"Maaf, aku tidak bisa mengkhianati mendiang istriku. Apakah kau ridho jika menjadi istri yang tidak tersentuh? Kalau setuju, ayo kita menikah!" Dave Matthews ( Ex Mafia Black Hawk )
Sekar adalah korban pelecehan ketika gadis itu mencari kerja di kota. Ia menjadi korban penipuan sehingga tak tau kalau ternyata di jual pada seorang Casanova.
Sekar berhasil kabur dan kembali pulang ke desanya. Sayang, gadis belia itu membawa serta benih yang sama sekali tak ia harapkan hadir di dalam rahimnya.
Kenyataan hamil di luar nikah, membuat Sekar putus asa dan berakhir depresi. Sampai seorang pria mualaf yang merupakan mantan mafia bersedia menikahinya.
Sekar menjadi istri yang haram untuk di sentuh sampai ia melahirkan bayi perempuannya.
Dapatkan Sekar, menimbulkan percikan cinta di hati seorang Dave, yang mati bersama jasad mendiang Anne?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Menjadi Ayahnya Khanza
Sekar terlihat sangat panik. Tim medis langsung menangani bayinya yang demam tinggi. Markas membawanya ke dalam ruangan instalasi gawat darurat. Air mata telah membasahi wajahnya sejak tadi. Sekar sangat takut saat ini. Nyatanya dia sangat menyayangi bayi itu. Walaupun dulu sempat ingin menggugurkannya. Tapi sekarang, Khanza adalah harta miliknya yang paling berharga.
Sekar merasa istimewa dan dirinya berarti semenjak kehadiran bayi itu. Ia tak mau lagi mengemis perhatian pada suaminya. Jika Dave belum bisa menerima kehadiran Khanza, maka ia pun takkan memaksa. Dia yang akan membaktikan segenap kasih sayang dan jiwanya pada Khanza.
"Bertahanlah, Sayang. Ibu mohon padamu," batin Sekar. Baru pertama kali ia melihat bayi kejang seperti itu. Sekar sangat panik dan ketakutan. Hatinya mencelos dan perutnya langsung keram.
Sekar membiarkan para tim medis menangani bayinya. Memasukkan kapsul berwarna putih ke dalam lubang belakang tubuh mungil itu. Sekar sempat menahan nafasnya melihat itu semua.
Perlahan tubuh Khanza mulai melemas, tak lama bayi itu menangis dengan keras. Perawat memanggil Sekar agar segera memeluk bayinya kemudian menyusuinya.
Seorang mendekatinya setelah Khanza tertidur. "Bayi anda harus di rawat."
"Apa, tidak bisa saya bawa pulang saja, Sus?" tanya Sekar. Sungguh dia merasa tak nyaman berada di rumah sakit ini. Biaya yang di keluarkan oleh suaminya pasti cukup banyak. Dia tak mau terlalu banyak berhutang budi padanya.
"Keadaan bayi anda harus terus di pantau oleh dokter anak. karena di khawatirkan kejangnya datang lagi. Kami juga harus memastikan demamnya berasal dari virus atau bakteri. Alangkah baiknya, jika anda mematuhi saran dari kami, Bu," jelas perawat itu.
"Berikan pengobatan dan perawatan terbaik bagi putri saya!" seru Dave yang tau-tau muncul ke dalam ruangan tersebut.
"M–Mas Dave," cicit Sekar. Air matanya jatuh lagi. Ia tak menyangka Dave akan muncul di rumah sakit. Padahal sejak tadi pria itu sangat sulit di hubungi nya.
"Antarkan saya bertemu dengan dokter," kata Dave tegas. Perawat tersebut tersenyum dan menggeleng.
"Maaf, Pak. Dokter jaganya sudah kembali ke pos. Sebaiknya urus kamar rawat inapnya ke bagian administrasi di depan sana," jelas sang perawat. Karena memang hari sudah menjelang dini hari dan dokter jaga sudah kembali ke pos mereka.
Dave mengangguk, ia menatap Sekar sekilas dan juga Khanza yang masih berada dalam gendongannya. Tanpa bicara ia segera berlalu dari ruangan itu.
Khanza lansung di pindahkan ke kamar VVIP. Dave memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi Khanza. Putri Sekar yang entah sejak kapan mampu menggetarkan hatinya. Ia tadi sangat begitu paniknya ketika di jalan menuju rumah sakit tadi.
"Mas, terima kasih," ucap Sekar.
Dave yang sedang membaca Qur'an dari aplikasi ponselnya sontak mendongak. Ya, Dave memutuskan untuk menemani istrinya menjaga Khanza.
"Sini," panggil Dave seraya menepuk sofa di sebelahnya. Sekar pun segera menghampirinya.
"Kamu sebenarnya gak perlu berterima kasih. Ini semua merupakan tanggung jawabku sebagai suamimu sekaligus ayahnya Khanza. Justru, aku yang seharusnya minta maaf sama kalian. Karena aku sudah melalaikan tugasku yang sebenarnya,"kata Dave dengan tulus, seraya meraih tangan Sekar ke dalam genggamannya.
"Maaf, karena sejak awal Sekar sudah menjadi beban," ucapnya dengan mata sendu.
"Tidak, Sekar. Demi Allah kalian bukanlah beban untukku. Maafkan segala sikapku selama ini. Tolong, berikan aku kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan kita. Aku ingin kita menjadi keluarga yang senantiasa Allah limpahkan rahmat," ucap Dave dengan suara tercekat. Dia benar-benar malu ketika mendapatkan ucapan seperti itu dari istrinya. Ia merasa gagal menjalankan perannya.
"Alhamdulillah." Sekar tak bisa berkata apa-apa lagi. Melihat perubahan sikap suaminya saja sudah merupakan berkah baginya. Ia bahkan tak menyangka Dave akan secepat ini menyadari kekeliruannya.
*
*
"Tuan Darren mengamuk lagi. Dia bersikeras ingin mencari wanita yang di lecehkannya setahun yang lalu. Tuan Darren bilang, dia bermimpi memiliki anak darinya." Asisten Darren melaporkan keadaan tuannya.
"Dasar anak gila! Sudah berapa banyak gadis yang dia lecehkan! Memangnya mau di cari kemana!" Seorang pria berkuasa yang merupakan orangtua Darren mendengus kasar di balik meja kerjanya.
"Mungkin anda bisa memulai dengan mencari gadis bernama Sekar yang setahun lalu berusia 18 tahun. Dia berasal dari pulau Jawa."
sama sini hujan trs,,,,,ni kopi buat teman nls biar cpt u🤣💞💞
males update jadinya 🥲
masih setia menunggu