NovelToon NovelToon
Teman Tapi Posesif

Teman Tapi Posesif

Status: tamat
Genre:Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mima

Selomitha tau Arsen hanya menganggapnya sebagai sahabat. Ya, pria yang lebih muda tiga bulan darinya itu adalah putra dari Tante Sarah dan Om Demian, sahabat orangtuanya, Grasian dan Desty (Novel "Mendadak Menikah").

Entah sejak kapan datangnya getaran di hati Mitha untuk pria itu. Mungkin karena sifat protektif dan posesif Arsen padanya, karena sejak kecil Arsen memang seakan sengaja ditugaskan oleh orangtua mereka untuk menjaga Mitha.

Yang pasti pada satu titik waktu, persahabatan mereka tak lagi sama. Mitha memutuskan melanjutkan program Magister-nya ke luar negeri demi melupakan perasaan terlarang yang sudah tumbuh bersemi untuk Arsen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curhat ke Mama.

Mitha meminta Varel mengantarnya ke perusahaan Grasian, papanya. Dia ingin bertemu Desty dan menceritakan semuanya. Selain itu, dia tahu Arsen pasti sedang mengejar mereka dan mungkin dia sudah di rumah Mitha sekarang.

"Lo mau gua tunggu?" tanya Varel saat memasuki area perusahaan. Maksudnya supaya dia bisa mencari tempat untuk parkir.

"Nggak usah, Rel. Gue pulang ikut Bokap aja nanti. Makasih ya... gue berutang banyak sama lo..."

"It's oke. Lo kalau mau cerita, atau butuh apa-apa, call gue aja. 24 jam."

"Iya. Hati-hati ya..."

Varel mengangguk sambil tersenyum, lalu membawa mobilnya pergi meninggalkan Mitha.

Saat gadis itu masuk ke dalam kantor, semua mata memandang padanya. Sebagian sudah mengenalnya sebagai anak direktur namun sebagian lagi belum. Mereka cukup terpana dengan kecantikan Selomitha, namun juga keheranan dengan wajah sembab dan mata yang membengkak itu.

TING!! Mitha sampai di lantai ruangan mama papanya.

"Siang Nona Mitha, mau ketemu Pak Grasian ya?" pengawal yang bertugas di dekat ruangan papanya menyapa. Mitha mengangguk.

"Silahkan masuk, Non..." pria itu membuka pintu ruangan papanya begitu saja. Grasian dan Desty yang sedang ada tamu sedikit terkejut dengan kehadiran putri mereka. Apalagi dengan kondisi wajah yang mengenaskan.

"Mitha... kamu? Ehm, maaf Pak, silahkan dilanjut sama suami saya dulu ya... permisi."

Desty membawa Mitha keluar dari ruang kerja Grasian, lalu masuk ke ruangannya saat masih jadi sekretaris dulu. Sekarang mereka mengubahnya menjadi kamar untuk beristirahat.

"Duduk sayang..." Desty mengarahkan Mitha duduk di sofa.

"Kamu kenapa?"

Baru saja ditanya begitu, Selomitha sudah memeluk Desty. Tangisnya pecah lagi seperti saat di dalam mobil. Desty keheranan. Mengapa sampai nangis se-histeris ini? Ada masalah apa? Dia penasaran.

"Oke, nangis dulu aja nggak apa-apa," ujar Desty sambil mengusap-usap punggung dan rambut putrinya. Mitha jarang sekali datang kepadanya hanya untuk menangis. Sepertinya kali ini masalahnya sangat berat.

"Maa, Mitha mau pergi ke Paris aja... kalau bisa secepatnya..."

"Ada apa sayang? Ada masalah?"

"Dia juga berbohong, Ma... dari semua orang di muka bumi ini, dia satu-satunya orang yang Mitha harap nggak akan pernah membohongi Mitha. Tapi dia justru melakukan kebohongan yang sangat besar... hiksss."

"Arsen bohongin kamu apa, Sayang?" tanpa ditanya pun Desty sudah tahu siapa yang dimaksud anak gadisnya itu. Memangnya ada berapa banyak orang yang cukup dekat dengannya yang dia harap tidak akan pernah membohonginya sama sekali?

Mitha pun menceritakan semuanya pada mamanya. Mulai dari awal dia merasa yakin bahwa dia sudah menyukai sahabatnya itu, kehangatan dan perhatian yang selalu diberikan Arsen padanya, ciuman mereka, kedekatan mereka akhir-akhir ini. Dia pun menceritakan kecurigaannya tentang Prita, yang selalu disanggah pria itu. Isi chat Arsen pada Prita. Hingga hari ini dia mendapat fakta yang menyakitkan, langsung di depan matanya. Arsen jelas-jelas memanggil Prita dengan sebutan sayang, sama seperti kepadanya dan juga fakta kalau Arsen dan Prita akan kuliah bersama di Stanford.

