NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Cerai / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:768.3k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Pernikahan selayaknya adalah penyatuan dua karakter yang berbeda dalam suatu ikatan.

Kadang kala menikah karena didasari oleh perjodohan itu hal yang sudah biasa terjadi di dalam kehidupan. Lebih lagi menikah karena suka sama suka.

Menikah tanpa cinta diawal, itu sudah biasa terjadi. Tetapi jika harus hidup selamanya tanpa cinta dan diceraikan karena pihak orang ke tiga yang membuat kehancuran dari tempat rumah tangganya.

Mencintai dengan sepenuh jiwa raga, tetapi balasan yang didapat adalah pengkhianatan. Hingga pernikahan mereka berakhir.

Tetapi, jika pernikahan yang terjadi karena adanya unsur maksud dan niat tersembunyi apa lagi yang berbau dendam. akankah hubungan pernikahan yang sakral dan suci itu bisa terjalin hingga maut memisahkan atau kah hanya sesaat saja.

Hingga dendam itu mendarah daging hingga menular ke anak dan cucu hanya karena Cinta Yang tidak terbalas berakhir dengan dendam yang tak berkesudahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 21. Tingkah Lucu Baby Axel

Selamat Membaca..

Kicauan burung mewarnai pagi hari, Kupu-kupu beterbangan di atas bunga yang sedang mekar untuk menghisap sari madu. Sejuknya udara pagi hari yang belum terkontaminasi dengan asap knalpot dari kendaraan, bau tanah yang baru tersiram air hujan masih terasa.

Suara teriakan dari Baby sitter Axel menggema di seluruh pojok rumah minimalis yang bercat hijau itu.

"Baby Ax jangan lari dong, entar jatuh" ucap Mbak Wati yang berlari sambil menenteng celana Axel.

"Ayo kejar Axel mbak" teriak Axel yang berputar keliling kamarnya.

Sekarang Axel berlari ke luar ruangan dan menjatuhkan dan menghamburkan semua mainannya ke lantai serta menarik taplak meja. Untung saja rata-rata barang-barang hiasan rumahnya terbuat dari plastik sehingga tidak mudah rusak dan pecah.

"Ayo dong Axel pakai celananya entar masuk angin loh klo gak mau pake celananya" ucap Mbak Wati yang sudah ngos-ngosan mengejar Axel.

Amairah dan Mbak Mirna yang baru pulang dari pasar heran melihat seisi rumahnya yang sudah seperti kapal pecah. Amairah tersenyum melihat putranya yang berlarian ke sana kemari hanya memakai panpersnya saja. Hari ini hari minggu jadi Amairah libur dari pekerjaannya.

"Axel Sto....op" teriak Amairah.

Sedangkan mbak Mirna langsung memungut barang-barang yang sudah tercecer di lantai. Setelah mendengar suara teriakan dari Mommy nya, Axel langsung kabur ke dalam kamarnya dan segera memakai pakaiannya dengan tergesa-gesa padahal Axel belum bisa memakai pakaian dengan baik. Tingkahnya Axel membuat tersenyum siapa pun yang melihatnya. Axel berhasil memakai pakaiannya tapi celana dan bajunya terbalik yang seharusnya di depan malah di belakang.

Kemudian memungut mainannya yang tercecer dan menyimpannya kembali ke tempatnya semula.

Amairah berjalan ke arah Axel dan langsung mensejajarkan tingginya dengan tinggi Axel.

"Axelnya Mommy semakin pintar" puji Amairah kepada putranya.

"Maafkan Axel Mom" ucap Axel sambil memegang ke ditelinganya.

Amairah langsung menitikkan air matanya melihat tingkah anaknya yang lucu dan menggemaskan.

"Axel sayang Mom" ucap Axel langsung mencium pipi Ibunya.

Pak Heri yang tidak sengaja melihat hal tersebut ikut terharu melihat interaksi antara Amairah dan baby Axel. Axel kemudian berlari ke arah Pak Heri setelah dirinya melihat pak Heri berjalan masuk ke dalam rumahnya.

