Genre : Action, Adventure, Fantasy, Romance, Harem (?), Game, Isekai, Supernatural, Akademi (Arc 4), Drama (?)
- Arc 1 - Training To Be Strong - End
- Arc 2 - Engagement, First Event, Spirit, and Memory - End
- Arc 3 - Second Event <Young Heroes Tournament> - End
- Arc 4 - I Am Your Lover - End
- Arc 5 - ???
Berawal dari seorang Pemuda biasa - biasa saja bernama Shirosaki Sieg. Dia mati saat memainkan game yang poluler di zamannya yaitu game <Become The Legends>
Dan tidak disangka - sangka dirinya justru terlahir kembali ke dalam game itu.
Untuk memperparahnya lagi, dia berpindah ke tubuh salah satu tokoh Villain salah satu Villain yang paling jahat dan yang selalu merepotkan MC di game itu.
Dia tahu masa depan apa yang menanti dirinya dan tahu bahwa dia akan mati sejak terlahir sebagai tokoh ini.
Karena tidak ingin dirinya mati, maka dia akan berusaha menjadi kuat dan memanfaatkan pengetahuannya untuk sebisa mungkin berusaha untuk tidak mati di tangan MC maupun Last Boss.
Peringatan!! Banyak kesalahan ejaan, kata - kata kasar di setiap chapter!
Terinspirasi dari Novel/Manga 'My Death Flags Show No Sign Of Ending'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reza Yusuf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 21 - Finally
...•Normal Pov•...
Setelah mendapatkan berita bahwa Sieg telah sadar, Harold, Mayumi, Miyu sekaligus Natasya segera mendatangi Ruang Perawatan Sieg. Dan ketika mereka tiba disana, yang mereka temukan setelah membuka pintunya adalah wajah Sieg yang dipenuhi dengan kekesalan serta di sampingnya sosok Keqing terlihat.
Tetapi mereka telah terbiasa dengan itu dan langsung memperlihatkan ekspresi senang sekaligus khawatir mereka. Dan Sieg seperti biasa selalu membalas dengan kata-kata kasar 'Aku tidak butuh perhatian kalian..' dan mereka tidak mempermasalahkan itu.
Kemudian mereka pun memberikan pertanyaan yang bersangkutakan dengan lekhawatiran mereka seperti apa yang terjadi di hari itu atau kenapa bisa seperti itu? Dan kenapa Suhu tubuhmu bertambah dingin?
Dan diantara kesemua pertanyaan itu. Tidak ada yang dijawab olehnya, dan selalu bilang 'Apa kalian kesini hanya untuk bertanya hal tak berguna itu?' Dan secara otomatis, kata-kata itu membungkan Harold dan Mayumi.
Namun mereka memakluminya. Terlepas dari itu, Sieg adalah Putra kesayangan mereka, selama dia baik-baik saja maka mereka akan tenang. Selain itu, mereka lebih penasaran kenapa Putra mereka selalu menderita? Apa alasannya? Karena kata-kata Miyu yang mengatakan bahwa Sieg selama ini tersiksa selalu terngiang-ngiang di kepalanya.
Apa yang disembunyikan putra mereka? Dan kenapa dia menyembunyikannya?
...••••••••••••••...
Setelah berbasa basi dengan Sieg selama beberapa jam dan memberikan rasa kekhawatiran mereka pada Sieg. Harold dan Mayumi meninggalkan Ruang Perawatan Sieg, beserta Miyu yang sedari dari tadi selalu menatap kakaknya dengan wajah yang menunduk tetapi dia tidak mengeluarkan suara sama sekali dan terus diam.
Sieg tentu penasaran tapi dia tidak bertanya. Lagian itu bukan urusannya, menurutnya mungkin wajar karena Gadis itu pasti ketakutan dengannya. Melihat wajahnya saja mungkin memberikannya trauma. Sehingga akhirnya hanya Natasya yang tersisa di dalam
Keqing entah kenapa ikut keluar seolah ingin memberikan waktu mereka berdua. Sieg menyadari itu, tapi dia mengabaikannya menurutnya mungkin lebih baik jika begini.
"Lalu? Apa kau punya urusan disini? Jika tidak ada, cepat enyah dari pandanganku." Ucap Sieg tanpa melihat ke arah Natasya sama sekali. Tetapi di hatinya dia merasa sakit hati karena mengucapkan kalimat kejam itu.
