NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.

Varisha Salsabilla Jannah.

Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.

Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinikahkan dengan adik ipar

Bab 3 — Dinikahkan dengan adik ipar

•••

"Baguslah, kalau itu niat loe. Setidaknya loe tahu diri."

"Zayn!"

Di balik dada yang sesak dan sakit hati, Varisha menatap ke arah Zayn dengan tatapan sedih. Sebegitu bencinya adik iparnya itu padanya.

Padahal, ia tak punya salah apa pun pada pria itu.

Apa karena ia pincang dan miskin?

Nyonya Lestari langsung menggenggam tangan kanan Varisha.

"Kenapa mendadak sekali, Varisha? Apa kami melakukan kesalahan sama kamu? Ibu mohon ya Nak, jangan pergi tinggalkan kami." Raut wanita paruh baya tersebut langsung sedih.

"Benar, Varisha. Jangan tinggalkan kami. Cukup Adam yang pergi, jangan kamu juga. Kamu adalah putri kami di keluarga ini," sahut tuan Faruq yang menatap Varisha dengan penuh rasa iba.

Varisha tidak tahan. Tidak tahan melihat raut wajah kecewa di kedua mertua yang sangat ia sayangi tersebut.

"Apa kami buat salah padamu, Nak?" tanya tuan Faruq lagi. Sosok ayah mertua yang begitu tegas kini nampak rapuh di hadapannya.

Varisha langsung menggeleng dengan cepat.

"Ayah dan Ibu gak salah sama sekali. Ini memang sudah keputusanku sejak awal. Aku ingin hidup mandiri di luar sana."

Zayn yang mendengar hal itu mulai mendengus dengan senyuman sinis.

"Sudahlah Ayah, Ibu. Kalau dia ingin pergi ngapain dilarang? Di sini juga jadi beban keluarga doang," hina Zayn lagi.

"Apa kamu tidak bisa diam, hah!" kesal tuan Faruq sembari memegang dada kirinya.

"Ayah!" Varisha mulai khawatir sampai membuat dirinya bangkit dari kursi.

"Bibi Rose, ambilkan obat tuan Faruq!" teriak nyonya Lestari. Beliau begitu takut sekali sesuatu akan terjadi pada suaminya.

Tuan Faruq hanya menggeleng.

“Gak perlu, Bu. Aku tidak apa-apa," ujar tuan Faruq yang tidak ingin membuat semuanya jadi khawatir.

Varisha merasa menyesal. Apa karena ucapannya tadi sang ayah mertua sampai begini?

Ia jadi menyesali sedikit perkataannya. Namun, ia tidak punya pilihan.

•••

Malam itu, Varisha kembali ke dalam kamarnya. Kamarnya yang berada di lantai dua dan bersebelahan dengan kamar Zayn.

Ia kaget saat melewati lorong dan melihat Zayn yang berdiri di samping pintu kamarnya. Ia bersandar di sana dengan kedua tangan yang terlipat di dada.

Jantung Varisha berdebar tidak karuan. Zayn memiliki aura yang begitu gelap sekali. Ia bahkan tidak berani menatap pria dengan tubuh tinggi, rambut acak-acakan dan hanya mengenakan singlet warna hitam tersebut.

Ia takut.

Varisha berjalan secara pelan-pelan dengan tongkat di sisi kirinya.

"Eh, pincang! Maksud loe apa ngomong kayak tadi? Mau caper ya? Biar makin disayang gitu? Dasar munafik!" tuduh Zayn yang tidak-tidak.

"Yang kamu tuduhkan itu salah semua, Zayn. Aku tidak ada niat begitu." Raut wajah Varisha jadi sedih.

Kenapa Zayn bisa menuduhnya seperti itu?

"Alah, gak usah sok polos deh loe!" kesal Zayn sembari menarik ujung rambut panjang milik Varisha ke arahnya, membuat jarak mereka jadi dekat.

"Akh!" ringis Varisha karena merasa sakit sekali saat rambutnya ditarik.

Zayn begitu kejam.

"Kalau loe mau pergi dari sini, ya pergi aja. Gak usah buat keributan segala. Apa loe mau bikin Bapak dan Ibu gua jadi mati juga kayak Adam, hah?!"

Mendengar ucapan itu, hati Varisha semakin sakit. Ia mencoba menahan air matanya yang kini sudah menggenang di pelupuk mata.

Sedetik kemudian, Zayn langsung menghempaskan tubuhnya. Hampir saja membuat Varisha jatuh ke depan.

