seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3
Sesuai dengan pembicaraan kemarin Rudi pun kini telah melakukan puasa nya. Dan tidak terasa di saat sudah hari yang ke 9 Rudi sudah tidak kuat dan ia lupa akan perkataan Arif bahwa ia tidak boleh makan ataupun minum selain air putih dan nasi putih.
"Mas aku lupa bahwa tadi aku memakan makanan selain yang kau beri tau"
"Hufff yasudah tidak apa-apa"
"Lalu bagaimana apakah istriku masih bisa kembali seperti dulu "
"Bisa kau tunggu saja, istri mu pasti akan kembali pada mu" sambil tersenyum miring
Tanpa Rudi ketahui bahwa sebenarnya Arif juga sedang merencanakan sesuatu kepada keluarganya.
Dan pada saat itu juga Rudi sudah tidak memberikan nafkah kepada sang istri. Akhir nya Eka memutuskan untuk pergi dari rumah dengan alasan mencari pekerjaan karena sudah tidak di beri nafkah oleh sang suami.
"Bu Eka akan pergi bekerja di luar,sekarang mas Rudi sudah tidak menafkahi Eka entah apa yang di fikirkan mas Rudi hingga ia tak memberiku nafkah lagi".ucap Eka
"Memang kau akan bekerja di mana"tanya nek Siti
"Entahlah yang pasti aku akan pergi dari rumah,dan aku titip Aira ya bu"
"Iya baiklah,Aira juga cucuku aku akan menjaganya"
"Baiklah besok aku akan pergi dari rumah"
Setelah keesokan harinya Eka benar-benar pergi dari rumah dengan menaiki motor yang rencananya akan ia titipkan kepada sang keponakan yang sedang bersekolah dan ia akan memilih menaiki bis,setelah sampai di sekolah sang keponakan Eka pun mencari Rita.
"Rita mbak,titip motor ya nanti bawa pulang mbak mau pergi"
"Loh mbak mau kemana memang nya"
"Mbak akan pergi cari kerja,sudah mbak mau berangkat dulu"
Setelah menitipkan motor tersebut tanpa Eka duga ia malah bertemu dengan teman laki-laki yang bernama rendi.
"Loh Eka kau mau kemana" tanya Rendi
"Oh Rendi aku mau ke terminal" jawab Eka
"Lalu kau untuk apa kesini"
"Aku tadi menitpkan motor ku kepada keponakan ku"
"Bagaimana kalau aku antar ke terminal saja"
"Tidak tidak nanti malah merepotkan mu"
"Hei ayolah aku antar kan saja ya,lagian terminal itu jauh dari sini"
Eka berfikir sejenak akhir nya iya pun meng iya kan tawaran Rendi
"Hmm baiklah ,terima kasih"
Tanpa Eka sadari bahwa keponakan nya masih di sana dan melihat semua nya dengan jarak yang lumayan jauh jadi ia tak tau apa yang di bicarakan,ia mengira bahwa Eka akan pergi bersama laki-laki itu . Dan setelah pulang sekolah Rita pun mengantarkan motor milik Eka ke rumah,saat berpapasan dengan tetangga ia mengatakan bahwa ia melihat Eka pergi di jemput oleh laki-laki lain dan dengan cepat berita itupun sudah sampai di telinga Rudi. Rudi yang mendengar bahwa sang istri pergi dari rumah dengan laki-laki lain pun menelepon adik dari neneknya Aira,karena memang Rudi sudah di Jakarta,kenapa Rudi menelpon adik dari neneknya Aira karena jika Rudi menelpon orang rumah belum tentu orang rumah akan mengatakan yang sebenarnya bukan baiklah lanjut ke cerita.
"Halo lasmi apa benar Eka pergi dari rumah dengan laki-laki lain"
"Ya tadi Rita mengatakan nya begitu,karena ia melihat sendiri"
"Baiklah aku akan mencari Eka di Jakarta dulu siapa tau ia akan pergi ke jakarta dan aku akan menanyakan kepada teman nya Eka ,ya sudah aku tutup dulu telepon nya"
Setelah itu Rudi pun menelepon Arif dan ia mengatakan bahwa sang istri pergi dari rumah,dan Arif pun menyarankan bahwa Rudi harus pulang dulu ke kampung .Dengan patuh Rudi pun akhir nya memutuskan untuk pulang lusa karena sang istri ia harus bolak balik ke Jakarta dan pulang.
Sedangkan Aira yang mendengar bahwa ibunya pergi dari rumah pun menangis,