Pernikahan yang bahagia adalah dambaan setiap insan. Namun didalam perjalanan mahligai pernikahan tidak selalu indah seperti yang diimpikan. Karena setiap pernikahan pasti ada masalah dan cobaan yang datang silih berganti. Kerikil dan bebatuan datang menghadang langkah tiada henti.
Guntur dan Sovia adalah sepasang kekasih yang belum lama mengarungi bahtera rumah tangga. Pernikahan yang berawal dari perjodohan tidak membuat Sovia membenci suaminya. Ia berusaha sepenuh hati untuk menjadi istri yang shalihah.
Apakah Sovia bisa melewati halangan dan rintangan yang dihadapinya? Apakah Sovia dan suaminya bisa bahagia dalam membina rumah tangga?
Buruan baca dan subscribe novel ini sekarang juga! Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Walet Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kawan Lama
Sesampainya di restoran tempat diadakannya acara reunian, Guntur dan Wina turun dari mobil. Mereka pun berjalan berdampingan. Wina yang manja, tanpa malu-malu menggandeng tangan kiri suaminya. Sebenarnya Guntur merasa risih datang ke acara yang spesial itu, bersama Wina yang sama sekali tidak dicintainya. Namun, karena keadaan yang tidak mendukung, dengan terpaksa mau tidak mau ia harus menghadiri acara reunian bersama istri keduanya itu.
Guntur dan Wina memasuki restoran yang bangunannya terlihat luas dan mewah. Saat mereka menginjakkan kaki di dalam ruangan, mereka langsung melihat wajah-wajah yang tidak asing lagi bagi Guntur. Guntur pun bergegas menghampiri kawan-kawan lamanya yang sedang duduk lesehan sambil asyik mengobrol.
"Assalamu'alaikum!" Salamnya.
"Wa'alaikumsalam!" Jawab hampir semua teman lamanya Guntur.
"Guntur! Gimana kabarnya? Sekarang sudah sukses ya!" Sapa seorang lelaki.
"Alhamdulillah baik Wan! Kamu sendiri gimana?" Guntur pun bersalaman dengannya.
"Ya beginilah Gun!" Jawabnya.
"Guntur kan sekarang sudah jadi juragan sayur! Punya bengkel juga! Mau dong Aku jadi anak buahmu!" Celoteh yang lainnya.
"Bisa aja Kamu Andi!" Jawabnya sambil bersalaman dengan temannya yang bernama Andi dan dengan yang lainnya. Wina pun ikut bersalaman dengan teman-temannya Guntur. Disaat Wina bersalaman dengan salah seorang temannya Guntur, seseorang yang yang memperhatikan wajahnya Wina pun bersuara.
"Istrimu ganti lagi ya Gun? Kok Aku nggak diundang waktu Kamu nikah?" Seru lelaki bernama Uki.
"Oh ya kenalin, ini istri keduaku namanya Wina!" Guntur terlihat gugup.
"Oh pantesan! Mukanya beda sama istrimu yang dulu Aku kondangan! Ternyata istri kedua!" Seru Andi.
"Iya An! Aku kan juga datang pas nikahannya Guntur dulu!" Iwan menimpalinya.
"Hebat Kamu ya Gun, punya istri dua! Bagi-bagi rahasianya dong!" Seru lelaki bernama Ibnu.
"Entar kalau punya istri dua, emang Kamu sanggup tiap malam ngasih jatah sama kedua istrimu Nu?" Tanya Uki.
"Sangguplah! Tapi pake obat kuat!" Balasnya. Mendengar ucapannya, teman-teman yang lainnya pun langsung tertawa. Sedangkan Guntur hanya tersenyum kecut.
Setelah bersalaman dengan teman lelakinya, Guntur dan Wina pun bersalaman dengan teman-teman perempuannya, termasuk istri-istri dari teman lamanya itu. Selesai bersalaman, Guntur duduk bersama kawan lelakinya. Sedangkan Wina duduk bersama teman perempuan suaminya.
Teman-temannya Guntur yang lainnya pun satu persatu berdatangan. Tidak sedikit yang datang bersama istri dan anaknya. Namun ada pula yang datang seorang diri.
Sekitar 15 menit berlalu, disaat acara hendak dimulai, tiba-tiba saja seorang laki-laki berwajah lumayan tampan muncul di hadapan Guntur dan yang lainnya.
"Bobby! Kirain Kamu nggak datang!" Seru Uki.
"Iya nih! Kirain Bobby sudah lupa sama Kita ya!" Andi menimpalinya.
"Ya nggak mungkin Aku lupa sama Kalian! Andi kan yang dulu suka tidur di kelas, Iwan yang suka telat, Uki yang paling rajin dan pintar, Guntur yang playboy, Ibnu suka bolos, Tono yang suka makan di kelas!" Ucap lelaki bernama Bobby yang masih mengingat kebiasaan kawan-kawan lamanya itu, sambil bersalaman dengan mereka. Mereka pun kembali tertawa mendengar ucapannya.
"Edan! Bobby datang telat malah buka aib Kita!" Seru Iwan.
"Iya nih Bobby! masih ingat aja kelakuan Kita sewaktu SMA!" Guntur menimpalinya.
"Kalau Kalian masih ingat nggak apa kenangan Bobby sewaktu SMA?" Tanya Andi.