"Granfa" teriak Axel yang berlari ke arah pak Heri dan langsung melompat ke dalam gendongan pak Heri yang sudah berjongkok untuk menanti Axel.

Baru jalan dua tahun usia Axel tapi cara pengucapannya sudah lancar tidak seperti kebanyakan anak seusianya yang masih cadel dalam berbicara. Bahkan tingkah lakunya juga sudah lebih cepat dewasa dari usianya.

"Axel kangen loh sama Granfa" ucap Axel.

"Grandfa juga kangen sama Axel, Axel gak nakal kan?". tanya Pak Heri.

"Gak kok Granfa, Axel cuma lari-larian saja kok sama mbak Wati, iya kan Mbak?." ujar Axel yang menatap kearah Mbak Wati.

"Granfa senang mendengarnya kalau Axel gak nakal, Granfa bawa hadiah untuk Axel karena Axel tidak nakal" ucap Pak Heri sambil memperlihatkan sebuah kotak besar ke pangkuan Axel.

Axel dan pak Heri sudah duduk di kursi dan membuka bungkusan kotak tersebut. Betapa girangnya Axel mendapatkan hadiah mobil yang bisa berubah jadi robot yang berwarna kuning.

"Hore Axel dapat hadiah dari granfa mobil Bumblebee" teriak Axel yang lompat-lompat.

Amairah sibuk di dapur karena sudah hampir jam makan siang. Amairah ingin makan siang bersama dengan pak Heri. Baru saja Amairah menyimpan apronnya di tempatnya semula, pintu bel rumahnya berbunyi.

Mirna segera ke arah depan untuk membuka pintu. Dan ternyata Nadia yang datang.

"Amairah nya ada mbak?." tanya Nadia saat dirinya sudah duduk di kursi tamu Amairah.

"ibu Amairah ada di dapur sepertinya ibu sedang menyiapkan makanan untuk makan siang" jawab Mbak Mirna.

Nadia langsung masuk ke dalam dapur.

"Huuuum aromanya wangi banget pasti rasanya juga enak" ucap Nadia setelah mencium dan melihat makanan yang sudah dimasak oleh Amairah.

"Yuk kita makan bersama kebetulan Pak Heri juga ada di sini" ajak Amairah.

"Bapak yang kamu bilang membantu kamu waktu melahirkan kan?." tanya Nadia sambil mencicipi sedikit makanan.

"Iya" jawab singkat Amairah sambil berjalan ke arah kamar Axel.

"Axel yuk kita makan nak, panggil juga granpa yah" ucap Amairah.

"Oke Moms" ucap Axel.

Mereka sudah duduk di kursi masing-masing. Mereka menyantap makanan yang tersaji. Tidak ada suara dari mereka yang ada hanya suara dentingan sendok yang terdengar.

Axel tidak suka jika dia makan ada yang ribut. Sehingga mereka tidak akan ada yang berbicara disaat makan.

"Maaf yah Nadia, kalau kita makan sama Axel tidak boleh ada yang berbicara" ucap Amairah yang heran dengan putranya karena kebiasaan di keluarga angkatnya tidak seperti itu.

Pak Heri yang mendengar hal tersebut bengong dan mengingat kebiasaan dari Ayah mertuanya dulu yang tidak suka berbicara jika sedang berada di hadapan makanan.

"Oohh gitu yah, oiy Amai Aku boleh minta tolong gak?." ucap Nadia yang ragu-ragu untuk menyampaikan permohonannya.

"Minta tolong apa sih, sepertinya ada yang penting?". tanya Amairah yang memperhatikan mimik wajah Nadia.

"Tolong temani Aku yah ke rumah sakit, Aku ingin memeriksa kandunganku" ucap Nadia yang malu-malu.

"Kalau masalah itu gampang, aku tanya Pak Heri dulu katanya Ingin mengajak Axel ke luar jalan-jalan" ucap Amairah yang berjalan ke arah kamar Axel.

