NovelToon NovelToon
Om Duda Come To Me!

Om Duda Come To Me!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Duda
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: neyrfly

Apa jadinya kalau Zyan, Direktur dingin yang dunianya cuma berisi angka dan rapat bosan, harus menikah dengan Alexa, mahasiswi bar-bar yang lebih sayang motor ZX-nya daripada sisir rambut?

​Zyan baru saja menduda dan bersumpah nggak mau berurusan sama drama cinta lagi. Tapi, takdir (dan paksaan orang tua) membawanya ke pelaminan bersama gadis rambut wolfcut yang hobinya nantangin maut.

​Bagi Alexa, nikah muda itu bencana. Tapi melihat wajah kaku Zyan yang kayak manekin, jiwa jahilnya meronta-ronta. Misi Alexa cuma satu: Bikin si Om kaku ini darah tinggi tiap hari sampai minta ampun! Tapi, siapa sangka, di balik tembok es Zyan, ada kehangatan yang bikin Alexa perlahan lupa cara nge-gas motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neyrfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Langit Jakarta sore itu mendung, seolah menjadi pertanda bagi ketenangan yang akan segera sirna. Zyan dan Alexa baru saja keluar dari sebuah restoran mewah setelah merayakan kemenangan balapan di Sentul. Zyan tampak begitu rileks, tangannya menggenggam jemari Alexa dengan erat, sesekali mencium punggung tangan istrinya itu.

"Om, laper lagi nggak? Kayaknya tahu isi di Sentul tadi belum cukup buat gantiin kalori gue yang kebakar pas teriak-teriak," goda Alexa sambil nyengir.

Zyan tertawa renyah. "Kamu ini, perutnya terbuat dari apa sih, Lex? Tadi sudah makan dua porsi nasi goreng, sekarang minta lagi."

"Namanya juga lagi masa pertumbuhan, Om!"

Saat mereka berjalan menuju parkiran valet, langkah Zyan mendadak terhenti. Di seberang jalan, di dekat sebuah halte bus yang ramai, dia melihat sosok wanita yang sangat familiar. Rambutnya panjang terurai, mengenakan dress hamil berwarna putih yang longgar, dan wajahnya tampak pucat pasi.

Dunia seakan berhenti berputar bagi Zyan. Wajah itu... wajah yang selama enam bulan terakhir ini hilang bak ditelan bumi.

"Vanessa?" gumam Zyan nyaris tanpa suara.

Alexa mengerutkan kening. "Hah? Siapa, Om? Vanessa?"

Zyan tidak menjawab. Matanya tidak lepas dari sosok wanita tersebut. Benar, itu Vanessa. Mantan istrinya. Dan saat wanita itu menoleh dan tak sengaja menangkap pandangan Zyan, raut wajahnya berubah drastis. Bukan raut bahagia melihat mantan suami, melainkan ketakutan yang luar biasa.

"Zyan..." desis Vanessa dengan napas tercekat.

Tanpa pikir panjang, Vanessa langsung membalikkan badan dan berlari sekencang yang dia bisa, meski kakinya tertatih karena beban perutnya yang membuncit. Dia melanggar arus lalu lintas yang mulai padat, mengabaikan klakson mobil yang menderu marah.

"VANESSA! TUNGGU!" teriak Zyan refleks. Tanpa mempedulikan Alexa yang mematung di sampingnya, Zyan langsung menerobos jalan raya demi mengejar mantan istrinya tersebut.

"Om! Zyan! Tunggu! Ada apa?!" Alexa berteriak panik, tapi suara bising kendaraan menelan teriakannya. Alexa pun ikut berlari mengejar Zyan, jantungnya berdegup kencang karena firasat buruk yang mendadak menyergap.

Vanessa terus berlari ke arah gang-gang sempit di daerah perkantoran tua, tempat yang biasanya sepi di sore hari. Zyan terus berlari, napasnya tersengal. Pikirannya kalut. Bagaimana bisa? Dia hamil? Enam bulan? Apakah itu... apakah itu anakku?

"Vanessa, berhenti! Aku tidak akan menyakitimu!" teriak Zyan, mencoba meyakinkan wanita yang tampak seperti hewan buruan yang ketakutan itu.

Mendengar teriakan Zyan, Vanessa justru mempercepat langkahnya. Tangannya memegangi perutnya yang buncit dengan posesif, air mata mengalir deras di pipinya. Dalam pikirannya, dia teringat satu wajah yang paling dia takuti di dunia ini—wajah Ibu Ratna, ibu kandung Zyan.

“Kalau kamu berani muncul di depan Zyan, aku pastikan kamu dan anak yang tidak diinginkan itu akan lenyap dari Jakarta. Jangan pernah harap bisa hidup tenang!”

Ancaman itu terngiang-ngiang di kepalanya. Rasa stres yang hebat membuat Vanessa merasa kepalanya berputar. Dia tersandung di tumpukan sampah basah, hampir jatuh, tapi dia memaksakan diri untuk bangun dan berbelok ke arah labirin lorong bangunan tua yang sedang dalam renovasi.

