NovelToon NovelToon
Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamannya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:187.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: meme-chan

21+ Harap membaca dengan bijak!!!

Pria Itu Bukan Dia Tapi Pamanya Season Pertama dan kedua


Perjodohan orang tua yang harus aku patuhi

" Pria itu adalah teman kecilku "

Namun perjodohan itu gagal karena mereka tidak saling mencintai.
Pria itu sudah jatuh cinta kepada wanita lain

"Aku yang selalu menutup hatiku karena kecewa terhadap cinta lamaku tiba - tiba terbuka kembali karena seorang pria"



" Pada akhirnya sudah sekian lama mengenalnya aku baru menyadari perasaan ini aku sudah jatuh cinta dengan seorang pria yang menyebalkan pria itu bukan dia, tapi pamannya"


Namun cinta itu tidak berpihak padaku karena pria itu sudah memiliki pasangan

....


Bagaimana kelanjutannya ...
Apakah mereka akan bersama atau akankah berakhir begitu saja???


Penasaran????
Baca ceritanya sampai selesai ya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meme-chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Amira terus memandangi Adelard yang tak kunjung sadar sejak kemarin

"Adelard, cepat lah sadar... Maafkan aku.....Hiks hiks hiks" Ucap Amira yang menangis.

"Amira tenang lah????Kau tidak bersalah ini semua adalah tindak kejahatan seseorang yang bukan hanya karena persoalan mu namun bisnis juga??" Ujar Adelia yang meyakini Amira.

"Kak Adelia terimakasih"Ucap Amira sembari memegang tangan Adelia.

"Baiklah sekarang sudah pagi lebih baik kau pulang dulu "Ujar Adelia.

"Maaf kak aku tidak bisa meninggalkan Adelard" Ucap Amira sambil mengusap air matanya?

"Baiklah aku akan ke ruangan Mie dulu sepertinya lukanya cukup parah" Ucap Adelia wajahnya terlihat begitu muram.

Siang itu setelah Amira mengganti pakaiannya ia melihat Adelard wajahnya berkeringat ia bemimpi buruk.

"Jangan.... jangan , Mieya Mieya......Mieya"Ucap Adelard terbangun sembari melepaskan selang oksigen.

"Sayang!!!!!!!" Teriak Amira menghampiri Adelard.

"Dimana wanita itu.... Dimana"Ucap Adelard menarik lengan Amira begitu kuat.

"Sayang apa kau baik - baik saja????"Ujar Amira yang begitu khawatir

Adelard berusaha bangun namun tubuhnya masih lemah ia ingin menemui Mie.

"Tenang lah sedikit!!!! Mie baik - baik saja saat ini ia belum sadar...Sayang tenanglah sedikit!!!!"Teriak Amira sembari memeluk Adelardmatanya berkaca - kaca saat mendengar Adelard terus memanggil Mie.

Amira berkata di dalam hatinya"(Mie adalah anak yang baik ia tidak hanya menyelamatkan Adelard tapi diriku yang lemah ini????Pantas saja Adelard sangat peduli padanya dari pada diriku yang lemah ini).

Adelard melepas pelukan Amira ia menarik nafas memejamkan mata dan berbaring lagi di tempat tidurnya.

"Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri "Tanya Adelard.

"Sayang kau sudah tidak sadar 2 hari"Ucap Amira yang tersenyum.

"Aku kenapa lemah sekali tidak bisa melindungi anak itu!!!!Sial!!!!!"Ujar Adelard.

"Maafkan aku ini semua salahku!!!!"Ucap Amira sembari menagis.

"Kau tidak bersalah....Terimakasih telah menjagaku selama ini"Ucap Adelard sembari mengelus rambut Amira.

Adelia menghampiri ruangan Inap Mie ia melihat tidak tidur semalaman wajahnya begitu khawatir.

"Wulan... Aku saja mengantikan mu, Kau belum tidur sejak malam???"Ujar Adelia.

"Sudah dua hari ia belum sadar, Baimana aku bisa tidur dengan tenang... Dia satu - satunya yang ku milik dia sangat berharga"Ujar Wulan yang bersedih.

"Hei.... Jangan bersedih seperti itu Mie pasti sangat sedih jika ibu nya menangis"Ucap Adelia yang memberi semangat.

