-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh
'aduh maaf ya sayang, aku lagi temanin mami ke pestanya teman mami' ucap Ririn dan tentu saja itu berbohong.
"emm... gakpapa deh. Padahal aku mau ngerayain aniv 1 tahun kita" ucap Airlangga dengan suara pelan, lebih ke nada lirih.
'tahun depankan kita masih bisa ngerayain' terdengar nada malas dari suara Ririn
"yaudah, aku tutup dulu ya telponnya"
tut
setelah memutuskan panggilanya tanpa mendengar balasan dari pacarnya, dia pun langsung menghampiri 2 orang itu -Ririn dan Lelaki Tua-. Samar-samar dia mendengar pembicaraan mereka berdua.
"baby, kamu pilih semua yang kamu suka, bebas" ucap Lelaki tua itu.
"emm... beneran om? Makasihh" ucap Ririn dengan nada centilnya, malah terdengar seperti suara desahan.
"iya, itu karena kamu sudah mau memuaskanku tadi malam" ucap Lelaki tua itu, membuat Airlangga menggeram marah dan entahlah semua emosinya tercampur aduk saat itu juga.
"Ririn" panggil suara berat Airlangga, Ririn yang di depannya kini seperti sedang menegang dan terkejut.
"A..Air..Langga.." ucapnya terbata-bata.
"maaf, anda siapa ya?" tanya Lelaki tua itu, namun tak di hiraukan Airlangga.
"gua gak nyangka ya, ternyata gua udah salah sayang orang" ucap Airlangga dengan nada sinisnya.
"kenapa gua bisa sampai termasuk ke perangkap murahan kayak lu ya?" tambah Airlangga tak lupa dia pun menekan kata 'murahan'.
"hahaha... baru nyadar lu? Pliss deh ya, dari yang lu punya, gua cuman mau harta lu doang!" ucap Ririn dengan nada lantangnya, membuat Airlangga semakin marah dan sakit hati.
"apa maksud lu?" tanya Airlangga meminta penjelasan lebih.
"lu tuh gak lebih dari ATM berjalan gua! Lu terlalu polos buat gua!"
"huh! Mulai detik ini, kita.putus! Jangan harap setelah ini gua mau menerima maaf lu lagi dan jangan pernah muncul dihadapan gua" ucap Airlangga dengan dingin dan datarnya.
Cukup sudah hatinya selama ini di permainkan oleh gadis itu, oh tidak! mungkin dia bukan seorang gadis lagi?!
Setelah kejadian itu Airlangga pun mulai merubah dirinya, dari yang friendly menjadi cuek, baik dan banyak omong menjadi orang yang sangat dingin dan datar dan sangat menjauhi perempuan. Bahkan dari saat itu club adalah tempat pelampiasan terbaiknya. Bahkan ketiga teman-temannya awalnya pun bingung akan perubahan sikap Airlangga.
Flasback off
tok... tok... tok..
"bang ini Bunda" panggil Bunda dari luar Kamar.
"masuk aja bun, gak di kunci" teriaknya.
"memikirkan masa lalu lagi? Hmm?" tanya Kirani yang sangat mengetahui anaknya itu.
"enggak kok bun"
"kamu gak bisa bohong sama Bunda, bang" ucap Bunda dengan nada lembutnya.
"mau sampai kapan abang terpojokkan sama masa lalu?" tanya Bunda.
"abang udah gak mikirin tentang masa lalu kok bun, hanya saja..." ucap Airlangga memberi jeda.
"hanya saja abang gak mau terluka untuk kedua kalinya" lanjut Airlangga, Kirani pun mengelus rambut putranya.
"abang, Bunda dan Papah sudah tua, mau sampai kapan kamu membiarkan kami menahan untuk tidak menggendong cucu?" ucap Kirani, Airlangga pun menunduk.
"tapi abang gak mau salah pilih lagi bun" lirihnya.
"Bunda punya kenalan, kebetulan putri mereka sangat cantik dan baik. Apa kamu mau Bunda kenalkan?" ucap Kirani dengan nada sedikit berharap.
"maaf Bunda, tapi nanti kalau abang sudah siap, abang akan langsung membawa seseorang untuk di kenalkan" ucap Airlangga, membuat Kirani sedikit kecewa.
"ya sudah, apa pun keputusan kamu, Bunda dan Papah akan terus mendukungmu" kata Kirani.
"makasih bun"
'apa aku harus menerima wanita itu? Tetapi bagaimana jika itu sewaktu-waktu dia hamil. Anak itu bukan anak ku?' batin Airlangga.
