Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.
Generasi ke 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Di Warung Pecel Lele
"Sekejap badai datang
Mengoyak kedamaian
Segala musnah
Lalu gerimis, langit pun menangis
Kekasih, andai saja kau mengerti
Harusnya kita mampu lewati itu semua
Dan bukan menyerah untuk berpisah..."
"Yah Mas ... Makin deras deh hujannya," kekeh Daisy sembari mengambil ponselnya untuk menghubungi rumah. Tak lama suara Mbak Pum terdengar.
"Njih Bu Daisy?" sapa Pum.
"Kenzie aman?" tanya Daisy memastikan meskipun CCTV ada di rumah tapi dia ingin menguji kejujuran ART dan baby sitter nya.
"Mas Kenzie aman Bu. Itu lagi maem biskuit susu sambil tiduran di atas Winston. Hujan Bu jadi mas Kenzie ngantuk. Tadi sudah habis dua botol susu. Ini sedang di dongengin Mbak Gita."
Daisy melihat dari layar iPadnya dan memang Kenzie tiduran bersandar Winston sementara Gita mendongeng di sebelahnya. Daisy semakin gemas dengan putranya.
"Nanti kalau Kenzie bobok, dipindah saja ke kamar ya. Winston biarin saja tidur disana. Tahu sendiri kan Winston paling sayang sama Kenzie," pesan Daisy.
"Baik Bu Daisy. Ibu pulang jam berapa?" tanya Pum.
"Agak malam sepertinya. Nanti seperti biasa dicek semuanya ya?"
"Baik Bu."
Daisy mematikan panggilannya dan menoleh ke arah dokter Lucky yang sedang konsentrasi menyetir. "Kenzie tiduran diatas Winston."
"Pasti sudah ngantuk sambil melihat hujan kan?" kekeh dokter Lucky.
"Persis macam kamu dulu waktu aku hamil Kenzie. Sukanya bersandar di aku, di atas karpet, ditemani Winston sambil melihat hujan turun." Daisy mengusap pipi dokter Lucky.
"Like father like son. Meskipun casing Kenzie dominan ke kamu, tapi sifatnya aku lah Jeng!" senyum dokter Lucky jumawa.
"Iya deh Mas Lucky. Eh, ngomong-ngomong, Susana itu kebanyakan nonton sinetron ya? Ya masa dengan video gitu kamu akan kemakan umpannya?" ucap Daisy.
"Hampir sih Jeng ...."
Daisy mendelik. "Mas Lucky!"
"Bukan kamu dan Fariz bukan RM. Orang yang menabrak kamu itu menyenggol dada kamu! Apa kamu tidak kerasa?" tanya dokter Lucky.
Daisy melongo. "Aku tidak kerasa mas. Wong aku kerasa di dorong sama bapak-bapak yang keburu-buru itu. Dia itu habis cari darah di lantai tempat ruangan kerja kamu pas dapat kabar istrinya anfal. Jadi dia terburu-buru begitu."
"Istrinya kenapa?"
"Kena demam berdarah. Tahu sendiri kan mas, DB itu berbahaya."
"DBD pada orang dewasa sering ditandai dengan demam tinggi mendadak ( 39-40°C ), sakit kepala berat, nyeri sendi/otot, dan ruam merah. Fase kritis ( hari ke-4 hingga ke-6 ) ditandai demam turun namun risiko syok meningkat, ditandai lemas, nyeri perut, atau perdarahan. Penanganan utama meliputi hidrasi cairan, istirahat, dan pemantauan medis. Dia kenapa? Istrinya maksudnya." Dokter Lucky membelokkan mobilnya ke arah warung pecel lele milik Husein dan Farhan.
"Rupanya sudah sampai pendarahan di hidung. Makanya dia panik, Mas."
"Dimaafkan," jawab dokter Lucky.
"Mas Lucky cemburu?" tanya Daisy.
"Nggak, aku hanya tidak suka ada yang main tabrak kamu tanpa say sorry!" jawab dokter Lucky.
"Dia sudah say sorry, Mas. Justru karena tadi kena pendelik Pak Fariz, jadinya dia say sorry," terang Daisy sabar.
"Ya sudah!"
Daisy cekikikan. "Jangan marah Mas. Nanti boleh tambah nasi dan sambal kok."
"Wajib itu!" ujar dokter Lucky.
***
RS Bhayangkara Jakarta
"Lho Lia? Dokter Lucky kemana?" tanya Suster Euis.
"Sudah pulang. Tadi mau jemput Dok Daisy jadi pulang cepat. Untungnya pas tadi mobilnya keluar pas nggak hujan. Alamat di dalam mobil pasti nyetel Gerimis nya KLa Project," jawab Suster Lia yakin.
Suster Euis tertawa. "Sampai hapal ya Lia."
