Spin Off Menikahi Pamanmu
Kisah cinta karena perjodohan antara Reka (adik dari Kayla) dengan Nara seorang wanita berprofesi sebagai dosen di kampus Reka. Keduanya tidak menyetujui perjodohan tersebut, mengingat Reka dan Nara sempat berseteru bahkan Reka menyebut Nara Perawan Tua.
Namun, kembalinya mantan Nara membuat wanita ini meminta Reka mempercepat pernikahan mereka. “Please, jangan batalkan perjodohan ini. Aku minta sama kamu untuk bantu bicara dengan keluarga agar pernikahan kita dipercepat,” ungkap Nara.
Reka menatap sinis pada Nara. “Jangan bilang kalau kamu hamil dan aku ketiban sial harus bertanggung jawab.” Nara menggelengkan kepalanya. “Aku tidak hamil. Reka, tolong aku. Setelah kita menikah aku akan biarkan kamu tetap berhubungan dengan kekasih kamu. Sampai kondisi aman kamu boleh ceraikan aku. Please, bantu aku,” pinta Nara.
Follow medsos Author
instagram : dtyas_dtyas
facebook : dtyas auliah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejujuran Nara
“Kamu harus percaya aku.” Air mata sudah menetes di pipi Nara. Reka hanya menghela nafas agar sabar menghadapi Dosen cantik dihadapannya.
“Maka buatlah aku percaya!”
Nara menatap wajah Reka. Ternyata dibalik umurnya yang tergolong muda, Reka berusaha menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab. Terbukti semalam Reka menolong Nara dari niat buruk Reno.
“Reno mantan kekasih aku. Kemarin dia minta aku kemari untuk ....”
Reka menunggu penjelasan Nara yang terhenti. Nara menatap sekeliling mencari keberadaan tas untuk memperlihatkan pesan yang dikirim Reno. Reka menunjukan tas Nara yang berada tidak jauh dari jangkauannya. “Cari ini?” tanya Reka dengan memperlihatkan ponsel Nara.
Nara mengangguk. “Ada rahasia apa di sini?” tanya Reka.
“Kamu bisa baca pesan yang dikirim oleh Reno. Dia mengancam aku dan itu bukan foto aku Reka. Mana mungkin aku bisa begitu bodoh melakukan hal tersebut,” terang Nara.
Reka sedang mengamati foto yang dikirim Reno. “Aku akan cari tau keaslian dari foto ini. Kenapa kamu tidak beritahu aku kalau si bang_sat itu mengancam kamu?”
“Aku tak tahu. Yang jelas kemarin aku bingung, kalut dan marah. Yang ada dalam benak aku hanya mencoba menyelesaikan masalah ini,” jawab Nara.
Reka menghampiri Nara dan berdiri di depan wanita yang seutuhnya sudah menjadi miliknya. “Bang Elang akan mengurus masalah Reno. Jadi, apa ini ada hubungannya dengan kamu meminta aku untuk menikahimu?”
Nara mengangguk.
“Ahhh. Jadi karena mantan.” Reka duduk di samping Nara.
“Maafkan aku Reka.” Nara menceritakan semua dengan detail terkait Reno. Termasuk alasan Nara memutuskannya juga ketakutan karena ancaman-ancaman dari pria itu. “Aku berharap dengan status aku sudah menikah dia tidak akan mengganggu aku tapi ....”
“Cukup. Aku harap kejadian kemarin cukup membuat kamu lebih hati-hati dalam bertindak dan lebih terbuka menyampaikan apapun pada suamimu,” ucap Reka dengan menekankan kata Suamimu.
“Mengerti?” Nara mengangguk patuh.
“Apa kamu menyesal?” tanya Reka sambil memainkan rambut Nara yang tergerai. Jarak tubuh mereka sangat dekat, membuat Nara merasakan getaran yang aneh karena sentuhan Reka. Padahal hanya rambut yang disentuh oleh Reka.
“Menyesal karena apa?”
“Semalam. Apa yang sudah terjadi semalam dan apa yang sudah aku renggut semalam,” ujar Reka pada Nara.
Nara menunduk dan meneteskan air matanya. Reka menangkup wajah Nara agar menghadapnya, “Kenapa menangis? Apa kamu menyesal? Atau kamu memang berniat menyerahkannya untuk mantan kamu?” Rentetan pertanyaan Reka karena amarah melingkupi hatinya, menduga jika Nara menyesal dengan apa yang terjadi diantara mereka.
Nara menggelengkan kepalanya, “Bukan begitu Reka, aku malu. Malu karena kita melakukannya bukan karena cinta tapi karena aku dalam pengaruh obat.”
Reka merasa lega. “Bagaimana jika cinta tumbuh seiring dengan berjalannya waktu,” ucap Reka.
“Kamu mau mencintaiku? Aku ‘kan perawan tua,” ledek Nara.
