Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....
di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aku lahir untuk siapa ?
Selesai makan Ansar dan Zahra memutuskan kembali tidur, Zahra juga sudah minum obat barusan.
Ansar kembali tidur satu kasur dengan Zahra, sedang Zahra tak merasa begitu takut ,ia memberikan pembatas bantal guling di sana
"ini Batas ya om, saya mau tidur dulu "
"ya semoga mimpi indah ra"ucap Ansar yg tidur membelakangi Zahra.
....
Sedangkan di rumah sakit..
kakek Hasan tak bisa tidur hingga pagi hari, hari ini adalah waktu dimana nenek Siti sudah di perbolehkan pulang.
Kakek Hasan memutuskan membersihkan dan membereskan barang-barang yg akan ia bawah pulang.
*ara Deman, apa dia bisa tidur nyenyak tidak ada kami di sisinya *batin kakek Hasan yg memikirkan Zahra.
Hingga tanpa sengaja kakek Hasan menjatuhkan botol parfum yang ia pegang
"astaga,, ya tuhan lindungi lah cucu ku yang berada di rumah"doa nya yang terus kepikiran Zahra.
……
Zahra mencoba kembali tidur tak bisa, ia membalik kekanan kekiri namun rasa ngantuk nya serasa hilang semua.
Ia bangun dan memandang ke arah Ansar, yang terlihat begitu tenang dalam tidurnya.
"bahkan orang yang tak begitu dekat dengan ku bisa lebih mengerti aku daripada orang tua ku sendiri"ucapnya mutus untuk mandi dan turun ke bawah, untuk mencari kesibukan.
Zahra berjalan ke kamar nenek Siti, ia masuk kesana melihat dinding kamar itu yang di tempeli banyak foto-foto, ia melihat foto kakek nenek nya yang di tengah mereka ada mamanya.
"aku juga dlu pernah foto begitu"gumannya yg merasa sedih.
Ia kembali menjelajahi kamar nenek Siti, ia melihat foto kakek dan nenek nya yg masih muda, foto ibu nya dan foto keluarga yang disitu ada nenek kakek nya ibu dan keluarga bapaknya.
"cih laki-laki goblok!"Ucap Zahra yang menatap benci ke foto yoga yg berada diantara foto keluarga itu.
ia merasa geram dengan ucapan yoga sewaktu bertemu di kafe kemarin.
Zahra meliat ke arah meja kakeknya yang disitu ada hp milik nenek Siti, Zahra tau itu kerana casing nya yang berwarna biru dengan gambar bunga bunga.
Ia mencoba menyalahkan hp itu, ia melihat geleri di hp nenek Siti yang isinya foto Zahra dari kecil hingga dewasa seperti ini.
"kakek sayang kan sebenarnya sama Zahra ?"ucapnya yang seperti bertanya pada dirinya sendiri.
Ia melihat kakek nya yg menggendong nya seperti mengendong tas sekolah.
Zahra tersenyum melihat semua foto itu, hingga pandang nya terhalikan dengan notif dari wa yang sebanyak 10× panggil tak terjawab.
Ia membuka wa nenek nya, melihat nama yg terpampang paling atas "Selena anak ku❤️" Zahra melihat obrolan apa yang nenek dan mamanya itu bicarakan.
dada Zahra semakin sakit saat melihat obrolan mereka berdua di atas nya, mama Zahra berkata ke nenek nya
"ma, aku nikah lagi"
"nikah sama siapa kamu sel?? , pulang sini tanya ke anakmu apakah dia mau punya bapak tiri ??"
"aku gak butuh pendapat nya ma"
"aku sudah nikah 2 hari yang lalu"
"yaallah sel!!, siapa yang jadi wali mu nak, bapak mu masih hidup disini!!"balas nenek Siti yang marah ke Selena.
"maafin Selena ma, Selena mohon jagain Zahra untuk Selena ya ma, Selena gagal jadi mama"
Hati Zahra makin sakit saat membaca kalimat itu.
setelah kalimat itu nenek Siti tidak membalas pesan nya Selena, Meraka hanya telpon yg Zahra sendiri tidak bisa tau apa yang mereka bicarakan..
