Ardi Wijaya.
seorang mahasiswa siswa kedokteran berusia 20 tahun. pria tampan. yang memiliki tinggi tubuh 175 cm. kulit putih dan berhitung mancung. pintar dan juga Soleh harus patah hati ketika gadis yang di cintai nya menerima lamaran dari bosnya.
ia juga harus menerima di jodohkan dengan adik dari gadis tersebut. yang bernama Aisah. seorang gadis yang cerdas dan juga ceria. apa kah Aisah bisa mengantikan posisi kakaknya di hati pria tampan itu?
bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 21
Aisah mendongakkan kepalanya.
bang Mardian ucapnya saat di lihatnya Abang kelasnya itu sudah duduk di depan nya.
dengan cepat ia menghapus air mata nya dengan jelbab yang di pakai nya.
kamu kenapa ca?
tanya Mardian.
Aisah menggeleng kan kepala nya.
gak ada bang. jawab nya ia tidak mungkin menceritakan permasalahan nya kepada orang lain. selama ini ia hanya mau berbagi cerita bersama kedua sahabatnya.
terus kenapa nangis.
ucap Mardian.
Aisah hanya diam.
Mardian menendang nya dengan sorot mata penuh tanya.
Abang balek ke kelas ya ucapnya. saat di lihatnya teman-temannya Aisah sudah datang. ia sudah tidak perlu lagi mencemaskan gadis itu. sudah banyak yang akan menjaga nya. ia masuk ke dalam kelas tersebut karena di lihatnya, gadis itu sendiri dan menagis.
iya bang. jawab Aisah.
tolong jaga Ica ya. ucapnya kepada Erika dan derlin sebelum ia pergi.
angukan kedua gadis itu sudah membuat hati nya tenang.
Rika memandang Abang kelas nya yang meninggal kan kelas mereka.
ia duduk di kursi yang berada di sebelah Aisah. derlin duduk di kursi di depan nya.
apa masih belum ada kabar?
tanya derlin yang menerka-nerka raut wajah Sahabnya yang tampak begitu sedih.
bertahun-tahun dia tidak pernah menghubungi aku. tapi aku biasa aja. tapi sekarang, kenapa rasanya seperti ini. ucapnya. dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
mana suratnya?
aku ingin lihat, ucap Erika.
mereka sangat penasaran dengan isi surat Ardi mereka takut sahabnya itu salah mengartikan isi surat yang di berikan oleh calon suami sahabnya tersebut.
Aisah mengeluarkan surat tersebut dari dalam tas nya. ini ucapnya sambil memberikan surat tersebut. kedua sahabatnya itu tampak mengerutkan kening. saat di lihat mereka surat itu sudah di laminating. ingin rasanya mereka mentertawakan sahabnya yang di lihatnya begitu bodoh tersebut. namun melihat wajah Aisah yang tampak begitu sedih. mereka menjadi tidak tega. dan menahan ketawa nya agar tidak keluar.
Erika dan derlin mulai membaca surat Yang saat ini di pegang nya. setiap kali mereka membaca surat tersebut. mereka mengangkat kepalanya dan memandang wajah Sahabnya itu.
setelah mereka membaca nya. mereka memberikan kertas tersebut ke pada Aisah.
jadi kau yang lebih dulu mencium bang Ardi ca? " tanya Erika dengan mata yang di besarkan nya."
Aisah mengangukan kepalanya.
bang Ardi gak pernah berhubungan dengan orang lain. aku gak mau di sana ada cewek bule yang cium dia. makanya aku mencium nya. lagi pula bang Ardi gak mungkin mau cium aku duluan. ucapnya.
jaim dikit ca. aku tau kamu tu cinta banget sama bang Ardi tapi kamu ~
tapi aku juga bakalan lakuin yang sama ucap derlin.
kalian berdua sama aja. ucap Erika yang kesal lihat dua sahabat nya itu.
kita gak tau kapan dia akan kembali. yang pasti kalau aku jadi Ica, aku ingin dia mengingat ciuman pertama nya.
ca, aku mau cowok yang seperti bang Ardi.
rengek derlin.
kamu harus fokus dengan sekolah kamu ca. dan bang Ardi Udah bilang dia bakalan fokus dengan kuliah nya. dan begitu dia selesai dia akan langsung melamar kamu. jadi seharusnya kamu udah tau itu ca. ucap Erika.
Aisah mengangukan Kepala.
aku tau tapi aku rindu. ucap kemudian.
apa dia gak rindu dengan aku.
hu...hu...hu...
ca, bang ardi itu benar. kalian status di jodohkan tapi bukan pasangan suami istri.
kalian gak punya hubungan apa-apa.
aku yakin sa. bang Ardi udah memikirkan nya masak-masak sebelum di panen.
Erika berusaha untuk memberikan pengertian kepada sahabatnya itu.
ca, ingat harus setia kalau mau tetap bisa bersama bang Ardi. ucap derlin.
ca, bang Ardi cowok idaman aku ca.