'tidak tidak, aku tidak akan jatuh pada wanita murahan untuk kedua kalinya' batinnya lagi.
"ya sudah, abang masuk gih sudah malam. Besok kamu masih harus kerja" ujar Kirani dan langsung di anggukan Airlangga.
"night bun"
"night prince"
-----
Ke Esokan Harinya
Pagi ini Jeslyn dkk sudah siap dengan barang bawaan mereka. Sesuai dengan waktu penerbangan mereka ke Korea, yaitu pukul 11 siang. Dan sekarang sudah pukul 10.00. Jeslyn pun tak lupa untuk memeriksa kandungnya dan meminta izin ke dokter untuk melakukan penerbangan jauh ini tadi pagi.
Awalnya dokter melarang dengan tegas agar Jeslyn tidak melakukan penerbangan karena usia kandungannya yang masih terlalu baru. Namun, Jeslyn tetaplah Jeslyn dengan keras kepalanya yang membuat semua orang hampir memarahi dirinya jika saja saat ini dia sedang dia dimasa emosional labil.
"sayang, pindahnya 3 bulan lagi aja ya" ucap Agatha yang masih berusaha membujuk Jeslyn.
"yah Bunda:( aku pengenya sekarang" ucap Jeslyn masih dengan pendiriannya.
"tapi Mamah takut kandungan kamu kenapa-kenapa nak" ucap Agatha, Jeslyn tiba-tiba saja menangis membuat Agatha kesal sendiri jadinya.
"sudahlah Agatha, biarkan putri mu pergi" ucap Bunda Fiona.
"ya Gat, lagian mau segimana pun kamu kasih alasan dia nya juga gak bakal mau. Ditambah dengan emosinya yang masih labil ini" tambah Bunda Dera
Agatha pun menghembuskan nafasnya kasar, Dera dan Fiona benar, 'tuhan kenapa anakku harus memiliki sifat keras kepala seperti Papahnya' batin Agatha frustasi.
"fine! Tapi Jes harus janji buat jaga diri disana, kalian berdua juga harus selalu perhatikan kesehatannya dan kandungannya" ucap Agatha pasrah Jeslyn yang mendengarnya pun seketika merubah wajahnya menjadi senang.
"sudah kan? Ayo kita ke bandara sekarang" kata Alderich yang dari tadi hanyadiam.
"ayo!" seru Jeslyn dengan semangat.
Mereka akhirnya pun pergi menuju Bandara karena penerbangan 30 menit lagi. Mereka pergi dari kediaman Casey dengan menggunakan 3 mobil dan tentu di isi dengan masing masing keluarga.
Setelah 20 menit menempuh perjalanan yang tidak begitu ramai. Mereka pun akhirnya sampai dan langsung pergi untuk Check In terlebih dahulu.
"ingat pesan Mamah tadi!" ujar Agatha masih dengan ketidak relaannya.
"siap ibu negara" ucap Jeslyn sambil Hormat ke Agatha.
Jeslyn, Manda dan Sinta pun langsung berpamitan ke orang tua mereka. Para ibu pun sudah pada menangis karena akan berpisah jauh dengan putri mereka. Hingga terdengar dari suara informasi yang mengatakan penerbangan mereka sudah siap membuat para ibu mau tak mau melepaskan putri mereka untuk tinggal di negara orang.
"sampai jumpa lagi Indonesia" ucap mereka bertiga bersamaan.
10 menit kemudian pesawat Garuda Indonesia itu pun lepas landas, dan melakukan perjalanan selama 7 jam lamanya.
"sayang ya:( tadi gak ada Rey sama Arion" ucap Manda yang kebetulan bersebelahan dengan Jeslyn.
"iya, padahal Jes pengen banget pamit sama mereka"
"hemmm.. yaudah lu tidur aja, nanti kalau mau makan sama udah sampai gua bangunin" ucap Manda dan langsung di anggukin Jeslyn.
Tanpa Jeslyn dan Airlangga sadari, mereka berdua sempat berjalan berlawan arah di Bandara tadi. Airlangga yang masih menunggu pesawat pribadi nya pun bermain hp dulu. Hp nya yang dari tadi tak berhentinya bergetar membuat dia mendengus kesal karena mengganggu. Dibukanya kini aplikasi Line grup yang berisi dirinya dan teman-temannya
----BERSAMBUNG----
maaf update lama🙏
jangan lupa LIKE dan KOMEN:)