NovelToon NovelToon
Era Berdarah Manusia

Era Berdarah Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TimeTravel / Horor / Supernatural / Contest / Romansa Fantasi
Popularitas:60.2k
Nilai: 5
Nama Author: I Firmo

SETIAP HARI UP UNTUKMU🤩
Kedatangan lelaki-lelaki muda Eropa yang ganteng-ganteng telah menuai pusat perhatian. Disaat yang bersamaan, lelaki-lelaki dan wanita-wanita muda pun ikut menghilang satu demi satu secara misterius.

Holsi dan teman-temannya menyadari hal itu dan tahu rahasia dibalik itu semua. Namun, mereka semua berhasil dibungkam oleh dua tokoh yang menawan namun iblis. Holsi dan teman-teman nya berhasil di usir dan di hina kan banyak orang.

Dua tokoh menawan itu semakin dipuja-puji bak dewa-dewi. Peminatnya dari kalangan remaja yang begitu tergila-gila pada dua tokoh itu.

Lalu, jelas nya seperti apa? Baca Sekarang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Firmo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 21

Erik dibawa oleh Halzet ke kediaman Halzet itu sendiri.

Sesampainya didepan rumah Halzet, Erik hanya bisa tengok kanan-kiri dengan penuh kebingungan. "Kau bawa aku kemana, Halz?"

Namun Halzet tidak menjawab, ia hanya bisa terduduk murung.

Kemudian Erik memperhatikan sekeliling daerah ini. Daerah yang tak pernah ia lihat, daerah yang tak pernah ia jumpai dalam hidup, daerah yang benar-benar asing bagi kehidupan nya.

Lalu Erik memperhatikan sebuah rumah kuno yang menuai pusat perhatian dirinya. "Apakah selama ini kau tinggal disana?"

Namun tetap saja Halzet tidak menjawab, ia hanya bisa terduduk murung seperti ada yang ia pikirkan dalam dirinya.

Kemudian, Erik pun berjalan mengelilingi daerah sekitaran ini. Ia hanya ingin melihat-lihat daerah tempat dimana ia sekarang berada, karena benar-benar daerah ini menuai perhatian penuh pada dirinya.

Indah, antik, kuno, itulah yang Erik dapat ungkapkan terhadap rumah milik Halzet, perkebunan milik Halzet, dan pagar-pagar kayu milik Halzet yang mengelilingi daerah ini. Seakan-akan pagar kayu itu adalah perbatasan dari daerah terpencil ini.

Setelah itu, Erik memasuki perkebunan Apel yang buah nya berwarna hijau semua, tidak ada buah berwarna merah sama sekali.

"Hmm... disini apel nya hijau-hijau. Apakah sudah bisa dimakan?" Kata Erik pada dirinya sendiri.

Ia kemudian memetik buah apel berwarna hijau itu. Lalu setelah buah itu ada di genggaman nya, ia makan.

Rasa yang sangat enak dari buah apel, dapat ia rasakan sampai ke dalam jiwa nya. "Ehm... buahnya nikmat banget. Ini pasti buah-buahan dari masa lalu. Hihihi, aku suka masa lalu."

Kemudian, seruan yang Erik kenal. Menyeru tak jauh dibelakang nya.

"Erik." Seru Holsi dari belakangnya.

Erik yang tersadar dengan seruan yang ia kenal, langsung menoleh. "Holsi?"

Holsi lalu tersenyum lebar. "Maafkan aku..."

Rasa tidak menyangka ada dalam hati Erik, buah apel yang ia pegang jatuh seketika ke tanah. Kemudian Erik langsung berjalan menghampiri Holsi dengan air mata yang bergelimang. "Holsi... benarkah itu dirimu? Atau aku sedang bermimpi?"

Seketika itu, Holsi langsung memeluk erat teman nya itu. "Tidak, ini adalah kenyataan yang pasti. Bahwa aku dengan mu kembali bersama-sama..."

