Menjalin hubungan serius dan hari pernikahan pun telah ditetapkan, tentunya membuat gadis manapun akan berpikir bahwa pria itulah yang akan menjadi imam dalam rumah tangganya, tak terkecuali gadis cantik bernama Azira putri. Namun semua mimpi dan harapan indah itu hancur seketika, dengan kedatangan seseorang dari masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21.
Dua hari kemudian kondisi Zira sudah semakin membaik dan telah diizinkan oleh dokter untuk pulang.
Usai mengantarkan Zira pulang ke rumah orang tuanya, Lexi langsung kembali ke kediaman Fernandez. Hari ini ia berencana mengungkapkan identitas calon istrinya dihadapan keluarganya.
"Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya kamu bersedia mengungkapkan identitas calon istri kamu, nak." Mommy tak sabar untuk segera mengetahui sosok wanita beruntung yang mampu menaklukkan hati anak sambungnya, Lexi.
Kini mereka semua sudah berkumpul di ruang makan. Ya, Lexi sengaja ingin mengungkapkan identitas calon istrinya di waktu makan siang.
Berbeda dengan sang istri, Daddy lebih santai karena pria itu sama sekali tidak mempermasalahkan siapapun dan berasal dari keluarga manapun calon menantunya, karena yang terpenting bagi Daddy, putranya mencintai wanita pilihannya itu dan begitu pula sebaliknya. Latar belakang memang penting namun cinta tak kalah penting, Seperti itulah prinsip tuan Fernandez.
"Ohiya, tempo hari aku tidak sengaja melihat mas Lexi di rumah sakit Nusa Bangsa. Memangnya siapa yang sedang sakit, mas?." Tanya Leon ketika teringat pada malam dimana ia melihat keberadaan Lexi di rumah sakit.
"Calon istriku." Jawab Lexi tanpa beban.
"Begitu rupanya."
"Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, setelah lamaranku di terima, aku akan segera mengungkapkan identitas calon istriku dihadapan kalian." Suasana di ruang makan sedikit tegang, tak sabar menunggu Lexi kembali berbicara guna mengungkapkan sosok wanita beruntung itu.
"Calon istriku bernama Azira putri Andrean." Nama yang baru saja diucapkan oleh Lexi ibarat petir yang menyambar tubuh kedua orang tua serta adiknya, begitu mengejutkan.
Leon tersenyum miring. "Jangan bercanda mas! Lagian, candaan mas nggak lucu sama sekali." Kata Leon.
"Aku tidak sedang bercanda. Aku memang akan menikahi Azira putri Andrean." Balas Lexi dengan lugas.
"Apa sebenarnya maksud dari semua ini, mas?." Leon tak dapat menyembunyikan gurat kecewa di wajahnya.
"Seperti yang barusan kamu dengar, aku akan menikahi Zira. Lagipula hubungan kalian sudah berakhir, bukan."
Mommy spontan menyipitkan mata menatap Lexi.
"Jangan gila kamu, Lexi." Mimik wajah mommy Langsung berubah. "Bisa-bisanya kamu berpikir untuk menikahi mantan tunangan adik kamu sendiri." Mommy tak habis pikir dengan jalan pikiran Lexi yang tidak memikirkan perasaan Leon.
Dengan perasaan kesal, Leon bangkit dari duduknya dan hendak berlalu.
"Sebelum semuanya jelas, tidak ada yang boleh meninggalkan meja makan." Tegas Daddy, hingga mau tak mau Leon kembali menempati tempat duduknya. Walaupun terluka dengan pengakuan kakaknya, namun Leon tetap menghormati Daddy-nya dengan bertahan di meja makan meski hatinya seperti terbakar jika berlama-lama di sana.
Berbeda dengan sang istri, Daddy lebih tenang. Sebagai ayah, Daddy kenal betul dengan sifat dan watak putranya. Lexi bukanlah tipikal pria yang suka gegabah dalam mengambil keputusan. Jika Lexi sampai ingin menikahi Zira yang notabenenya mantan tunangan Leon, pasti ada alasan besar dibaliknya. Terlebih, Lexi sendiri pun tahu tentang alasan mengapa sampai Zira memutuskan pertunangannya dengan Leon.
Daddy menatap pada putra sulungnya. "Bisa kamu jelaskan semua ini!."
"Di luar sana masih banyak wanita lain, kenapa harus Zira, mas?." Leon benar-benar kecewa pada Lexi yang dianggap menusuknya dari belakang. Ya, hingga detik ini Leon masih sangat berharap hubungannya dengan Zira masih bisa diperbaiki.
Lexi menatap tajam pada Leon. Kalau bukan karena menghormati Daddy mungkin Lexi sudah menghajar Leon yang sudah berani menaikkan intonasinya.
