NovelToon NovelToon
Dijadikan Taruhan

Dijadikan Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.

Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.

Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.

Rahasia apa yang tersembunyi?

Apa yang akan terjadi kepada Rani?

Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?

Ikuti kelanjutan ceritanya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Tak terasa dua tahun berlalu. Keluarga Rani yang masih berada di kota Jade terus mencari keberadaannya. Mereka sama sekali tidak ada pikiran untuk mencari Rani di kota Agate. Sedangkan Rani tinggal di rumah Kenzo di kota Agate.

Kondisi Rani tidak begitu sehat. Setelah mendapatkan benturan keras saat terjadinya kebakaran, Rani sering sakit kepala, kesulitan bernapas bahkan linglung.

Rani terus mendapatkan perawatan dan pengawasan dari Dokter Elfian. Rani tidak melanjutkan sekolahnya karena kondisi fisik dan mentalnya yang masih belum sehat.

Dokter Elfian pernah menguji ingatan Rani. Rani diantar Dokter Elfian ke minimarket terdekat. Rani bebas mau beli apa saja yang dia inginkan. Dokter Elfian kemudian meninggalkan Rani sendiri di minimarket.

Setelah cukup banyak jajan, Rani memutuskan pulang ke rumah. Tapi apa yang terjadi? Rani lupa jalan pulang. Padahal setiap hari, Kenzo mengajak Rani jalan-jalan sekitar komplek perumahan.

Rani juga lupa nama jalan dan nomor rumah Kenzo. Rani terus berjalan. Rani meneteskan air mata kebingungan. Takut tersesat, Rani menghentikan langkahnya. Rani kembali ke minimarket dan duduk di depannya.

Rani berharap, Dokter Elfian atau Kenzo segera mencarinya. Setelah satu jam menunggu, Dokter Elfian menjemput Rani ke minimarket.

"Rani, apa kamu sama sekali tidak ingat jalan pulang?" tanya Dokter Elfian.

"Maaf, Dok," Isak Rani.

"Apa Kenzo sering ngajak kamu jalan?"

"Iya," jawab Rani.

Dokter membukakan pintu mobil untuk Rani. Dokter kemudian menuju rumah Kenzo. Setelah sampai rumah, Dokter kembali lagi ke minimarket melewati jalan yang sama. Begitu terus berulang-ulang sampai beberapa kali putaran.

"Rani, apa tadi kamu memperhatikan jalan?"

Rani mengangguk. Dokter meminta Rani menunjukkan jalan arah pulang. Setelah beberapa kali, Rani bisa mengingatnya.

"Untuk hari ini cukup. Kamu istirahat di rumah."

Dokter Elfian pamit kembali ke rumah sakit. Dokter Elfian sebagai seorang dokter berkewajiban untuk menyembuhkan pasiennya. Tapi untuk Rani, Dokter Elfian hanya mengawasi apakah Rani sudah mendapatkan kembali ingatannya.

Dokter Elfian ditugaskan Kenzo untuk mengorek informasi dari Rani. Apa yang Rani lihat dulu saat berada di kafe. Dokter Elfian adalah Dokter yang sering mencek kesehatan keluarga Kenzo. Dokter Elfian sangat mengenal Kenzo.

Kenzo atau Arlo, anak laki-laki yang sangat disayang papanya. Arlo dimanjakan dengan uang. Arlo diberikan kebebasan. Saking bebasnya pergaulan, Arlo suka mengkonsumsi obat terlarang.

Arlo kebal hukum. Berkali-kali Arlo ditangkap karena ketahuan mengedarkan obat terlarang. Dan terakhir kali, Arlo dijebak oleh Wira. Arlo juga mengalami kecelakaan karena Wira. Arlo harus operasi wajah.

Entah apa yang dilakukan Wira, yang pasti papa Arlo sangat marah dan mengasingkan Arlo ke kota Jade. Arlo harus mengubah identitas diri dan mengganti namanya menjadi Kenzo. Kenzo juga harus mengulang sekolah.

Dokter Elfian yang selama ini menjaga Kenzo. Sedikit banyaknya Dokter Elfian tahu rahasia Kenzo. Dokter Elfian juga penasaran, rahasia apa yang disembunyikan Kenzo sampai Rani disembunyikan di rumahnya.

Rani selalu bermimpi Arlo. Di dalam mimpinya, Arlo selalu mengacungkan pistol ke arahnya. Dokter Elfian berusaha mencari tahu apa yang dilihat Rani saat itu di kafe.

"Rani, apakah Kenzo berniat jahat padamu? Jika benar, saya akan melindungimu," ucap Dokter Elfian.

...----------------...

Hari ini, Kenzo membawa Rani jalan-jalan ke mall. Kenzo mengajak Rani nonton film bergenre kisah percintaan remaja. Dari awal film diputar, Kenzo memejamkan mata. Hanya Rani yang menonton film sedangkan Kenzo tertidur pulas.

Film itu menceritakan tentang pertemuan tokoh utama pria dan wanita di arena balapan motor. Kebetulan pemeran utama wanitanya bernama Rani dan prianya bernama Bima.

Rani sangat menyukai karakter Bima di film itu. Bima sangat lihai meliuk-liukkan motornya di arena. Bima melihat Rani sedang dikejar seseorang dengan motor di arena balapan.

