Aisya adalah gadis baik, periang dan selalu berhubungan dengan baik dengan sikap sopan santun nya membuat semua orang menyukainya.
Sehingga seorang mantan yang dulu membuang dan menyakiti perasaan nya kini menyesali dan sangat berambisi untuk memilikinya kembali.
Namun perjuangan Raka Firmansyah sang mantan Aisya tidaklah mudah, ada sosok lain yang Aisya kagumi setelah pengkhianatan yang dia lakukan dulu.
Siapa laki-laki itu?
Dapatkah Raka merebut kembali hati perempuan yang sebaik dan setulus Aisya kembali?
Bagaimana hubungan dan kisah mereka selanjutnya?
Mari kita simak cerita nya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aunty ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 20
Pernikahan bukan hanya sekedar merayakan pesta yang mewah,tapi pernikahan adalah mengikat dua insan yang berbeda dalam Rumah Tangga yang harmonis.
Akan kah Aisya dan Raka menjalani pernikahan yang demikian?
"Mas,sekarang kamu adalah suami saya,tapi saya mohon beri saya waktu untuk bisa menerima Takdir ini,saya belum siap dalam hal apapun untuk menjadi seorang istri".Ucap Aisya masih terisak sambil kedua telapak tangan nya menutup wajah nya.
"Aku tau Ais,kita belajar bersama-sama untuk menjadi yang terbaik sebagi status kita saat ini.Aku berjanji akan menjadi suami terbaik untuk kamu".Ucap Raka sambil menyentuh dan mengusap kepala Aisya.
"Ya sudah aku keluar dulu,kamu istirahat lah".Ucap Raka karena Aisya tidak menjawab perkataan nya tadi.
Raka memilih keluar kamar karena dia tahu Aisya begitu enggan bersama nya.Hati nya sakit,namun dia sadar akan kesalahan nya dulu sehingga Aisya berubah menjadi sangat dingin.
Setelah Raka pergi,Aisya memilih untuk berbaring dan tanpa sadar dirinya terlelap tidur karena kelelahan.
Raka memilih berkumpul bersama Bu Ida dan Dzikri di ruang tengah.Mereka berbincang-bincang.
"Nak Raka tidak istirahat?".Ucap Bu Ida
"Oh tidak Bu,saya masih ingin mengobrol disini".Ucap Raka tersenyum.
"Apa Ais menyuruh mu keluar dari kamar lagi?,Kalau benar nanti mamah nasihat dia lagi".Ucap Bu Ida.
"Tidak Bu,Ais sekarang lagi tidur mungkin kelelahan,saya bosan dikamar jadi memilih keluar".Ucap Raka berbohong.
"Oh Ya sudah Nak,memang ada yang mau mamah tanyakan.Apa Nak Raka akan membawa Ais pindah dari sini?".Ucap Bu Ida
"Iya mah,setelah seminggu disini,saya akan mengajak Ais pindah ke rumah saya.Bukan ke rumah Orang Tua saya".Ucap Raka.
"Waahhh Mas Raka sudah punya rumah sendiri ya?".Ucap Dzikri.
"Hehe...Iya sudah de...Nanti kamu boleh nginep di rumah Mas".Ucap Raka tersenyum
Raka memang sudah terlihat akrab dengan Dzikri maupun Bu Ida.
Sikap Raka pun yang menyayangi dengan tulus keluarga Ais ya dapat terlihat.
"Serius boleh Mas?".Tanya Dzikri.
"Serius lah de,mana ada Mas bohong".Ucap Raka.
"Asyiikkk,nanti kapan-kapan aku main dan nginep di rumah Mas Raka".Ucap Dzikri.
"Oke".Ucap Raka.
"Mas,kak Ais adalah wanita terbaik ke dua setelah mama,aku mohon jaga kak Ais,jangan pernah membuat nya terluka".Ucap Dzikri serius.
"Iya de Mas janji tidak akan menyakiti kakak mu".Ucap Raka tersenyum.
"Baiklah aku percaya padamu Mas".Ucap Dzikri.
Bu Ida pun tersenyum mendengar percakapan mereka.