Zia pun datang membawa beberapa pakaian untuk Mie.

"Tante..Biar aku saja yang menemani Mie"Ujar Zia sembari memegang tangan Mie.

"Wulan , Ayo kita pulang sebentar saja"Ujar Adelia.

"Biklah..." Ucap Wulan wajahnya begitu lelah.

Setelah itu Adelio dan Ray Melakukan obeservasi pada Mie yang belum juga siuman tubuhnya begitu lemah.

"Adlio bagaimana keadaanya"Ucap Zia yang begitu khawatir

"Dia akan baik - baik saja"Ucap Adelio.

"Aku benci diriku yang tidak ada untuknya.... Kenapa ia tidak memberitahu ku ... Ia menolong Adelard pria jahat itu yang selalu membuat ia sengsara setiap harinya di permainkan seperti boneka di permalukan di depan semua orang hiks hiks hiks hiks begitu jahat"Teriak Zia sembari menutup wajahnya.

"Jangan menangis...." Ujar Adelio sembari memeluk zia

"Apa kau tahu kenapa Mie bertahan bekerja dengan Adelard karena ia ingin membeli rumah untuk dia dan ibunya agar tidak menyulitkan tante Adelia"Teriak Zia.

" Sudahlah jangan menangis, Paman sebenarnya tidak seperti itu hanya saja akhir - akhir ini dia sedikit emosional"Ujar Adelio.

"Dia itu pria jahat.......Aku membencinya!!!!"Teriak Zia sembari memeluk Adelio.

"Andai saja ia membalas perasaan ku mungkin ia tidak perlu bekerja lagi dengan Adelard "Ucap Ray sembari memegang wajah Mie.

"Kak Ray... Berjuanglah"Ucap Adelio sembari tersenyum.

Saat itu Adelard sedang bersama Amira ia mendengar percakapan mereka dari pintu kamar yang sedikit terbuka.

Awalnya Adeard ingin menemui Mie, Namun perasaannya menjadi kacau setelah mendengar ucapan Zia. ia pun kembali ke kamarnya dan menanyakan apa yang terjadi sebelumnya.

"Amira bisakah kau menceritakan semua yang terjadi"Ucap Adelard.

" Saat itu aku menghubungi Mie karena kau tidak menjawab telpon ku setelah aku menutup telpon dari Mie. Ia menelpon ku lagi memberitahu ku tentang penculikan itu ia merencanakan akan pergi sendiri untuk mengecoh penculik itu"

Ujar Amira.

"Bodoh sekali!!!Jika terjadi apa - apa padanya aku juga tidak akan memaafkan diriku sendiri"Ujar Adelard.

"Mie memang wanita yang baik, Aku jadi iri"Ujar Amira sembari meremas tangannya.

"Pulang lah???Kau sudah begitu lelah"Ujar Adelard sembari mengelus rambut Amira.

"Baiklah, Aku akan menjengguk mu lagi...."Ujar Amira sembari mengecup kening Adelard setelah itu ia berjalan keluar dari kamar.

"( apa aku harus meminta maaf padanya) "Adeladd yang berbicara di dalam hatinya.

"Paman!!!!"Ketus Adelio.

"Hmmm Adelio.... kau tidak menjaga dia"Ujar Adelard.

" Mie sudah di jaga kak Ray, Ia sangat peduli pada Mie"Ujar Adelio.

"Ohh begitu kah" Ucap Adelard wajahnya berubah menjadi sinis.

"Paman, Maaf jika aku lancang akhir - akhir ini apa ada masalah"

"( Apa dia ingin membahas itu lagi, Apa aku tampak sangat keterlaluan????) Hhmm ada hal yang menganggu .."Ujar Adelard yang keras kepala.

"Apa Paman???"Tanya Adelio

" Karena dia tidak bekerja dengan becus jadi buat aku kesal saja, Ia juga sering malas - malasan berkencan dengan Ray di saat jam kerja"Ketus Adelard wajahnya begitu masam.

"Paman tapi perlakuan mu itu sudah keterlaluan"Ucap Adelio sembari meremas tangannya.

"Apa kau datang kesini hanya ingin menceramahiku"Ketus Adelard.

"Tidak...Tidak Paman (Haaah hampir saja aku membuatnya marah)"Ucap Adelio.

