mereka .. jadi ikut seneng
EndRu
ya ampun ..
muntah gara kebanyakan minum susu.
EndRu
Ayana... jujurlah biar kamu tenang
EndRu
masalah kembali mendera
EndRu
kasihan Ayana sampai sebegitu efeknya Karen ulah Naufal
EndRu
segera periksa ke dokter biar segera tahu penyebabnya apa
EndRu
mungkin pakai iud
EndRu
anehnya di mana ren?
EndRu
bisa langsung niru gitu ya aila
EndRu
beruntungnya Ayana dapet pengganti seperti Rendra...
EndRu
udah deg degan aku. kirain Naufal mau nekat.. legaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!