Senja sudah berganti malam,lembayung kuning akan berganti dengan gelap nya malam.
Setelah Shalat Magrib,Semua keluarga berkumpul di ruang tengah menunggu makan malam.
Bu Ida dan Aisya pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam
Aisya terlihat murung,dan tidak bersemangat.
Bu Ida memperhatikan Aisya dan mencoba menasihati anak nya.
"Ais,kenapa kamu Nak?"Ucap Bu Ida
Ais mendongak melihat Bu Ida
"Ais,tidak kenapa-napa mah".Ucap Aisya.
"Ais tahu tidak? segala sesuatu yang terjadi pada makhluk Nya,itu semua adalah Kehendak Allah.Termasuk pernikah Ais ini.Ini mungkin sudah jalan Allah dan Jodoh kamu adalah Nak Raka".Ucap Bu Ida.
"Iya mah,Ais tahu itu,tapi tolong beri Ais waktu untuk menerima kenyataan Takdir ini".Ucap Aisya sambil menyeka air mata yang begitu saja menetes.
"Ais,seorang istri itu wajib menjalan kan kewajiban nya kepada suami,dan berhak mendapatkan hak nya sebagai istri,itu semua ada pertanggung jawaban di hadapan Allah nak".Ucap Bu Ida.
"Ma-maksud mamah kewajiban seperti apa?".Ucap Aisya
"Semua hal,lahir dan batin kita adalah hak suami kita,fitrah seorang wanita adalah memberikan nya kepada seorang yang telah menjadi suami kita".Ucap Bu Ida.
"Ais tahu mah,tapi Ais benar-benar tidak menginginkan pernikah ini dari awal,mohon pengertian nya dan tolong kalian mengerti perasaan Ais".Ucap Aisya menangis lagi.
"Ya sudah,mamah mengerti dan mungkin Nak Raka juga akan mengerti,mamah hanya menasihati kamu agar jangan terlalu berlama-lama bersedih seperti ini.Kasihan Nak Raka jika sikap mu terus seperti ini".Ucap Bu Ida.
"Mamah memang hanya kasihan kepadanya,tapi tidak sama sekali kasihan kepada Ais".Ucap Aisya masih menangis.
"Sudah-sudah jangan menangis lagi,mata kamu sudah bengkak sekali nanti tidak bisa membuka mata nya loh".Ucap Bu Ida
"Maafkan mamah Nak,mamah seperti memaksa kamu tapi mamah tahu ini yang terbaik untuk hidup mu.Jalani hidup mu dengan baik nak jangan seperti mamah yang gagal dalam berumah tangga".Ucap Bu Ida sambil mengelus kepala Aisya lalu memeluk nya.
"Aku takut mah,Mas Raka akan seperti dulu lagi mengkhianati Ais,Dia itu lelaki yang sangat kejam dan tak berperasaan.Ais benci Mas Raka mah.Ais takut seperti mamah yang gagal dan di tinggal papah menikah lagi".Ucap Aisya semakin tersedu-sedu.
"Tidak Nak,mamah yakin Raka sudah berubah sejak lama.Dia lebih baik sekarang.Mamah bisa jamin itu.Bukalah hati mu untuk nya kembali Ais,dia sangat mencintaimu".Ucap Bu Ida.
"Ais tidak akan percaya lagi mah,sekarang Ais hanya akan menjalani Takdir Ais walaupun tanpa cinta dan perasaan apapun itu,mamah jangan khawatir Ais akan berusaha jadi istri yang baik,Tapi tentang perasaan Ais biar waktu saja yang menjawab".Ucap Aisya.
Dibalik pintu dapur Raka mendengar semua percakapan mereka.Hati nya sakit mendengar ucapan Aisya.Namun dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan cinta wanita yang sekarang telah menjadi Istri nya itu.
Setelah makanan siap mereka langsung makan malam dan setelah nya pergi ke kamar masing-masing.
Aisya dan Raka Sholat berjama'ah.Raka yang meminta untuk menjadi imam.
Aisya sampai tidak percaya Raka bisa menjadi Imam Sholat.