" Besok kita akan meeting bersama orang - orang penting dari luar negri"Ujar Adelard.

"bagaimana dengan luka Paman yang belum sembuh"Tanya Adelio.

"Tidak masalah... Pekerjaan ini lebih penting aku rasa sekarang aku sudah baik - baik saja "Ujar Adelard sembari membuka laptopnya.

"(Aku tahu Paman adalah Pria baik dan bertanggung jawab ia berkerja keras untuk perusahan ini tapi perlakuannya pada Mie membuatku kecewa padanya)"Ucap Adelio di dalam hatinya.

Keesokannya Adelard begitu sibuk ia tetap bekerja walaupun dadanya masih terasa sakit ia adalah Pria perkerja kerja dan selalu menomor satukan keluarganya. Saa meeting pun di mulai Adelard merasa ada yang kurang saat presentasi yaitu tanpa Mie di sampingnya yang selalu bersemangat.

"Paman ini dokumennya....Paman" Ucap Adelio yang memperhatikan Adelard termenung.

"Paman???Apa memikirkan Mie dia sudah Kak Ray pindahkan ke rumah sakit ini"Ujar Adelio sembari meminum kopi.

"Aku akan menjenguknya!!!Apa dia sudah sadar???Ujar Adelard.

"Mie sempat sadarkan diri, Namun karena tubuhnya begitu lemah ia masih belum sepenuhnya sadar"Ujar Adelio wajahnya menjadi sedih.

"Kau urus semua ini biar aku saja yang menangani pasien yang bernama Mieya Miesila itu aku ingin ia membuka matanya"Ketus Adelard sembari berjalan keluar.

"Baiklah....( Hmm...Paman kenapa kau tidak jujur kalau sangat merindukan Mie)".

Saat itu Adelard memasuki Ruangan disana terlihat Ray yang memegang tangan Mie. Adelard pun menepis tangan Ray agar tidak menyentuh tangan Mie.

"Ahhhss....Kau kenapa sih"Ujar Ray begitu kesal.

"Jangan penggang tangannya terus "Ujar Adelard.

"Kenapa????Kau cemburu yaa??"Goda Ray.

"Aku cemburu itu mustahil!!!!!"Ketus Adelard.

"Jadi kenapa kau disini...."Ujar Ray sembari menatap Adelard.

"Aku akan menanganinya aku akan mengobservasinya setiap hari, Madi silahkan yang menjenguk untuk meninggalkan ruangan ini"Ujar Adelard dengan senyum kecil.

"Baiklah...Baiklah, Aku serahkan pada mu tapi tolong jaga calon istriku"Ketus Ray sembari berjalan keluar.

"Jangan bermimpi!!!!(Buat kesal saja ucapan Ray!!!)" Ketus Adelard.

Terlihat Mie masih terbaring lemah, Adelard melihat Mie begitu sedih ia mengingat kembali ucapaan Mie "( Dengarkan aku dari lubuk hatiku Paman juga sangat penting bagiku) yang membuat hatinya bergetar.

"( Aku ingin memegang tangannya tapi Ray tidak mungkin akan kembali lagi kesinikan ) " Ucap Adelard di dalam hatinya sembari melihat kearah pintu.

"Hmmm bangun lah kau bodoh sekali kepala mu menjadi terluka seperti ini...Aku tidak akan memaafkan mereka " Ucap Adelard sembari mencium kening Mie.

Adelard pun menghubungi Wulan agar mereka tenang ia mengatakan bahwa ia akan mengurus Mie hingga pulih.

Hingga waktu sudah begitu malam Adelard terus memperhatikan wajah Mie ia mengelus kepala Mie. Saat itu Mie tanganny bergerak wajah nya berkeringat dan terus memanggil nama Adelard berkali - kali sembari menangis hingga Adelard memegang tangannya agar Mie tersadar.

"Ha....Paman kau disini bagaimana dengan luka mu????"Ujar Mie melihat Adelard yang memegang tangannya begitu erat Adelard yang begitu angkuh itu melepaskan tangannya karena ia tidak ingin terlihat bahwa ia sangat mengkhawatirkan Mie.

" Aku hanya memeriksa denyut nadi mu!!!"Ketus Adelard.

