gak pandai bikin deskripsi, langsung baca aja yah :)
semoga suka, jangan lupa untuk kasih like di setiap chapternya :)
Gavin Nikola Wijaya (17 tahun)
Nayara Samira Abyasa (17 tahun)
ig : a.mtmna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andi mutmainna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
•21•
Naya dan Gavin sudah kembali ke sekolah sejam yang lalu dan sekarang mereka tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Seperti biasa di jam pelajaran kedua Gavin beserta dua sahabatnya bolos berjamaah. Dan tempat bolos andalan mereka adalah atap sekolah, karena guru jaga jarang sekali memeriksa sampai ke atap sekolah.
"Eh kata bu Dewi bentar malem ada acara perayaan kemenangan tim basket sekolah, lo bedua bakal hadir kan?!" tanya Bima memulai pembicaraan.
"Lah kok gue ga tau?" tanya Gavin seraya menyalakan korek apinya dan membakar rokoknya.
"Yaiyalah, orang lo tadi pulang nganterin Naya!" celetuk Dean yang sedang fokus dengan game di handphonenya.
"Oh gituu! yaudah gue pasti dateng, gue kan ketua tim"
"Tapi nih yaa, bentar malem kita harus waspada, kata sepupuku gue yang sekolah di SMA Kartini, sekolah mereka ga nerima kekalahan. So gue curiganya mereka bakal ngelakuin sesuatu sama kita, jadi buat jaga-jaga, kalian berdua jangan lupa bawa alat perang bentar malem" jelas Bima panjang lebar.
"Haalah itu mah pasti, SMA Kartini mah dari sononya suka cari masalah sama kita, apalagi kali ini mereka kalah lomba. Bukan SMA Kartini namanya kalau ga cari masalah sama kita!" ujar Dean seraya mematikan handphonenya kemudian terlihat berpikir sejenak.
"Gue pergi dulu" sahut Dean tiba-tiba berdiri.
"Lah mau kemana *****?!" tanya Bima.
"Perasaan gue nggak enak, gue mau ngatur temen-temen yang lain dulu biar bentar malem siap tempur" jelas Dean dan langsung pergi.
"Hadeh tuh anak yee kalau soal tauran paling serius, kalau belajar di kelas malah molor!" gumam Bima.
"Lo gimana Vin?! Bentar malam siap nggak? Daritadi diem aja"
"Ga tau gue, gue sebenarnya ga mau tauran lagi, ka--"
"Anjirr, lo mau tobat hah? Gara-gara Naya? Tobat lo kecepetan bro! Ayolah ikut aja, lagian Naya ga bakalan tau"
"Ga gitu Bim, gue pengen hidup gue tenang mulai sekarang"
"Lo pengen hidup lo tenang tapi orang lain bakal terus ngerusak ketenangan lo bego! Musnahin dulu tuh semua musuh lo. Emang lo lupa apa sama perbuatan Bara kemarin?!"
"Dia udah gue hajar abiss kemarin" Balas Gavin malas.
"Ya ga cukup lah! Kalau mau ngabisin orang habisin seluruhnya. Jangan lemah ginilah Vin" ujar Bima lalu membuang pandangannya sembarang karena kesal dengan respon Gavin.
"Lo ga inget apa dulu Laras di--"
"Gue udah bilang jangan pernah bahas Laras lagi, biarin dia istirahat dengan tenang disana" potong Gavin mulai ikut kesal.
"Yaudah maap, tapi lo beneran ga ikut nih?!" tanya Bima memastikan lagi.
"Ga, lagian mereka belum tentu nyerang juga kan"
"Hahh serah lo deh Vin" finish Bima kemudian dia menyalakan rokoknya.
Pertengkaran seperti ini sudah sering terjadi antara Gavin dan teman-temannya belakangan ini. Mulai dari Gavin menolak ikut balapan hingga Gavin menolak ikut tauran seperti saat ini. Gavin memang memutuskan menjauh sedikit demi sedikit dari dunia liarnya walaupun tidak sepenuhnya. Semua itu dia lakukan agar Naya tidak ikut terseret dalam masalah-masalahnya.
