NovelToon NovelToon
Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewi rani

Suatu perjodohan yang buat kedua dua insan harus menerima nya, tetapi dengan perjanjian yang dibuat di atas kertas, yang mereka sepakati bersama, walau ada hati yang tersakiti dengan perjanjian itu....

Akan kah mereka dapat melalui lika likunya rumah tangga yang akan mereka hadapi nanty

Ikutin trus, dan slalu siap" dengan cerita baru nanti.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

makan malam

"Kalian baru jadian yah?.." "Selamat, semoga langgeng deh.."

Dela menoleh kepada seseorang yang baru saja berbicara itu.

"Angel?" heran Dela kala melihat Angel yang sedang berdiri memperhatikan mereka.

"Siapa Del? Temen lo?" tanya Surya pada Dela.

Dela menggelengkan kepalanya, namun sedetik kemudian dia menganggukan kepalanya membuat Surya bingung.

"Hay, Gue Angel, temen Dela.." sapa Angel seraya mengulurkan tangannya.

"Surya." ucap Surya datar membalas jabatan Angel.

"Sayang aku udah selesai, ayo kita pulang." ucap seorang lelaki yang baru tiba dan langsung melilitkan tangan kekarnya kepinggang Angel.

Angel mengangguk pada lelaki itu lalu menatap Dela dan Surya secara bergantian.

"Kalau begitu gue duluanyah Del, Surya.. sekali lagi, semoga kalian bahagia." ucap Angel seraya menyunggingkan salah satu sudut bibirnya pada Dela sebelum akhirnya pergi.

Sedangkan Dela masih menatap kepergian Angel dan seorang lelaki tadi sampai menghilang dibalik pintu cafe. Dela masih terkejut, pasalnya lelaki yang memanggil Bianca sayang tadi bukanlah Alvano. Dela tidak tau siapa lelaki itu, dan Dela juga tidak tau kenapa Angel sangat berani menunjukan kekasihnya pada Dela. Lalu bagaimana nasib Alvano? Apakah mereka sudah tidak bersama lagi? Atau jangan-jangan Angel telah berkhianat dibelakang Alvano? Tidak mau berfikiran buruk, Dela berniat akan menanyakan kebenarannya pada Alvano secara langsung.

"SWeetie.. kamu baik-baik aja?" tanya Surya khawatir.

"Aku gapapa om.." jawab Dela datar.

Tiba-tiba semuanya hening saat Dela memanggil Surya 'Om’. Namun beberapa detik kemudian mereka berdua tertawa terbahak bahak bersama.

®®®®

Dela melangkahkan kakinya memasuki rumah. Hari sudah sore dan Dela baru pulang setelah menyobrol dan bercerita banyak bersama Surya. Merekapun sudah bertukar nomer ponsel, dan Dela pun sudah memberikan alamat rumah bundanya kepada Surya.

Dela mengedarkan pandangannya kesekeliling rumah, seperti biasa. Sepi dan sunyi. Tadi ketika Dela memasuki rumah, tidak biasanya pak Ujang menghilang atau tidak bergaja didepan. Dela pikir mungkin pak Ujang sedang kekamar kecil. Ia melangkahkan kakinya menuju dapur, untuk mellhat mbok Ijah dan Intan yang pastinya sedang memasak untuk makan malam nanti.

"Mbok Ijah sendiri? Intan dimana?" tanya Dela kala menemukan mbok Ijah tanpa Intan yang menemani.

"Intan lagi mandi non.. non Dela tumbenjam segini udah pulang?" ujar mbok Ijah.

"Dela resign dari kantor mbok." jelas Dela yang sekarang ikut membantu mbok Ijah memasak.

"Loh kenapa? Bukannya non pernah bilang kalau non Dela nyaman kerja disana?" bingung mbok Ijah sambil mengongseng capcai buatannya itu.

"lya.. tapi Dela mau lebih fokus sama pekerjaan rumah aja mbok, tapi kalau ada pekerjaan baru lagi Dela ganolak." jelas Aurel seraya terkekeh pelan.

"Mbak Dela.."

Dela menoleh kearah belakang lalu tersenyum hangat menjumpai Intan yang sedang berjalan kearahnya.

"Kamu udah mandi Intan?" tanya Dela melihat rambut basah Intan yang tergerai lurus kebelakang.

"Udah mbak.."jawab Intan menatap Dela yang tengah sibuk mengupas bawang didepannya.

"Mbak baru pulang? Sini biar Intan yang lanjutin pekerjaannya, pasti mbak capekan?" kata Intan yang langsung mendapat gelengan tegas dari Dela.

"Kamu udah mandi, mending sekarang duduk cantik disitu. Ayo.." perintah Dela membuat wajah Intan ditekuk.

"Tapi Intan mau bantu masak. Intan bisa mandi lagi abis ini.." ucap Intan yang rupanya tak mau mengalah.

"Kali ini biar mbak sama mbok Ijah yang masak.." ujar Dela tak terbantahkan yang hanya mendapat anggukan pasrah dari Intan.

Dela dan mbok Ijah melanjutkan aktivitas memasaknya didapur. Sedangkan Intan beberapa saat yang lalu lebih memilih pamit kembali kekamar karena ada pekerjaan lain. Beberapa saat kemudian, setelah siap dengan masakannya Dela menyidangkan

makan malamnya dimeja makan. Dan Mbok Ijah sudah kembali kekamarnya untuk istirahat karena perintah Dela.