"Amairah Bapak Ingin mengajak Axel jalan-jalan ke rumah teman Bapak boleh kan?." tanya Pak Heri.

"Silahkan Pak, kebetulan aku juga ingin menemani Nadia ke suatu tempat" jawab Amairah.

"Makasih banyak nak" ucap Oak Heri yang bahagia karena diijinkan membawa Axel keluar.

Axel dan pak Heri sudah ke luar dan menuju ke dalam mobilnya.

"Aku akan bawa Axel ke rumah temannya kakek" ucap Pak Heri sambil memasangkan sabuk pengaman kepada Axel di atas kursi yang khusus dibuat untuk anak kecil.

"Hore Axel senang karena mau jalan-jalan" ucap Axel yang bahagia karena akan diajak jalan-jalan.

Mobil pak Heri sudah membelah jalan ibu kota S. Hari itu cahaya matahari lumayan terik dan membuat banyak orang yang mengeluh dengan cuaca yang panas.

Tidak berapa lama, Amairah dan Nadia pun sudah berangkat ke Rumah Sakit untuk memeriksa kandungannya. Amairah sudah mendaftarkan nama Nadia dan tinggal menunggu gilirannya dipanggil.

Nadia sudah berbaring di atas ranjang rumah sakit yang sedang diperiksa oleh dokter.

USG 4D yang dilakukan oleh dokter sangat jelas kelihatan jenis kelamin dari anak yang dikandungnya.

"lihat ke layar Ibu, putri ibu sangat sehat dan semuanya normal, ukurannya, jumlah air ketubannya semuanya normal dan baik" ucap ibu Dokter.

"Makasih banyak Dok" ucap Nadia yang bangun dan berjalan ke arah meja yang ada di depan dokter.

"Ini resep vitamin dan beberapa obat yang bagus untuk ibu, tolong tebus di apotek" ucap ibu dokter.

"Makasih banyak Dok" ucap Nadia kemudian berjalan ke arah luar bersama Amairah.

"Sama-sama ibu" jawab dokter yang tersenyum ke arah Nadia dan Amairah.

Amairah dan Nadia sudah mendapatkan obat dan bersiap pulang. Tapi Nadia melihat Bram yang sedang duduk di dalam kafe rumah sakit.

Mereka mendatangi Bram, tapi Bram malah pergi setelah melihat kedatangan Nadia dan Amairah.

Axel mau jelon-jelon dulu yah bareng Grandfa

Bersambung..

Typo mohon dimaklumi readers 🙏.

Makasih banyak atas dukungannya 🙏✌️

Dukung Cinta Yang Tulus dengan Cara Like, Favoritkan, Rate Bintang 5 🙏🙏.

by Fania Mikaila Azzahrah

Makassar, 28 Maret 2022.

1
Sapna Anah
mantan mertua yg baik kebanyakan mantan mertua itu ngebuli semangat amirah,,dan semangat jga buat ahtor
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: makasih banyak kakak 🙏🥰
total 1 replies
Siti Nurbaya
bram ternyata
Nita Rajab
sangat menghibur
erina awa
Adi good job
Jusniah
penyeslAn datangnya dibelakang
MaLika Fardi
Adel semangat kamu bisa
Juwita @ppa
lanjut
MauLya 💟andi
semakin seru
MauLya 💟andi
lanjutkan
Amriana Rara Caya
semua novel kak aku suka
Amriana Rara Caya
lanjut
Asriani Nara
semoga mereka bahagia selalu
Asriani Nara
lanjut
Faika Pertiwi
lanjutkan
Fatimah Zarah🎯™🦩⃝ᶠ͢ᵌꨄ​
semoga mereka bersatulah
Naurah Ramli
comelnya putra sulungnya amairah
Fatimah Zarah🎯™🦩⃝ᶠ͢ᵌꨄ​
next ceritanya bagus
Karisma
next k
Zulaekha sRk
lnjut
ulala lala
saya suka jalan ceritanya ,menarik dan memuaskan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!