NovelToon NovelToon
Sial! Aku Bereinkarnasi Jadi Penjinak Cacing Terlemah

Sial! Aku Bereinkarnasi Jadi Penjinak Cacing Terlemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati karena kelelahan melayani 10 istri cantik? Itu adalah akhir paling konyol dalam hidup Arka. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Ia terlahir kembali sebagai Reno, seorang pemuda miskin di desa terpencil dunia Beast Tamer.
Di dunia di mana kekuatan ditentukan oleh hewan kontrak, Reno justru menjadi bahan tertawaan karena hanya mampu menjinakkan seekor cacing tanah kecil yang lemas. Semua orang menghinanya, menganggap masa depannya telah berakhir sebagai petani rendahan.
Tapi mereka tidak tahu... cacing itu bukanlah cacing biasa. Di dalam tubuh kecil itu, bersemayam jiwa Nidhogg, Naga Kuno legendaris yang pernah memusnahkan sebuah negara dalam satu malam!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konspirasi Dibalik Jarum Perak

Episode 33

Salju di luar jendela ruang perawatan kini turun lebih lebat, menumpuk di bingkai jendela kayu dan menciptakan pemandangan putih yang sunyi. Di dalam ruangan, hanya terdengar suara gemeretak kayu bakar di dalam perapian dan napas teratur Reno yang sedang mencoba memulihkan diri. Aroma ramuan Cendana Salju yang diseduh Lani memenuhi ruangan, memberikan sedikit ketenangan bagi saraf Reno yang tegang.

Reno bersandar pada bantal, menatap langit-langit dengan tatapan kosong. Di tangan kanannya, ia memegang selembar kain sutra kecil yang membungkus sebuah jarum perak. Jarum itu tampak biasa, namun di bawah cahaya remang lampu minyak, terlihat sebuah ukiran sangat halus berbentuk bulan sabit yang tertutup awan simbol dari faksi rahasia di dalam organisasi Gerhana Hitam.

"Reno, kau hampir saja kehilangan nyawamu demi benda kecil itu," bisik Nidhogg. Suaranya terdengar jauh lebih dalam dan bergema, tanda bahwa ia sedang dalam proses asimilasi energi api hitam yang ia serap dari Dante. "Racun di ujung jarum itu bukan racun biasa. Itu adalah 'Layu Jiwa'. Jika ia mengenaimu, seluruh energi mentalmu akan membeku selamanya."

"Aku tahu," jawab Reno dalam hati. "Seseorang di tribun VIP sangat ingin Dante tutup mulut. Mereka takut Dante akan membocorkan siapa yang memberinya ramuan Darah Iblis dan teknik api neraka itu."

Reno teringat ekspresi Tuan Malaka saat jarum itu dilepaskan. Pria gendut itu terlihat panik, tapi ada seorang pria lain di sampingnya seorang menteri berpakaian ungu yang tetap tenang sepanjang kejadian. Reno mencatat wajah itu di dalam memorinya. Di dunianya yang dulu, orang-orang yang paling tenang saat terjadi kekacauan biasanya adalah otak di balik kekacauan tersebut.

"Reno, kau harus minum ini."

Lani mendekat dengan sebuah mangkuk keramik kecil berisi cairan berwarna hijau lumut. Wajahnya tampak lelah, lingkaran hitam terlihat di bawah matanya. Sejak Reno dibawa kembali ke ruang perawatan, Lani tidak pernah meninggalkan sisinya.

Reno menatap Lani, lalu melihat tangannya yang gemetar saat memegang mangkuk. Ingatan tentang sepuluh istrinya yang selalu menuntut perhatian di kehidupan lampau mendadak melintas. Dulu, ia merasa tercekik oleh perhatian yang berlebihan. Namun, melihat Lani, Reno merasakan sesuatu yang berbeda. Ini bukan tuntutan, ini adalah ketulusan.

