NovelToon NovelToon
Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super

Status: tamat
Genre:Time Travel / Sistem / Kebangkitan pecundang / Aplikasi Ajaib / Tamat
Popularitas:277.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Naladhipa

Ken Shankara (25 tahun) seorang kurir pengiriman barang mendapat sebuah kacamata super dari seorang kakek.

Kacamata itu akan menjadi barang yang dapat menaikan drajat dirinya.

Bagaimana Ken memanfaatkan sistem dari kacamata super yang dia dapat?

Baca kelanjutan ceritanya 'Sistem Kacamata Super' eksklusif hanya di Noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naladhipa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Aira dan perasaannya.

Ken menjemput Aira namun, Aira belum selesai berdandan.

Ken menunggu di teras rumah bersama ayah Aira.

Kaki Ken bergerak-gerak, menunggu gadis berdandan memang hal yang menjenuhkan. Ayah Aira tersenyum simpul melihat sikap Ken.

"Sabar ya Ken, Aira memang kalau siap-siap mau pergi lama, mirip ibunya. Bayangin aja nih Ken, kami mau kondangan, undangan jam sebelas siang, Aira dan ibunya dandan dari jam setengah sembilan pagi, tapi tetap ada bapak yang selesai duluan. Kan lucu ya Ken?" Ayah Aira mendongeng, menceritakan kebiasaan keluarga kecilnya.

Ken tertawa. "Yang sabar ya Pak, hehe.."

"Kurang sabar apa lagi aku tuh Ken. Aira sama ibu nya tuh mirip banget, sifatnya, kebiasaannya. Ckck.. wajah memang mirip bapak, tapi lainnya ibunya banget. Jadi bapak tuh selalu tersudut sama dua wanita itu, aduh.. andai bapak punya teman laki-laki buat lawan mereka pasti bakal asik, iya kan Ken?" Terkandung makna yang tersirat dari cerita ayah Aira.

Ken menggaruk kepalanya sambil tersenyum kaku, makna tersirat dari kata-kata ayah Aira tersampaikan di otak Ken secara baik.

Aira terburu-buru keluar dari pintu rumah. "Aaak.." Aira terjatuh saat sedang memakai sepatu sandalnya.

"Hati-hati dong Ra. Ken masih setia nungguin kamu kok." Kata Ayah Aira.

"Nggak papa?" Tanya Ken.

"Enggak." Aira berdiri, lalu menghampiri Ken dan ayahnya.

"Yuk Ken." Ajak Aira.

"Yuk. Pak, saya dan Aira pergi dulu ya, mau makan bareng Beno dan Ares." Ken berdiri.

"Beno sama Ares kok nggak pernah kesini lagi sih?" Tanya Ayah Aira.

"Udah.. udah.. nggak usah dibahas. Bapak tuh suka kalau ngobrol sama kamu Ken, nanti panjang ngobrolnya warungnya keburu tutup. Yuk, Assalamualaikum, pergi dulu ya pak." Aira berjalan menuju motor Ken.

"Permisi ya Pak, kami jalan dulu, assalamualaikum." Ken dan Aira segera menuju restoran yang dimaksud.

"Ramai terus tempat ini." Aira masuk ke restoran mencari tempat duduk yang tidak tersisa banyak.

"Nih.. ada buat empat orang." Aira mendapat tempat di ruang non-smoking area.

"Wah.. bakal nggak betah si Beno sama Ares kalau di ruang ini." Ken ikut duduk.

"Biarin aja, biar sekalian tobat dari merokok." 

Seorang pramusaji datang membawa buku menu, lalu pergi lagi.

"Pesan apa aja boleh Ra." Kata Ken sambil membersihkan lensa kacamata.

"Asik."

"—Eh.. tadi kamu bilang mau kasih aku sesuatu. Apa?" Tagih Aira pada Ken.

"Oh.. iya." Ken mengambil botol kecil berisi minyak zaitun yang sudah dicampur air mata gunung.

"—Saudara jauhku ada yang baru penelitian skincare. Ini cobain Ra." 

Aira membuka tutup botol, mengendus bau laly menuang pada telapak tangan. Aira menggosok pada kedua tangannya.

"Minyak zaitun ya?" Tanya Aira.

"Iya, campuran daun edelweis." Ucap Ken berbohong.

"Oh.."

"Tangan kamu kena apa itu Ra?" 

"Luka kena kertas."

"Tapi kelihatan dalam lukanya." Ken meraih tangan kiri Aira mengobati luka itu.

"Nggak penting soal luka. Kita harus bahas soal kamu Ken." Wajah Aira berubah serius.

"Aku? Hehe.. memang aku kenapa Ra?"  

"Belakangan kamu aneh Ken. Mungkin orang lain nggak merasakan keanehan itu tapi aku merasa begitu." Aira menatap wajah Ken, membuat Ken salah tingkah.

Hologram muncul

...[Pendeteksi perasaan aktif! Aira mengkhawatirkanmu!]...

"Memang aku kenapa Ra?" Tanya Ken.