"apa ini penyebab nenek darah tinggi nya kumat"guman Zahra.
ia melihat foto yang baru saja mama nya kirim itu dengan kata "Selena rasa ia bapak yang baik untuk Zahra ma",,
'degg'
dada Zahra semakin sakit, air mata nya tak tahan lagi untuk keluar,, ia menangis melihat foto yang di kirim mama nya itu, foto sekali liat dimana mama nya dan pria lain sedang berlibur di pantai, kelihatan sangat sosweet..
"aku gak mau bapak tiri!!!"
"hikss jahat bangsat!!"teriaknya yang melempar hp itu, dada nya serasa sakit, ia melempar segala hal yang ada di depan nya.
"arghhh mama jahat! Hikss "ucapnya yng duduk melemas.
Ia kembali memumut hp yg ia lembar, ia mencoba menghubungi mama Nya ,,'diangkat'
"halo ma, sebentar ya ma Selena ma-
"hikss mama jahat!"sambung Zahra tanpa menunggu ucapan Selena
"Z-zahra , maafin mama nak mama bisa jelasin!!"
"mama jahat, bapak penghianat Zahra hidup di sini untuk siapa ma??!!"teriak Zahra yang langsung mematikan telepon nya.
Ia memblokir nomor mama nya.
"hikss, aku gak tahan ya tuhan"ia melihat handbody yang berada di sana, ia mengambil Nya dan memakan nya.
Bahkan handbody terasa begitu manis di mulut nya.
"arghh, BANGSATT!!!"teriak Zahra yang melempar lampu tidur
'Brakk' suara pecahan yang berhamburan itu membuat Ansar sadar di dalam kamar.
Ia melihat Zahra yang tak berada di sisi nya.
"raa kamu di mana??"dengan suara khas bangun tidur.
Ia mencari asal suara pecahan kaca itu, ia melihat kamar yang seperti kapal pecah, banyak nya pecahan kaca di lantai, kasur yg seprainya entah kemana, kapuk bantal yang berhamburan di lantai..
Ia melihat Zahra yang bersandar di meja rias dengan memegang botol handbody di samping nya..
"raa, ada apa??"ucapnya yang menghampiri, ikut duduk di samping Zahra
"om huuu"Zahra memeluk erat tubuh Ansar, menumpahkan semua air mata nya di dada Ansar.
Ansar menbiarkan dada nya menjadi tempat penampung air mata Zahra.
"ada apa Ra, kasih tau om kamu kenapa "tanya Ansar yang memegang wajah Zahra
"Zahra lahir begini untuk siapa om uhuuu??"ucapnya yg masih menagis
"aku cape...begini om uhuuk uhuuk "ia meremas kuat baju Ansar
"om tau kamu cape ra, kamu harus berjuang buat diri kamu sendiri" perlahan Ansar membantu Zahra berdiri untuk duduk di kasur.
menjauh dari pecahan kaca yang berserakan di lantai.
"Mama aku nikah lagi om, sekarang aku cuma punya kakek dan nenek hiks..hiks"ucap Zahra yang duduk di tepi kasur
Ansar tak menjawab ucapan Zahra, ia merasa bau nafas Zahra sangat harum seperti wangi bengkuang, ia melihat botol handbody bengkoang yang ada di lantai.
"raa kamu makan handbody itu kan!!"
"kenapa di makan Ra, kamu boleh sedih kerna hancur nya keluarga mu, tapi jangan kaya gini juga raa, nyawa kamu berharga buat orang lain!!"ucap Ansar yang meremas kuat bahu menyadarkan bahwa tindakannya tadi sangat salah.
"berharga?? Berharga untuk siapa om hah!!"Zahra mengelap air mata nya.
"nyawa kamu berharga buat saya Zahra!!, jadi saya mohon jangan begini "Ansar menarik Zahra ke pelukan nya..
Kakek dan nenek yang baru saja nyampe di rumah, mencari keberadaan Zahra dan Ansar, saat nenek ia masuk ke kamarnya ia meliat kamar nya yang sangat berantakan.
"mereka ada di dalam dek"kakek Hasan menarik tangan nenek Siti membawa nya ke kamar.
pandangan kakek Hasan jatuh ke kasur melihat Zahra, cucuknya itu yang di peluk oleh Ansar.
"apa yang kalian lakukan dengan kamar ini?"