NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby

Status: tamat
Genre:Pengganti / Cintapertama / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:73.5k
Nilai: 5
Nama Author: AniitaLee_

Please! Don't Boomlike!🙏❌

Bagaimana jadinya? Jika orang yang selama ini selalu dekat denganmu, selalu bersamamu, selalu perhatian padamu namun akhirnya ia malah menikah dengan saudara perempuanmu?


Perhatian dari sosok yang selama ini gadis itu kagumi, ternyata hanyalah semu belaka...

Hingga kekecewaan itu mengantarkannya pada sebuah kecelakaan dan menyebabkan gadis itu mengalami hilang ingatan ganda.

Anehnya ia hanya mengingat bahwa pria yang sudah menjadi kakak iparnya itu adalah pria yang akan ia kenalkan sebagai kekasih kepada keluarganya.

Hingga demi memulihkan ingatan sang adik, sang kakak pun rela suaminya menjadi kekasih pura-pura adiknya.

Apa selanjutnya yang akan terjadi? Jika akhirnya sang adik tahu, bahwa pria yang ia pacari ternyata kakak iparnya yang hanya berpura-pura menjadi kekasihnya..

Hingga tiba-tiba Ello pun datang ke dalam kehidupan Gaby. Siapakah Ello sebenarnya?

Akankah Gaby menemukan sosok yang tulus mencintainya?

Simak kisah Gaby yuks..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AniitaLee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memandang Langit Yang Sama

Perjalanan yang Gaby tempuh tidaklah lama, hanya 1 jam 40 menit dari bandara yang ada di Jakarta. Sampainya Gaby di bandara Changi Singapura, Gaby langsung berjalan menuju gate bandara dan mencari taksi lokal untuk membawanya pergi menuju tempat selanjutnya.

“Pak, terus ke patung Merlion saja ya,” ucap Gaby kepada supir taksi itu.

“Baik miss.”

Merlion atau Singa laut adalah patung yang berkepala singa dengan badan seperti ikan. Namanya merupakan gabungan dari ikan duyung (mermaid) dan singa (lion).

Patung setinggi 8,6 meter ini salah satunya bisa ditemukan di Merlion Park atau Taman Merlion. Jika dari Bandara Changi, jaraknya ke Merlion Park hampir 20 kilometer (km) dengan durasi berkendara sekitar 25 menit.

Di Singapura jalanan tampak lenggang tidak seperti di ibukota setiap pagi dan saat tiba jam pulang para pekerja, pengendara sepeda motor dan mobil akan berdesak-desak memenuhi jalanan.

Tidak salah Gaby memilih hijrah ke Singapura, selain terkenal negara yang paling makmur. Singapura juga memiliki Struktur dan tatanan kota yang sangat rapi. Sepanjang berjalanan tidak Gaby temui polusi udara mau pun polusi suara.

Udara disana sangat segar. Sehingga Gaby menyembulkan kepalanya keluar jendela mobil untuk merasakan terpaan udara yang begitu segar meski hari sudah mulai siang.

“Woooowww!!!” teriak Gaby bahagia.

Dari arah berlawanan tepatnya di lampu merah, Ello duduk di kursi penumpang sambil menatap keluar pintu mobil. Bayangannya nerawang jauh saat pertemuan terakhirnya bersama Gaby.

“Oh...itu, aku hanya ingin menyakinkanmu kembali. Apa kamu benar-benar tak menginginkan pertanggung jawabanku Gaby?”

“Tentu saja, untuk apa aku meminta pertanggung jawaban dari pria yang tidak mencintaiku sama sekali? Bahkan pria itu ternyata lebih mencintai kakakku, apa kamu fikir aku sanggup menerima semuanya? Tidak! Lebih baik aku sendiri, toh nyatanya sampai sebulan ini aku baik-baik saja dan tidak hamil seperti apa yang kamu khawatirkan itu!”

“Bagaimana kamu bisa tahu bahwa....”

“Tentu saja aku tahu, karena kamu selalu menyebut nama kakakku Ganes waktu itu. Sudahlah, aku muak membahasnya kembali. Dan tolong untuk berhenti hubungi aku terus. Anggap saja tidak pernah terjadi apa pun di antara kita! Permisi! Waktu ku habis!”

“Bodoh! Bodoh kamu Ello!”

“Maaf, apa yang barusan awak cakap tuan? Saya tak dengar lah.”

“Oh..tidak ada.”

Saat Ello melemparkan pandangannya kembali keluar mobil, Ello pun reflek membelalakkan kedua matanya menatap sebuah mobil taksi tidak lebih tepatnya seorang gadis yang menyembulkan kepalanya keluar mobil taksi tersebut.

“Gaby!” gumam Ello hampir tak terdengar.