Adegan yang dipenuhi dengan aksi perkelahian dan tembakan membuat film itu seru. Adegan itu sangat familiar di ingatan Rani. Sekilas, Rani melihat di ingatannya. Rani bersama seseorang dikejar seseorang yang memakai motor sport.

Rani memegangi kepalanya. Rani memejamkan mata berusaha melihat lebih dalam. Lagi-lagi Rani melihat Arlo dengan pistolnya. Rani dengan cepat membuka matanya.

Jantung Rani berdetak sangat cepat. Keringat mulai membasahi wajahnya. Rani meneguk air mineral yang ada di depannya. Rani masih mengingat suara Arlo yang mengancamnya.

Rani memandangi Kenzo yang masih tertidur. Suara Arlo sangat mirip dengan Kenzo. Rani mulai ketakutan.

"Jangan-jangan, dia adalah Arlo. Suara mereka sama persis. Dia pasti ingin membunuhku."

Rani perlahan bangkit dari tempat duduknya. Rani keluar dari bioskop. Rani mempercepat langkahnya. Rani menuruni eskalator. Rani mulai kebingungan mencari pintu keluar mall.

Setelah cukup lama mutar-mutar mall, Rani mulai lelah. Rani menghampiri petugas keamanan yang ada di mall. Rani meminta bantuannya untuk keluar dari mall.

Petugas keamanan dan Rani masuk ke dalam lift. Rani diantarkan sampai lantai dasar mall. Rani sangat berterima kasih atas kebaikan petugas keamanan.

Rani berjalan meninggalkan mall. Rani tidak punya tujuan. Rani terus melangkahkan kaki jauh semakin jauh dari area mall.

Rani sedikit familiar dengan jalan yang kali ini dia lalui. Rani melewati sekolah dasar. Terlintas di benaknya masa-masa dia bersekolah. Rani dulu selalu diantar papa dan dijemput mamanya ke sekolah.

"Apakah ini sekolahku?" Rani berdiri di depan pintu gerbang SDN 1 Agate.

Rani kemudian melanjutkan perjalanannya. Dan lagi-lagi jalan itu sangat familiar diingatan Rani. Rani ingat di jalan itu dia selalu menghabiskan waktu bermain dengan teman-temannya.

"Apakah ingatanku kembali? Kalo tidak salah, di sini rumah Widi," tunjuk Rani.

Rani berdiri di depan rumah berwarna hijau yang penuh dengan bunga-bunga. Rani masih ingat, mamanya Widi suka sekali bercocok tanam di depan rumahnya. Bunga-bunga tumbuh indah di dalam pot gantung di depan rumahnya.

"Rumahnya masih sama," Rani masih berdiri di sana.

Pintu rumah itu terbuka. Rani mendengar ada suara di dalam rumah itu. Rani ingin sekali bertemu dengan Widi ataupun mamanya. Rani masuk ke dalam pekarangan rumah.

Ada yang menyadari kedatangan Rani. Terdengar langkah kaki keluar pintu untuk melihat siapa yang datang. Gadis seumuran Rani memperhatikan Rani yang tersenyum menatapnya.

Gadis itu berteriak histeris sambil menyebut nama Rani. Mendengar teriakannya, mamanya dan beberapa orang yang ada di dalam rumah secara spontan keluar rumah.

"Rani! Apa kamu Rani?" Mama Widi berlari menghampiri Rani.

"Assalamualaikum, Tante," Rani mencium punggung tangan mama Widi.

Mama Widi meneteskan air mata. Beliau memegangi wajah Rani memastikan bahwa itu benar-benar Rani. Beliau memeluk Rani sambil menangis.

"Rani, Rani, kamu masih hidup, Nak."

Widi pun berlari dan juga memeluk Rani. Sama seperti mamanya, Widi menangis tersedu. Mereka akhirnya bisa bertemu lagi dengan Rani.

Mama Widi melepaskan pelukannya. Mama Widi hari ini kedatangan tamu dan kebetulan tamu itu mencari Rani. Mama Widi dan Widi mengajak Rani untuk masuk ke rumah.

Ternyata orang yang menunggu Rani, adalah orang yang selama ini ingin sekali dihindarinya.

"Halo, Rani," sapanya.

"Kak ... Kak Wira!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Na!
😭
Fang
lanjut 💪
Fang
tinggal demi Rani 🤭, kasihan papanya 🤣
Fang
😱
Mauk
kembaran Wira 😱
Al!f
Siapa
Rose
Salfok sama covernya. 😍
Wings
Covernya cihuy badai
Al!f
Ada yg beda, covernya 👍👍👍👍👍
Queen
Gila, covernya mantap. Kereeeeeen 👏👏👏👏
Kimberly
makin cakep aja covernya Thor. suka ❤❤❤❤❤
Andi
Covernya mantap 💪
Bho Tak
Aku suka covernya ❤
Ais
wawwwww covernya keren 😍😍😍😍
Mauk
😱😱😱😱
Mauk
Terserah author aja dah 🤣
Mauk
Ihhhh
Mauk
Kenzo ternyata
Mauk
kok bisa 😱
Mauk
Yah ko it 😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!