Natasya yang mendengar itu kemudian membuka mulutnya.
"Maafkan saya Tuan Muda."
"..... Maaf? Apa yang kau katakan?"
"Seandainya Saya menyadari kondisi Tuan muda waktu itu.. mungkin Anda tidak akan seperti ini.."
"Apa yang ingin kau katakan hanya itu?" Kata Sieg seolah tidak peduli dengan permintaan maaf Natasya dan justru itu membuat perasaan Natasya tersakiti tanpa Sieg sedari.
Tubuh Natasya begermetaran. Karena dia benar-benar merasa bersalah saat ini dan sedih. Dia merupakan satu-satunya orang yang selalu ada di samping Sieg selama ini, namun tidak ada satupun setiap tindakannya selalu membantu Sieg dan justru selalu merepotkannya. Bahkan penyebab tersebarnya Rumor Buruk tentang Sieg, semua itu adalah salahnya.
"Tu-tuan muda.. ma-maafkan saya."
"Keluarlah."
"Ku-kumohon maafkan saya.."
"Dasar pelayan lamban!! Sudah kukatakan kelu-?!!"
Dia gagal menyelesaikan ucapannya karena kali ini Sieg menolehkan wajahnya ke Natasya, jadi dia dapat melihat Natasya dengan jelas. Yang ia lihat pertama kali, adalah air mata dan itu terus mengalir seakan tidak ada habisnya. Dan Natasya saat ini menangis entah kenapa.
Seketika Sieg langsung panik dalam hati! Apakah dia terlalu berlebihan tadi?! Sampai membuat Natasya menangis?!! Tapi kata-kata mana membuatnya Menangis?! Dan seharusnya Gadis ini tidak akan menangis hanya karena itu mengingat seperti apa kepribadiannya!! Sieg benar-benar tidak mengerti!
Setahu Sieg Gadis ini adalah gadis tanpa ekspresi dan wajahnya selalu dingin. Namun sekarang di hadapannya, Gadis itu meneteskan air mata yang membuat Sieg panik! Dia baru saja membuat seorang Gadis menangis, dia adalah seorang Bajingan Terburuk saat ini.
Pertama dia hampir membuat Keqing menangis tapi untungnya saat itu dia berhasil menenangkannya. Namun kini, Natasya yang menangis dan itu membuat Sieg benar-benar mengutuk dirinya.
"... Ke-kenapa kau menangis ha?! Jangan tunjukkan wajah yang seperti itu! Kau membuat pemandangan menjadi buruk!!"
'Dasar Bocah Sialan!! Apa kau tidak dapat mengeluarkan kata-kata yang baik sedikitpun?!!!' Sieg memarahi dirinya.
Sieg melihat ke arah Natasya dan tangisan Sang Gadis tidak ada hentinya yang membuat Sieg semakin panik dan bersalah. Dia tidak harus apa di keadaan seperti ini. Walau dia mencoba menghiburnya maupun meminta maaf, mustahil dia bisa melakukan itu selama dia ada di tubuh ini.
Dan satu-satunya cara yang terpikirkan oleh Sieg adalah..
"... Eh?" Suara itu terdengar dari mulut Natasya.
"Bersihkan wajah menyedihkan itu. Kau membuat mataku sakit." Ucap Sieg sambil menyondorkan kain putih dan bersih pada Natasya.
Jika tidak dapat menenangkannya dengan kata-kata. Cukup tenangkannya saja dengan tindakan. Itulah yang dipikirkan oleh Sieg.
"Apa kau mendengarku? Cepat lakukan sesuai perintahku jika kau benar-benar adalah Maid Pribadiku!!" Perintah Sieg dengan penuh kemarahan walau aslinya tidak marah.
"Ba-baik.."
Natasya dengan pelan mengambilnya dan mengelap matanya. Meski telah dilap, matanya masih penuh dengan kesedihan dan ada sedikit berwarna kemerahan disitu, yang artinya Gadis ini benar-benar menangis tulus.
"Jika sudah selesai. Keluar sana."
"......"
"... Apa lagi yang kau tunggu?"
"Apa anda memaafkan saya?"
"....."
