NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Setelah selesai mandi, Hana langsung menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Hingga selesai berpakaian rapi, Hana langsung melangkah dengan cepat menuruni tangga. Saat berada di bawah, Hana ditanya oleh ibunya. Hana sempat terhenti sesaat sambil menjawab.

"Sayang... makan dulu," ucap ibu Hana.

"Tidak, deh, Bun. Sudah terlambat masuk kampus. Hana pamit, ya, Bun," ucap Hana dengan terburu-buru. Dia berpamitan.

Hana pun melangkahkan kaki menuju keluar rumah untuk mencari kendaraan umum. Kebetulan saat di luar rumah, Hana melihat tetangga sebelah yang sedang berhenti dan memarkirkan motornya. Hana pun melangkah mendekat ke tetangganya itu, lalu berbicara sambil tersenyum, meminta untuk diantarkan ke kampusnya.

"Mas... bisa antarkan saya, Mas? Tolong, saya kesiangan berangkat ke kampus," ucap Hana.

"Eh, Mbak Hana. Kenapa kesiangan, Mbak? Ya sudah, Mbak, ayo saya antarkan," ucap tetangganya.

"Terima kasih, ya, Mas," ucap Hana.

Lalu Hana pun menaiki motor tetangganya, dan motor pun dilajukan. Sambil motor melaju, Mas yang mengantarkan Hana pun berbicara.

"Mbak, gimana pernikahannya? Malam pertamanya lancar, kan, Mbak?" tanya Mas itu.

"Lancar, kok, Mas. Cepat, Mas, antarkan dulu," ucap Hana.

"Iya, Mbak, iya," ucap Mas itu.

Motor pun mulai ditambah kecepatannya. Hingga beberapa saat kemudian, Hana pun sampai di depan kampusnya. Tanpa berlama-lama, Hana menuruni motornya, lalu berbicara dan memberikan ongkos untuk mengantarkannya. Hana pun langsung menuju kelasnya. Saat di pintu masuk, benar saja, pelajaran sudah dimulai. Hana sedikit takut dan ragu untuk masuk ke dalam kelas. Dia pun mencoba menghilangkan rasa takutnya.

Saat masuk sambil berbicara permisi kepada guru, Hana sempat ditegur dan disuruh untuk berdiri di depan. Hana pun ditanya oleh guru.

"Kamu kenapa telat, Hana?" tanya guru.

"Maaf, Pak. Saya ketiduran, Pak. Soalnya semalam harus kerja buat... buat kebutuhan harian, Pak," ucap Hana dengan jujur.

"Emm... Bapak mengerti, tapi kamu tetap diberi hukuman. Nanti kamu pulang, kamu harus menerima hukumannya," ucap guru.

"Hukuman apa, Pak?" ucap Hana.

"Kamu bersihkan ruangan ini sampai bersih. Setelah bersih, kamu boleh pulang," ucap guru.

"Baik, Pak. Boleh saya duduk?" ucap Hana.

"Silakan," ucap guru.

Hana pun melangkah menuju tempat duduknya. Sampai Hana duduk di kursi tempat duduknya, lalu pelajaran pun kembali berlanjut.

Sedangkan saat ini, Aldo berada di rumah sakit kepolisian. Dia menjadi tahanan. Namun, karena pukulan dari salah satu polisi, Aldo jatuh pingsan. Kedua dokter sedang merawat Aldo hingga Aldo pun mulai terbangun dan memejamkan matanya. Rasanya Aldo masih merasakan pusing di kepala, penglihatannya masih sangat buram. Suster pun berbicara kepada dokter. Suster dan dokter yang sedang berdiri dan menangani Aldo.

"Dok, pasien sudah mulai bangun," ucap suster.

"Ini di mana?" ucap Aldo.

"Diam dulu, ya. Istirahatlah dulu. Kamu sedang sakit, harus banyak-banyak istirahat," ucap dokter kepada Aldo.

"Aku ingin pulang," ucap Aldo.

"Keadaan kamu belum sembuh total, jadi istirahat dulu," ucap dokter.

Aldo pun tidak bisa berkata-kata, lalu menurut karena merasakan sakit kembali di kepalanya. Aldo pun kembali merebahkan tubuhnya.

