"1 salah 5 ciuman"
"Enak aja lo,gak gue gak mau!"
"Terserah"
"Ehh lo mau apa!?"
"Ngelaporin lo ke pak bima"
"Ehh setan jangan! iya udah iya! gue mau"
***
Fika lavina maureen. murid yang terkenal bodoh dalam pelajaran matematika, nilai nya yg selalu anjlok dan jauh dari kkm, membuat dirinya harus les privat matematika bersama seorang murid yg terkenal pintar, namun seorang itu tak lain adalah tetangga nya sendiri.
Arkan keano. tetangga Fika, menurut Fika sifat Arkan berbeda dengan nya, jika Arkan disekolah sangat sangat menyebalkan, namun bersama dirinya sifat nya berubah total.
lalu bagaimanakah kisah kedua nya?
apa mungkin mereka tidak menjalin hubungan?
"SUMPAH SUMPAH GUE BAKAL STRESS!"
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniya Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. dikacangin
Mata mereka mengalih melihat Arkan, Meta yang berada disampingnya siap memberikan minum kepadanya.
“Lo kenapa?” tanya Meta.
“Ya Allah Arkan… Arkan lo ngapain makan sambel goblok!” titah Oji.
Arkan melihat ke piringnya, begitu banyak sambel berada disana. Matanya membulat.
“Whahahaha” tawa mereka.
Wajah Arkan memerah.
Ia sebenarnya tidak kuat untuk memakan pedas-pedas, mata yang sudah seperti ingin menangis, nafas yang tidak teratur.
Fika yang melihat Arkan, tiba-tiba bangun dari kursi dan mendekatinya.
Ia teringat waktu kecil, Arkan memakan kerupuk pedas bersamanya. Waktu itu Fika memberinya tantangan, dan Arkan memakannya, tubuhnya langsung memanas, nafasnya yang tersengal-sengal dan Arkan pun dilarikan ke rumah sakit.
“Lo kenapa?” khawatir Fika. Arkan tidak menjawab ia masih mengendalikan nafasnya.
“Oji tolong mintain makanan yang manis ke Bi Yati cepet! Tolong!” suruh Fika, Oji langsung ke tempat Bi Yati.
“Nih lo minum dulu” Fika menyodorkan gelas yang berisi minuman. Arkan meminumnya, namun Fika tidak sadar apa yang ia lakukan dilihat oleh Aland.
“Nih Fik” ucap Oji yang tiba-tiba datang membawa gula. Cuma ada itu, yang laen abis semua” jelas Oji , Fika langsung menyuapi Arkan dengan gula tersebut.
“Mendingan?” tanya Fika, Arkan mengangguk, dan saat matanya menatap ke Aland, tatapan datar dan dingin yang dilihat Fika.
Upss Fika…Fika.
Fika langsung kembali duduk di samping Aland.
Suasana hening~ Tiba-tiba Meta angkat bicara.
“Fik kok lo make syal?” tanya Meta penasaran.
“Engga..gaak papa kok” jawab Fika rada-rada gugup.
Meta yang tidak merasa puas dengan jawaban yang diberi Fika pun bangkit.
Sreettt…
“Hah!!” kejut Meta melihat tanda ungu di leher Fika. Sangking penasarannya Meta menarik syal Fika begitu saja.
“Fik ni kok ungu?” tanya Meta penasaran.
“Ahh..itu..gue.. gue make koyo terus gue lupa cabut, pas paginya kek gini hehe” ucap Fika berbohong.
“Entu mah kek dicipok belo’on” timpal Oji.
“Wahh ni kerjaan lu ya Land?” tuduh Meta. Aland yang merasa dipanggil, menoleh ke arah Meta, namun terkejutnya ia melihat tanda dileher Fika yang berwarna ungu merah tebal. Dibenaknya ia membatin.
Perasaan gue kagak ngebuat nya sampe segitu… batin Aland.
Arkan melihat Fika, Fika melototkan matanya tajam.
“Fik bareng gue” ucap aland, Fika mengangguk.
