Terjerumus dalam geng motor adalah pilihan terbaik bagi Marvel untuk menghilangkan rasa tertekan pada hidupnya, masalah kedua orang tua menyebabkan dirinya menjadi sosok yang liar dan ditakuti banyak orang.
Siapa sangka seorang gadis pengamen yang bernama Meisie membuat hati seorang Marvel terketuk, pertemuan yang diawali dari sebuah kebencian, berakhir dengan kisah yang mengharu biru. Meisie berhasil menguak rahasia besar yang tersimpan bertahun-tahun dari seorang Marvel. Lantas, siapakah sebenarnya Marvel?
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia?
Yuk ikuti kisah romantis mereka 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut tidak bisa bertemu
Musuh bebuyutan geng motor Marvel sengaja ingin membuat perhitungan dengan pemuda itu. Mereka menantang Marvel untuk melawan. Tapi, Marvel sudah tidak bergairah untuk bertengkar lagi. Kini, Ia lebih fokus untuk membenahi hidupnya dan bercita-cita menikah dengan Meisie.
Marvel pun tidak memperdulikan mereka dan berusaha untuk terus menerobos barisan musuhnya dulu.
"Aku sedang malas. Aku mau pulang. Minggir!" seru Marvel sambil menghidupkan mesin motornya lagi. Namun, tidak semudah itu Marvel bisa pergi.
"Kamu pikir bisa pergi begitu saja dari kami? Tidak semudah itu, Bro!" ucap mereka.
"Aku sudah tidak punya urusan dengan kalian, dan aku juga sudah tidak ingin bertengkar." jawab Marvel.
Mendengar jawaban Marvel, mereka pun tertawa terbahak-bahak. Mereka meledek ucapan Marvel yang seolah-olah seperti pecundang.
"Jadi ceritanya Marvel ini sudah bertobat ya. Ck! Tapi tidak semudah itu kamu bisa lari dari kami. Kita akan tetap menganggapmu musuh, dan kamu tidak bisa pergi begitu saja, habisi dia!" titah ketua geng motor itu agar anak buahnya menyerang Marvel.
Marvel yang sendirian, ia pun melawan sendiri gerombolan pemuda itu. Puluhan pemuda menyerang Marvel. Tentu saja Marvel tidak bisa mengimbangi musuh-musuhnya.
Pukulan bertubi-tubi Marvel dapatkan, karena ia dikeroyok seolah dirinya adalah seorang penjahat. Hingga akhirnya, Marvell terjatuhnya di atas aspal. Beruntung ada beberapa warga yang melihatnya dihajar oleh gerombolan geng motor itu.
Warga berteriak dan langsung berlari ke arah Marvel yang sedang dihajar.
"Woi!!"
Spontan gerombolan geng motor itu bubar melarikan diri karena warga sudah mengetahui perlakuan mereka terhadap Marvel.
"Ada warga, ayo ayo balik bisa bahaya kita, mereka bakal lapor ke polisi!" ucap ketua geng motor itu.
Akhirnya, gerombolan pemuda itu kabur setelah para warga berdatangan. Marvel pun sudah tidak berdaya. Ia segera di bawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Sementara itu, hari mulai menjelang malam. Mei tidak mendapati Marvel pulang ke rumah. Gadis itu pun mulai panik, tidak biasanya Marvel tiba-tiba pergi dan belum kembali.
"Kak Marvel kemana ya? Kok belum balik juga. Jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya? Ya Tuhan, semoga saja kak Marvel baik-baik saja!" Mei tampak mondar-mandir dan sesekali melihat ke luar rumah. Tapi nyatanya Marvel tidak menunjukkan batang hidungnya.
"Mei, kamu kenapa cemas begitu?" tanya Pak Surya yang melihat cucunya sedang mondar-mandir.
"Kenap Kak Marvel belum pulang juga ya, Kek? Mei jadi khawatir!" balas gadis itu.
"Ya mungkin saja Marvel punya urusan penting, atau mungkin dia menjenguk ibunya, bisa saja, kan?" ucap sang kakek yang mencoba menenangkan cucunya.