"Bagaimana dengan luka mu" Ujar Mie sembari memegang wajah Adelard yang sedikit lebam.

"Masih saja memikirkan orang lain....Kau sudah 3 hari tidak sadarkan diri!!!" Umar Adelard.

"Heehehehe benarkah...Paman, Aku lapar sekali"Ujar Mie yang memgalihkan pembicaraan karena ia melihat Adelard terlihat sedih.

"Kau masih bisa tertawa!!!!Baiklah aku akan keluar mencari makanan untukmu tunggulah aku jangan tidur!!!"Ketus Adelard sembari keluar kamar.

"(Paman....Aku kira aku akan mati!!!Ternyata kita masih bisa di pertemukan kembali)".Ucap Mie yang sembari menangis.

Beberapa jam kemudian saat Adelard membuka pintu Mie sedang membuka jendela dan memperhatikan bintang - bintang di langit.

"Ayo lah kita makan bersama, Aku juga lapar"Ujar Adelard yang membawa makanan.

"Paman....Dimana yang lain apa mereka tidak menjenguk ku????"Ujar Mie.

"Aku tidak ingin mereka menganggu mu jadi aku sendiri yang menjaga mu"Ketus Adelard sembari membukakan makanan Mie.

"Hmmm begitu ya...Aku lapar sekali ayo kita makan"Ujar Mie yang tersipu malu.

"Kau berbeda sekali dari yang sebelumnya lebih lembut" Ujar Adelard memegang kening Mie.

"Haaa....Jangan sentuh aku.... Heesss aku mau makan dulu lapar sekali " Teriak Mie.

"Haaahahaha akhirnya kau kembali juga, Aku pikir kau orang lain?!??"Goda Adelard sembari tertawa.

"Heeee......Paman dimana kak Ray, Aku ingin menemuinya"Tanya Mie.

"Dia tidak dinas malam ini, Kau sangat perhatian sekali padanya"Ketus Adelard wajahnya berubah menjadi kecut,

"Haaa Kau cemburu ya!!!!Aku hanya berteman saja dengannya tidak lebih dari itu lagian aku juga tidak pantas untuknya heee" Ujar Mie menggoda Adelard.

"Untuk apa aku cemburu!!!!!Mantan pacarnya itu hampir semua cantik dan tinggi ya dibandingkan denganmu sungguh tidak cocok "Ujar Adelard.

" Bena!!! Bbbek buruk rupa tidak akan menjadi angsa itu hanya mimpi hee"Ujar Mie yang sembari tertawa.

"Makanlah daging ini...Agar kau kuat seperti samsons" Ucap Adelard yang mengalihkan pembicaraan saat mendengar ucapaan Mie ia merasa tidak nyaman.

"Paman....Mengejekku terus heeeeee....Tapi terimakasih ya"Ujar Mie.

"Untuk apa!!!"Ketus Adelard.

"Terimakasih Paman tidak mati!!!!Heeeee"Ketus Mie sembari tersenyum.

Ucapaan yang membuat Adelard berdebar-debar dan cenat-cenut.

Setelah makan Mie pun menyikat giginya bersama Adelard di dalam toilet.

"Paman, Kau jelek sekali saat menyikat gigi" Ucap Mie sembari memukul bokong Adelard

" Ahh berani sekali kau...... Kau lebih jelek lagi bebek buruk rupa" Ujar Adelard sembari membalas memukul bokong Mie.

Mie pun duduk di bednya sembari memperhatikan Adelard

"Apa Paman yang akan menemaniku disini"Tanya Mie.

"Ya!!!!"Ketus Adelard begitu cuek.

"Jangan mematikan lampu karena disini ada pria cabul"Ketus Mie sembari melihat Adelard.

"Apa maksudmu itu......???" Ketus Adelard sembari melihat Mie begitu tajam.

Mie pun berbaring dan menutup dirinya dengan selimut.

"Heeee.....Selamat tidur pria ca.....heeee" Ucap Mie, Ia pun memejamkan kedua matanya.

Adelard yang merasa terhina di anggap cabul ia pun mendekati Mie.

"Paman, Apa yang kau lakukan pergi sana aku ingin tidur jangan ganggu aku!!!"Ketus Mie sembari menutup wajahnya dengan selimut.

