NovelToon NovelToon
TEMPTATION

TEMPTATION

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:180.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Peony

Evander Aldebaran, seorang anak konglomerat kaya raya yang memiliki berbagai macam perusahaan dengan beraneka jenis bisnis.

Evander dipercaya mengemban tugas istimewa sebagai Wakil Presiden Direktur dari Aludra Entertaiment yang merupakan perusahaan agency artis.

Namun sayangnya dimasa kepemimpinan Evander justru Aludra mengalami kemunduran dan membuat Ayah Evander meragukan kapabilitas putra tunggalnya itu.

Bahkan banyak anggota direksi yang mengajukan mosi pemecatan bagi Evander yang tidak kompeten itu.

Hingga pada akhirnya Evander dipertemukan dengan seseorang yang mampu membangkitkan keterpurukannya dimasa - masa suram itu.

Sampai pada akhirnya Evander bangkit dan dapat menguasai segalanya, namun harus dengan bayaran yang setimpal.

Bagaimana kisahnya? Dan siapakah orang yang melepaskan Evander dari keterpurukan?

Akan kah Evander mampu melawan segala godaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SIKAP KASAR EVANDER

    Evander beranjak dari kursi putarnya dan mendekati wanita yang berdiri tidak jauh dari meja kerjanya itu. Pria bermata tajam itu tidak membiarkan Agnetha lolos dari pandangan matanya yang sangat mengintimidasi.

    Evander semakin mendekatkan tubuhnya pada Agnetha yang tampak ketakutan melihat perubahan sikapnya yang semakin dingin dan wajahnya yang tidak bersahabat. Perlahan Agnetha memundurkan langkahnya.

    “ Maafkan aku Evander, maaf aku tidak menurut. “ Agnetha menundukkan kepalanya menyesali perbuatannya baru saja.

    Tetapi bukanlah Evander namanya jika luluh hanya dengan ucapan maaf yang terlontar dari bibir, ia tidak akan dengan mudahnya memberikan pengampunan pada orang yang sudah membuatnya marah.

    “ Apa kau benar – benar tidak bisa menuruti kata – kata ku? Menurutlah pada ku, jangan membuatku marah dengan kata – kata mu yang tidak berguna itu. “ Evander mendekatkan wajah tampannya dan berbisik tepat ditelinga Agnetha.

    “ Aku tahu, aku salah Evander. Maafkan aku. “ Dengan nada suara yang bergetar Agnetha terdengar memohon pengampunan dari calon suaminya.

    Evander tidak bergeming dengan penyesalan yang terlontar dari mulut Agnetha baru saja, justru ia menarik kasar tangan Agnetha dan mendorong perempuan itu hingga jatuh keatas kursi kerja nya.

    Agnetha berusaha mengatur nafasnya, ia benar – benar takut jika Evander sampai membunuhnya. Wajah Agnetha berubah menjadi pucat, Evander yang semula berdiri agak jauh darinya kini mendekatkan tubuhnya pada Agnetha yang masih tertunduk lesu diatas kursi kerja Evander.

    Gadis itu berusaha bangkit berdiri saat Evander berjarak beberapa sentimeter saja dari hadapannya. Tetapi usahanya jelas sia – sia, Evander kembali mendorong tubuh Angnetha agar tetap duduk. Lelaki itu kemudian memerangkapnya, ia menyangga kedua tangannya pada lengan kursi membuat Agnetha tidak dapat lolos dari dirinya.

    Sekerjap mata tajam Evander memandang lurus dan lekat pada kedua bola mata Agnetha yang terlihat agak basah hampir menangis karena ia menahan rasa takutnya. Pelan Evander membungkukkan tubuh tingginya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Agnetha.

    Hembusan nafas hangat Evander manyapu wajah Agnetha yang pias, suara udara yang keluar masuk dari hidung Evander juga dengan sangat jelas terdengar oleh telinga Agnetha karena jarak mereka yang begitu dekat.

    Evander kemudian menempelkan bibirnya pada bibir Agnetha yang merona merah muda karena polesan liptint. Gadis itu berusaha menarik wajahnya agar bibir Evander menjauh dari bibirnya, namun ia kalah cepat dengan tangan Evander yang lebih dahulu memegangi wajah Agnetha.

    Lelaki itu memagut bibir Agnetha dengan kasar, ia tidak mempedulikan Agnetha yang sedang berusaha melepaskan diri dari serangan nya yang mendadak itu. Entah apa yang merasuki Evander hari itu hingga ingin memberikan pelajaran yang tak terlupakan pada Agnetha karena membatah perkataannya.

    Evander masih menikmati bibir lembut Agnetha, sementara gadis itu sedang berusaha mendorong tubuh Evander agar ia segera melepaskan ciuman paksa nya itu. Sikap Agnetha justru membuat Evander semakin kesal, sehingga ia semakin menghujani Agnetha dengan ciuman pada bibirnya. Dengan paksa menerobos mulut Agnetha dengan lidahnya dan menggeliat didalam sana menyentuh deretan gigi putih Agnetha juga lidah Agnetha yang panjang.

    Tok..tok..tok

    Seseorang mengetuk pintu ruang kerja Evander, memaksa laki – laki itu menghentikan perbuatan kasarnya pada Agnetha. Ia melepaskan lidahnya yang tertaut dengan milik Agnetha kemudian menarik bibir nya dan meluruskan tubuhnya yang semula membungkuk.

    “ Masuk! “ Teriak Evander setengah tersengal –sengal karena ia baru saja mengambil nafas.

    Bunyi sepatu hak tinggi terdengar menggema dalam ruangan, Evander belum membalikkan tubuhnya. Ia masih menghadap pada Agnetha yang masih terduduk lemas sambil menangis diatas kursi kerjanya. Beberapa kali Evander menghembuskan nafasnya dengan kasar sembari mengelap bibirnya yang basah dengan jemarinya.