“Pak, tolong kita berputar arah dan ikuti mobil taksi yang barusan lewat berlawanan arah tolong pak cepat!” perintah Ello kepada sang sopir.

“Maaf mister, jalur memutar masih jauh dari sini. Apa kita cari jalur lain saja? Tapi kemungkinan kita akan kehilangan mobil yang akan mister cari.”

“Cari saja jalur memutar balik arah yang terdekat pak.”

“Baik, mister.”

Lampu hijau pun menyala, sang sopir pun memacu kemudinya kembali untuk memutar balik arah sesuai permintaan majikannya.

Tadi beneran Gaby kan? Atau hanya hayalanku saja karena terlalu memikirkan gadis itu? Tapi untuk apa Gaby datang ke Singapura, setahuku keluarga Ganes tidak memiliki saudara di sini?

Batin Ello dalam hati.

Setelah cukup jauh memutar balik arah, ternyata mobil yang di tumpangi oleh Ello kehilangan jejak mobil taksi yang di tumpangi oleh Gaby.

“Maaf mister, kita kehilangan jejak mobil taksi tadi. Di sini banyak sekali taksi yang terparkir dan tengah membawa penumpang. Tidak mungkin kita mencarinya satu persatu mister.”

“Ya sudahlah, kita langsung pulang saja,” sahut Ello dengan nada penuh kecewa.

Roda empat pribadi yang membawa Ello pun meninggalkan tempat nan ramai itu. Dari dalam mobil Ello menatap keluar kearah langit yang nampak cerah namun tak secerah hatinya saat ini.

*

*

Di tempat yang baru saja di kunjungi Ello, tak jauh dari tempat itu Gaby baru saja keluar dari taksi yang gadis itu tumpangi. Gaby berhenti di taman Merlion dimana patung Merlion yang tingginya delapan meter itu berdiri.

“Ini uangnya pak, sisanya bapak ambil saja.”

“Terima kasih banyak, miss.”

Setelah membantu Gaby menurunkan kopernya, mobil taksi itu pun berlalu mencari penumpang kembali.

“Fyuuh!! Akhirnya sampai di sini juga. Selfi dulu akh!” seru Gaby sambil meletakkan koper yang ia bawa di dekatnya.

Dengan perasaan riang dan bahagia yang Gaby rasakan, gadis itu mulai mengambil beberapa potret dirinya dari samping patung Merlion yang merupakan pusat destinasi wisata negara Jiran tersebut.

Kebetulan bertepatan bukan hari libur jadi pengunjung yang datang tidak begitu banyak yang berdatangan. Gaby pun sampai puas mengambil potret dirinya bersama patung Merlion itu sebagai kenang-kenangan suatu saat nanti.

Setelah di rasa cukup banyak potret yang ia ambil. Gaby pun menulis pesan singkat kepada ayahnya untuk memberi tahu bahwa ia sudah tiba dan akan meneleponnya nanti malam.

Gaby pun melanjutkan perjalanannya kembali menuju apartemen yang biasa ia sewa saat berkunjung ke Singapura. Karena hubungan Gaby dengan pemilik apartemen yang sudah begitu akrab maka tak canggung Gaby menelepon dan meminta untuk menyisakan satu kamar untuknya.

“Paman Coco, ini Gaby! Coba tebak Gaby ada dimana? Di Singapura!” seru Gaby seorang diri.

“Apa? Kenapa tidak menelepon paman? Biarkan paman jemput”

“Tidak perlu paman, sisakan saja kamar ternyaman untuk Gaby tinggal selama di Singapura. Nanti Gaby akan ceritakan kepada paman mengenai kedatangan Gaby ini!”

“Dasar gadis nakal, baiklah segeralah pulang Bibi Ling pasti akan senang tahu kamu ada di Singapura.”

“Siap paman!”

Setelah usai menelepon paman Coco, Gaby pun mampir ke sebuah swalayan terdekat untuk membeli beberapa kebutuhan pribadi yang akan ia butuhkan selama tinggal di negara barunya sekarang.

Tak butuh waktu lama, akhirnya Gaby pun tiba di kediaman Paman Coco dan Bibi Ling. Paman Coco dan Bibi Ling merupakan sepasang suami istri berdarah Tionghoa. Mereka sudah lama menetap di Singapura dan mempunyai bisnis apartmenen.

Karena luas wilayah teritorial Singapura yang tak begitu luas, pemerintah memberikan solusi kepada penduduk dan para touris asing untuk tinggal di apartemen atau rumah susun yang sudah di sediakan pemerintah. Atau milik para pengusaha setempat seperti Paman Coco dan Bibi Ling.