"Awas aja kalau loe bikin ulah lagi!" ujar Zayn dengan jari telunjuknya tetap di wajah Varisha.

Ia hanya bisa diam saja dan melihat Zayn yang berjalan meninggalkan dirinya lalu masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu kuat.

Tak lupa dengan hinaan yang masih keluar dari mulutnya.

"Cih, dasar pincang!"

Varisha juga langsung masuk ke dalam kamar. Berdiri di balik pintu dan mulai merosotkan tubuhnya ke lantai hingga terduduk.

"Hiks... hiks... hiks..."

•••

Malam itu, Varisha tidak bisa tidur sama sekali. Niat ingin pindah dari rumah ini semakin menggebu-gebu. Termasuk karena ancaman dari Zayn tadi. Wanita bersurai panjang berwarna hitam gelap tersebut hanya bisa menatap langit-langit kamarnya. 

Mata almond berwarna kecoklatan tersebut menatap jam yang kini sudah pukul satu malam.

"Besok aku harus mengatakannya lagi dengan tegas," ujar Varisha yang sudah teguh dengan pendiriannya.

•••

Seperti biasa, Varisha menyiapkan sarapan pagi untuk kedua mertuanya. Pagi ini, ia sudah siap dengan seragam mengajar miliknya di sebuah sekolah swasta di kota ini. Ia tak sendiri, ia juga dibantu oleh bibi Rose dan nyonya Lestari.

Di sela makan, sepasang suami istri tersebut saling melirik satu sama lain.

"Varisha, apa kamu tidak ada niatan untuk menikah lagi, Nak?" tanya nyonya Lestari lembut.

Varisha tersentak kaget.

Kenapa ibu mertuanya tiba-tiba ngomong begini?

Menikah lagi?

Bahkan, Varisha gak berpikir lagi untuk menikah. Baginya Adam adalah suami terbaik di dunia ini dan tidak akan ada gantinya.

"Kenapa ibu ngomong gitu?" Varisha balik bertanya dengan senyuman canggung.

"Nikah? Ngapain ibu ngomong kayak gitu? Apa dia punya pacar?” Kini Zayn yang bertanya. Namun, matanya masih menatap sinis pada Varisha.

"Nggak, aku gak punya pacar," tegas Varisha sembari menggeleng dengan cepat.

"Dasar cewek gak guna. Suami baru aja meninggal dan loe udah punya pacar."

"Gak, Zayn. Kamu jangan salah tangkap."

Melihat Zayn dan Varisha yang bertengkar, tuan Faruq langsung menjadi penengah di antara mereka berdua.

"Varisha, sekali lagi Ayah mau tanya sama kamu..." kata tuan Faruq sengaja menggantungkan kalimatnya.

Varisha melirik ke arah beliau.

Ia juga bingung kenapa mertuanya bertanya tentang pernikahan, disaat dirinya baru saja ditinggalkan suaminya. Dan suaminya itu adalah putra mereka sendiri.

"Apa keputusan kamu untuk keluar dari rumah ini masih ada?" tanya tuan Faruq lagi.

"I-iya, Yah," Varisha nampak gugup.

"Kalau begitu kabulkan permintaan Ayah dan Ibu untuk terakhir kalinya."

Deg!

Kenapa ini?

"Ayah dan Ibu ini apa-apaan sih?!" kesal Zayn.

Zayn tidak terima jika Varisha malah menikah lagi. Sedangkan, saudara laki-lakinya baru saja meninggal dunia.

"Ini permintaan Ibu dan Ayah untuk terakhir kalinya, Varisha. Ayah dan Ibu akan sangat senang sekali jika kamu mau mengabulkannya. Termasuk kamu, Zayn," ujar nyonya Lestari yang kini menatap ke arah putra bungsunya.

"Kenapa Ibu jadi bawa-bawa aku?" Zayn tidak terima. 

Ia semakin kesal menatap Varisha. Dan wanita itu hanya diam saja dengan pandangan menunduk ke bawah, menatap makanannya yang masih sedikit masuk ke dalam perutnya.

"Aku akan berusaha menuruti permintaan Ayah dan Ibu. Tapi, jangan bilang ini yang terakhir kalinya," ujar Varisha dengan nada sedih.

"Tapi, kamu janji kan tidak akan menolaknya?"

"Janji, Ibu." Varisha menggenggam tangan nyonya Lestari yang hangat. Ia juga berat hati meninggalkan mereka berdua. Tapi, ini adalah pilihan yang tepat.