"Mei takut saja, Kek. Mei takut tidak bisa bertemu lagi dengan dia!" Mei membayangkan bagaimana jadinya jika Marvel belum pulang hingga besok sang Daddy menjemputnya.
"Marvel pasti pulang. Sudahlah, kamu istirahatlah, Nak. Sudah malam, besok Kakek akan mencoba berbicara dengan Daddy mu, mudah-mudahan saja Daddy mu bisa mengerti." ucap pak Surya.
"Terima kasih banyak, Kek! Kakek emang baik banget. Mei sayang sama Kakek!" Mei memeluk kakeknya penuh kasih sayang.
"Iya sudah, sekarang tidurlah!"
"Iya,"
Mei beranjak pergi ke kamarnya, sementara itu pak Surya sendiri juga heran kenapa Marvel belum kembali juga. Apa mungkin Marvel sudah pulang ke rumah ibunya, dan memutuskan untuk tinggal bersama ibunya lagi?
*
*
*
Sedangkan di sisi lain. Marvel mulai sadar dan membuka matanya pelan. Pria itu melihat langit-langit kamar. Spontan Marvel langsung terbangun sembari memegangi kepalanya yang terkena pukulan benda tumpul.
"Marvel, kamu sudah bangun, Nak. Syukurlah, ibu sangat khawatir denganmu!" ucap seorang wanita yang ada di samping Marvel.
"Ibu, bagaimana bisa aku ada di sini?" balas pemuda itu bingung.
"Kamu dibawa oleh warga. Mereka bilang ada beberapa pemuda sedang menghajarmu, warga menolongmu dan ada yang bilang sama ibu jika kamu sedang berada di puskesmas. Jadi, ibu langsung ke sini. Ibu minta maaf jika selama ini ibu sudah membuatmu seperti ini, Nak. Ibu sangat menyesal!" ucap Bu Linda.
"Mei ... Mei!" seru Marvel yang seketika teringat akan Mei yang pasti sudah menunggu kedatangan dirinya.
"Mei? Siapa Mei?" tanya Bu Linda penasaran.
"Bu, aku harus kembali. Mei pasti sedang menunggu ku. Aku harus secepatnya kembali aawww ...!" Marvel hendak turun dari tempat tidur, tapi nyatanya ia merasakan kakinya sangat sakit saat digerakkan.
"Marvel, kamu jangan banyak bergerak dulu. Kakimu masih belum sembuh, Nak. Dokter bilang tulang kakimu retak karena pukulan benda tumpul. Jadi, kamu harus melakukan pengobatan dan tidak boleh bergerak dulu!" ucap sang ibu sambil menolong Marvel untuk kembali berbaring.
Marvel melihat kakinya yang diperban. Bagaimana ia bisa pulang jika kakinya dalam keadaan seperti itu.
"Bu, Marvel harus bertemu dengan Mei. Dia membutuhkan Marvel, Bu. Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja!" seru Marvel dengan wajah sedihnya.
"Mei itu siapa, Nak?"
Mendengar pertanyaan dari ibunya. Marvel pun menjelaskan kepada Bu Linda tentang hubungannya dengan Mei.
Bu Linda mendengarkan dengan seksama sang anak bercerita. Sesekali Bu Linda menarik nafasnya ketika Marvel menceritakan hubungannya yang sudah telanjur jauh dengan Mei.
"Jadi, begitulah Bu. Tolong Marvel Bu. Marvel sudah berjanji kepadanya untuk menikahinya. Jika seperti ini, Mei pasti sangat menungguku,"
"Ibu akan coba menolongmu. Sekarang kamu pulihkan kesehatanmu. Setelah kamu benar-benar sehat, ibu akan datang ke rumah orang tua gadis itu dan melamarnya untukmu, bagaimana?"
Marvel tersenyum dan akhirnya ia punya harapan untuk mendapatkan restu dari orang tua Mei.
...BERSAMBUNG ...