Sudah menikah selama 15 tahun Paman Coco dan Bibi Ling tak kunjung di beri keturunan. Oleh sebab itu mereka sudah menganggap Gaby seperti anak mereka sendiri. Apalagi Bibi Ling yang sangat menginginkan anak perempuan seperti Gaby.

Mereka pun bersenda gurau bersama dan Gaby pun menceritakan tujuannya datang ke Singapura. Sedangkan Paman Coco dan Bibi Ling sangat antusias menyambut kedatangan Gaby di negara mereka. Tak terasa hari pun semakin sore Gaby pun memilih untuk pamit ke apartemennya.

“Bibi Ling dan Paman Coco, Gaby ke apartemen Gaby dulu ya. Mau beresin ini,” cicit Gaby sambil menjinjing barang belanjaannya.

“Nanti makan malam kesini ya, Bibi akan masak spesial buatmu Gaby.”

“Siap Bibi!”

“Ini kunci apartemenmu Gaby, masih ingatkan? Bibi sudah bersihkan begitu paman Co tadi memberi tahu bibi. Kebetulan kosong, bibi tahu itu adalah tempat favorit Gaby.”

“Terima kasih, Gaby sayang Bibi Ling.”

“Sama-sama sayang, semoga betah ya. Bibi sangat bahagia kamu akan menetap di sini. Kalau butuh apa-apa jangan sungkan sama Bibi.”

“Baik Bi, Gaby pamit dulu ya.”

“Okey, jangan lupa nanti malam.”

Sampainya Gaby di apartemennya, Gaby langsung menata barang bawaanya ke tempat yang sudah di tersedia di apartemen tersebut.

Sekitar hampir satu jam Gaby membereskan barang kebutuhannya, lalu menikmati air dingin yang sudah tersedia di lemari pendingin.

Dari atas balkon apartemennya, Gaby bisa melihat patung Merlion yang mulai berkilau karena hari sudah mulai senja. Dari tempatnya Gaby pun menatap langit yang mulai menampakan bintang yang bersinar.

“Semoga kehidupan baruku ini akan bersinar seperti bintang Kejora itu,” lirih Gaby masih menatap langit yang bertaburkan bintang.

Di tempat lain, Ello pun juga menatap langit yang sama bertaburkan bintang yang berkilau menghiasi hari yang mulai malam.

“Gaby, apa yang sedang kamu lakukan di sana?”

Bersambung..

1
See Oqtaaja
kaya c Gebby hamil deh 🤭🤭
Maharany_dhewi
sumpah sih si Ello disini karakter nya oon banget ...
Fenti
sekuntum 🌹 buat Gaby,

aku mampir lagi kak😊
Fenti: sama-sama kak😊..

kapan-kapan aku otw ke sana😁
total 2 replies
Fenti
semangat Gaby 💪
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Iya KECEWA Ry nya ama Kk Author 😌
mom mimu
dua tangkai 🌹🌹 mendarat untuk alm Gaby... yang kuat ya Ell... kamu harus tabah dan membesarkan baby G dengan penuh kasih sayang...
Lee: Terima kasih bnyak utk giftnya kak..
dukung jg ya novel baru aku.. lanjutin dari novel ini..🤗
total 1 replies
mom mimu
huaaaaa.... kak Nit... kenapa endingnya bikin mewek kak, 😭😭😭😭 Gaby... semoga kamu tenang di alam sana ya...
mom mimu
kak Nit,, jangan buat Gabynya meninggoy atuhh, kasian babang Ello sama baby G 😭😭😭
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Sad Ending
Kk Author jahat benar deh
Lee: Hehe ..memang skenarionya dri awal bgtu Ry. Cma ada prubahan endingnya agk dcepetin. 🤭
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Tega Benar Author Buat Gaby Meninggal 😌
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Tega benar lah Kk Buat Gaby Meninggal Dunia 😌
DinDut Itu PacarKu mampir
mom mimu
dua 🌹🌹 meluncur kak Nit, mampir juga di karya terbaru aku ya kak, judulnya TERSADAR CINTA... semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
semoga Gaby benar2 cuma baby blues ya...
mom mimu
huaaaa kak Nit, kayanya bukan Ello aja yg gak sanggup kalo Gaby meninggoy... aku pun sama kak 😭😭😭
mom mimu
yang datang Sinta kah, Kak Nit??
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Kk jgn buat Gaby Meninggal Dunia ya
Gaby dan Ello harus Bahagia
DinDut Itu Pacaraku Mampir
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Aduh Thor Jangan buat Gaby Meninggal Dunia lah
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Nah itu pasti teman Ello
Nah itu akan jd jodoh Sean
DinDut itu pacarku mampir
mom mimu
dua 🌹🌹 meluncur...
mom mimu
telepon Sean juga El, Gaby kan gilingan darahnya langka... cuma Sean yg bisa tolong dia...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!