Karena yang namanya musuh pasti akan selalu mencari titik lemah dari lawannya, dan kelemahan Gavin saat ini adalah Naya, Gavin lebih memilih memperkecil resiko yang bisa mengancam keselamatan Naya sehingga dia harus menghapus ego liarnya.
°°
"Viin kamu kok diam aja daritadi?! Ada masalah yah? Ayo cerita" saat ini Naya dan Gavin sedang berada dalam perjalanan pulang dari sekolah.
"Gavinn.." panggil Naya seraya menggenggam lengan Gavin yang sibuk mengemudi, dia memanggilnya lagi karena Gavin tak kunjung menjawab pertanyaannya.
Gavin menoleh ke Naya dan memasang senyum tipisnya, "Ga ada, cuma lagi capek aja" jawab Gavin seraya mengusap lembut pucuk kepala Naya.
"Oh gitu, yaudah deh"
"Eh aku hampir lupa, bentar malem kata Riana ada acara perayaan kemenangan tim kamu, aku boleh ikut ga?" tanya Naya lagi.
Gavin terlihat berpikir sebentar, sebenarnya dia ingin sekali melarang Naya ikut ke acara itu. Tapi Gavin tidak punya alasan yang pas untuk melarang Naya, dia takut jika istrinya itu malah curiga padanya. Maklum Naya orangnya ga bisa di begoin.
"Boleh.."
"Tapi ingett, ga boleh jauh-jauh dari aku" lanjut Gavin.
"Iyah bodyguard kuuu!!" balas Naya mengejek Gavin yang super protective padanya.
"Suamii anjiirr" sela Gavin tak terima disebut Bodyguard.
"Iyah suamikuu" balas Naya dengan nada lucunya.
"Ih kok jiji yah" tegur Gavin menatap Naya tak biasa.
"Kan kamu yang minta di panggil suami"
"Yaa tapi ga gitu ngucapinnya, terlalu lebay"
"Yaudah ga usah" balas Naya lalu mengalihkan wajah cemberutnya keluar jendela mobil.
"Yah ngambek deh anak ayam gue" celetuk Gavin berusaha memulihkan mood Naya kembali, tapi sayang tak berhasil. Coba lagi mas :)
°°
"Ga usah dandan hei" tegur Gavin ketika keluar dari kamar mandi dan mendapati Naya sedang merias wajahnya di depan cermin.
"Tapi kata Riana harus dandan yang cantik, kan sekolah jarang-jarang buat acara kayak gini" jawab Naya dengan polosnya.
"Ga ada, itu merah-merah di pipi hapus, aku ga suka" perintah Gavin menaikkan nada suaranya.
Raut wajah Naya seketika berubah suram ketika Gavin menyuruhnya menghapus blush on yang daritadi sangat susah dia sama ratakan di kedua pipinya.
"Kenapa? aku kelihatan jelek yah pake ini? Padahal Riana sampe pinjemin aku ini loh" jawab Naya seraya mempoutkan bibirnya.
Gavin menghela nafasnya kemudian beranjak menghampiri Naya, kedua tangannya langsung mencubit pipi Naya gemas.
"Nggak gitu Nay, kamu tuh udah cantik. Jadi kamu ga perlu dandan lagi, aku tetep suka kamu yang natural kok"
"Aku kan dandan bukan untuk kamu"
"Heii"
"Hehe becanda, iyah aku hapus. Lagian aku juga ngerasa ga pede sih pake make up tebal kayak gini"
"Nah itu tau, kalau ga suka jangan di pake sayang"
"Yaudah iyah zeyeenggg"
"Ayo berangkat bentar lagi pembukaan acaranya di mulai nih!" ujar Gavin seraya merapikan jasnya.
"Ayoo"
•••
Masih edisi Crazy up, harus kasih like dan komen yah hehe
Senyum :)