NovelToon NovelToon
Aku Wanita Terhormat

Aku Wanita Terhormat

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:330.8k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Pernikahan yang berdasarkan untuk menghindari kesalahpahaman, hingga membuatku terpaksa harus menerima pernikahan yang sama sekali tidak kuinginkan.

Pernikahan yang ku fikir akan menyelamatkan ku dari fitnah ternyata justru membuatku hidup dalam kesengsaraan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21. Hari Bahagia

Mentari baru saja muncul dari ujung langit bagian timur. Sinar hangatnya memang belum terpancar rata ke seluruh mayapada.

Namun niat seorang wanita yang memiliki kewajiban di dapur untuk memanjakan perut sang suami tak pernah membuatnya mengulur waktu.

Wanita dengan wajah bantalnya mengerjap beberapa kali saat sadar sinar mentari yang masuk di sela-sela gorden putih tulang itu mulai membangunkannya.

"Mau kemana, Mei?" tanya Aldi yang terbangun karena gerakan tubuh di dalam pelukannya itu terlepas.

"Aku mau masakkan kamu sarapan dulu, Mas. Kamu mandi gih baru siap-siap nanti kesiangan." pintah Meisa.

"Aku agak siang kok masuknya, hari ini aku sudah masuk di tempat kerjaku yang baru." tuturnya dengan mata yang masih terpejam.

"Mas, kamu nggak pindah karena kelahi kan? kamu kelahi sama siapa, Mas?" tanya Meisa menatap penuh selidik.

Mau tak mau mata yang masih begitu enggan ia buka terpaksa harus di buka. "Aku kan sudah bilang Mei, aku memang dapat tawaran kerja di salah satu perusahaan. Dan hari ini aku sudah waktunya pindah bekerja." terang Aldi yang bangun dari tidurnya.

Meisa menghela nafasnya pelan, "Tapi wajah kamu masih seperti ini, Mas. Apa tidak apa-apa kamu bekerja?" tanya Meisa.

Aldi berpikir sejenak, benar apa yang di katakan istrinya. Tidak mungkin ia bekerja dengan wajah yang tak jelas rupanya seperti ini. Sungguh memalukan tentunya.

"Yasudah kalau begitu aku besok saja kerjanya. Hari ini bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan?" ajak Aldi bersemangat.

Meisa terkekeh mendengar ajakan suaminya. Aldi menatap aneh pada sang istri di hadapannya ini.

"Loh kok tertawa?" tanyanya.

"Mas, kalau jalan-jalan apa bedanya Mas kerja di kantor semua orang liatin wajah Mas yang babak belur itu, memangnya mau? aku sih tidak masalah."

"Iya yah, yasudah kalau begitu hari ini aku mau bermanja-manja denganmu saja. Ayo mandikan aku baru kita masak sama-sama." ajak Aldi.

"Oke, Mas."

Keduanya mulai dengan rutinitas mandi bersama, tak luput suara candaan di kamar mandi menghebohkan rumah mereka pagi itu.

Bu Nirmala yang sudah menata bunga-bunga di halaman tidak begitu luas itu tampak tenang sesekali terdengar lantunan dari mulutnya.

Wajah cantiknya semakin terpancar semenjak kebahagiaan putrinya sudah bisa ia saksikan saat ini.

"Selamat pagi, Oma." sapa Naina yang tiba-tiba muncul tanpa suara mobil di halaman itu.

Bocah kecil itu sengaja meminta supirnya untuk berhenti dari kejauhan saat mata bocah melihat Bu Nirmala tengah mengurus bunga-bunga kesayangannya. Hitung-hitung untuk mencari kesibukan selama di larang kerja oleh menantunya.

"Eh Naina, loh datang sama siapa, Sayang?" tanya Bu Nirmala sembari melirik ke segala arah mencari mobil atau kendaraan lainnya.

"Sama Pak Rahman, tapi Naina sudah suruh pulang tadi." terang Naina.

Bu Nirmala menyambut hangat bocah itu dengan senyuman lebarnya. "Ayo masuk, mau ketemu Tante Mei, kan?" ajak Bu Nirmala.