Sebenarnya Sieg saat ini sedang bingung. Apa dia harus memaafkan Natasya? Tetapi sebenarnya sejak awal Natasya tidak salah apa-apa. Penyebab dia bisa ada di ruang perawatan ini memang salahnya yang masuk ke Dungeon dan Skillnya yang dipaksa diaktifkan System sehingga terjadilah seperti itu. Dengan kata lain, Natasya itu tidak salah apa-apa, melainkan Sieg yang salah karena dengan cerobohnya memasuki Dungeon sampai tanpa sadar dia menyebabkan Natasya merasa bersalah.
Jadi oleh sebab itu Sieg pusing apa dia harus memaafkannya namun dia tidak salah apa-apa atau hanya perlu diam yang malah akan membuat Natasya semakin tersakiti.
Tapi...
"Jika kau ingin aku benar-benar memaafkanmu. Lakukan tugasmu dengan baik berikutnya." Ucap Sieg sambil melihat ke arah lain. Dan dengan ragu, dia melirik-lirik Natasya dan dia dapat menemukan Natasya yang terdiam dengan wajah yang penuh keterkejutan.
"A-apa anda tidak masalah dengan itu?"
"Apa aku harus menarik kata-kataku supaya kau dapat mengerti Bajingan?"
Begitu Sieg mengucapkan itu. Natasya terlihat ragu, namun setelah dia terlihat telah membulatkan tekadnya. Dia langsung berkata..
"Ti-tidak. Sa-saya akan melakukannya sesuai yang Tuan Muda katakan agar anda memaafkan saya..."
"Benar. Itulah yang terbaik."
Lalu setelah itu. Tidak ada pembicaraan yang dilakukan keduanya karena memang tiada topik pembahasan yang harus dibicarakan. Namun di saat itu Sieg tahu bahwa dia berhasil menenangkan Natasya, dan itu saja membuatnya lebih tenang sebelumnya dan tidak panik.
"Jika kau tidak punya urusan lagi. Cepatlah lenyap dari pandanganku. Melihatmu yang berdiri disitu, sangat menganggu pemandangan."
"Ba-baiklah. Sesuai dengan keinginanmu Tuan Muda."
Karena Natasya mengira mungkin ini adalah cara supaya menunjukkan apa dia akan menjalankan tugasnya dengan baik. Natasya pun, menurutinya dengan patuh dan meninggalkan Ruang Perawatan Sieg. Sewaktu meninggalkan Ruang Perawatan ini, sosok Keqing terlihat memasuki ke dalam Ruang Sieg.
"Aku melihat matanya memerah. Apa terjadi sesuatu?"
"Itu bukan urusanmu."
"Apa kau membuatnya sedih?"
"Bukan urusanmu."
"Jika memang benar begitu. Maka kau mungkin adalah yang terburuk dari yang terburuk karena membuat seorang Gadis sepertinya mena-"
"Bajingan!! Sudah kukatakan itu bukan urusanmu!!"
Setelah itu. Keqing pun langsung tertawa kecil karena puas membuat Sieg kesal. Sangat menyenangkan baginya melihat Sieg yang kelihatan kesal dan dia ingin menjahilinya.
...••••••••••••••...
Dan hari-hari berikutnya. Sieg menjalani kehidupannya dengan tenang. Tapi walau dibilang tenang pun, selama itu juga Sieg mulai memikirkan rencana yang dia harus jalankan berikutnya karena dia tidak punya waktu untuk disia-siakan.
Keluarganya juga sering-sering mengunjungi Sieg. Dan ketika itu terjadi, cuma Miyu satu-satunya yang tak berbicara sama sekali dan tetap diam dari awal sampai akhir.
Dan seperti yang diperintahkan oleh Sieg. Natasya juga mulai menjalankan tugasnya lebih baik, dan sangat berbeda dari yang sebelumnya. Setiap masalah yang ada, Natasya dapat mengatasinya semudah membalikkan telapak tangan.
Sieg sendiri hanya berharap semoga dia tidak terlalu menyebabkan perubahan Alur cerita karena hanya akan membuat Takdir Kematiannya semakin kuat dan menambahkan Bendera Kematiannya.
Dan setelah 1 minggu kemudian. Sieg akhirnya diizinkan untuk beraktivitas seperti biasa, dan saat mengetahui itu yang dilakukan olehnya tentu saja memulai latihan berpedang dengan Keqing.
"Apa kau sebegitu rindunya denganku sampai terburu-buru begitu?" Goda Keqing.
"Bajingan. Candaan apa yang kau bicarakan?"
