NovelToon NovelToon
Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Single Mom / Nikahmuda / Poligami / Spiritual / Ibu Pengganti / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: rahma khusnul

Seorang ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik dan membesarkan anak-anaknya adalah wanita yang hebat.

tapi tahukah kalian bahwa ada wanita yang jauh lebih hebat, yaitu wanita yang terus berjuang untuk menjadi seorang ibu, dia yng melakukan segala hal demi memperjuangkan garis dua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahma khusnul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikhlas...Mudah Diucapkan, Sulit Dilakukan...

HAPPY READING...⚘⚘⚘

Matahari terus beranjak naik, Farid dan Wulan sudah kembali pulang, tak lama teman-teman Afifa datang, Sofi yang kini perutnya sudah membuncit datang bersama suaminya, begitupun dengan Sari, pengantin baru itu kabarnya sudah telat 6 minggu.

Mereka datang untuk mengucapkan belasungkawa atas musibah kehilangan buah hatinya Afifa, masing-masing dari mereka saling berbagi pengalamannya selama mengandung, banyak cerita dan pelajaran yang mereka dapat dari rentetan kejadian yang mereka alami, begitupun dengan Afifa, ceritanya diiringi dengan deraian air mata dikedua pipinya,kedua sahabatnya terus menghibur dan menyemangatinya.

Sore hari, keluarga Afifa dan Fauzi satu persatu kembali pulang, kini Afifa duduk di gazebo kecil yang berada di taman belakang, sambil menyaksikan ikan warna-warninya yang berseliweran ditengah kolam, suara gemericik air dari air mancur buatan yang sengaja dibuat Fauzi, terdengar begitu tenang ditelinga Afifa.

Afifa merasakan sesuatu didadanya yang bengkak dan mulai timbul rasa sakit, "Ah...kenapa ini rasanya begitu ngilu dan sakit?", ucapnya sambil meraba dadanya, "seandainya kau ada disini sekarang, dan menghisap air susu bunda Nak...!" air mata Afifa kembali mengalir, "mengapa rasa rindu itu kini datang kembali dan begitu kuat didalam hatiku?", Mata Afifa menerawang, memandang kosong ke arah kolam, "Kau tau Nak?... dengan senang hati Bunda akan memangkumu disini, sambil memberikan air susu bunda pada mulutmu yang mungil itu, ayo sayang...minum yang banyak, biar kamu cepet besar dan bisa main sama Bunda ya...", Afifa bergumam sendiri.

Fauzi yang sedang mengangkat jemuran kain-kain bekas melahirkan istrinya, tiba-tiba meloncat menghampiri Afifa, saat melihat istrinya yang berbicara sendiri sambil sesegukan dan memperagakan tangannya yang sedang menggendong bayi dan ingin menyusuinya. "Sayang..., sayang sadarlah...!", Mengguncang-guncang bahu istrinya yang juga tidak menyadari kedatangannya karena terlalu larut dengan lamunannya.

Afifa menghentikan gerakan tangannya, mata basahnya menatap penuh tanya pada wajah suaminya yang memandangnya dengan iba, tak sepatah katapun keluar dari mulutnya yang kelu.

"Sayang...", Fauzi mengulurkan tangannya, memegang kedua pipi istrinya, menatap dalam iris matanya, lalu menggelengkan sedikit kepalanya, "Ikhlaskan...", Ucapnya lagi.

Afifa kembali pada kesadarannya, pandangannya beralih pada kedua tangannya yang melayang, ternyata tak ada apapun disana, apalagi seorang bayi mungil yang muncul pada bayangannya. "Nyel...!" ada sesuatu yang menampar, dan menusuk ulu hati Afifa, sebuah kenyataan pahit yang sebenarnya terjadi pada dirinya saat ini, perasaan menyenangkan saat ia menggendong buah hati dan menyusuinya tadi hanyalah lamunannya semata.

Air mata Afifa mengalir deras, isakan demi isakan terdengar pilu ditelinga setiap orang yang mendengarnya.

Fauzi menarik kepala istrinya ke dadanya, mendekapnya dengan erat membiarkan istrinya menangis meluapkan semua perasaan sedihnya disana, tak terasa air matanya ikut mengalir, namun secepatnya tangan kanannya menepisnya, dia tidak mau terlihat lemah dihadapan istrinya. Fauzi menciumi kening istrinya bertubi-tubi sampai tubuh istrinya terasa lunglai tak bertenaga dalam pelukannya.

"Sayang...", panggilnya saat tangis istrinya mulai mereda. Fauzi melonggarkan pelukannya, lalu menatap wajah istrinya yang memerah dan tertunduk, matanya nampak bengkak karena tangisannya, "Ayo kita masuk!, sudah sore, kamu belum makan sejak pagi tadi".

Afifa mengangkat kepalanya perlahan, dilihatnya wajah suaminya yang tetap tersenyum ke arahnya. "Maafkan Fifa Kak...", ucapnya pelan.

"Untuk apa?" tanya Fauzi.

"Untuk perasaan Fifa, yang masih belum bisa mengikhlaskan kepergiannya, sehingga membuat Kak Aji khawatir".

