Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20
Fitting baju pengantin
Rama dan intan mematung bersebelahan sambil menatap keluarganya yang sibuk mengobrol dengan para desainer yang berada di hadapannya
"Rama sini nak" panggil bunda melambaikan tangannya, rama pun berjalan mendekat ke arah bundanya itu
"Ajak intan dong" teriak bunda saat menoleh kebelakang nya mendapati rama berjalan seorang diri ke arahnya
Rama pun menghembuskan nafas kencang sambil melihat ke arah intan dan mengganguk kecil memberi isyarat, intan yang paham pun ikut menghampiri bu ajeng
"Kalian mau warna apa?" tanya bunda sambil menatap kedua nya bergantian
"Terserah dia saja" jawab mereka bersamaan sambil menoleh satu sama lain
"Aduh..udah kompak" goda ibu nya intan sambil merangkul bu ajeng dengan akrab
"Iya ya, jadi gak sabar nimang cucu" jawab bu ajeng sambil tersenyum lebar menunjukkan giginya
"Leg" rama dan intan menelan salivanya dengan susah sambil menundukkan kepalanya masing-masing
"Jadi warna apa nyonya?" ucap desainer itu memecah kegugupan "Karena kalau buat, pasti tidak akan keburu waktunya. tapi, saya akan berusaha mencarikan pakaian yang baru dan belum pernah di sewa orang lain"
"Terserah mereka saja" jawab bu ajeng yang masih melebarkan senyumnya
"Warna abu saja ya?" intan menoleh pada rama ia ingin segera menyudahi pertemuan ini, rama mengangguk saja tanpa menoleh ke arah intan
"Terus warna apa lagi?" tanya lagi desainer itu
"Memang harus memilih berapa? bukannya satu?" tanya intan bingung
"Untuk akad pastinya warna putih, selesai akad abu, untuk malam hari?"
"Warna apa?" tanya intan mendengus kesal pada rama yang hanya terdiam menatap ke depan
"Terserah kau saja" jawab rama pendek dan pergi
"Ihhh benar-benar dia ini!!!!" maki intan dalam hatinya
"Warna apa saja deh yang cocok" jawab intan menggaruk kepalanya
"Baiklah, ayo ikut saya sama calon suami nya ya" kata desainer itu berjalan ke arah pintu besar
Intan menatap sekelilingnya, ia baru sadar kini tidak ada orang kecuali rama yang sedang memainkan handphone
"Pada kemana?" tanya intan setengah berteriak menatap rama yang sedang asik
Rama hanya menunjuk satu pintu disampingnya, dengan maksud bahwa semua orang masuk ke dalam sana sedang mengukur pakaian
"Kamu mau ikut enggak?" teriak intan yang kini sudah membuka pintu bekas desainer tadi masuk
"Ya ya ya" jawab rama memasukan handphonenya ke saku yang sejak datang sudah intan berikan padanya lagi
Kini mereka berada di ruangan yang luas dengan beberapa pakaian tersusun rapih dan sangat terlihat cantik
"Maaf nyonya muda, saya ukur dulu boleh?" tanya desainer itu sopan, intan hanya mengangguk
"Memang ada yang pas dengan ukuran nya?" tanya rama menatap desainer itu dengan senyum penuh arti
"Nanti kita carikan tuan muda" jawab desainer itu dengan sopan sambil mengukur bagaian lengan intan
"Pasti kalau dia pakai gaun pengantin akan tenggelam" ucap rama sambil tertawa terbahak-bahak
"Apa maksudmu?" tanya intan dengan kesal yang tau maksud arah ucapan rama
"Lihat saja kau bahkan hanya sebahu ku, apa jadinya kalau pakai baju pengantin yang ada disana pasti kau akan terlihat seperti nenek sihir" jawab rama masih dengan gelak tawanya yang kini menempelkan tubuhnya ke lengan intan
Intan menatap tajam sambil berusaha menghajar lelaki yang ada di sampingnya namun rama segera menghindar
"Mohon maaf tuan, sekarang giliran tuan" ucap desainer itu
Rama pun menuruti nya saja , kini mereka berdua di ajak ke arah belakang terdapat gaun dan jas abu yang sangat indah
"Bagaimana apa tuan dan nyonya muda suka?"
"Bagus" jawab intan takjub
"Baiklah, ini untuk akadnya apa kah suka juga?"
