NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Pelabuhan itu akhirnya kembali sunyi.

Asap masih tipis di udara. Beberapa suara langkah anak buah Saga terdengar membereskan sisa kekacauan.

Dan di tengah semua itu.

Saga berdiri.

Tatapannya dingin. Tidak tersisa emosi. Pertempuran sudah selesai.

Dan seperti biasa.

ia menang.

Di belakangnya. Liora masih gemetar. Tangannya mencengkeram ujung jas Saga.

Belum sepenuhnya sadar bahwa semuanya sudah berakhir.

“Ben.”

Saga memanggil tanpa menoleh.

“Ya, Tuan.”

“Bereskan.”

Singkat.

Tegas.

Ben mengangguk. “Baik tuan.”

Tatapannya sekilas ke arah Liora. Lalu kembali fokus pada pekerjaannya.

Tanpa banyak kata, Saga langsung menarik Liora.

Membawanya pergi. Masuk ke mobil.

Pintu tertutup. Mesin menyala. Dan mobil melaju meninggalkan pelabuhan.

***

Di dalam mobil suasana sangat hening.

Liora duduk di samping Saga. Tangannya masih sedikit gemetar.

Matanya menunduk.

Sesekali melirik. Namun cepat-cepat mengalihkan.

Perasaannya campur aduk.

Takut.

Lelah.

Dan… canggung.

Karena setiap kali ia bersama Saga. selalu ada sesuatu yang terjadi.

Selalu ada bahaya. Selalu ada luka.

Saga diam. Namun tatapannya sesekali mengarah ke Liora.

Memastikan.

Tanpa kata.

***

Sesampainya di hotel tempat mereka menginap.

Liora langsung berjalan masuk. Langkahnya cepat.

Ia ingin masuk kamar.

Ingin sendiri. Ingin menjauh sejenak dari semua ini.

Tangannya hampir menyentuh gagang pintu.

namun...

tarikan kuat

DEG!

Tubuhnya tertarik ke belakang. Dan dalam satu detik.

ia sudah kembali. Di pangkuan Saga. Duduk di sofa dekat kamar.

“Sa—Saga!”

Liora kaget.

Refleks ingin bangkit. Namun tangan di pinggangnya menahan.

Kuat.

“Tunggu.”

Suara Saga rendah.

Tidak marah. Namun tidak bisa ditolak.

Liora membeku. Jantungnya kembali berdegup.

“A-aku mau ke kamar…”

bisiknya pelan.

Saga tidak menjawab langsung. Tangannya justru mengerat.

Menarik Liora lebih dekat. Hingga tidak ada jarak.

DEG.

Liora menegang.nNamun kali ini. tidak melawan.

Hanya diam.

“Diam sebentar.” Ucap Saga.

Suaranya lebih pelan dari biasanya.

Dan untuk pertama kalinya. ada sesuatu yang berbeda di sana.

Bukan ancaman.

Bukan perintah keras. Lebih… seperti menahan sesuatu.

Liora bingung. Namun ia tidak bergerak.

Tidak menolak.

Perlahan.

tubuhnya yang tadi tegang kini mulai diam.

Masih kaku. Namun tidak melawan.

Beberapa menit berlalu.

Tidak ada suara diantar mereka, Hanya pelukan itu.

Yang tetap ada. Saga memejamkan mata sejenak. Tangannya di punggung Liora tidak bergerak.

Namun jelas.

tidak ingin melepas. Dan entah kenapa

dalam diam itu..

ada perasaan yang muncul.

Aneh.

Tidak biasa. Sesuatu yang jarang ia rasakan.

Khawatir. Yang bahkan tidak ia sadari sepenuhnya.

Liora perlahan mengangkat wajahnya.

Menatap Saga. Wajah pria itu tetap tenang.

Dingin seperti biasa.

Namun, pelukan ini…

tidak terasa dingin.

“Saga…”

panggilnya pelan. Saga membuka mata.

Menatapnya.

“Iya.”

Satu kata. Namun tidak menusuk.

Liora ragu.

Namun akhirnya..

“Kenapa…?”

Ia tidak melanjutkan. Namun pertanyaannya jelas. Kenapa menahannya seperti ini. kenapa tidak membiarkannya pergi.

Saga menatapnya beberapa detik.

Lalu..

“Karena kamu hampir hilang.”

Jawabannya singkat. Namun cukup membuat napas Liora terhenti.

DEG.

Ia terdiam.

Tidak tahu harus menjawab apa. ia cukup hanya diam.

Dan untuk pertama kalinya..

ia menyadari..

bahwa pria ini… yang selalu terlihat kejam..

ternyata bisa merasa sesuatu. Mungkin kesepian.

Meski tidak diucapkan dengan jelas. Meski tetap tersembunyi.

Liora tidak berkata apa-apa lagi. Namun ia tidak berusaha lepas.

Tidak kali ini.

Ia hanya diam.

Di sana. Dalam pelukan Saga.

Yang anehnya tidak lagi terasa seperti ancaman.

***

Di dalam ruangan itu, tidak ada teriakan.

Tidak ada kekerasan.

Hanya dua orang, yang sama-sama tidak mengerti perasaan mereka sendiri.

Namun perlahan..

mulai terbiasa. Dengan keberadaan satu sama lain. Dengan jarak yang semakin dekat. Dan dengan sesuatu

yang mulai tumbuh di antara ketegangan.

Tanpa mereka sadari.

Bahkan suatu kepemilikan dan tak ingin terbagi mulai tumbuh di tambah dengan keposesifan.

.

.

 .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung......................................

1
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!