"Ya..., Aku mengerti, kata ikhlas itu sangat mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan, tapi seiring berjalannya waktu, kita pasti dapat melewati semua ini, jangan terus mengingatnya apalagi menyesali semua yang sudah terjadi, kita berdo'a saja kepada sang maha pemilik segalanya, agar memberikan yang terbaik untuk kita dan kembali memberi kepercayaan pada kita kelak". Fauzi membimbing istrinya yang masih sempoyongan untuk berjalan karena sisa melahirkan, keduanya berjalan bergandengan menuju pintu rumahnya, tak lupa tangannya menyambar keranjang yang berisi beberapa kain yang tadi ia angkat dari jemuran.

Keduanya duduk diatas sofa, "Mau minum Dek? aku ambilkan", ucap Fauzi.

"Gak usah Kak, dadaku semakin bengkak dan ngilu kalau minum terus", jawab Afifa memegang tangan suaminya untuk mencegahnya yang hendak berdiri.

Fauzi kembali duduk, "Apa itu sangat sakit?" tanyanya.

"Iya", jawab Afifa singkat.

"Kenapa bisa sakit?"

"karena hormon kewanitaan terus memproduksi air susu, sedangkan air susunya tidak keluar", jelas Afifa.

Fauzi mengangguk-angguk tanda mengerti, "Aku akan panggil bidan kemari, agar bisa mengobati rasa sakitnya".

Afifa mengangguk, Fauzi segera mengambil ponselnya dan melakukan panggilan dengan bidan langganan Afifa.

Setelah selesai dengan panggilannya dia kembali duduk disamping istrinya, saat matanya tertuju pada keranjang pakaian dia mengambil beberapa kain disana, "Ini punya siapa sayang?" tanyanya, matanya memperhatikan kain ditangannya.

"Deg...", Jantung Afifa kembali berdegup kencang mendengar pertanyaan suaminya, fikirannya kembali kepada pemilik kain itu.

"Itu...itu Mbak Wulan yang bawa".

"Darimana dia punya kain seperti ini? ini kan kain yang biasa dipake saat melahirkan?".

"Mmmm...mungkin bekas Talita", jawab Afifa ragu.

"O ya? bukannya dia merawat Talita setelah usianya 2 tahun?" tanyanya heran.

"Entahlah", Jawab Afifa singkat, meski sesungguhnya, hal itupun terus menghantui fikirannya, tidak etis rasanya kalau kain sisa melahirkanpun ia bawa dari rumah suaminya yang berada di Jakarta ke Bandung, Fikiran itupun kembali berseliweran dibenaknya, ditengah rasa kehilangannya yang teramat dalam, rasanya dia tak sanggup menerima kenyataan pahit lagi saat ini, diapun tak ingin membahas hal itu, Afifa hanya membenamkan kepalanya diketiak suaminya, mencari kenyamanan yang mampu menenangkan perasaannya yang berkecamuk saat ini.

******

Bersambung...❤❤❤

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Readers...tulisan ini mengingatkanku kembali ke masa itu, tak terasa air mataku mengalir saat jari-jariku menuliskan setiap hurufnya di sepertiga malam ini... maaf...😢

Terus beri motivasi dengan berbagai komentarnya ya Readers...🙏

LOVE YOU ALL...❤❤❤⚘⚘⚘

By: @Rahma Husnul#

1
puji hastuti
jadi benci
puji hastuti
Wulan ngga dikasih sangsi apapun ?
Secara dia sudah berbuat salah ...ngasih obat perangsang
Sampai di sini kok dramanya datar2 aja ?
Zulaika Liza
bagus👍👍
Rahma Husnul: terimakasih hadirnya 🙏😊
total 1 replies
Sivia
👍🏻
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses
semangat
mksh
Maryana Fiqa
🥰🥰🥰🥰🥰
Maryana Fiqa
kok sesak dari tadi 😭😭😭😭😭😭 begitu banyak penderitaan mu Afifa
Budi Yulia
saya dng Afifa, semoga Wulan dng Faqih menikah
Budi Yulia
thor cerita yg 1 Afifah sdh hamil sesudah 2th ko baru hamil lagi tlg dijelaskan ya thor, makasi.
Budi Yulia
maaf thor Thalita itu kan bukan anak Wulan dan Fauzi, Wulankan keguguran yg hamil dari Fauzi krn kecelakaan, Thalita anak dari suami yg sah ya thor episode yg 1 ceritanya begitu ko sekrg Thalita jadi anak Fauzi dng Wulan tlg dijelaskan ya thor jalan cerita yg sebenarnya. makasi.
Rahma Husnul: Sebenarnya sudah d jelaskan mbak, bahwa cerita Wulan d SCA satu itu hanya karangan Wulan saja supaya Fauzi Fauzi menjauh dan terhindar dari dendam Ayahnya yang sakit mental 😊
total 1 replies
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Semoga Afifa tidak kenapa-napa 🙏🙏
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Yana... Yana... mau enaknya sendiri
Laki macam apa sich, bejek² aja kak Owner 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
👍👍👍👍
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
lah apakah Talita memang anak Fauzi ya dan Wulan berbohong dengan Afifa kalau dulu pernah keguguran saat kecelakaan naek bus
🤔🤔🤔
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
wah jangan² Nadia nanti berjodoh dengab Farid nich 🤔🤔🤔
#ngarep
Herlina Nasution
menghibur bangat crtanya lanjut lagi dong
Herlina Nasution
lanjut
startlife
aku udah like nih, ternyata seru ceritanya. jangan lupa mampir yuk ke karya pertama ku "Si Cupu?!"
Ida Lestari
jodoh mna jodoh😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!