"Hampir empat tahun bersama dengan Dok Lucky, pasti hapal sama kelakuannya," kekeh Suster Lia. "Memangnya kamu kenapa cari Papanya Kenzie."
"Ini." Suster Euis memberikan sebuah amplop.
"Apa isinya?" tanya Suster Lia.
"Tidak tahu. Titipan dari Mbak Susana." Suster Euis menoleh ke kamarnya Susana. "Sepertinya dia masih penasaran dengan Dok Lucky."
"Aku heran deh! Memangnya nggak bisa apa nggak ganggu Dok Lucky! Udah dikasih wejangan Dok Daisy lho! Masih pakai cara halus sih ...." Suster Lia menggeleng kesal. "Payah!"
***
Warung Pecel Lele Husein dan Farhan
"Ayam goreng, lele goreng, nasi tiga, sayur asam dua, tempe goreng dan dua teh panas?" tanya Farhan.
"Benar," jawab dokter Lucky.
"Dok Lucky kelaparan?" Farhan melirik ke Daisy. "Apa akan habis, Dok?"
"Tenang saja. Aku lapar berat ini. Apalagi hujan begini." Dokter Lucky tersenyum ke Farhan.
"Siyaaapp! Aku buatkan dulu ya." Farhan pun berpamitan untuk pergi ke dapur.
"Si Piktor lama banget sih?" gerutu dokter Lucky.
"Sabar. Kan hujan, Mas."
Tak lama mobil AKP Victor datang dan pria itu turun bersama dengan Iptu Steven. Keduanya sedikit berlari kecil masuk ke dalam warung. Farhan bertanya mau pesan apa dan ternyata dia polisi itu memesan yang sama dengan dokter Lucky dan Daisy.
"Sorry macet!" ucap AKP Victor sambil mengacak rambutnya yang agak basah.
Keduanya pun duduk di depan pasangan Buwono. Dokter Lucky menatap kedua orang itu.
"Kalian dapat kasus mutilasi yang dipegang Jeng Daisy kan?" tanya dokter Lucky.
"Benar," jawab AKP Victor dan Iptu Steven bersamaan.
"Suster Lia punya teori. Bagaimana jika pelaku mutilasi itu, ternyata orang yang aku autopsi lokasi di gang dengan mengorbankan sepatu Prada kesayanganku," ucap dokter Lucky dengan wajah serius.
Ketiga orang disana melongo. "Gimana?" tanya AKP Victor.
"Si pelaku sudah mati. Macam kasus Miyako Hiraoka," jawab dokter Lucky.
"You're kidding?" tanya AKP Victor.
"Siapa tahu kan benar?" balas dokter Lucky.
***
Note
Kasus Miyako Hiraoka adalah salah satu kasus pembunuhan misterius yang cukup menggemparkan Jepang pada tahun 2009. Berikut adalah poin-poin penting terkait kasus tersebut:
Hilang Secara Misterius (2009): Miyako Hiraoka, seorang mahasiswi berusia 19 tahun, menghilang pada 26 Oktober 2009, di Prefektur Hiroshima setelah bekerja paruh waktu di sebuah toko es krim di mal. Terakhir kali ia terlihat mengenakan baju motif garis-garis.
Penemuan Jasad: Setelah menghilang, jasadnya ditemukan sebulan kemudian di dekat puncak Gunung Garyu dalam kondisi tidak utuh, di mana bagian kepalanya ditemukan terlebih dahulu dan dikonfirmasi melalui tes DNA.
Penyelidikan Terhambat: Polisi melakukan penyelidikan awal namun kesulitan karena tidak ada rekaman CCTV yang merekam jejaknya setelah meninggalkan mal, mengindikasikan kejadian terjadi antara mal dan minimarket pertama yang dilewatinya.
Pelaku Terungkap (7 Tahun Kemudian): Kasus ini baru terpecahkan pada tahun 2016. Pelakunya diidentifikasi sebagai Yano Tomiharu, seorang pria berusia 33 tahun.
Bukti di Rumah Pelaku: Polisi menemukan bukti berupa foto-foto jasad korban yang diambil pada hari kejadian di rumah Yano. Mobil pelaku juga terekam di dekat Gunung Garyu pada waktu kejadian.
Pelaku Sudah Meninggal: Pelaku, Yano Tomiharu, diketahui sudah meninggal dunia dua hari setelah pembunuhan Miyako, sehingga kasus ini tidak bisa dilanjutkan ke persidangan pidana.
Sumber Google
***
Yuhuuuu up malam yaaaaa gaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kasihan banget flint, padahal dia nggak tau apa-apa
ayahnya itu ampun deh...
ibunya juga kurang aware😓😓😓
lgian,spa jg yg bkln sbar kl ktmu orng ga wrs ky gt....bgus bgt idenya dok gabut yg mau bkin dia gatal2,biar kapok....
yang dikhawatirkan sama kan.... pispot🤣🤣🤣🤣