Dahulu mita adalah wanita karir dan berkerja di salah satu perusahaan ternama di Ibu Kota, namun setelah menikah dengan sang kekasih’ Bagas.
Mita meninggalkan dunia kerjanya, memilih menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Ia benar-benar menjalankan kewajiban sebagai seorang istri.
Akan tetapi, menginjak usia pernikahan empat tahun sikap Bagas mulai berubah drastis, tak seperti dahulu kala. Hingga suatu ketika, apa yang tak diinginkan Mita pun terjadi. Ternyata Bagas telah menduakannya bersama seorang wanita yang tak di sangka-sangkanya selama ini.
Bagai di tusuk belati, hati istri mana yang tak hancur manakala mengetahui pasangannya telah berselingkuh. Mita sakit, marah, sedih dan tentu saja kecewa!
Setelah mengetahui suaminya mengingkari janji suci pernikahan, apa yang akan Mita lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gimana Bayarnya
Ketegangan masih terjadi di antara Mita, Bagas, dan Nadia. Kedatangan Kira membuat suasana kian memanas. Kira mengetahui jika ketiganya tengah berseteru. Pasalnya tadi ia tak sengaja menguping pembicaraan mereka. Apalagi tadi ia sudah diberitahu Mita jika Nadia dan Bagas sudah menikah siri. Dia tak menyangka suami tetangganya itu, dengan mudah membawa wanita lain ke rumah Mita. Sebagai seorang wanita, Kira dapat merasakan apa yang Mita rasakan. Kira berencana akan membuat Nadia kapok dan tak betah tinggal di rumah ini selama sebulan.
"Kamu berani ya sama aku bocah!?" sahut Nadia. Nadia murka karena tetangga di sebelah, mulai mencampuri urusan mereka.
Kira tersenyum sinis. "Ih takut deh, sama mak lampir!" sahutnya. Seketika ia menjulurkan lidah keluar.
"Tapi bohong! Ngapain takut sama pelakor kayak kamu!"
"Kira, jangan lancang kamu! Lebih baik kamu pergi dari rumah ku ini! Nadia istri saya, kamu jangan ikut campur urusan rumah tangga saya." Bagas mulai tersulut emosi saat Kira berkata tidak sopan pada Nadia.
Kira mendengus. Kemudian berkata,"Hiii pelakor yang menjelma jadi istri!"
Bagas melebarkan matanya, hendak menampar Kira tapi Mita segera mengeser tubuhnya, dan berdiri di depan Kira.
"Kira, kamu masuk ke kamar Marisa aja," sahut Mita tanpa menatap lawan bicara.
Mendengar hal itu. Kira mengangguk pelan. "Oke Mbak," katanya dengan mengeluarkan lidah sekali lagi seraya melayangkan tatapan hina pada Nadia.
"Kenapa kamu suruh dia masuk ke kamar Marisa, Mit?!" tanya Bagas.
"Suka-suka aku, kamu aja bisa sesuka hati masukin Nadia ke rumah kita. Jadi aku juga berhak masukin siapa aja ke rumah, lagian Kira selalu bantu aku," ucap Mita membuat Nadia berdecak kesal di dalam hati.
"Mas, Mita itu nggak suka kalau aku tinggal di sini, dia ngga terima dengan pernikahan kita Mas. Lebih baik aku pergi aja Mas dari rumah ini." Nadia menitihkan air matanya seketika dengan menunjukkan wajah sedihnya pada Bagas.
Bagas menghela nafas, lalu memeluk Nadia. "Mit, kamu jangan kayak gini donk. Kasihan Nadia. Dia lagi hamil, terima Nadia jadi madu kamu, kalian kan berteman baik."
Tanpa memikirkan perasaan Mita. Bagas menatap sendu pada istri pertamanya itu, berharap Mita dapat menerima Nadia dengan lapang dada. Mita menyembunyikan rasa sakit di hatinya ketika Bagas memeluk Nadia di depan matanya. Bukannya menjawab pertanyaan Bagas, Mita malah melengos pergi dari hadapan suami dan temannya itu.