"Suka, kita semua suka jadi atur saja" jawab rama sambil berjalan keluar
"Iya benar" jawab intan mengiyakan dan ikut keluar
Terlihat keluarga nya sudah ada diluar juga "ayo yah" ucap pak gilang memegangi kunci mobil
Rama pun mengikutinya "Kamu mau kemana?" tanya pak dahlan menoleh ke belakang
"Kantor" jawab rama
"Ajak mereka makan" seru pak dahlan yang mendapat anggukan oleh rama
"Intan kemari...cepat" protes rama saat intan berjalan pelan ke arahnya
"Ajak keluarga mu masuk mobil ku, kita makan"
"Tidak usah tidak usah lebih baik aku berkerja" tolak intan cepat
"Intan pergilah" suruh bu ajeng yang melewatinya sambil mengelus punggung nya "I..ia bu" jawab intan penuh keterpaksaan
Kini mereka sudah menjauh dari tempat itu dan rama mengendarai mobil ke sebuah restoran mewah
"Wah bagus banget bu" ucap ambar senang sambil tersenyum melihat restoran mewah itu
"Ayo masuk" ajak rama yang berjalan terlebih dahulu
Kini mereka duduk dan mulai memakan makanan yang dipesan rama
"Enak bu?" tanya rama sopan membuat intan mengerutkan keningnya "carmuk" gerutu intan sambil memalingkan wajahnya
"Enak nak rama" jawab ibu senang
"Iya enak sekali, ini boleh minta di bungkus enggak yah?" tanya bapak yang dijawab anggukan oleh rama "nanti saya pesankan ya pak"
"Pintar sekali dia cari muka" ucap pelan intan sambil tersenyum ketus
Kantor wmt.grup
Pak gilang masuk dengan cepat sambil menatap datar para pegawai nya
"Wah tampan sekali" ucap fifi memuji bosnya itu
"Seperti ku ya?" jawab ragil sambil berpose layaknya model dan menunjukkan gigi gingsul nya itu
"Kalau kamu, aku kasih nilai sepuluh" ucap fifi memberikan sepuluh jarinya
"Wah tampan sekali ya aku?" tanya ragil sambil tersenyum lebar
"Iya, kalau kamu sepuluh aku kasih seratus buat pak gilang. jadi, begitu kiranya perbandingan nya" jawab fifi sambil tertawa terbahak-bahak
"Ish sama saja kau menjatuhkan ku!!!" gerutu ragil sambil mendorong bahu fifi
"Aku kan hanya memberi nilai saja" jawab fifi
Dari tadi mereka sebenarnya menunggu intan, namun karena intan tak kunjung datang jadi mereka kini malah lupa kalau sahabatnya benar-benar tak masuk kantor
"Permisi" sekertaris pak dahlan dengan cantiknya datang membuka pintu kaca ruangan TU
Semuanya berdiri menatap sekertaris itu yang seperti nya hendak memberikan informasi
"Mohon maaf mengganggu waktunya, saya selaku perwakilan keluarga pak dahlan adwimarta ingin mengundang kalian semua ke acara pernikahan intan putri dengan rama adwimarta. dengan segala rasa hormat saya harap semua hadir untuk memberikan ucapan selamat pada keluarga pimpinan perusahaan yang kita cintai ini. acara pernikahan akan dilaksanakan hari minggu depan, lima hari lagi. jadi mohon dimaklumi jika intan dan pak rama akan tidak masuk kerja dulu. jika ada masalah atau perlu dibagian surat atau laporan yang menggantikan adalah pak ragil dan gilang"
"Pak ragil bisa ya?" ucap sekertaris itu menatap ragil yang dijawab anggukan oleh ragil
"Ini undangannya sudah ada, nanti kalian baca sendiri ya" ucap sekertaris itu dan membagikannya pada para pegawai
Fifi duduk sambil menatap ragil "Aku masih tak menyangka mereka berdua menikah"
"Benar-benar terjadi, intan kan selalu bilang ingin jadi bagaian dari keluar pak dahlan" ucap ragil
"Ucapan memang doa ya?" ucap fifi
"Makanya kau terus berdoa untuk mendapatkan cinta pak gilang" suruh ragil
"Pastinya" jawab tegas fifi
Ragil hanya tertawa melihat fifi yang penuh dengan tingkat kepedean nya
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.