Vanya Mentari, gadis yang memulai peruntungan bekerja di ibu kota menjadi kupu-kupu malam, terpaksa harus terlibat pernikahan kontrak dengan pria yang terkenal sangat dingin.
Pernikahan yang membawa penderitaan pada Vanya di setiap harinya. Bukan hanya luka fisik, melainkan luka batin. Tiap hari, perkataan yang terlontar dari mulut pria yang menikahinya begitu sangat pedis, dan tanjam hingga mampu menusuk rongga jantung dan membuat luka yang teramat mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKM 21
Jam 1 dini hari. Suara bunyi bel apartemen membuat Vanya harus terbangun dari tidur nyenyaknya. Vanya berjalan menuruni anak tangga dan melihat dari layar cctv jika saat ini yang ada di depan pintu adalah Neysia.
"Ada apa denganya?" Gumam Vanya.
Vanya melihat dengan jelas jika Neysia saat ini sedang memakai setelah baju rumah sakit dan matanya pun sembab akibat menangis.
"Buka, tidak?"
"Ahh masa bodoh dengannya." Vanya ingin kembali melangkah naik ke anak tangga namun hatu nuraninya berbicara lain, akhirnya Vanya memutuskan untuk membuka pintu.
"Bian belum pulang." Kata Vanya saat pintu sudah terbuka.
Tanpa permisi dan tanpa menjawab sepatah kata pun, Neysia langsung masuk dan duduk di sofa.
"Vanya kau terlalu baik untuk orang seperti dia." Batin Vanya.
Vanya berjalan mengambil tisue dan di berikan pada Neysia. "Pakailah. Jangan buat sofa di aparetemen ini menjadi rusak karena ingus yang kau tempelkan." Kata Vanya dan Neysia mengambil tisue tampa melihat Vanya sama sekali.
Lalu Vanya kembali memberikan segelas air di letakkan di atas meja.
"Aku tidak tahu dan tidak berhak tahu apa yang terjadi. Tapi, minumlah agar bisa membuat mu merasa lebih baik. Setelah itu pulanglah karena tidak bagus bagi wanita yang sudah memiliki suami menginap di rumah pria yang sudah beristri." Ucap Vanya lalu meninggalkan Neysia seorang diri.
Vanya menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur, dan pikirannya kini berkelana kemana-mana.
"Apa Neysia bertengkar dengan suaminya? Terus dia kabur dan ingin kembali dengan Bian?"
Neysia lalu duduk dan memangku bantal. "Jadi kalau Neysia kembali itu artinya kontrak berakhir?"
"Kalau berakhir artinya?"
"Tidak! Tidak mungkin."
••••••
"Siapa yang menelpon anda tuan?" Tanya Zam pada Bian karena terganggu dengan suara ponsel milik Bian yang terus berdering.
"Tidak penting!" Jawab Bian
"Kalau tidak penting tidak mungkin menelpon terus tuan."
"Hanya panggilan dari apartemen."
"Nona Neysia? Jam segini menelpon? Pasti ada hal yang sangat mendesak dan penting. Coba tuan jawab. Jangan sampai terjadi hal yang berbahaya di apertemen."
Saat ponsel Bian kembali berdering, Bian memutuskan untuk menjawab panggilan.
"Bi.." Panggil Neysia yang tentu Bian sangat hapal dengan sang pemilik suara.
"Neysia?"
"Bian." Panggilnya lalu menangis terisak.
"Tunggu aku, jangan kemana-mana aku akan kesana." Kata Bian lalu memutuskan sambungan.
"Tidak usah mengantarku, aku akan pulang sendiri." Ucap Bian sambil berjalan melewati Zam.
••••••
Dua puluh menit berlalu. Kini Bian sudah sampai di baseman apartemen. Dengan cepat Bian berlajan mamasuki lift menuju apartemen miliknya.
"Neysia." Panggil Bian saat sudah membuka pintu.
Neysia yang mendengar panggilan langsung berdiri dan menghampiri Bian, memeluk tubuh Bian dan menangis di dalam pelukan Bian.
"Apa yang terjadi?" tanya Bian namun Neysia masih tetap menangis.
Bian membiarkan Neysia menitihkan air matanya di dada bidang miliknya sampai kemeja yang Bian kenakan basah akibat air mata.
Lalu saat tangisan Neysia sudah mulai reda, Bian menangkup wajah Neysia dengan kedua tangannya.
"Apa yang terjadi? Hm?" tanya Bian sambil mengusap air mata Neysia.
Lalu mata Bian tanpa sengaja melihat ke arah lantai dua. Dimana Matanya dan mata Vanya saling bertemu. Tapi hanya sebentar karena Vanya langsung memutuskan untuk kembali ke dalam kamar.
"Sudah jangan menangis lagi. Saat ini kau aman di sini." Bian membawa Neysia duduk di sofa. "Tunggu sebentar." Kata Bian lalu berdiri.
"Bi.." Panggil Neysia membuat Bian menghentikan langkahnya.
saking banyaknya dosis obat lerangsang sampe lupa gawang yg udah loss doll atau masih tersegel rapi😅
Apa Bian jg gak liat bekas darah d sprei🤔
mereka sekarang saling mencintai lho Tor ....
beruntung sekali nasibmu Zam...
bertaubat lah ZAM...😂
apa sudah menyadari klo dia satu²nya pria yang tidur sama Vanya...??
lihat aja...