"Bobby kan yang dulu kutu buku! Kalau sekolah pake sepeda onthel!" Jawab Ibnu.
"Tapi Bobby sekarang sudah sukses lho! Dia kan jadi pekerja kantoran! Lihat aja penampilannya serba bermerek!" Puji Uki.
"Iya ya! Nasib memang nggak ada yang tahu! Sedangkan Aku dulu suka bolos, sekarang cuma dagang bakso!" Ucap Ibnu.
"Justru sekecil apapun usahamu, Kamu kan yang jadi bosnya! Syukuri aja Nu, yang penting kan halal!" Kata Bobby.
"Betul yang dikatakan Bobby. Apapun pekerjaan Kita, yang penting kan halal! Jadi nikmat dimakan dan berkah untuk menafkahi keluarga! Bukankah begitu?" Nasihat Guntur.
"Betul banget!" Balas Bobby dan yang lainnya. Selesai bersalaman dengan semua teman laki-laki, Bobby bersalaman dengan teman-teman perempuannya, termasuk istri-istri dari teman laki-lakinya.
Tidak pernah disangka-sangka sebelumnya, ketika Bobby hendak bersalaman dengan salah seorang perempuan yang duduk di hadapannya, Bobby dibuat kaget alang bukan kepalang. Bagaimana tidak, perempuan yang berada di hadapannya adalah seorang perempuan yang wajahnya sangat dikenalnya. Dia bukan lain adalah Wina. Mantan pacar sekaligus teman kerjanya.
"Wina! Mengapa Dia bisa datang ke acara reunian ini?" Seru Bobby dalam hati. Tidak kalah kagetnya dengan Bobby, Wina pun terdiam membisu melihat wajah lelaki di hadapannya.
"Bobby! Mengapa Dia bisa datang ke reunian Mas Guntur? Apa jangan-jangan Bobby teman SMA-nya Mas Guntur?" Seru Wina dalam hati.
Setelah terdiam mematung untuk beberapa saat, Bobby pun mengajak Wina bersalaman dan berlanjut bersalaman dengan yang lainnya. Lalu ia duduk di sampingnya Guntur.
"Guntur, gimana kabarnya?" Sapanya.
"Alhamdulillah baik. Kabarmu gimana Bob?"
"Baik juga. Kamu datang sendirian Gun? Istrimu nggak diajak?"
"Aku bareng istriku. Kamu sendiri kapan nikah?"
"Doakan aja Gun, secepatnya!" Belum sempat Bobby melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja seorang teman laki-laki mereka membuka acara. Acara reunian itupun dimulai. Satu persatu Guntur dan teman-temannya maju ke hadapan semua yang telah hadir. Mereka pun menceritakan tentang pengalaman hidupnya, tidak lupa mereka juga mengenang masa-masa SMA. Disaat Guntur sedang asyik mendengarkan cerita dari salah seorang temannya, Bobby pun mengeluarkan suara.
"Gun, Kamu tahu nggak, cewek yang pakai baju warna putih, itu istrinya siapa?" Bisiknya. Mendengar pertanyaan Bobby, Guntur pun sedikit terkejut.
"Yang rambutnya sebahu?"
"Iya betul!"
"Itu istriku Bob!" Jawabnya. Mendengar jawaban dari Guntur, Bobby pun sangat tidak menyangka.
"Serius Kamu Gun? Bukannya istrimu dulu berhijab? Wajahnya juga beda sama cewek baju putih itu!"
"Yang dulu itu istri pertamaku. Dan Dia adalah istri keduaku." Jawabnya. Bobby pun kembali kaget dibuatnya.
"Jadi Wina istri keduamu Gun?"
"Kok Kamu tahu nama istriku Bob?"
"Asal Kamu tahu Gun, Wina itu satu kantor sama Aku."
"Oh, jadi Kamu teman kerjanya Wina?"
"Iya. Ngomong-ngomong kapan Kamu menikahi Wina? Kok Aku nggak tahu! Pernah sih temanku bilang kalau Wina sudah menikah, tapi Aku nggak menyangka kalau ternyata Kamu adalah suaminya Wina!"
"Sekitar dua minggu yang lalu. Aku sama Wina memang menikahnya secara sederhana. Jadi sama sekali nggak nyebar undangan."
"Oh begitu. Kalau boleh tahu, apa alasanmu menjadikan Wina istri keduamu Gun?"
"Memangnya kenapa Bob?"
"Bukannya Aku mau menjelek-jelekkan Wina yang telah menjadi istrimu, tapi di kantor Wina sudah terkenal sebagai playgirl Gun!"
"Playgirl? Maksudnya?"
"Iya kayak kelakuanmu semasa SMA! Wina suka gonta-ganti pacar! Hampir beberapa bulan sekali, Wina ganti pacar! Pokoknya sudah kayak ganti pakaian deh! Tiap hari diantar jemput pake mobil mewah!" Jawabnya. Mendengar ucapannya, Guntur pun sangat syok.
"Yang benar Kamu Bob?" Guntur masih tidak percaya.
"Suueeerrr Gun! Masa Aku bohong sama Kamu! Perlu Kamu tahu juga Gun! Kalau boleh jujur ya, Aku juga kemarin sempat pacaran sama Wina! Tapi sekitar tiga minggu yang lalu, Wina memergoki Aku lagi sama cewek lain! Sejak saat itu Kita pun sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi!"