"Lani, istirahatlah," ucap Reno pelan, mengambil mangkuk itu dari tangannya. "Kau sudah menjagaku selama dua belas jam. Kau juga harus bersiap untuk babak 16 besarmu besok."

Lani menggeleng pelan, ia duduk di pinggir tempat tidur. "Aku sudah kalah, Reno. Lawanku adalah seorang penjinak tingkat perunggu puncak dari kelas B. Aku tidak sekuat kau. Tapi itu tidak apa-apa, setidaknya aku masih bisa berada di sini untuk memastikan kau tetap hidup."

Reno terdiam. Kekalahan Lani seharusnya membuatnya sedih, tapi gadis itu justru lebih mengkhawatirkan nyawa Reno.

"Maafkan aku, Lani. Seharusnya aku melatihmu lebih keras," ucap Reno tulus.

"Jangan minta maaf. Kau sudah melakukan banyak hal untuk kami," sela Dito yang tiba-tiba masuk membawa beberapa buku catatan. "Reno, kau tidak akan percaya ini. Seluruh akademi sekarang sedang dalam penyelidikan. Instruktur Raka baru saja mengumumkan bahwa semua barang milik Dante disita, termasuk gagaknya yang pingsan."

Dito meletakkan buku-buku itu di meja. "Tapi ada rumor... kabarnya Dante 'menghilang' dari ruang tahanan medis tadi malam."

Reno menyipitkan mata. "Menghilang? Bagaimana mungkin? Tempat itu dijaga oleh ksatria emas!"

"Itu dia masalahnya," Dito merendahkan suaranya. "Tidak ada tanda-tanda paksaan. Seolah-olah Dante hanya berjalan keluar begitu saja melewati para penjaga. Banyak yang menduga ada pengkhianat di dalam tim keamanan kerajaan."

Reno meremas kain pembungkus jarum peraknya. Mereka bergerak lebih cepat dari yang aku duga. Mereka menyelamatkan Dante agar ia bisa dihidupkan kembali atau dibunuh di tempat yang lebih aman.

Malam semakin larut saat Instruktur Raka masuk ke ruangan. Ia tidak menggunakan jubah peraknya kali ini, melainkan pakaian hitam polos yang menyatu dengan bayangan. Wajahnya terlihat sangat letih, matanya merah karena kurang tidur.

"Reno, berikan benda itu padaku," ucap Raka tanpa basa-basi, matanya tertuju pada kain sutra di tangan Reno.

Reno tidak langsung memberikannya. "Anda tahu tentang jarum ini, Instruktur?"

Raka menarik kursi dan duduk di depan Reno. Ia mengeluarkan sebuah pipa rokok kayu, namun tidak menyalakannya. "Jarum Perak Gerhana. Itu adalah alat eksekusi milik faksi Bayangan Tersembunyi. Mereka adalah unit pembunuh elit di bawah naungan Gerhana Hitam. Jika jarum itu muncul, berarti targetnya dianggap sebagai ancaman nasional."

"Dante dianggap ancaman?" tanya Reno.

"Bukan Dante. Kau, Reno. Kau adalah target sebenarnya," jawab Raka dingin. "Mereka mencoba membunuh Dante karena Dante gagal membunuhmu. Mereka ingin memastikan tidak ada bukti yang mengarah pada pemasok ramuan terlarang itu."

Reno menyerahkan jarum itu pada Raka. "Lalu apa yang akan akademi lakukan? Dante sudah hilang, dan saya hampir tewas di arena yang Anda awasi."

Raka menatap jarum itu dengan tatapan benci. "Akademi tidak bisa melakukan banyak hal jika dewan kota termasuk Malaka terus menekan agar turnamen dilanjutkan. Tapi pangeran... Pangeran Zenon sedang marah besar. Ia telah memerintahkan ksatria pribadinya untuk mengambil alih keamanan babak 8 besar besok."