Saat ini keduanya berada di Halaman Pelatihan Keluarga Black. Tentunya bukan hanya mereka berdua yang ada disitu, rupanya ada beberapa Prajurit yang juga yang menonton Sieg melakukan pelatihan dengan Keqing karena perintah Harold.
Semua ini berawal dari perintah mutlak Ayah Sieg atau Harold. Harold mengira prajurit-prajurit keluarga Black ini sangat lemah, bahkan mereka kalah dari Keqing yang berumur 12 tahun. Jadi mulai sekarang Harold memerintahkan para Prajurit untuk selalu melihat Keqing melatih Sieg, mungkin mereka akan mendapatkan beberapa ilmu lewat cara Keqing mengajari Sieg.
Tidak ada yang menolak atau keberatan saat Harold memerintahkan itu karena mereka sendiri juga yang merasa beruntung, sebab dapat melihat kecantikan Keqing. Memang Kekuatan Keqing itu sangat besar, tapi yang paling menarik darinya adalah kecantikannya. Jadi tidak heran jika mereka tidak keberatan karena mereka dapat membunuh 2 burung dengan satu batu
"Para Anjing-anjing kampung ini menganggu. Kenapa mereka bisa ada disini?"
"Itu adalah Perintah Ayah anda Tuan Muda."
"Perintah?"
"Dikarenakan waktu itu Para Prajurit tidak dapat menyentuh Tubuh Tuan Muda sama sekali. Maka Tuan Harold mengira mereka lemah, jadi mulai hari ini dan seterusnya mereka akan selalu memperhatikan Tuan Muda dan Keqing-sama melakukan pelatihan dengan tujuan bahwa mereka bisa mendapatkan pengetahuan yang dapat membuat mereka lebih kuat lagi." Jelas Natasya panjang lebar yang berdiri di dekat Sieg.
"Tcih. Begitukah."
Sieg tidak menginginkan ini. Bukan karena dia membencinya hanya saja dia gugup jika ada banyak orang menatap dirinya seramai ini. Di dunia sebelumnya, dia adalah type yang sedikit pemalu dan tidak terbiasa berdiri di hadapan orang ramai.
"Yah.. jangan gugup begitu Sieg. Ini juga salah satu latihan agar kita dapat membuatmu lebih tenang." Ucap Keqing.
"Dasar Idiot. Hal bodoh apa yang kau katakan?"
"Baik-baik. Aku yang salah, dan juga mungkin ini sudah sedikit terlambat. Selamat atas kepulihanmu Sieg. Kupikir mungkin butuh 2 minggu agar kau bisa pulih sepenuhnya, tetapi kenyataannya kau pulih dalam 1 minggu. Kau benar-benar penuh dengan kejutan."
Yah.. sebenarnya Sieg dapat pulih dengan cepatpun karena dia meningkatkan VITnya. Makanya dia sembuh dari yang diperkirakan Keqing. Andai sebelumnya VITnya Sieg masih sama, dan tidak ditingkatkan. Mungkin saat ini juga, Sieg masih terbaring.
"Sudah omong kosongnya. Aku datang kesini untuk berlatih. Bukannya untuk mendengar ucapan selamatmu."
"Ya ya. Kalau begitu, lakukan pemanasan dulu. Ayunkan Shinaimu sebanyak 500 kali."
Tanpa banyak protes lagi. Sieg pun mengayunkan Shinainya sampai ratusan kali. Dan tidak disangka-sangka kecepatan Sieg dalam mengayunkan Shinainya itu sangat mengejutkan semua Prajurit bahkan Keqing sendiri.
Bagi Prajurit itu wajar. Karena mereka tahu betapa sulitnya untuk mengayunkan Pedang sebanyak 500 kali dan mereka juga butuh waktu untuk istirahat setiap kali mereka mencapai angka 100. 200. 300 dan seterusnya. Namun anak di hadapan mereka itu, justru mengayunkan Shinainya tanpa istirahat sedikitpun.
Sedangkan untuk Keqing sendiri. Dia kaget karena hal lain, dia ingat dengan pasti kalau kecepatan Sieg mengayunkan Shinai bukan seperti ini. Kecepatannya kali ini berada di tingkat yang berbeda. Dia tahu kalau Stamina Sieg sangat banyak dan dia tidak butuh waktu istirahat hanya saja, kecepatannya sangat berbeda dari yang sebelumnya.
'Apa dia bertambah kuat? Tapi bagaimana caranya?'
