Sinta gadis berusia 18 tahun, dia baru saja masuk ke perguruan tinggi tahun ini, dia harus dihadapkan pada cinta yang rumit karena dia menyukai dua pria sekaligus dalam hidupnya, dia bernama Arlan dan juga Jayden, dan sayang nya dia tidak ingin menjadi istri seorang polisi, tapi dia begitu menyayangi Arlan yang seorang polisi, lalu bagaimana akhirnya Sinta akan memilih? Jay atau Arlan? atau dia akan berusaha untuk bisa bersama Arlan, walaupun dia seorang polisi?? yuk ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
my secret lover 21
...
"Firman, duduk di pangkuan Kakak, biar kamu bisa merasakan seperti sedang menyetir mobil ini." pinta Sinta saat Firman sudah berada didalam mobil miliknya.
"Itu bahaya Sinta, biar aku saja yang bawa mobilnya. Aku tahu niat kamu mau ugal-ugalan di jalan raya kan?" Tanya Arlan yang sudah dapat dipastikan jawabannya, karena Sinta tidak akan pernah menolaknya.
Sinta akhirnya menuruti perintah Arlan, dia berpindah ke kursi penumpang bersama Firman dan membiarkan Arlan yang akan membawa mobilnya.
"Arlan, gimana dengan aku?" Tanya Virnie saat Arlan sudah masuk ke dalam mobil Sinta.
"Kamu kan bisa bawa mobil sendiri, aku mau bawa mobil Sinta, soalnya aku yakin dia mau kebut-kebutan di jalanan. Ibu, Arlan bawa mobil sinta dulu ya, Arlan takut Firman kenapa-napa kalau cuman sama Sinta." ucap Arlan sebelum dia membawa laju mobil baru Sinta keluar dari area restoran tersebut, Mirna hanya mengangguk pada Arlan walaupun hatinya merasa tidak tenang.
Sementara virnie hanya bisa terus mengutuki Sinta dari dalam hatinya karena menggagalkan semua rencananya
-------
"Sinta... Firman tertidur." ucap Arlan saat melihat firman tertidur di pangkuan Sinta.
"Iya, dia kayak nyaman banget dipangkuan gue." jawab Sinta.
"Iya, memang nyaman banget kalau udah nempel sama kamu" goda Arlan.
"Mulai deh...." Desis Sinta.
"Emang bener Sinta, apalagi kalau tidur sambil memeluk tubuhmu, rasanya sangat nikmat, bahkan aku ingin melakukan lebih dari yang semalam." jawab Arlan yang semakin membuat wajah Sinta terasa terbakar.
"Cukup Lan, jangan menggodaku! Semalam kamu yang mengambil keuntungan dariku!" jawab Sinta dengan rona merah di wajahnya.
"Aku tidak mengambil keuntungan apapun darimu Sinta, kamu sendiri yang tertidur di rumahku, dan aku hanya memanfaatkan apa yang ada dan tersedia saat itu." jawab Arlan masih dengan nada menggodanya.
"Kamu menyebalkan!!!" gerutu Sinta, dia mengalihkan pandangannya ke arah kaca mobil di sampingnya dan melihat indahnya pemandangan yang ada di depan matanya.
"Apa ini jalan menuju rumah ibumu?" Tanya Sinta pada Arlan, Sinta tahu dari sahabatnya jika Arlan seorang anak yatim. Ayahnya harus gugur saat mengemban tugas kepolisiannya, itu saat dirinya masih berumur 10 tahun, Mirna sempat melarangnya untuk menjadi seorang polisi, namun Arlan bersikeras dengan keinginannya, dan tetap menjadi seorang polisi seperti cita-citanya.
"Iya, kita akan kesana, biar kamu tahu jalan ke arah rumah calon mertuamu." jawab Arlan dengan tatapan matanya terfokus pada jalanan yang ramai di depannya.
"Lan, kamu udah mau tunangan kan? Kenapa harus menyeretku masuk sebagai orang ketiga dalam hubunganmu dengan Virnie?" Tanya Sinta, dia tidak mengerti kenapa Arlan masih saja menginginkan dia untuk bersamanya.
"Aku tidak menyukainya, dia mempengaruhi ibu untuk bisa menjadi kekasihku dan juga entah melakukan apa untuk menjadi tunanganku, jika saja ibu tidak membelanya aku juga tidak akan mau bersamanya, aku hanya ingin bersamamu." jelas Arlan membuat sinta harus menatap kearahnya.
"Arlan, aku dan Jayden sudah memulai hubungan kita dari awal lagi, dengan hubungan yang bersih tanpa adanya kebohongan, dan aku tidak mau mengotorinya." jawab Sinta, dia juga tidak ingin memberikan harapan palsu pada Arlan.
"Benarkah? Lalu dimana dia saat ini? Dan semalam? saat kamu benar-benar membutuhkan bantuannya? Apa kamu hanya bisa di sogok dengan mobil bagus lalu menurutmu sudah cukup? Sinta, dia adalah Boss-nya, kenapa dia harus susah-susah menyelesaikan masalah kantor sendiri? Dia harusnya punya asisten dan anak buah yang handal dan bisa dipercaya untuk menghandle semua masalah bukan? Mereka semua terlatih, dengan sangat baik. Lalu kenapa dia harus repot-repot mengurus semuanya dengan tangannya sendiri, jadi kamu belum begitu penting baginya Sinta, buka matamu..." Jelas Arlan panjang lebar membuat hati Sinta menjadi tidak tenang.
---------
Udah 5 bab ya....🤗
besok lagi...😅
yuk di tap jempol kalian 😉
gak bertele-tele,,,
bener" memabukkan..
wkwkwk
rebutin wanita tidak berantem