Raka menoleh ke arah jendela yang bersalju. "Reno, babak 8 besar tidak akan dilakukan di stadion. Mengingat ancaman keamanan, Master Gandos dan Zenon sepakat untuk memindahkan arena ke Lembah Kabut Abadi di luar kota. Itu adalah area terbuka yang dilindungi oleh dinding alami. Di sana, tidak akan ada penonton sipil. Hanya ada instruktur, jabat kerajaan, dan para peserta."

"Lembah Kabut?" Nidhogg tiba-tiba terbangun di bahu Reno. "Itu adalah tempat di mana energi alam sangat kacau. Banyak fragmen jiwa binatang kuno yang terjebak di sana. Reno, ini adalah kesempatan!"

Reno mengabaikan Nidhogg sejenak. "Pindah lokasi? Bukankah itu justru memudahkan Gerhana Hitam untuk menyergap kami tanpa saksi?"

"Secara teori, iya," jawab Raka. "Tapi itu juga satu-satunya tempat di mana Zenon bisa melepaskan kekuatannya tanpa menghancurkan kota jika terjadi serangan besar. Reno, besok bukan lagi soal turnamen. Besok adalah umpan. Zenon menggunakan kalian sebagai umpan untuk memancing keluar semua anggota Gerhana Hitam yang bersembunyi di akademi."

Reno tersenyum pahit. Sebagai mantan CEO, ia sering menggunakan skenario Honey Pot untuk menjebak karyawan yang melakukan penggelapan dana. Dan sekarang, ia sendiri yang menjadi madunya.

"Jadi, saya adalah umpan," ucap Reno datar.

"Kita semua adalah umpan," balas Raka. "Minum ramuan pemulih mu dan tidurlah. Nidhogg... dia butuh energi lebih. Besok, kau mungkin harus memanggil bentuk aslinya jika ingin selamat."

Setelah Raka pergi, Reno terdiam cukup lama. Ia melihat tangannya yang kini memiliki beberapa garis hitam permanen akibat sinkronisasi dengan Nidhogg. Ia merasa bukan lagi manusia seutuhnya, tapi juga bukan monster. Ia berada di ambang batas keduanya.

"Reno, di Lembah Kabut nanti... aku merasakannya... fragmen jiwaku yang kedua ada di sana," bisik Nidhogg dengan nada yang penuh nafsu. "Jika kita bisa mengambilnya di tengah kekacauan besok, aku akan bisa berevolusi ke tahap Naga Tanah Sejati. Kita tidak akan lagi takut pada jarum perak atau instruktur mana pun!"

Reno mengepalkan tangannya. "Fragmen kedua... baiklah. Jika pangeran ingin menggunakan aku sebagai umpan, maka aku akan menggunakan turnamen ini sebagai tempat untuk memanen kekuatanku sendiri."

Reno membaringkan tubuhnya, mencoba memejamkan mata. Di luar, salju terus turun, menutupi rahasia-rahasia gelap yang akan segera meledak di Lembah Kabut Abadi.

Ia teringat desah napas terakhir Vance, tatapan gila Dante, dan senyum dingin Zenon. Kehidupan lamanya yang melelahkan karena sepuluh istri terasa seperti mimpi yang sangat jauh sekarang. Tantangan di depan matanya jauh lebih mematikan, namun entah kenapa, Reno merasa jauh lebih hidup.

"Mari kita lihat," bisik Reno sebelum akhirnya jatuh tertidur. "Siapa yang akan bertahan saat kabut mulai menelan semuanya."

1
Bambang Hartono
lanjutkan
Jack Strom
Tanggung dah... 😁
Jack Strom
Hmmm... 🤔
Jack Strom
Biasa, lawan berlapis... hehehe 😛
Jack Strom
Hajar!!! 😁
Jack Strom
Wow, alasan Raka sangat logis... Tapi, benarkah? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Aneh... 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Mantap.. 😁
Jack Strom
Waduh, Raka mulai mengancam... 🤔
Jack Strom
Sandiwara satu babak kah dengan Bagas? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Ayo, bertarung... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Ayo, berpetualang... 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Aduh, sumber masalah jadi lolos... 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!