Karya ini adalah terusan dari cerita Orang Ketiga.
Menceritakan kisah Aditya yang di tinggalkan oleh cinta pertamanya.
Aditya yang sedikit trauma dengan cinta, harus bertemu dengan wanita yang kepribadiannya jauh seratus delapan puluh derajat dari cinta pertamanya.
Zaskia gadis manis berusia delapan belas tahun baru saja lulus dari SMA.
Mereka bertemu saat Zaskia melamar sebagai pelayan di kafe milik Aditya.
Apakah Aditya akan tertarik dengan Zaskia dan melupakan cinta pertama nya?
Yuk di ikutin setiap episodenya.
Semoga kalian suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
" Kia, rambut lu belum disisir tuh!" bisik Tika yang membawa nampan berisi gelas minuman bersoda.
" Apa?" kata Kia yang langsung melihat dirinya ke arah kaca kantor.
Zaskia membolak-balik ke kanan dan ke kiri kepalanya. Melihat apakah rambut nya kusut atau tidak. Tanpa di sadari, kaca kantor Adit terlihat gelap di luar namun kelihatan dari dalam. Adit sedang memperhatikan dirinya sedang berpose menengok kan kepalanya ke kiri dan kanan.
" Sedang apa dia?" gumam Adit dalam hatinya.
Adit pun mendekati kaca, dan memperhatikan Zaskia. Dia hanya tersenyum melihat tingkah Zaskia. Padahal Zaskia hanya meyakinkan rambutnya yang berantakan.
" Enggak berantakan, Tik." kata Zaskia sambil tersenyum memanyunkan bibirnya.
Adit hanya tersenyum simpul memandang wajah Zaskia.
Kemudian Zaskia melanjutkan pekerjaan nya. Banyak tamu yang datang ke kafe, karena ada acara ulang tahun sebuah perusahaan.
Perusahaan itu milik Riki, yaitu suami Sintya. Diatas panggung terlihat Riki dan petinggi perusahaan yang sedang menyanyikan sebuah lagu ulang tahun.
" Ki, kamu mau tahu mantannya Pak Adit?" bisik Fifi yang berada di meja kasir.
" Yang mana, Mbak?" tanya Zaskia penasaran.
" Itu suaminya." kata Fifi yang menunjukkan jari telunjuk ke arah Riki.
" Lah, tadi mbak Fifi bilang mau nunjukin istrinya." kata Zaskia protes.
" Belum datang." kata Fifi dengan suara pelan.
" Oh..." jawab Zaskia.
Kemudian dengan sorak sorai mereka mulai menyanyikan selamat ulang tahun. Lalu dengan begitu nyaring CEO pemilik perusahaan mengabarkan kalau istrinya sudah datang.
" Iya, ini istri saya Sintya. Dia yang selalu ada saat suka dan duka. Dan dia yang menjadi penyemangat saya untuk meningkatkan mutu perusahaan." pidato Riki terdengar dari suara microphone.
" Oh itu mantan, Tuan!" kata Zaskia menatap penuh kagum, " Cantik ya, Mbak!"
" Iya, dan mukanya tidak berubah. Walaupun sering ke salon. Tapi wajahnya gak di permak, masih asli." kata Fifi memuji Sintya.
" Dari dulu kenal Sintya sampai saat ini, wajah nya masih cantik dan natural." kata Fifi.
" Oh, pantas Tuan sangat terpukul." ujar Zaskia.
" Sintya belum tahu kalau Pak Adit sudah balik ke kafe. Tapi tiap tahun dia selalu merayakan hari ulang tahun anaknya, dirinya dan keluarganya juga perusahaannya di kafe ini." tutur Fifi.
" Mungkin Sintya masih ada rasa sama Tuan kali ya?" tebak Zaskia.
" Shut, kamu jangan ngomong sembarangan." Kata Fifi yang menutup bibirnya dengan satu jari telunjuk.
" Nanti kalau Sintya dengar Adit sudah balik, kita kena sangsi." kata Fifi.
" Lho kok?" kata Zaskia bingung.
" Iya, kita semua uda di bilangin sama Pak Adit. Kalau ada yang mencarinya dan berhubungan dengan Sintya bilangnya gak tahu." ungkap Fifi.
" Oh, seperti itu." kata Zaskia seraya mengangguk kan kepalanya.
" Ih kayak Syahrini aja kamu!" canda Fifi.
" Udah ah mbak, gue mau kerja lagi. Nanti kena omel karena ngegosip mulu." Kata Zaskia yang langsung menuju dapur.
Zaskia terus menatap wajah Sintya, dia begitu penasaran dan ingin mencoba mencari tahu.
" Kasian Tuan, hidupnya jadi sepi. Apa yang harus gue lakuin untuk membuatnya kembali ceria?" gumamnya dalam hati.
Acara ulang tahun pun selesai, semua tamu undangan yang merupakan pejabat penting pemerintah dan perusahaan terkemuka sudah meninggalkan kafe. Terlihat banyak sampah berserakan, dan sisa makanan yang masih terdapat di wadah prasmanan.
" Ish, kalau orang kaya mah makannya gak banyak ya!" gerutu Tika.
" Coba deh lu undang ibu-ibu komplek. Pasti gak tersisa. Ckckck" canda Zaskia.
" Iya, untung kita bisa bawa pulang nih makanan enak." sahut Olivia yang merupakan pegawai baru.
" Oh iya, gue mau bungkus buat ibu dan Vano." kata Zaskia yang sibuk menyisihkan makanan catering.
-
-
Silakan like dan berikan komentar mu.