"Mit!" Bagas terlihat gusar kala Mita malah pergi dan tak memberikan respon apapun. Pria itu berdecak kesal sesaat tanpa menghentikan gerakan tangannya yang mengelus punggung Nadia sedari tadi.
"Haha, syukurin kamu Mita. Ini baru permulaan, malam ini aku akan buat Bagas talak kamu!' Nadia melihat sinis punggung Mita berjalan menuju kamar Marisa.
Sore menjelang malam. Saat ini Nadia dan Bagas berada di kamarnya. Mereka baru saja selesai membersihkan diri karena tadi melakukan pergulatan panas sebentar. Bagas tersenyum tipis, melihat Nadia nampak cantik dengan gaun malamnya.
"Mas, aku lapar keluar yuk." Nadia menyentuh dada Bagas lalu mengelus-elus sesaat.
Bagas mengangguk.
"Loh kok nggak ada makanan?" kata Nadia ketika membuka tudung saji di atas meja kosong melompong.
Bagas melirik daun pintu kamar Marisa. Menunggu kedatangan Mita. Sebab dari tadi Mita tak kunjung keluar hanya Kira saja yang pulang ke rumah.
"Mas, aku lapar nih! Suruh Mita masak gih!" Nadia memberengut kesal karena tak ada makanan di hadapannya.
Tanpa banyak kata Bagas berjalan menuju kamar Marisa. Begitu sampai di depan kamar, Bagas mengetuk pintu kamar.
Tok, tok, tok!
"Mita, masakin Mas makanan, ini sudah mau magrib loh Mit," sahut Bagas. Akan tetapi tak ada jawaban dari dalam kamar.
"Apa Mita marah sama aku ya?" Bagas bergumam pelan.
"Mita!" panggilnya lagi.
Ceklek!
Mita menyembul dari dalam kamar. Ia menatap dingin kepada Bagas.
"Mit, Mas mau minta tolong sama kamu buatin makanan," kata Bagas cepat. Walaupun ia tahu Mita saat ini tengah memandanginya sengit.
"Kenapa harus aku, kamu punya istri kedua kan? Ya masak aja sendiri, aku bukan babu kalian!" sahut Mita cepat kemudian membanting pintu kamar dengan kuat.
"Mita!!" panggil Bagas lagi ketika Mita malah masuk ke kamar lagi. Bagas memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri. Karena Mita tak mau memasak untuk makan malam.
"Aduh kenapa jadi runyem kayak gini sih!" gerutunya dengan melangkahkan kaki ke ruang dapur.
"Mas! Gimana?" tanya Nadia.
"Kamu masak gih Nadia, sekali-sekali belajar jadi istri yang baik. Mita lagi marah sama aku."
"Ish Mas gimana sih, aku kan nggak bisa masak! Nanti kuku aku lecet Mas! Udah ah mending pesan go food aja!" sahut Nadia.
"Kita harus berhemat Nadia. Pengeluaran Mas bulan ini banyak."
"Aish, kamu mau lihat aku mati kelaparan." Tanpa banyak kata Nadia mengambil handphone yang di dalam kamar kemudian memesan makanan dari aplikasi.
***
"Mita! Kamu kenapa pesan makanan banyak banget!!!" teriak Bagas karena melihat ada lima orang pria berpakaian berwarna hijau membawa makanan yang sangat banyak. Bagas semakin pusing dengan perbuatan Nadia yang ternyata sangat lah boros.
'Astaga, gimana nih uang aku nggak cukup!' Batin Bagas menatap pria dihadapannya yang tengah menunggu pembayaran.
...****************...
Hahaha gimana tuh bayarnya Bagas 🤣 makanya burungnya di sangkar, biar nggak sembarangan masuk sarang. Rasain loh ( Author mode julit )
pelakor mukul istri sah