Ica memandang derlin dengan tatapan tidak suka.
membuat sahabnya itu tertawa.
buk fitria masuk. Erika mencolek tangan derlin agar merubah posisi duduk nya.
sesuai kesepakatan Minggu lalu. hari ini kita UH ya . Uda siap kan?
ucap guru cantik yang berstatus mahasiswa PPL Tersebut.
belum.
jawaban siswa secara serentak tersebut membuat buk fitria tersenyum kalem.
siap tidak siap hari ini tetap UH.
guru cantik itu menegaskan dengan senyum yang mengembang di wajahnya yang glow want. belum lagi gombalan beruntun yang di terima nya dari siswa laki-laki yang tidak ada henti-hentinya menggoda nya.
mereka mulai mengerjakan soal ulangan yang hanya 5 soal tersebut. yang panjang isinya menghabiskan satu lembar setengah dari buku tulis mereka.
aku sudah siap. ucap derlin yang sedikit memutar kepalanya kebelakang.
mau aku contekin gak?
aku udah hampir selesai. jawab Aisah
aku tinggal satu soal lagi jawab Erika.
setelah mereka selesai mengerjakan soal tersebut. ketiga gadis yang terbilang memiliki Otak yg cerdas di kelas tersebut. berdiri mengumpulkan hasil jawaban nya.
ca, kasih contek dong. cepat amat sih ngumpul nya.
ingat ya ca, pelit-pelit sekarang ngasih contekan. 10 tahun yang akan datang, belum tentu jadi direktur.
ucap raga yang duduk di pojok belakang.
yang membuat teman sekelas nya tertawa.
telat woy.
jawab Erika sambil berjalan menuju meja buk fitria.
*****
Aisah memasukan buku-buku serta alat tulisnya. mereka sudah bersiap-siap untuk pulang.
ca, aku duluan ucap Erika dan derlin yang mereka memang berangkat bersama-sama. karena rumah mereka yang searah dan juga berdekatan.
iya jawab Aisah yang sedang memakai helm di kepala nya.
saat ia sudah berada di ambang pagar sekolah nya. ia menjalankan motor nya secara berlahan-lahan. Aisah melihat mobil mewah berwarna hitam yang terparkir di pinggir jalan depan sekolah nya. mobil yang sangat di kenal nya. ia menemukan sosok yang di lihatnya.
seorang pria yang memiliki wajah yang manis. dengan postur tubuh yang tinggi dan tampak berisi. masih memakai jas dan dasi yang lengkap. senyum Aisah terlihat di balik kaca helm yang menutupi wajahnya yang cantik.
ia memberhentikan motor nya tepat di depan pria tersebut.
aak Yuda. ucap nya sambil membuka kaca helm yang menutupi wajahnya.
Yuda tersenyum saat melihat gadis remaja yang masih duduk di atas motor matic.
Aisah ucapnya.
aak ngapain ke sekolah Ica tanya gadis remaja tersebut.
cari Ica lah jawab Yuda.
pasti karena Ica bilangin ada guru Ica yang cantik kan?
ucapnya sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah Yuda.
Yuda tertawa saat mendengar ucapan gadis remaja tersebut.
iya soalnya Ica ngasi tau aak kalau guru nya cantik. makanya aak langsung ke sini. tapi kalau Ica bilang guru nya ganteng aak ogah ah mau datang. ucap Yuda.
aak mau ajak Ica jalan-jalan. mau ke mall juga boleh. Ica mau kemana aak ikuti. mau beli apa aja akan aak beliin. ucap Yuda.
mata Aisah Tampak berbinar mendengar ucapan Yuda.
beneran ini ak?
tanya nya sambil turun dari atas motor nya.
iya beneran "jawab Yuda"
mata gadis remaja itu tampak berbinar.
tapi mahal ak.
Yuda tersenyum, aak banyak duit ca. kalau Ica mau mobil juga bakalan aak kasih ucapnya santai.
ak beneran ak, Ica mau motor gedek ak.
ucapnya yang membuat Yuda meloto.
emang nya Ica bisa bawak tanyanya yang merasa cukup terkejut mendengar permintaan gadis remaja tersebut.
bisa dong Ak. Ica sering kok Bawak motor gedek nya bang Azzam ucap nya meyakinkan.
oke kita beli. jawab pria tersebut.
Ayuk pergi, ucapnya Yuda.
tapi motor Ica ak?
tinggal aja nanti orang aak yang jemput. ucapnya.
Aisah melihat buk fitriah yang berjalan keluar pagar dengan menenteng tas coklat di tangan nya.
ibuk Fitriah ucapnya yang membuat langkah kaki Fitriah terhenti.
Aisah Jawab guru cantik tersebut
ibuk pulangnya pakai apa tanya aisah.
rencananya ibuk mau pesan ojek online jawab nya.
belum di pesan kan buk?
tanya aisah.
Fitriah menggelengkan kepalanya.
ibuk Ica antar pulang ya. ucapnya.
gak usah ca, kosan ibuk jauh dari sini. nanti Ica lambat sampai rumah. ucap Fitriah.
gak apa buk ini ada aak Ica. Ica juga pulang nya dengan aak Yuda.
tapi kita jalan-jalan dulu ya buk ucapnya.
kemudian ia mengecilkan suarinya. kita di ajak aak ke mall. nanti kita borong buk. tenang aja ada aak Ica.
Fitriah langsung menggeleng kan kepalanya.
ibuk guru gak keberatan kan?
tanya Yuda.
Fitriah memandang wajah pria tersebut.
ia berusaha untuk menolaknya. namun setelah melakukan sedikit perdebatan. Fitriah akhirnya mau menerima ajakan Aisah.
*******
terimakasih kasih ya atas dukungan dan vote
dukung author terus ya reader.
like komen serta vote nya . author tunggu.
makasih ya.
😊🙏🏼