Karena sudah bunyi bel pulang, seluruh anak murid
SMA Garuda berhamburan untuk pulang. Sebelum itu Fika melihat Arkan bersama… Adik kelas!!??
Ngapain?!
Wahh gak beres nih!
Awas aja lu bocil!
Breemmm…!
Karena suara motor Aland, Arkan mendongakkan kepalanya namun ia kembali menatap adik kelasnya yang ingin meminta penjelasan.
“Yaudah ntar lo rumah gue aja” ucap Arkan.
“Oo..oke kak” ucapnya, mata gadis itu celingak-celinguk seperti mencari tumpangan?
“Kak aku boleh ikut kakak gak? Sampe depan itu aja, ntar aku jalan abis itu” ucap gadis itu mendekati Arkan.
Arkan menoleh menatap gadis itu yang menunduk dengan bibir yang ia gigit. Arkan Nampak berfikir, namun saat itu juga ia mengangguk. Keduanya menaiki mobil Arkan dan melaju saat itu juga.
___
Hari yang sudah malam. Gadis berambut panjang bak mba kunti. Salah. Maksudnya Fika. Fika yang sedang mencari buku untuk ia minta ajari dengan Arkan. Ketemunya Buku itu ia langsung ke rumah Arkan tanpa babibu.
Tingnung…~ Cklekk
“Kak ada Arkan?” tanya Fika ke Vina yang membuka pintunya.
“Ada, you know? Dia lagi sama cewe Fik!” ucap Vina histeris.
Cewe?
Pacar Arkan?
Kok mendadak lesu ya? Tadi perasaan gue semangat bener pen kesini.
“O..oh ya, Fika cuma mau minta lajarin Arkan kak”
Emang dasar ya anak muda jaman sekarang, sukanya diem-diem. Dasar cinta monyet. Batin Vina.
“Yodah gih masuk” Fika pun masuk, matanya yang langsung mendapat pandangan ketika Arkan berdekatan dengan adik kelas tersebut.
“Arkan gue minta ajarin yang ini!” ketus Fika sambil menyodorkan bukunya.
Arkan mendonggak kepalanya ke atas melihat Fika yang seperti kesal. Namun Arkan mengacuhkan Fika. Ia tetap menjelaskan kepada adik kelasnya yang diketahui bernama Fani. Fika terlihat kesal dengan Arkan yang tidak mengambil bukunya, ia menghentakkan kakinya!
“Kak itu kak Fik--”
“Udah lanjutin, gak usah ngurusin setan” ucap Arkan.
Wtf? Gue dibilang setan? Satu kata! Anjeng!
“Maksud lo gue setannya!” emosi Fika, bodoamat dengan rumah orang! Lagi pula dari kecil dia puas kesini. Sombongnya
“Udah tau nanya” ucap Arkan. Fika melototkan matanya tajam.
Sedangkan disisi lain.
“Mah.. coba tuhh liat mereka, lucu ya ma..” ucap Vina ke Kia.
“Iya ada-ada aja mereka” balas Tante Kia tertawa.
“Uhukk..uhukk” batuk Fani, Arkan sigap memberikan air untuk Fani, bahkan ia yang mengarahkan gelas tersebut ke mulut Fani!
Agrrggggg jadi nyamuk kan gue!!!
Arkan juga memegang tengkuk leher Fani.
Mampus lo nenek lampir! Keselek kan lo!
“Makasih kak” ucap Fani.
Eghhh drama!
“Arkan gue minta lajarin! Gue gak ngerti ini dari mana!” ketus Fika.
“Dan lo, siapa nama lo?” tanya Fika ke Fani.
“Fa-Fani kak” gugup Fani, is melihat Fika bak monster human.
“Oh Fani, lo ganjen banget ya. Gue sampe nanya kagak dijawab sama tu anak! Mending lo pergi deh!” Usir Fika.
“Hak lo apa ngusir Fani?” tanya Arkan.
Deg!
serahknlah mlikmu kpda yg brhak n yg sdah halal.