Wanita itu sempat kaget saat mendapat panggilan Oma dari bocah itu, namun sepertinya itu hanya suatu kesalahan saja di ucapan bocah kecil. Begitulah pemikiran Bu Nirmala.

"Mommy Mei, Oma." ralat Naina.

Langkah Bu Nirmala terhenti saat ingin membawa bocah itu masuk. "Memangnya Naina sudah tanyakan pada Daddy dan Oma?"

"Sudah, Oma." lagi-lagi Naina memanggil Bu Nirmala dengan panggilan itu.

"Lalu kenapa bisa panggil Oma?" tanyanya penasaran.

"Oma dan Daddy ijinin Naina panggil apa aja katanya."

Bu Nirmala manggut-manggut paham dengan keinginan anak di hadapannya ini. Baiklah mungkin perasaan nyaman seorang malaikat kecil tidak bisa di bohongi. Ia tentu akan tahu kemana hatinya akan berlabuh.

"Mommy Mei." teriak Naina yang berlari merentangkan kedua tangannya menghambur ke dalam pelukan Meisa. Tanpa perduli jika saat ini Meisa dan Aldi sedang masak berduaan di dapur.

"Eh sayang, kapan datangnya?" tanya Meisa begitu tersenyum lebar seraya membelai lembut rambut panjang bocah itu.

Aldi merasa tidak keberatan kedatangan bocah itu, ia sudah mendengarkan semua cerita dari istrinya. Dan hati kebapaan Aldi tentu jauh lebih prihatin dengan keadaan Naina.

"Nah berhubung ada Naina, sekarang kalian duduk di meja makan yah? biar Om Aldi saja yang buatkan sarapan. Oke?"

"Oke Om Aldi, Om Aldi baik deh sama seperti Daddy waktu dulu." ucapnya dengan polos.

Aldi dan Meisa saling bertatapan, "Yasudah tunggu yah."

Naina saling berbincang-bincang dengan Meisa. Keduanya tampak asyik duduk di meja makan. "Wah ada yang lagi seru nih, bahas apa sih?" Suara Bu Nirmala memecahkan keseruan keduanya.

"Eh Ibu, ini Mas Aldi mau masak katanya." tutur Meisa sembari menatap penuh tawa bahagia pada sang suami yang sudah aktif mengaduk-aduk nadi goreng tak lupa pria itu mengenakan celemek.

"Loh Aldi tidak bekerja?" tanya Bu Nirmala bingung.

"Tidak, Bu. Wajahnya saja lucu begitu." sahut Meisa terkekeh.

Aldi tak mendengar percakapan mereka di meja makan karena terlalu fokus pada aksi di dapurnya itu.

Beberapa menit berlalu kini aroma sedap dari nasi goreng yang sudah bertabur bumbu cinta dan juga suiran ayam benar-benar menggugah selera mereka.

"Taraaaa." serunya membawa satu tempat nasi ke meja makan.

"Wah Om Aldi jago masak." puji Naina sembari menghirup dalam-dalam aroma sedap itu.

"Yuk kita sarapan." ajak Aldi lagi.

Meisa segera berdiri dari kursinya dan mempersilakan sang suami untuk duduk, dengan lembut Meisa melayani semua yang ada di meja makan.

Suapan paling pertama, Bu Nirmala. "Em...enak banget ini." pujinya mengunyah makanan sembari memejamkan matanya.

"Em...iya Oma benar. Kalau begitu Naina jadi makin rajin kesini buat makan masakan Om Aldi ah." ucap bocah itu dengan polosnya.

Meisa tertawa mendengarnya. "Naina, Om Aldi kan kerja jadi tidak bisa dong setiap hari masaknya. Lagi pula ada Tante Mei." tuturnya.

"Mommy Mey." ralat Naina.

"Ayo Mei, makan." pintah Aldi.

Mereka makan dengan lahap. Hari itu Aldi, Meisa, dan Naina memutuskan untuk berjalan ke mall. Tak lupa Meisa mengirimkan pesan pada Bu Rosa.