Yang membuat Selomitha semakin sakit hati dan kecewa adalah, saat dia berpura-pura meminta dijemput oleh Arsen, pria itu jelas-jelas membohonginya dengan mengatakan masih sedang praktikum. Itu sudah sangat fatal.

Desty terdiam mendengar cerita putrinya. Jadi benar, kedua anak muda ini sedang merajut jalinan kasih. Tapi Arsen tidak jujur tentang hubungannya bersama wanita lain.

"Kamu udah ngobrol sama Arsen?"

Mitha menggeleng, "Mitha langsung ke sini diantar sama Varel. Kayaknya dia ke rumah deh..."

Desty menarik napas sambil mengusap-usap punggung Mitha. "Sekarang kamu feel -nya ke Arsen gimana? Ilfeel, benci, atau gimana?"

"Nggak tau, Ma... sekarang yang ada hanya kecewa. Mitha juga nggak tau harus gimana setelah ini. Kayaknya nggak akan siap kalau dia ajak bicara..."

"Ya sudah, nggak usah ketemuan dulu. Nanti kalau Arsen datang, mama sama papa akan kasih pengertian ke dia. Oke?"

Mitha mengangguk-angguk.

"Jadi, soal ke Paris, beneran mau pergi atau cuma emosi sesaat kamu aja? Jangan sampai menyesal loh, Mit. Kalau kamu pergi, trus Arsen juga akan ke California, kalian pasti akan semakin sulit bertemu. Mama saranin buat keputusan kalau kepala kamu udah dingin aja. Oke?"

Mitha memikirkan ucapan mamanya ada benarnya juga. Tapi apa dia masih mau bertemu dengan Arsen? Sepertinya dia ragu akan hal itu.

"Iya, Ma... Setelah lomba Mitha kasih tau mama keputusannya..."

"Baiklah sayang. Lomba kamu kapan?"

"Lusa, Ma... biar Mitha mikir dulu selama dua hari ini..."

"Good girl. Yang sabar ya sayang... kalau Arsen berjodoh dengan kamu, kalian pasti akan bersatu, entah pun itu bertahun-tahun ke depan. Yang penting kalian kejar mimpi kalian masing-masing dulu."

"Iya, Ma. Makasih udah mau dengerin curhatan Mitha, Ma..."

"Udah kewajiban Mama, Nak. Jadi sekarang kamu mau di sini dulu nunggu Mama Papa pulang?"

"Iya, sekalian mau tidur dulu, mau nenangin pikiran. Nggak apa-apa ya Ma?"

"Istirahatlah. Nanti Mama bangunkan."

Sekembalinya Desty ke ruangan kerja suaminya, Mitha merebahkan dirinya. Sangat ingin bisa tidur sejenak, lalu ketika ia bangun, situasinya kembali normal, seperti sebelum dia tahu semuanya.

"Ah, kenapa masih sakit..." Mitha memegangi dadanya yang masih bergejolak. Sekuat tenaga dia mencoba melupakan masalahnya supaya bisa tertidur.

*****

Sementara di kediaman Mitha...

Arsen sudah menunggu di sana selama dua jam. Dia bahkan sampai tertidur di mobilnya sanking dia kelelahan. Lelah batin dan pikiran.

Sudah puluhan pesan dan panggilannya tidak membuahkan hasil. Mitha sepertinya benar-benar tidak sudi melihatnya lagi.

Arsen mengutuk dirinya sendiri. Dia terlalu lama membuat keputusan atas hubungannya dan Prita. Bodohnya lagi, sebelum urusannya kelar dengan gadis itu, dia sudah berani melangkah lebih jauh dengan Mitha. Kontrol dirinya yang selama ini sudah berhasil membentengi dirinya dari pesona Mitha seperti hilang begitu saja akhir-akhir ini, sampai tanpa disengaja, hubungan mereka berubah menjadi ibarat teman tapi mesra.

Tapi Arsen sungguh-sungguh dengan ungkapan cintanya. Dia tidak mencintai Prita. Dia hanya punya kisah buruk dengan gadis itu, sehingga mau tidak mau dia harus menjadi kekasih paksaannya. Arsen hanya menginginkan Selomitha untuk menjadi pengisi hatinya. Apesnya, entah itu berarti lagi sekarang.

Mitha pasti sudah merasa dibohongi selama ini. Gue nggak akan termaafkan... sesal Arsen dalam hati.