"Diam dulu, Leon! Biarkan mas Lexi menjelaskan!." Daddy menegur putra bungsunya.
Lexi nampak menghela napas panjang dan menghembusnya perlahan, seolah mempersiapkan diri sebelum berbicara.
"Akulah Pria yang kalian sebut breng-sek itu."
"Apa maksud kamu, Lexi?." Nampaknya mommy belum sepenuhnya paham dengan maksud perkataan Lexi.
"Akulah pria yang telah merenggut kesucian, Zira."
"APA...."Saking kagetnya Leon sampai berdiri dari duduknya.
"Duduk, Leon!." Tegur Daddy. Ia mengerti dengan keterkejutan Leon, karena faktanya ia pun tak kalah terkejutnya dari putra bungsunya itu.
Leon menyugar rambutnya dengan frustasi. Namun begitu, pria itu tetap patuh pada ucapan Daddy dan kembali menempati posisi duduknya.
"Penting untuk diketahui, semua itu terjadi sebelum Zira mengenal Leon." Lexi menambahkan dan hal itu membuat Leon merasa seperti kambing congek yang tidak tahu apa-apa. Mungkin saat ia masih menjalin hubungan dengan Zira, kakaknya itu sedang menertawakan dirinya.
"Sekarang aku tanya, untuk apa kau marah? Setelah tahu akulah pria yang telah merenggut kesucian Zira, apa kau masih bisa menerimanya? Jangan bodoh Leon, karena aku yakin itu pasti sangat berat dan tidak mungkin untuk kau lakukan."
Deg.
Leon terdiam. Apa yang dikatakan Lexi benar adanya. Pastinya akan sangat berat baginya karena yang telah merenggut kesucian Zira tak lain adalah kakaknya sendiri. Kalau saja pria itu bukan Lexi, mungkin Leon masih sanggup untuk menerimanya. Meskipun demikian, Leon tetap saja merasa sakit hati pada Lexi.
"Sekarang aku telah berterus terang. Aku harap kalian merestui pernikahan kami." Tutur Lexi.
Mommy nyaris tak sanggup lagi berkata-kata. Takdir seolah mempermainkan keluarganya. Ingin menyalahkan Lexi, namun putra sambungnya itu mengaku kejadian tersebut terjadi sebelum Zira mengenal Leon.
"Entahlah.... Mommy jadi bingung. Mommy tidak pernah membayangkan permasalahan seperti ini akan terjadi pada keluarga kita." Ujar mommy yang kini telah berurai air mata. Sebagai wanita yang telah melahirkan Leon, bohong jika mommy tidak turut terluka saat melihat putranya terluka seperti saat ini. Akan tetapi, ia juga tidak bisa membenci Lexi karena Lexi juga putranya, walaupun kenyataannya Lexi tidak terlahir dari rahimnya.
Dalam hal ini sebagai orang tua, Tuan Fernandez dituntut untuk lebih bijaksana dalam menanggapi permasalahan yang terjadi pada kedua putranya.
"Sepertinya semuanya sudah jelas, Lexi telah melakukan kesalahan pada Zira di masa lalu dan sudah seharusnya bertanggung jawab. Dan untuk kamu, Leon, Daddy berharap kamu bisa berlapang dada untuk menerima kenyataan bahwa Zira bukanlah jodohmu, terlebih hubungan kalian memang sudah berakhir!." Daddy mencoba memberi pengertian pada Leon.
Leon tak merespon, pemuda itu hanya diam saja. Entah apa yang kini ada dipikirannya, hanya Leon seorang yang tahu.
Setelahnya, Daddy beranjak meninggalkan meja makan. Tak lama berselang, Leon pun ikut meninggalkan meja makan hingga acara makan siang hari ini selesai sebelum di mulai, karena semua anggota keluarga telah kehilangan selera makan.
Mommy pun ikut bangkit dari duduknya. Lexi berpikir mommy pasti hendak menyusul putra kandungnya untuk menghiburnya. Akan tetapi, prediksi Lexi meleset, Mommy tidak menyusul Leon melainkan berpindah ke kursi yang berada di sampingnya.
"Mommy merestui pernikahan kalian. Sedikitnya mommy memang kecewa padamu, tapi tak bisa dipungkiri Mommy juga kagum dengan sikap serta tanggung jawab kamu, nak." Lexi tertegun mendengarnya. "Untuk Leon, tidak usah terlalu dipikirkan! Lambat Laun adikmu pasti akan menerima semua ini." Kata mommy seraya mengusap punggung Lexi.
kamu benci banget ma Lexi,tanpa kamu sadari suami mu banyak pengagumnya
dan aku begitu juga 😆😆😆
kesian dia karena ambisi gila orang tuanya yang ingin berbesan dengan orang tua mu
Mimi aja Lex 🤣