"Menikahlah dengan Zayn, Varisha," ujar tuan Faruq yang bagaikan petir di pagi hari.

"APA?!" kaget Zayn dengan menggebrak meja makan.

Ia tak terima.

Tak hanya ia, Varisha juga kaget dengan permintaan mertuanya. Kalau begini, sama saja ia tak bisa keluar dari rumah ini.

Varisha ingin protes, namun ia melihat reaksi Zayn yang begitu murka sekali saat ini. Ia hanya bisa diam untuk sejenak.

"Tega sekali Ayah dan Ibu nikahkan aku dengan gadis pincang, miskin dan janda kayak dia ini. Kayak gak ada cewek lain aja di dunia ini!" protes Zayn dan tak lupa dengan hinaannya pada fisik Varisha.

Hinaan Zayn semakin membuat hati Varisha jadi hancur.

"...pincang, miskin, janda..."

Semuanya jadi satu.

"Jaga mulut kamu, Zayn!" hardik tuan Faruq.

Hingga akhirnya ia kembali memegang dada kirinya yang sakit. Bahkan, pria paruh baya tersebut bersandar ke kursi makan. Untung ada Zayn dan nyonya Lestari yang menangkap tubuh beliau.

"Ayah!"

Varisha juga menghampiri tubuh tuan Faruq. Ia begitu sedih sekali.

Tuan Faruq menggenggam kedua tangan Zayn dan Varisha. Menatap mereka dengan tatapan sedih dan penuh harap.

"Tolong kalian kabulkan ya permintaan Ayah dan Ibu ini. Ayah tidak ingin keluarga kita jadi terpisah. Ayah tidak ingin kamu pergi, Varisha. Kami sangat menyayangimu layaknya putri kami sendiri," pinta tuan Faruq menatap Varisha

Lalu, ia kemudian beralih menatap Zayn.

"...dan kamu, Zayn. Kamu adalah putra kami satu-satunya saat ini. Ayah tidak ingin kamu menikah dengan gadis yang gak baik di luar sana."

Varisha yang mendengar hal itu membuat hatinya jadi dilema. Di satu sisi, ia tak ingin membuat sedih kedua mertuanya. Namun di sisi lain, Zayn sangat benci padanya.

Bagaimana bisa ia menikah dengan pria yang membenci dirinya?

Bahkan, menatap dirinya saja enggan. Apalagi harus menjalani rumah tangga yang kelam.

Zayn menghela napas pasrah, "Akan aku nikahi dia. Tapi, ini demi Ayah dan Ibu semata,"  mata tajam Zayn menatap penuh  amarah pada Varisha.

To be continue…

1
Emi Sudiarni
lanjut
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya
Regazz: terimakasih🙏☺️
total 1 replies
partini
jajat bngt BUCIN nanti kamu
Emi Sudiarni
senang de lihat zayn cemburu
Tamirah
Jadi wanita jangan bodoh bodoh amat, walau kamu cacat sedikit saja punya harga diri lu disiksa diperkosa ngapain gk pergi dr rumah itu....!
Emi Sudiarni
lanjut kak seru bngat
Emi Sudiarni
kok cuma satu bab kak,,
Emi Sudiarni
yg sabar varisha. entar zayn bucin ama kamu..
6690
awas aja kalau Zayn udah bucin
Emi Sudiarni
mantap kak, lanjut..
Emi Sudiarni
Brian cemburu🤣🤣
Emi Sudiarni
buat mantan ny ngejar varisha. biar zayn ngah pnya ksempatan dgn adinda🤣adinda
Emi Sudiarni
buat zayn cemburu di sana... semisal varisha ketemu mantan🤭🤭
Emi Sudiarni
keterlaluan bangat zayn
Emi Sudiarni
lanjut kak 💪💪
Emi Sudiarni
ngemesin bngat zayn..
Emi Sudiarni
hadirkan kak pria yg pnya perasaan ama varisha, biar zayn terbakar cemburu 🤣🤣🤣
Emi Sudiarni
tega nya adam
Emi Sudiarni
bgus novelnya kak. smga tambah suksez
Regazz: makasih☺️
total 1 replies
Emi Sudiarni
kasihan bngat varisha, klw zayn Sring hina. kmu. ya cuekin aj. ngah perlu kasih 2 perhatian.. nanti dia akn sdar jga.. 😄😄Lanjut kak
Emi Sudiarni
lanjut kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!