Selama ini. Dia melihat bahwa Sieg selalu berada dalam Ruang Perawatan sambil membaca buku-buku perpustakaan yang ia ambil dan pinjam. Jadi bagaimana Sieg bisa bertambah kuat jika di saat itu dia selalu berada di atas kasur?
Keqing langsung membuang pikiran itu jauh-jauh. Mungkin itu dikarenakan kondisi tubuh Anak ini, atau dia memiliki bakat atau semacamnya.
"Oh. Kau menyelesaikannya dengan baik dan pengaturan pernafasanmu lebih baik sebelumnya. Apa kau butuh istirahat? Atau kita lanjut ke latihan berikutnya?"
"Aku tidak butuh istirahat. Lanjutkan saja Latihan berikutnya."
"Oke. Kalau begitu kita akan lanjut melakukan latihan berikutnya...."
Keqing mengambil Katananya sendiri yang ada di pinggangnya lalu memberikannya pada Sieg dan disambut dengan baik oleh Sieg.
"Apa yang ingin kau lakukan dengan memberikan Katanamu padaku?" Sieg benar-benar bingung sekaligus sedikit senang karena senjata yang dia selalu dia suka dari Game dapat dia pegang dengan kedua tangannya.
"Apa kau tahu cara menggunakannya?"
"Sedikit."
"Wah. Ini mengejutkan. Kupikir kau akan berkata tidak. Tapi ya sudah, Pertama-tama aku ingin melihatmu cara menariknya dari sarungnya. Perlihatkan bagaimana caramu menarik Katana."
"Baiklah."
Sieg menurutinya. Dan dia memindahkan Katana yang disarung itu di samping kirinya, tangan kirinya memegang sarung Pedang itu sedangkan tangan kanannya memegang gagang Katananya bersiap untuk menariknya.
Melihat hal ini. Keqing tidak dapat tidak terkejut karena posisi itu hampir miri- tidak bahkan sangat mirip dengan Posisinya saat dia ingin menarik Katananya.
Namun hal yang tidak dia ketahui adalah sebenarnya selama ini sebagai Penggemar Keqing dari Gamenya, tentunya Sieg selalu mencoba meniru-niru gerakan Keqing atau bisa dibilang dia tahu segala hal Skill, kekuatan, dan semua tentang Keqing kecuali hal-hal pribadi (Bagi yang ngerti).
'Apa dia meniruku? Tapi dia belum pernah melihatku menarik Katanaku dari Sarungnya.'
Dan..
*Swosshh!!!*
Saat Sieg menarik Katana itu dari sarungnya. Tanpa sengaja Sieg sedikit mencampurkan sedikit suhu dingin yang ada di tubuhnya sehingga menyebabkan angin nan dindin seperti es ke segala arah. Bahkan Para Prajurit langsung menggigil.
Sementara Keqing sendiri tersenyum.
"Kau lulus karena kau sudah tahu cara menarik Katana dari sarungnya. Jadi kita akan langsung masuk ke latihan seterusnya."
"Apa? Hal semudah ini kau katakan sebuah pelatihan? Apa kau membodohiku?"
"Tidak tidak. Sepertinya kau tidak tahu kalau orang yang belum pernah memegang Katana, tidak akan tahu cara menariknya dari sarungnya. Dan butuh beberapa waktu agar terbiasa cara menariknya, serta jika tidak berhati-hati dan tidak terbiasa mungkin kau akan melukai dirimu sendiri loh. Tapi kau langsung berhasil dalam sekali coba, dan sepertinya kau sangat terbiasa. Apa sebelumnya kau pernah memegang Katana?"
"....."
"Kalau tidak mau menjawabnya tidak apa. Tapi tetap saja, kau penuh dengan kemisteriusan dan membuatku tertarik."
"Berhenti banyak bicara. Cepatlah masuk ke pelatihan berikutnya."
"Oke. Kau ini tidak sabaran ya. Kalau begitu... sekarang aku akan mengajarimu Teknik Berpedang Tingkat Rendah." Kata Keqing sembari mengambil Shinai yang dipakai Sieg tadi. Dan membentuk kuda-kuda yang terkesan santai.
...•••••••••••••••••...
Sekian Sampai disini dulu ya.
Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang
padahal novelnya bagus karena bisa dibuat dengan hati
emosional nya dapet
action nya dapat
alur nya bagus
bahkan cewe² nya cakep uy😋
siapa yang memanggil alucard disini???dingin tetapi tidak kejam