"Siapa yang masak?"

Dela mendongakkan kepalanya menatap Alvano yang baru pulang yang sekarang sudah duduk manis dikursi makan.

"Mbok Ijah.." jawab Dela seraya pergi kebelakang lagi untuk mengambil menu yang belum dihidangkan.

Dela kembali lagi lalu menyimpan menunya dimeja makan. Ia menatap aneh kearah Alvano yang sedari tadi menatapi tangannya yang bergerak kesana-kemari.

"Kamu udah makan?" tanya Alvano menatap Dela.

Dela menggelengkan kepalanya. Jujur memang Dela sekarang merasa lapar, karena tadi ia langsung pergi kedapur membantu mbok Ijah selepas pergi bersama Surya.

"Kalau begitu temani saya makan malam.." jelas Alvano.

Dela menghentikan aktivitasnya. Ia menatap Alvano tak percaya. Alvano bersungguh-sungguh kah? Menyiapkan makanan saja sudah setengah mati menahan takut jika nanti Alvano akan marah karena dirinya yang bertugas dan melakukan salah satu kewajiban sebagai seorang istri. Tapi ini? Ekspetasinya sangatjauh. Ntah kesadaran dari mana seorang Alvano mau mengajak Dela makan malam bersama lagi.

Dela mengiyakan ajakan makan bersama dari Alvano, dan memilih duduk disebrang meja. Ia hanya diam menatap bingung Alvano yang sedari tadi juga hanya diam tanpa memakan masakannya.

"Kenapa gak dimakan?" tanya Alvano masih dengan nada yang terdengar dingin.

Dela tidak mau banyak berbicara. la kemudian menuruti ucapan Alvano. lDela mulai mengambil makanannya dipiring, sedangkan Alvano masih diam memperhatikan.

"Kamu gak ngambilin buat saya?"

Suapan nasi dan lauk pertama yang akan mendarat dimulutnya melayang kala mendengar pertanyaan Alvano. Dela sedikit menggeram kesal sekaligus bingung. Ntah kenapa Dela rasanya ingin sekali menggaruk wajah flat Alvano sekarang. Tadi ia diperintah untuk makan, sekarang ingin makan ia diperintah untuk mengambilkannya makan. Apa Alvano tidak bisa mengambil sendiri makanannya? Kesal Dela.

"Mau lauk apa?" tanya Dela sedikit kesal kala menanyakan menu makan untuk Alvano.

"Capcai siapa yang buat?" ujar Alvano balik bertanya.

Dela menghela nafas panjang. Alvano kenapajadi balik bertanya? Alvano kenapajadi banyak bertanya? Lalu kapan ia akan memulai acara makan malamnya? Geram Dela.

"Mbok Ijah.. mau lauk apa?" ketus Dela mengulangi lagi pertanyaannya.

"Cumi goreng.. sama itu." tunjuk Alvano yang langsung diambilkan oleh Dela.

Dela menyimpan makanannya didepan Alvano lalu kembali duduk lagi ditempatnya. Ia tidak memusingkan Alvano yang ada didepannya, Dela hanya memakan makanannya dalam diam tanpa memperhatikan depan.

Tanpa disadari Alvano sedikit melengkungkan bibirnya kala melihat Dela yang sedang makan dalam diam itu. Rasanya Alvano senang melihat wajah kesal Dela

seperti tadi. Bukan senang karena ia benci, melainkan ia senang menjahili Dela yang rupanya sudah sangat lapartadi. Ntah kenapa Alvano merasa bahagia bisa satu meja makan lagi dengan Dela, sudut bibirnya selalu ia tahan agartak menunjukan senyuman. Ekspresinya ia tahan sebisa mungkin agar bersikap seperti biasanya.

"Masakannya gaenak?" tanya Dela yang menangkap basah Alvano sedang menatapinya.

Sedangkan Alvano yang ditanya seketika merasa gugup dan salah tingkah. Seolah tertangkap karena habis mencuri sesuatu. Mencoba menetralkan raut wajahnya Ferel mencari aktivitas lain dengan beralibi meminum segelas air yang ada dihadapannya.

"Biasa aja." jawab Alvano tanpa ekspresinya dan langsung memakan makan malamnya.

Dela hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya melanjutkan aktivitas makannya.

1
Manga2dew
keren banget
Manga2dew
semangat tor
yingbidew
lanjut
rill store
MANTAP
rill store
kerennn
Manga1
bagus bngt critanya
Manga1
keren
Manga1
hadir
Jhie Abhy
g seru di gantung dech
Rose Aryn
mana epesod seterusnya
Planet cell
keren bngt
-sandalswallow-
Ini kapan up lg yaa
Asjunaini Ahmad
bagus
Nia Nara
Ringan banget tu tangan perasaan. Auto ilfeel lah sama lelaki banci begitu
Nia Nara
Alvano itu tipe psycho apa gimana ya ?
Nia Nara
Padahal della punya background bagus. Ngapain takut sama anceman alvano. Ancem balik lah. Alvano juga takut kan ketauan masih berhubungan dengan angel.
Siska
ini udh hiatus ya.
Endah Sri Prasetyaningsih
rugi telah baca novel ini, ceritanya nggantung jd ogah baca karyamu yg lain
Mishbah Ando Ibang
endingnya tdk seru. ditunggu lanjutannya
Nadrah Nandar
ko banx terulang ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!