Zyan akhirnya sampai di mulut lorong tersebut. "Vanessa! Tolong, dengarkan aku!"

Dia berlari masuk ke dalam gedung tua yang penuh dengan kerangka besi dan tumpukan semen. Cahaya matahari yang minim membuat pandangannya terbatas. Dia mencari ke setiap sudut, ke balik tumpukan bata, tapi tidak ada siapa-siapa.

Zyan berhenti di tengah aula kosong, napasnya memburu. Dia kehilangan jejak. Vanessa menghilang begitu saja seolah ditelan bumi.

"Sial!" Zyan mengumpat kasar sambil meninju tiang beton di dekatnya.

Tepat saat itu, Alexa sampai di lokasi, napasnya terengah-engah, bajunya kotor terkena debu bangunan. Dia menatap Zyan yang terlihat sangat frustrasi dan penuh amarah sekaligus ketakutan.

"Om... apa yang terjadi? Siapa wanita itu? Kenapa lo ngejar kayak orang gila?" tanya Alexa dengan suara bergetar.

Zyan menoleh, menatap Alexa dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada gurat kecemasan yang mendalam, sesuatu yang belum pernah Alexa lihat sebelumnya pada pria yang selalu tenang dan terkontrol itu.

"Itu... itu Vanessa, Alexa," jawab Zyan dengan suara berat. "Mantan istriku."

Alexa terdiam. Dunia seakan berhenti sejenak. "Mantan istri? Tapi... bukannya dia sudah pergi ke luar negeri?"

"Aku juga mengiranya begitu," Zyan mendekati Alexa, tangannya gemetar saat memegang pundak istrinya. "Tapi Lex... dia hamil. Perutnya... dia hamil besar."

Alexa mundur selangkah, pundaknya terasa berat. "Hamil? Maksud lo...?"

Zyan menatap lorong kosong di depannya, matanya nanar. "Saya tidak tahu pasti, Lex. Tapi dia lari ketakutan saat melihatku. Dan dia tampak sangat menderita. Saya harus mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya."

Alexa merasa ada sesuatu yang retak di dalam dadanya. Dia melihat kegelisahan yang sangat besar di mata Zyan—kegelisahan yang bukan karena penyesalan masa lalu, melainkan karena tanggung jawab yang tiba-tiba menuntut perhatiannya.

"Kita pulang, Zyan," ujar Alexa pelan, meski di dalam hatinya dia ingin berteriak tanya. Dia melihat Zyan masih enggan beranjak, matanya terus menyisir sudut-sudut gedung tua itu.

"Tidak, Lex. Kamu pulanglah dulu sama Rio. Saya akan mencari bantuan untuk melacaknya. Saya tidak bisa membiarkannya berkeliaran dalam kondisi seperti itu," kata Zyan dengan nada mutlak yang tidak bisa dibantah.

Alexa menelan ludah. Dia sadar, kali ini, dia bukan lagi satu-satunya pusat dunia bagi Zyan. Ada masa lalu yang kembali, membawa beban yang jauh lebih berat daripada sekadar dendam atau uang.

"Gye bakalan bantu, Zyan. Aku juga bisa cari lewat CCTV kota—"

"Tidak, Alexa!" Zyan memotong dengan suara tajam, membuat Alexa terlonjak. "Ini urusan saya. Kamu gak perlu ikut campur dalam masalah masa lalu saya yang satu ini. Pulanglah, saya akan menghubungimu nanti."

Zyan berbalik dan kembali berlari masuk lebih dalam ke area gedung tua, meninggalkan Alexa sendirian di tengah debu dan keraguan. Alexa menatap punggung suaminya yang perlahan menghilang di balik kegelapan lorong. Dia merasa seperti orang asing di kehidupan suaminya sendiri.

Di dalam gedung tua yang gelap itu, jauh dari pandangan mereka, Vanessa terduduk di balik tumpukan beton, menyembunyikan wajahnya di antara lutut. Napasnya tersengal, dan dia memegangi perutnya yang terasa kencang karena kontraksi ringan akibat stres yang luar biasa.

"Jangan ambil dia dariku, Zyan..." isak Vanessa pelan. "Jangan biarkan Ibu Ratna tahu aku di sini."

Dia tidak tahu bahwa di luar sana, Alexa sedang berdiri dengan hati yang hancur, merasakan awal dari perubahan besar yang akan mengguncang rumah tangga mereka sampai ke fondasinya. Malam itu baru saja dimulai, dan kebenaran tentang siapa ayah dari bayi di kandungan Vanessa akan segera menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Bersambung....

1
Mela Mela
karyanya menarik bgt,seru,menantang bgt bacanya..seakan gw ikut masuk. didalem ceritanya👍
neyrfly: makasih kakk🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!