*****

Mitha sudah bangun dan jam di ruangan itu menunjukkan pukul tujuh malam. Sepertinya kedua orang tuanya belum selesai sehingga Desty belum membangunkannya. Namun secarik kertas di samping bantalnya memberitahu keberadaan orangtuanya sekarang.

Sayang, maaf Mama sama Papa harus pergi. Opa kamu masuk rumah sakit, kami pergi tanpa bangunin kamu. Nggak tega. Nanti pulang sama supir nggak apa-apa ya, Nak? Mama sama Papa bakalan pulang malam. Jangan lupa makan, love you. Mama.

Mitha menghela napas. Opa dari papanya masuk rumah sakit lagi. Untungnya suasana hati Mitha sudah membaik, sehingga tidak apa-apa jika dia pulang sendiri tanpa orangtuanya.

Gadis malang itu memandang wajahnya di cermin. Mata sembabnya semakin membengkak karena dibawa tidur. Make-upnya pun sudah luntur tak bersisa. Untung saja dia selalu membawa persediaan face wash dan alat make-up di tas. Jadi dia bisa touch up dulu sebelum pulang.

Ah, yang terpenting adalah rayban hitamnya. Dia harus menutup matanya saat keluar dari kantor ini. Dia tidak ingin disangka orang gila oleh siapa saja yang akan berpapasan dengannya.

*****

Saat sudah sampai di rumahnya, Mitha mendapati Range Rover hitam milik Arsen terparkir di halaman. Dugaannya sangat benar tentang pria itu pasti datang ke rumahnya. Tapi sudah berapa lama dia di sana, Mitha tidak tahu.

Untungnya gadis itu sudah tidur yang cukup sehingga mood-nya sedikit membaik. Sepertinya dia akan bicara dengan Arsen malam ini.

Mitha turun dari mobil. Kacamatanya sengaja tidak dia lepas agar tidak memberi efek iba dari Arsen. Dia mengintip ke dalam mobil dan melihat Arsen tertidur di kursi kemudi. Mitha mencoba membuka pintu dan kebetulan tidak dikunci.

"Sen..." gadis itu menepuk lengan Arsen dengan pelan. Tunggu dulu... mata pria itu juga bengkak seperti habis menangis. Kenapa dia menangis? Bukannya dia yang sudah berbohong?

"Sen... Arsen!!" suara Mitha yang sedikit meninggi akhirnya membangunkan pria itu.

"Mi... Mitha?" suaranya sangat serak. Benar, matanya bengkak sekali. Membuat rasa iba mengguncang perasaan Mitha.

"Lo ngapain di sini...?"

*****

Jangan lupa feedback-nya ya guyss.

Like, comment dan vote-nya ditunggu 😘😘

1
martini
bagus
Andy Mauliana
judul sub babx mending ini Poor Selomitha
Rizka Susanto
mau dunk 1 aja laki modelan bang arsen😁
Rizka Susanto
wkwkwk...,
Casing bawaan ,🤭
Rizka Susanto
smpe skrng aku blm bisa menebak maunya si Abang itu sebenernya apa...,😓
Rizka Susanto
aku kecewa baaanngg....😆
lagian km gtu si sen...sukanya phpin anak orang🤭
Rizka Susanto
nagih ya bang??🤭
lenong
burung apa tuh🤣🤣
Boa Hancock
cius sih cemistry visualnya dapet bgt..
visual selomitha cocok sama karater di novel.
aku ngikutin jg dr sarah demian,, crish amber, chalondra dominic, brandon, selomitha arsen. tngl baca yg arsy.
Boa Hancock
lebih lama dr emak bapaknya.. ini udh dari jebrol 😍
Boa Hancock
ngakak bgr bayanginnya sue 🤣 pdhl aku jg beraku kamu.
tp krn tll mendalami peran mereka kok ikut geli ya
Boa Hancock
ahhh kenapa ga jadiin crist dan amber cameo thor 🤣 kan kangen.
Boa Hancock
bohong itu mithanya 🤣 org kliatan bekas tali bra kata arsen
Boa Hancock
papa chris dan mama amber diundang gaaa 😍
Boa Hancock
wilujeng tepang taun, selomitha
Boa Hancock
seketika ingat math 💃
Boa Hancock
heh 🤣
Boa Hancock
tidaaaaakk 🤣
dl aja nyuruh delia nyurangin.
bener jata mama sarah, arsen emg bege
Boa Hancock
pasti waktu kecil arsen pernah ngelamar mitha?
Boa Hancock
ah manda, mau gmn pun kan itu ga etis dibahas fifepan pcr cewe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!