"Kamu orang yang paling rajin bekerja. Sakit tipes aja kamu berangkat kerja dan bisa kirim barang tepat waktu. Tapi sekarang kamu sering over time, bahkan bolos kerja mengaku sakit." Aira diam-diam mengamati Ken.

"Mungkin karena aku baru malas dan jenuh dengan kerjaan Ra." Ken mencoba mencari alasan yang logis untuk menjawab keingintahuan Aira.

"Lalu soal traktir. Emm.. maaf ya Ken kalau apa yang bakal aku bilang menyinggung kamu."

"Nggak apa Ra, santai aja sama aku. Biasa juga caci maki aku nggak ada rasa bersalah tuh." Goda Ken.

BUK! 

Aira menabok lengan Ken. "Kamu memang ada uang dari mana bisa sering traktir aku, Beni sama Ares? Padahal kamu kan baru diusir dari rumah."

"Emm.. Ra, kalau saatnya tiba aku pasti bakal cerita kok sama kamu, Beno dan Ares. Tapi bukan sekarang.* 

Hologram muncul lagi.

...[Pendeteksi perasaan aktif! Aira mencurigaimu!]...

'Duh! Gimana ini? Aira curiga sama aku, jangan-jangan dia pikir aku dapat uang nggak halal?' Batik Ken, dia tidak ingin citranya di mata Aira jelek, dia masih ingin Aira menyukainya.

"Emm.. jadi gini Ra—"

"Wah.. kalian kenapa milih tempat di sini sih? Nggak asik ah!" Beno baru saja datang dan langsung protes. 

"Iya, ini pasti Aira yang pilih kan?" Ares juga protes.

"Ih.. kan kalian kesini buat makan bukan buat merokok!" Kata Aira.

Beno dan Ares duduk, mereka langsung melihat buku menu.

"Apa Ken? Kamu tadi bilang apa?" Aira kembali menanyakan hal yang tadi ingin Ken sampaikan.

"Aku—"

"Mas Ken?" 

Buka hanya Ken yang menoleh, Aira, Beno dan Ares juga menoleh saat suara wanita memanggil Ken.

"Mbak Sarah?" Ken kaget mereka bisa kebetulan bertemu.

Sarah seorang diri, dia masih memakai baju kantoran, dan menenteng tas dengan merk tas terkenal mahal dari kota Paris.

'Siapa nih cewek? Tumben Ken punya kenalan cewek cantik? Bahaya ini!' Batin Aira.

'Cantik banget Gusti, mau dijodohin sama bidadari satu ini.' Batin Beno.

'Siapa nih? Jangan-jangan tante girangnya Ken?' Batin Ares.

***Bersambung..

Maaf dikit author kalau weekend ada kesibukan khusus🙏

Semoga besok bisa up lebih dari 1 bab, terima kasih dukungannya🙏***

1
Tahir Note
terus batangan emasnya di kemanakan
Kurniawan Khang
MC masih polos.pdhal udh dikasih contoh
Kanda Prabu
Dipikir pikir percuma dpt uang banyak dan mudah tp GK bisa punya keluarga sendiri,cerita author ini rada rada membagongkan
Kanda Prabu
Emang bodoh s bgt sih MC nya,sudah tau yg berbuat jahat dia knp GK diputus ajh kontrak kerjanya keliatan begonya 🤦
Budiarto Taman Roso
baru ini ada kisah sistem yg mc nya goblok.. dah lah cukup.. erosi gue
Budiarto Taman Roso
emas hibah dikemanain.. lupa nih author nya... novel sendiri ditulis sendiri ... kreak banget lu thor
Budiarto Taman Roso
guoblok .. kan ada emas dari pak lambang... koq malah ngasi tau kacamata nya .. guoblok blok blok
Jung kookie😘😘🥰
knapa nggak dberitahu aja soal emas nya yg di dapat dri hibah itu..jadi nggak perlu certa soal kaca mata nya../Doubt/
Ryuda
iya bikin usaha kek ..kan dpt air ajaib tuh bisa bikin usaha skincare
Ryuda
bikin usaha aja dri duit yg di dapat biar yg lain ga curiga ...gmn sih ini ceritanya mc nya rada2
Max Dillon
mc naif adalah org bodoh.. spoil mood nak terus baca mc bodoh
Putra_Andalas
Dan cerita inipun berakhir tdk memuaskan pemirsa...
Putra_Andalas
nombok 100 juta donk..
Putra_Andalas
dpet reward mulu tapi gk jelas ada berapa TOTAL SALDO nya.... hadeewhh 😵
Putra_Andalas
sekali² dijabarkan udah brpa TOTAL SALDO , ini terima duit mulu tpi gk tau udah berapa banyak...gk jelas jadinya 😵
Putra_Andalas
sblum scrool ke bawah :

jawabannya HURUP "i"
Putra_Andalas
ada brpa emang SALDO nya...kog gk pernah di jelasin TOTAL nya brapa !??
Putra_Andalas
(selisih 6 thn)**
Putra_Andalas
nanggung amat ngasihnya...buletin aja 500 rebu ,lebih manis liatnya 😁
Rainbow Scorpion Venom
Dewi Kwan im nggak tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!