Di sisi lain, Alex bersama Lexy langsung kembali menuju ke taman. Dia berniat untuk mengambil motor milik Aldo yang ditinggalkan. Karena Alex tahu Aldo meninggalkan motornya. Saat Alex berada di lapangan, Lexy pun melihat ke arah sekeliling. Ternyata motor Aldo masih berada di tempat parkiran. Alex dan Lexy pun bergegas mengambilnya untuk mengantarkan pulang motornya.

Mereka berdua pun melajukan motornya. Karena sebelumnya Lexy ikut bersama Alex, kini dia menaiki motor milik Aldo. Alex melajukan motornya di jalanan untuk menuju ke rumah Aldo, namun Alex tidak tahu kalau saat ini Aldo sudah tinggal di rumah Hana. Mereka berdua tetap ke rumah Aldo. Hingga di depan rumah Aldo, Lexy pun menuruni motornya dan melangkahkan kaki menuju rumah Aldo. Lexy pun lalu mengetuk pintu rumah Aldo.

Tok... tok...

"Permisi..." ucap Lexy.

Alex menuruni motornya lalu melangkah mendekat ke arah Lexy. Kedua orang tua Aldo pun membuka pintu rumahnya, lalu bertanya kepada Alex.

"Kamu teman Aldo, kan?" ucap ibu Aldo.

"Iya, Bu, saya temannya Aldo," ucap Alex.

"Aldo mana?" tanya ayah Aldo.

"Jadi begini, Pak... Aldo dibawa ke kantor polisi," ucap Lexy sambil menunduk.

"Hah? Aldo dibawa ke kantor polisi?" ucap ayahnya.

"Pa, Aldo, Pa! Bagaimana ini, Pa?" ucap ibu Aldo.

"Memangnya kenapa Aldo bisa masuk kantor polisi?" tanya ayah Aldo.

"Jadi Aldo memukuli anak sekolahan, terus ketahuan polisi. Dia pun dibawa," ucap Lexy.

"Bapak tidak habis pikir... Aldo tidak pernah sama sekali sebandel itu sama orang lain. Bahkan Aldo orangnya pendiam," ucap ayah Aldo.

"Ayo, Pa, kita ke kantor polisi," ucap ibunya Aldo.

"Ya sudah, kalian bisa antarkan kita ke kantor polisi?" ucap ayah Aldo ke Alex.

"Tapi, Pak, saya tidak bisa mengantarkan Bapak ke sana," ucap Alex sambil menatap Lexy.

"Ya sudah, kasih alamat saja. Boleh minta tolong masukkan motor Aldo ke dalam rumah?" ucap ibu Aldo.

"Baik, Bu," ucap Lexy.

Lexy pun melangkah ke motor Aldo, lalu mendorongnya sampai masuk ke dalam rumah. Sedangkan Alex menunggu di luar hingga selesai. Alex dan Lexy pun berpamitan untuk pulang.

"Om, Tante, kami pamit pulang, ya," ucap Alex lalu mereka pun melajukan motornya.

Sambil melajukan motor, Alex pun berbicara kepada Lexy. Bahkan Alex merasa sangat bersalah karena meninggalkan Aldo hingga tertangkap polisi.

"Kenapa kita tinggalkan Aldo? Aku jadi merasa bersalah dengannya sampai masuk ke penjara," ucap Alex.

"Kita tidak salah. Mungkin sudah takdirnya seperti ini. Kita doakan saja semoga Aldo bisa terbebas," ucap Lexy, mencoba menenangkan Alex.

"Oh iyaa... kita kasih tahu istrinya Aldo, tidak, ya?" ucap Alex.

"Lebih bagus kita kasih tahu, tapi kan kita tidak tahu di mana istrinya Aldo saat ini," ucap Lexy.

"Semoga saja, deh, ibunya Aldo kasih tahu," ucap Alex.

Di kampus, saat ini Hana sedang menyapu agar terlihat bersih dari debu dan kotoran. Dia hanya sendirian di kampusnya. Hingga semuanya terlihat bersih dan mengkilau, Hana pun kini mencoba untuk pulang.

Hana pun melangkahkan kakinya menuju ke gerbang kampusnya. Hingga Hana berada di pinggir jalan untuk mencari kendaraan umum, Hana berdiri. Namun, kebetulan saja Alex yang bersama Lexy melajukan motornya. Alex yang sedang mengendarai motornya sempat berbicara kepada Lexy.

"Eh, bukannya itu Hana, ya... Istrinya Aldo," ucap Alex.

"Ehh, iya. Kita berhenti dulu di depan dia," ucap Lexy.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!