"Bukanya kata mu aku pria cabul...."Ucap Adelard sembari menarik selimut Mie.

"Aku kan hanya bercanda Paman heee "Ucap Mie sembari menatap Adelard yang menatap wajahnya begitu dekat hingga nafasnya begitu terasa di bibir Mie.

"Bercanda!!!!Aku akan menunjukan kecabulanku padamu"Ketus Adelard

sembari mencium bibir kecil Mie dengan lembut.Saat itu Mie melepaskan ciuman itu Namun Adelard tidak ingin menghentikannya ia mencium mie kembali secara paksa yang akhirnya membuat Mie menyerah.

Ia memberi sedikit gigitan pada bibir bawah Mie.

Mie terkejut ia berbicara di dalam hatinya ( Kali ini kenapa sedikit berbeda perasaan ini begitu dalam kenapa aku menerima ciuman paksa ini) Mie mendorong tubuh Adelard lagi ia menutup wajahnya dengan selimut.

Adelard pun tersenyum puas ia pun duduk di sofa sembari mengambil laptop untuk bekerja.

"Paman!!!!"Teriak Mie.

"Hmmmm....."Jawab Adelard.

"Akuu mohon Paman jangan pernah mencium ku lagi!!!Aku tidak suka kau mempermainkan aku seperti itu bagaimana pun aku seorang wanita dewasa dan ciuman ku ini milik pria yang kucintai "Ujar Mie yang tidak di perdulikan Adelard yang sibuk bekerja.

"Dan....Hesss Apa kau tidak puas hanya mencium Kak Amira saja!!!!"Ucap Mie sembari duduk dari tempat tidurnya.

"Aku hanya berciuman denganmu!!!!"Ketus Adelard.

"( Dasar pria menyebalkan ia hanya mempermainkan aku, Dasar pria cabul)" Ucap Mie di dalam hatinya sembari merebahkan kembali tububnya .

😘😘😘😘😘😘

1
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
Kalau saya sih lebih setuju Mie kembali sama mantannya, karna kan mantannya pun ngga salah apa2, Ibunya Mie yg paksa mantannya Mie untuk putus dari Mie, sementara mantannya masih sayang dan cinta ke Mie.
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
Adelard : Hanya berciuman denganmu!!

Gw : 🤔🤔
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
Sedih ngga luuuuu????
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
Banyak yg Favorite dan like, tapi ngga ada yg komen🤔🤔
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
💃💃💃💃💖💖💓💓💖💓💖💓

Getaran cinta, paman Adelard mulai jatuh cinta ke Mie, ponakannya Adelio pun mulai jatuh cinta ke Mie. Dan akhirnya mereka berdua akan mulai merasakan cemburu pada setiap pria yg mendekati Mie😁😁😁😁
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
Ada beberapa yg buat bingung, kadang salah nama. Seharusnya Adelia malah jadi Adelard.
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
Benarkan Adelard yang selamatkan Mie...☺☺

hoi...Adelard, jangan peluk-peluk anak gadis orang.
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
Akhirnya aku bisa mengingat nama dan karakter setiap pemainnya😁😁
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
Nah kayaknya yang nolongin sih Mie waktu tenggelam itu adalah Direktur Adelard, tapi dia salah sangka bahwa tante Adelia yang menyelamatkannya karena ketika dia sadar, tante Adelia yang kebetulan ada di sampingnya.
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
Hot...
Jeon Jungkook reinkarnasinya Inuyasha
Oke, saya lanjut lagi...
Ida Susiana
lanjut up thor
Vannia Adelila
aduh outhor kpn nasib may bahagia
☘️anita🌺
terimakasih kakak thor, akhirnya ceritanya selesai dan happy ending. aku suka kak Thor... sukses selalu ya kak😘
Me_Chan: trimakasih kak anita
total 1 replies
Endangdaman
lagi dong ya
☘️anita🌺
yaelah ini kenapa MP nya gagal terus sih,kapan jadinya sih????
Nin
ya gak jdi dehhhhhh
☘️anita🌺
lanjut kak....aq suka sama pasutri mieya dan alderald....unik
ayo kak Thor MP mieya n alderald jangan gagal lagi, pingin lihat alderald tambah bucin ke mieya...
Endang Daman
lagi dong lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!