    “ Maaf Pak, Mr Paul dari Lyns Music Label sudah tiba. Apakah bisa bertemu dengan Bapak sekarang? “ Suara Deandra terdengar rendah, ia  sadar bahwa ia sedang mengganggu atasannya sehingga ia sedikit takut saat menyampaikan kabar bahwa Evander kedatangan tamu.

    Dari kejauhan Deandra tidak bisa melihat Agnetha yang masih duduk diatas kursi kerja Evander. Badan Evander yang tinggi tegap menghalangi pandangan matanya, terlebih Evander memunggungi Deandra sehingga perempuan itu benar – benar sulit untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.

    “ Bawa saja ke meeting room, aku turun sepuluh menit lagi. “ Perintah Evander sambil menatap tajam Agnetha yang masih duduk didepannya sambil meneteskan air mata tanpa suara.

    “ Baik Pak. “ Tanpa bertanya Deandra mengiyakan ucapan Evander lalu keluar dari ruang kerja orang nomor dua diperusahaan itu.

    “ Apa berciuman dengan ku tampak begitu menyiksa mu hingga kau menangis seperti ini? “ Wajah kesal Evander kembali terlihat memandang Agnetha yang kini sudah menenggakkan badannya.

    “  Maafkan aku Evander, aku hanya belum siap. “ Agnetha berusaha meredam amarah yang ada didalam dada Evander. Agnetha paham betul jika dia membantah, pria itu justru akan memberikan hukuman yang lebih dari sekedar ciuman paksa.

    “ Agnetha, kau ini akan menjadi istriku. Setelah menikah bukan hanya ciuman yang akan aku minta dari mu! Jika kau tidak ingin melihat aku sekasar hari ini, maka dengarkanlah aku! Turuti saja apapun yang keluar dari mulutku! “ Evander menatap Agnetha lurus.

    “ Baik Evander. “ Agnetha pasrah, ia menjawab lemah perkataan calon suaminya itu.

    Evander kemudian berjalan menuju nakas yang ada didekat pintu, ia kemudian menuangkan air dari teko kedalam gelas kaca bening. Ia mengisi gelas itu hampir penuh, kemudian menyodorkannya pada Agnetha.

    “ Minumlah. “ Ucap Evander ringan.

    Segera gadis itu meneguk habis air yang diberikan oleh Evander, ia masih duduk dikursi kerja calon suaminya itu. Sekilas Evander mengelus dengan pelan puncak kepala Agnetha seolah ia menyesali perbuatannya baru saja.

    “ Tunggu aku disini, aku akan temui tamu ku dahulu. Nanti aku antar pulang sekaligus makan siang. “ Perintah Evander kemudian, seraya ia mengambil ipadnya yang berada pada sisi lain meja kerja nya.

    “ Oke, aku tunggu disini. “ Agnetha mengiyakan permintaan Evander.

    Dilihatnya Evander keluar dari ruangan itu, membuat Agenetha merasakan kelegaan yang teramat mendalam. Segera gadis cantik itu membersihkan bekas – bekas air mata yang tertinggal pada kedua pipinya.

    Ia sungguh tersiksa hari itu karena sikap Evander yang cukup berlebihan padanya. Agnetha beranjak dari kursi kerja Evander, ia kemudian melenggang menuju sofa besar ditengah ruangan. Ia merasakan kekesalan yang amat mendalam pada Evander, tetapi ia tidak memiliki kekuatan untuk melampiaskan kemarahannya.

    “ Bagaimana pun aku akan menikahinya, pasti akan lebih banyak hal besar yang akan kuhadapi. Kuatkan dirimu Agnetha! “ Ucap Agnetha memberi semangat dirinya sendiri.

    Agnetha merasakan kelelahan emosional yang cukup menguras tenaganya, pemberontakkan nya pada Evander tadi juga rasanya membuat kekuatannya luruh dengan sia – sia. Baru beberapa saat ia menjatuhkan tubuhnya diatas sofa, gadis cantik itu sudah tertidur dengan lelapnya saat menunggu kedatangan Evander.

1
Ucy (ig. ucynovel)
baru mampir di sini kak

keren 👍
dyve
agnetha*
dyve
pingsan*
R_armylove ❤❤❤❤
lanjut.... masih penasaran 🤭🥰
Sis Fauzi
Evander ge er tuh
Sis Fauzi
banyak aturan untuk hal yg baik, ya tdk masalah Agnetha 😀
Sis Fauzi
semangat Agnetha
Sis Fauzi
Agnetha sdh jadi isteri Evander, kok masih dibilang gadis tersebut Thor?
A_young
Takdir cinta CEO hadir thor
A_young
takdir cinta CEO hadir
A_young
takdir cinta CEO hadir thor


suka banget sama ceritanya thor ❤️
Sis Fauzi
jangan menyesali pernikahan mu Agnetha 🔥
Sis Fauzi
super protektif Evander, tapi gayanya sok abai sama Agnetha 🔥
Sis Fauzi
udah nyesek, eh gak jadi 😂🔥
Sis Fauzi
cemburu tuh Evander 😂
Sis Fauzi
Evan jangan nakutin ya🔥
Sis Fauzi
mantap Agnetha
Imas Aisha Raya
iih ngeri, thor keidean dari mana py cerita seperti ini, kaya kembali ke jaman film Suzana hihihi
Imas Aisha Raya
ini emang pesugihan ada siluman ular minta wadal( korban), bahaya ini ke syirikan auzubillah
Imas Aisha Raya
visual Jason lebih pas buat jadi Evander thor ....itu mah pendapat ku ☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!