Setelah Sholat Raka dan Aisya duduk dan hanya terdiam terlihat canggung.
Akhir nya Raka yang memulai bicara.
"Ais,kamu mau melanjutkan kuliah dimana?biar nanti Mas urus semua nya".Ucap Raka.
Ais mendongak menatap Raka sebentar
"Saya tidak tahu Mas,mungkin tidak usah kuliah".Ucap Aisya menunduk
"Jangan seperti itu,lanjutkan cita-cita mu,raihlah ...Mas akan mendukung mu".Ucap Raka berusaha meraih tangan Aisya.
"Aku tidak mempunyai uang untuk biaya kuliah Mas,mungkin aku akan bekerja saja".Ucap Aisya.
"Ais,kamu tidak boleh bekerja,aku ini suami mu sekarang,Semua nya sudah tanggung jawab ku sebagi seorang suami".Ucap Raka sedikit menaikan nada suara nya.
"Aku tahu Mas,tapi aku belum berhak mendapatkan semua tanggung jawab mu sebelum aku sendiri melaksanakan tanggung jawab ku sebagai seorang istri dan kamu belum menerima hak mu sebagai seorang suami".Ucap Aisya sambil mengusap air mata yang begitu mudah terjatuh di pipi nya.
"Ais,Hak apa yang belum bisa kamu berikan untuk ku?aku tahu kamu belum bisa memberikan kesucian mu,aku bahkan tidak akan memaksa mu untuk itu.Aku akan menunggu sampai kau ikhlas memberikan nya pada ku".
"Tanggung jawab seorang suami istri itu bukan hanya berkisar pada persoalan itu,jangan seperti ini Ais,bukankah kamu lebih paham tentang agama dan pasti nya kamu paham akan hal ini".Ucap Raka
"Maafkan aku Mas,aku bukan Istri yang baik".Ucap Aisya menangis lagi.
"Sudah lah jangan menangis lagi,aku semakin sakit jika melihat mu menangis,apa aku boleh memeluk mu?".Ucap Raka
Aisya mendongakan kepala menatap Raka.Dia terdiam tidak bisa menjawab.
Bagaimana pun Raka adalah suami nya,dia tidak bisa menolak namun juga enggan untuk menerima pelukan dari suami nya kini.
Melihat Aisya terdiam,Raka mencoba mendekati Aisya dan memeluk Aisya perlahan,lalu dia menghapus air mata di pipi Aisya.
Raka mengecup puncak kepala Aisya.
Ada perasaan aneh di hati Aisya,jantung nya berdebar-debar.Dan entah kenapa ada perasaan damai dalam hati nya.
Namun Aisya mencoba melepaskan pelukan Raka,bagi nya ini tidak nyaman karena debaran di jantung nya semakin kencang.
Aisya dan Raka memilih untuk tidur,Aisya tidur membelakangi Raka.Sedangkan Raka diam-diam menghadap Aisya yang telah membelakangi nya.
Hai semuanya....Terimakasih sudah mampir dan membaca karya ku..Mohon Maaf masih banyak kekurangan...tapi mohon bantuan Like,Komen,Vote dan juga Rate 5 ya....Terimakasih...🙏🙏🙏🙏😊😊😊
mu, ku, dan nya tidak bisa berdiri sendiri, artinya harus ditulis serangkai.
contoh: kata-kata mu> kata-katamu
ku sapa di hari itu> kusapa di hari itu
bersama nya> bersamanya.
Semangat tetap perhatikan eyd. Sukses selalu Kak
Tentang harapan dan doa-doa yang selalu berakhir pada tangan nadir
Keterpaksaan selalu berawal dari ketidakberdayaan menghadapi kenyataan
Sepahit apapun kisah kehidupan, tetap harus kita terima bukan?
Meskipun dengan sadar, itu bukanlah pilihan
Tapi mau bagaimana lagi, garis kehidupan sudah ditentukan oleh Tuhan
Sang Pencipta Kejadian
_______
Kata-kata hanyalah dalih, yang berbicara sesungguhnya adalah hati dengan bahasanya sendiri-sendiri....