“Aishhh, merusak moment. Sekarang kamu mantan perawan dan aku yang sudah merenggutnya. Hanya aku yang boleh menyentuh dan mencintai kamu,” ancam Reka dengan posesif. “Atau kamu memang tidak mau mencoba mencintaiku? Apa karena aku terlihat masih bocah?”
“Bocah tapi pengalaman di ranjang,” ucap Nara lirih tapi masih didengar oleh Reka.
“Bilang apa tadi?” tanya Reka sambil mendekatkan wajahnya. Nara mendorong tubuh Reka agar menjauh. “Aku lapar,” ujar Nara. Reka merangsek lebih dekat pada wajah Nara. Terdengar dering ponsel miliknya, Reka pun menjauh. Menjawab panggilan telepon yang ternyata dari Elang.
“Ayo kita turun,” ajak Reka setelah mengakhiri panggilan.
Reka membawakan goody bag berisi pakaian Nara. “Kita mau ke mana?” tanya Nara ketika Reka mengajaknya keluar dari lift bukan di lantai dasar. “Bertemu Paman Elang,” ucap Reka.
Saat memasuki ruang kerja Elang, di sana bukan hanya ada Elang tapi juga Kayla. Nara menoleh pada Reka di sampingnya. “It’s oke, mereka yang akan membantu kita mengurus mantan kamu itu.”
“Hai, Nara. Gimana kondisi kamu?” tanya Kayla lalu menghampiri Nara. “Aku ....”
“Duduk dulu yuk,” ajak Kayla.
Sementara Kayla dan Nara berbicara dengan duduk pada sofa, Reka dan Elang duduk berhadapan di meja kerja Elang. Yang dibicarakan oleh Elang lebih serius, mengantisipasi jika Reno berani berbuat lebih dari yang kemarin.
Kayla yang sudah mengetahui permasalahan yang dialami Nara, mencoba saling menguatkan. “Jangan pernah merasa sendiri, kami semua sekarang adalah keluargamu. Kita akan cari solusi terhadap masalah yang kamu hadapi,” tutur Kayla.
Nara mendengarkan nasihat yang disampaikan oleh Kakak iparnya, wanita yang terlihat sangat memukau dengan bahasa yang sopan dan lembut.
Dalam hati Nara memuji ketampanan Reka dan kecantikan adik dan kakaknya memang keturunan keluarga yang berparas menawan. “Bunda biasa mengadakan makan malam untuk semua anak dan menantunya berkumpul, nanti kamu harus hadir,” ujar Kayla.
Nara mengangguk. Pembicaraan Reka dan Elang sudah selesai, Reka pun menghampiri Nara dan mengajaknya pulang.”
“Masih pagi Ka. Mau ngapain buru-buru pulang,” ejek Elang.
“Jadwal bimbingan,” sahut Reka.
“Bimbingan dengan dosen atau dengan istri?”
“Keduanya,” jawab Reka lalu mengajak Nara bergegas meninggalkan ruang kerja orang nomor satu di Two Season.
“Mas, kayaknya Nara ada semacam trauma deh,” ucap Kayla yang sudah berdiri di samping Elang.
“Hmm.” Elang menarik lengan Kayla, membuat wanita itu duduk miring pada pangkuannya.
“Mas, lepas dong. Nanti ada yang tiba-tiba masuk gimana?”
“Siapa yang berani masuk ke ruangan Elang Sanjaya tanpa izin,” ucap Elang berbarengan dengan pintu yang dibuka, “Paman, Reka sudah ... Ups, sorry,” ucap Eltan lalu keluar dan menutup kembali pintu ruang kerja Elang,
“Apa aku bilang,” ucap Kayla. Elang masih mengeratkan tangannya pada pinggang Kayla.
“Enggak bakal ada lagi, Cuma Eltan yang berani kurang ajar sama aku.”
Pintu kembali dibuka dari luar dan masuklah Edo, “Lang, ini urusan ... Eh, maaf,” ucap Edo lalu kembali menutup pintu.
“Dasar asisten kurang ajar!”
“Bukan mereka yang kurang ajar, kamu yang mesum,” ejek Kayla lalu mengambil hand bag yang ada di atas meja. Elang merangkul bahu Kayla akan mengantarkan istrinya sampai lift. Saat melewati meja sekretaris Elang, Eltan dan Edo berdiri menunggu untuk menemui Elang.
“Bu,” sapa Edo sambil mengangguk.
Eltan pura-pura fokus pada ponselnya.
“Kalian harus ikut attitude workshop. Biar tau sopan santun,” ujar Elang saat melewati Edo dan Eltan.
Bersambung.
\=\=\=\=\=\=\=
Hai pembaca. Jangan lupa mampir ke karya rekan author.
PEMBALASAN GADIS ABNORMAL