Air mata Erik, seketika itu pecah. "Hiks, aku pikir kau telah tiada, aku pikir kau sudah menjadi bagian dari Makhluk mengerikan itu, aku pikir semuanya sudah berakhir, Holsi..."

Punggung Erik, Holsi usap dengan penuh kelembutan. "Tenanglah teman, kau disini sudah aman."

Erik pun semakin mempererat pelukannya itu kepada Holsi. "Terima kasih Tuhan, engkau masih mempertemukan aku dengan Holsi, di kenyataan."

Kemudian Holsi melepaskan pelukan penuh rasa rindu dari Erik. "Untuk sementara waktu, kau akan tinggal disini bersama aku."

Lalu Erik pun berjalan bersama Holsi. "Tapi bagaimana dengan keluarga kita? Bukannya mereka juga penting untuk diberitahukan hal... eh, kau sudah tahu kan tentang zaman itu?"

Holsi pun tersenyum. "Iya, aku sudah tahu."

Kemudian dari arah gerbang pintu masuk menuju daerah ini, terlihat Eli yang memakai jubah hijau tua, datang sembari menyambut kedatangan Erik. "Hai..."

Erik langsung menoleh ke arah Eli, rasa tidak menyangka pun tak dapat ia bendung. "Eli? Jadi selama ini kau sekelompok dengan Halzet? Sudah kuduga!"

"Iya, begitulah..." Tutur Eli, yang kemudian berjalan menghampiri Holsi dan Erik.

Lalu dari arah pintu rumah, berserulah Tommy pada Erik. "Bahkan aku pun sekelompok dengan mereka berdua."

Kemudian Erik pun semakin dibuat terkejut oleh kejadian di siang hari ini. "Apa? Sungguh? Gila! Halzet, Eli, dan Tommy adalah teman? Aku tidak menyangka. Dan kalian bertiga tinggal di rumah kuno ini? Luar biasa."

Eli yang mendengar perkataan Erik, hanya bisa tertawa kecil. "Hahaha, sudahlah. Mari duduk..."

Setelah berkata begitu, Eli mempersilahkan Erik duduk di sebuah tempat duduk depan gerbang.

Ada sebuah tempat duduk kayu yang membentuk bundaran, dan ditengah-tengah nya ada sebuah meja bundar pula yang menarik. Tempat duduk ini bisa di duduki oleh 10 orang dewasa, dan ini sangat nyaman.

Erik lalu duduk di samping Holsi. "Jadi, siapa kalian sebenarnya? Jujur aku sering dihantui oleh Halzet... bahkan Holsi pun sama."

Tiba-tiba, pembahasan yang dimulai oleh Erik pun terhenti seketika. Ketika sebuah seruan lelaki yang Erik kenal, menyeru dari pintu rumah yang terbuka. "Apakah aku ketinggalan pesta?"

Eli pun langsung menyahut nya. "Nuel... sini, kita baru saja akan memulainya."

Dengan sigap, Erik menoleh ke arah lelaki itu. Dan ia begitu syok dan menjadi penuh haru. "Nuel? Itukah kau? Benarkah kau? Apa aku sekarang sedang bermimpi? Kenapa semuanya terasa membahagiakan? Kenapa!"

Nuel lalu berjalan menghampiri Erik. "Hai Erik, syukur kau selamat dari jebakan Rimo dan kawanan nya."

Kemudian Erik menyambut hangat Nuel, lalu memeluknya Erat. "Nuel... aku kangen banget sama kamu, kamu temen baik aku yang selalu aku pikirkan setiap malam."

Lalu Nuel tersenyum lebar. "Tenang, sekarang kita sudah bersama-sama."

Setelah Erik berkata demikian, ia langsung melepaskan pelukan nya dari Nuel. "Nuel, Agil..."

Nuel kemudian tertunduk sedih. "Semuanya sudah terlambat."

Lalu Erik terduduk sedih, ia menangis dengan sejadi-jadinya. "Hiks, Agil. Hiks, Agil. Hiks, Agil temen kita."

Suasana pun menjadi penuh haru, Eli dan Tommy pun hanya bisa saling menatap penuh prihatin.

