NovelToon NovelToon
Surat Wasiat Kakek

Surat Wasiat Kakek

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:828.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini Jayanti

Dita tidak punya pilihan lain untuk mengakhiri masa lajangnya menikah dengan Barra Pramudya Nitinegoro.

Barra Pramudya Nitinegoro adalah generasi ke tiga penerus kerajaan bisnis terbesar se-Indonesia, Barra putra dari Agung Pramudya Nitinegoro. Perusahaan Barra Group adalah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, salah satu bisnis utamanya adalah di bidang properti yang menjadi no. 1 sekaligus terbesar di Asia.

Bagaimana Barra dan Dita mengarungi bahtera rumah tangga yang diawali karena perjodohan yang tertera dalam surat wasiat kakeknya?

Apakah rumah tangga mereka akan bahagia ataukah rumah tangga mereka akan berakhir karena tanpa adanya cinta..

Yuk.. Kepoin di novel ini ya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Jayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bau Terasi

" Kenapa kamu marah aku larang kamu?." Barra menghentikan sejenak kegiatan makan siangnya dan beralih duduk di samping Dita.

" Aku hanya tidak ingin kamu keluyuran malam tidak jelas kecuali denganku!." Dita membuka matanya saat bibir Barra menyentuh pipinya. Bukan karena kaget atau karena ciuman di pipi tapi bau sambal terasi tercium pekat dari mulut Barra.

" Ciuman pertama di pipi tapi malah bau terasi.. " Rutuk Dita dalam hatinya.

" Aku udah makannya.. Kamu lanjutin makan sampai habis ya.." Ucap suaminya lembut.

" Tapi ini masih banyak loh.." Sanggah Dita.

" Masih enakan masakan kamu.." Celetuk Barra sampai Dita merasa besar kepala.

" Iyalah pasti..."

" Barr pertemuan dengan pak Gunawan katanya ditunda, pak Gunawan minta bertemu nanti malam sambil makan malam" Tetiba Farhat datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kebiasaan...

" Oke gak masalah..."

" Dit.. Temen kamu acara makan malamnya dimana?." Tanya Barra menoleh ke arah istrinya. Barra berencana akan makan malam di restoran yang sama dengan acara ulang tahun Keke.

" Di JnC hotel mas.."

" Ya udah.. Farhat bilang sama pak Gunawan gue minta ketemunya di JnC hotel.."

Farhat mengacungkan jempolnya tanda menyetujui permintaan atasannya.

" Memangnya kenapa mas?."

" Kamu boleh ikut acara ulang tahun temen kamu! Sementara aku akan makan malam di tempat yang sama dengan kamu." Jelas Barra.

" Jangan -jangan kamu mau ngintilin aku ya mas?." Celetuk Dita sambil menyebikkan bibirnya.

" Kalo iya gimana? Itu bibirnya jangan digituin!."

" Kenapa memangnya mas?."

" Kamu mau aku cium kamu sekarang juga?."

Dita menggeleng cepat.. Masa iya harus ciuman di kantor. Seperti tidak ada lagi tempat lain yang lebih romantis misalnya gitu.

" Nanti aja mas.. Kalo di rumah!." Ujar Dita dengan polosnya sehingga berbalik Barra yang menjadi malu.

" Awas ya.. Aku tagih nanti!." Barra mencoba menggoda keluguan Dita.

***

" Dita.. Thanks ya udah dateng aduh lo cantik banget sih sampe ngalahin gue yang ultahnya.." Ujar Keke menyambut kedatangan Dita di pesta ulang tahunnya.

" Eh.. Si bos dateng juga Dit?." Bisik Keke saat melihat Barra berjalan masuk bersama Farhat.

" Oh.. Iya tapi ada jamuan makan malam sama klien perusahaan kita."

" Kirain.. Gue merasa tersanjung banget si bos hadir taunya.." Ujar Keke sesal.

" Gak usah sedih.. Nih kado buat kamu dari kita berdua.."

" Waaahh makasih banget ya.. Lo udah dateng aja gue seneng ko Dit.."

" Ya udah.. Guys karena malam ini udah kumpul semua, tadinya gue mau ngadain party di club tapi karena berhubung besoknya kita harus balik kerja gak mungkin kan kalo kita kerja terus kepala kita masih pusing efek minum kan gak lucu.. Jadi gue mutusin kita makan malam bersama saja.. " Jelas Keke membuka acara makan malam dalam rangka merayakan hari jadi ulang tahunnya.

Barra memperhatikan dari tempat duduknya tidak jauh dari tempat Dita dan teman-temannya. Acara makan malam yang hanya dihadiri teman terdekat.

Sementara Barra sedang membahas masalah investasi bersama pak Gunawan dan istrinya.

" Wah pak Barra tadi pagi saya liat tuh wawancaranya pak Barra.. Wajar kalo pak Barra dinobatkan sebagai Young Enterpreneur 2020." Puji istri pak Gunawan, ibu Serly.

" Terimakasih bu.. Saya belum ada apa-apanya dibandingkan pak Gunawan. Pengalaman saya masih sedikit.."

" Pak Barra selain piawai juga rendah hati yah pah.."

" Iya mah.. Kalo seandainya pak Barra belum menikah mungkin saya mau menjadikan sebagai menantu saya.." Mereka semua tertawa bersama, mengingat pak Gunawan adalah seorang pebisnis handal seangkatan Agung, ayahnya Barra.

***

Haii... terimakasih sudah setia membaca. Boleh minta dukungannya dengan menambahkan komen, like dan votenya ya.. Makasih

1
Mamah Kekey
salut sama Dita tidak mudah di tindas....
Mamah Kekey
masih nyimak kk
Kusniasri Kus
lanjut thor saya suka......
Fransisca Olivia Tambunan
ini kok jijay banget sih ada pebinor macam gini, bikin eneeg🤮🤮🤮🤮
Rizky Sandy
g ada ceritanya laki2 dan perempuan klau g ada salah satu yg berharap,,, berfikir dong ktnya orng hebat
Mutia Rahma
Semangat thor
Mutia Rahma
kalau bisa ga ada pelakornya
Evi Shalsa
dita nya hadeuuuhhh
Evi Shalsa
dita mau z d ajak"
mei puspitasari
semoga rumah tangga nya tentram dan bahagia
Dimas Putra
oke lanjut
Redho Anshar
problem liku2 kehidupan
Moh Mamnun
lanjutken y thor..
nining indahyati
akhirnya....
Idha Sakhi
😂😂😂😂😂😂😂 parah😀😀😀😀😀
guntur 1609
bagus...
guntur 1609
bagusss cwriyanya
guntur 1609
kapan hamilnya....
guntur 1609
sdh garing cerutanya banyak pelakor dan pebinor...sdh terbuka ja sama bara jangan ada yg di tutupi
guntur 1609
bagus cerutanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!