Atas ijin Bu Rosa mereka jalan dengan bahaginya. Wajah ceria terpancar jelas di raut Naina. Kehangatan dan kasih sayang yang di berikan Aldi dan Meisa membuatnya benar-benar merasa kembali memiliki orang tua lengkap.

Dan jangan lupakan wajah Aldi yang masih jelas bekasnya. Butuh perjuangan untuk Meisa mendempul dengan concealer agar tak menjadi pusat perhatian para pengunjung.

Di sela-sela kebahagiaan mereka, kini Aldi yang mendapat pesan dari seseorang tanpa membaca langsung menghapus pesan itu. Meisa yang baru usai membawa Naina bermain kini mendekat ke arah Aldi yang tidak jauh.

"Siapa, Mas?" tanyanya penasaran saat melihat wajah bahagia Aldi berubah menjadi kebingungan.

"Em...bukan siapa-siapa, Mei. Ayo Naina mau main apa lagi?" tanya Aldi mengalihkan pertanyaan sang istri.

"Itu Om, Naina pengen main basket." tunjuknya ke arah yang sedikit jauh dari tempat mereka saat ini.

Dengan cepat Aldi menggendong bocah itu, dan Meisa mengikuti langkahnya di belakang. Namun, tiba-tiba gadis itu merasa ingin buang air kecil.

"Mas, aku ke toilet dulu yah?" teriak Meisa.

"Aku antar?"

"Ah tidak usah, temani Naina saja." tolaknya.

Keduanya berpisah arah, dan saat itu juga tiba-tiba seorang wanita berdiri di samping Aldi.

"Bahagia yah kamu?" tanyanya membuat Aldi dan Naina berhenti dengan permainan lempar bola ke dalam ring itu.

Siapakah wanita itu?

Dan apakah Meisa akan bertemu dengan wanita yang bersama Aldi?

Nantikan cerita selanjutnya yah!

1
falea sezi
kn bukan anak. aldi ngapain tanggung jawab
falea sezi
karma di byar kontan akirnya si pelacur mati
falea sezi
kapok karma pelakor wanita gatel itu perebut suami orang
falea sezi
g jijik apa ya Mei ma aldi tukang celup
falea sezi
bukannya uda di talak ya males kalo mau. balikan aldi bekasss jalang
falea sezi
mencintai Mei tp enak enak. ma jalang munafik
Erni Nofiyanti
rumit jga tuh hubungan,Rere mulai ada rasa Ama dion,sedangkan kail suka Ama dion.pusing jadinya
siti rohimnah
hemmm mengapa harus berjanji dan kembali dengan Aldi yang kasar hanya karena selaput darah, cowok sok suci 😡
Jue
Jaga-jaga Aldi esok Aldiva benci padamu dan berimbas pada Meisha , Menjadi seorang bapak yang tidak Aldi , Dan Aldi tu bukannya cemburu tapi tiga suku , Lebih baik pasang gerigi besi kurung saja terus si Meisha buat selamanya
Jue
Wah tambah zuriat ni lagi Aldinya subur sungguh , Hai senangnya dalam hati bila beristeri dua fikir Aldi
tata 💕
kata'a tokoh disini pada ancur deh ya aldi & ortu'a, rere & ortu'a, meusya yg g tegas, diana & bimo. yg bener cm ibu nirmala, bu risa dan aditya
tata 💕
ni mah keluarga hancur nama'a
tata 💕
ish..... 😡
tata 💕
thor ko aku jd males y 😕
tata 💕
dah lah Na tinggalin tuh aldi, laki2 egois, g jujur dan g berprinsip, mau'a enak sendiri
tata 💕
kenapa y novel ni kumpulan orang2 bodoh y, maaf y thor
tata 💕
dah lah mending pisah aja nana, tinggalin aldi, lelaki egois 😐
tata 💕
ko menyebalkan y
tata 💕
masih abu2 nih thor
lanjut baca lagi lah
semangat thor 💪
Marlina Lina
kena azab nya tu tooorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!