Bahkan Holsi pun sejujurnya sangatlah sedih dan terpukul. Melihat Agil yang sudah menjadi bagian dari Makhluk jahat itu. "Sulit memang untuk mengikhlaskan. Tapi kan mau gimana lagi, semuanya sudah terlambat."

Tak henti-hentinya Erik menangis, Erik Benar-benar kehilangan sahabat karibnya yaitu Agil. Yang lebih menyakitkan Erik adalah ia melihat Agil itu sendiri berubah menjadi mahkluk jahat yang sangat jahat. Dan bagi Erik, Agil yang sebenarnya sudah benar-benar tiada dari muka bumi.

Kemudian Eli memandang langit biru yang indah di siang hari ini, ia lalu berkata. "Entah kenapa, dunia seperti gelap, dunia seperti akan runtuh, dunia seperti sudah ada di penghujung era kedamaian."

Lalu Tommy menyeletuk kesal. "Ini semua karena adanya bunga Blad itu!"

"Kita tidak bisa begitu saja menghentikan penyebaran bunga Blad itu." Jelas Halzet kepada kedua temannya itu.

Dan Tommy hanya bisa menunduk pasrah.

Tiba-tiba, secara samar-samar. Erik, Holsi, Halzet, Nuel, Tommy, dan Eli. Mendengar sebuah tawaan kecil yang mengerikan dibalik pepohonan diluar perbatasan daerah ini.

Seketika itu, Eli langsung berdiri kemudian menoleh tajam ke arah sumber suara itu. "Sial! Apa itu?"

Pada akhirnya, mereka menjadi penuh kekhawatiran yang besar.

Halzet lalu berusaha untuk memastikan. "Hanya perasaan mungkin?"

"Bukan perasaan belaka jika semua orang yang ada disini mendengarkan tawaan itu!" Jelas Eli pada Halzet.

Kemudian Tommy menyeru. "Sebaiknya kita masuk saja kedalam rumah."

Namun tiba-tiba, Holsi yang menyadari siapa yang tertawa jahat itu. Berteriak. "Astaga lihat didalam hutan itu! Lelaki Putih Yang Penuh Darah!"

Kemudian Erik menyadari siapa lelaki itu. "Itu Agil! Agil! Itu Agil!"

"Semuanya masuk!" Teriak Eli.

Setelah berteriak-teriak seperti itu, Eli, Tommy, Halzet, Holsi, Nuel, dan Erik langsung berlari memasuki rumah.

Bahkan rasa tidak menyangka pun ada dalam diri Erik, ketika ia melihat teman nya Agil, telah menjadi mahkluk jahat!

1
Dhina ♑
ternyata tidak lanjut juga 🤔🤔
Dhina ♑
Bagaimana kisah selanjutnya 🤔🤔🤔
tunggu ya
Adinda ♋
sungguh apes nih Holsi
Adinda ♋
itu pasti hutan yang mengerikan
Nina ♋
mungkin Dia tersesat tak tahu arah
Nina ♋
dia punya pengalaman yang mengerikan
Nina ♋
libur sekolah Sabtu Minggu ya
Jazz ♋
Come back
Zelyn ⭕
mereka tidak boleh mati

Author.....lanjut, tuntaskan ceritanya
Zelyn ⭕
kalian para pemuda aneh, mengapa selalu menuju hutan Hunner
ALONE ⭕
apa dia jalan sambil tidur
ALONE ⭕
kox di kamar 🤔🤔
ALONE ⭕
huaaaaa ada Halzet
ALONE ⭕
apa Erick berhalusinasi 🙄🙄
ALONE ⭕
loh mengapa ke Utara 🤔🤔🤔
Adinda ♋
huwaaaaaa NT tidak ada 👍 nya buat like
Adinda ♋
menghitung
cling gitu
Adinda ♋
Wahhh sekelompok anak muda yang cuek
Adinda ♋
bule 🤔🤔
Apakah dia murid baru
Adinda ♋
kayax dukun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!