NovelToon NovelToon
Dalam Dekap Bayangmu

Dalam Dekap Bayangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:749
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"sebenarnya mau pria itu apa sih?"
kanaya menatap kala dengan sorot mata penasaran.
pria dingin itu hanya menatapnya datar, seperti biasa tanpa ekspresi.
"hhhhhh" kanaya mendengus kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03

Kanaya masih berdiri mematung, menatap bayangannya di cermin, dengan riasan tipis diwajahnya dan warna biru muda dari terusan yang dipakainya, malam itu dia terlihat lebih cantik dan fresh.

"Sudah siap?"

Tiba-tiba kala berdiri di ambang pintu kamar kanaya dengan penampilannya yang sedikit hangat, ia tidak memakai jas lengkapnya. Memakai kaus lengan panjang berwarna biru muda dipadu dengan celana hitam, bola mata kala sedikit membesar melihat penampilan kanaya malam itu, tetapi dengan cepat ia mengalihkan perhatiannya dari kanaya.

Kanaya terpesona, sungguh malam ini dia merasa 'suaminya' sangat tampan.

Pipinya merona merah, kanaya malu akan pikiran sesaatnya tadi, seharusnya kanaya sadar, ia tidak pantas memiliki perasaan romantis untuk kala.

kala, pria itu sudah membayar maharnya, harga dari pernikahan yang harus ia jalani untuk 6 bulan ini.

Harga yang harus kala berikan, cukup membuat sekolah adik bungsunya aman, dan ibunya bisa dirawat dengan baik dirumah sakit.

Kanaya beranjak dari tempat duduknya, melangkah mengikuti kala yang sudah melangkah terlebih dahulu.

Di dalam mobil, kanaya hanya duduk termenung, degub jantungnya sangat kencang dan berirama, bagaimanapun walau pernikahan  mereka bukan didasari cinta, dia cukup gugup untuk bertemu keluarga kala. Tidak ada arahan atau penjelasan dari kala yang bisa ia buat sebagai acuan untuknya bertindak.

"Jadilah seperti dirimu sendiri disana! Jangan terbebani oleh apapun" ucap kala tiba-tiba seperti menyadari apa yang sedang kanaya pikirkan.

Kanaya menoleh dan bergumam cukup pelan, tapi gumamannya cukup keras untuk didengar kala.

"Tapi mereka juga tak perlu tahu kalau pernikahan kita hanya pernikahan kontrak, tentu saja...." sahutnya masih dengan ekspresi datar

"Setahu keluargaku, aku menikahimu karena cinta"

Kanaya hanya mengangguk pelan, tanda mengerti dan sadar diri.

"Jangan gugup....tenang saja".

Rumah kediaman keluarga wirawan tak jauh beda dengan tampilan rumah kala, hanya saja rumah orangtua kala terlihat lebih hangat.

Di meja makan beragam jenis makanan terletak dengan rapi, obrolan antara para pria disamping sebelah kiri kanaya, tidak cukup memecah kegugupannya malam ini, kanaya merasa dirinya begitu kecil dirumah itu,

"Sudah menikah hampir lebih dari seminggu, bisa-bisanya kakak iparku baru dikenalkan sekarang" ujar seorang laki-laki muda yang tadi mengobrol dengan kala, tiba-tiba saja nongol didepan kanaya.

"Kenalkan aku sakha, sakha madava wirawan adik satu-satunya yang paling ganteng yang kala punya",

Sakha, pria itu menyodorkan tangannya dengan ekspresi lucu namun hangat ke arah kanaya.

Kanaya tersenyum menyambut tangan sakha, wajah dan fisiknya sangat mirip dengan kala, tapi kepribadiannya berbeda, kanaya yakin pasti sakha adalah orang yang ramah

"kanaya tabhita...." jawab kanaya lembut.

"Nama yang bagus....."

Tiba-tiba wanita paruh baya yang berparas cantik, tersenyum dan menarik kursi di depan kanaya.

Kanaya yakin ini pasti ibunya kala, karena wajah kala memiliki 70 % wajah wanita yang masih tersenyum hangat kepadanya itu.

Kanaya bangkit dari duduknya untuk menyambut wanita itu, tapi dengan cepat tangan wanita itu melambai kearahnya menyuruh dania untuk duduk.

"Santai aja sayang...."senyumnya merekah indah, dania terkesima melihat betapa cantiknya ibu kala.

"Ayo sakha panggil papamu, kasihan kakakmu dan kakak iparmu, "

"Siap mommy...."

Sakha, pria ramah itu memberikan posisi hormat seorang prajurit, sementara tangan kirinya menyomot makanan yang ada dihadapannya.

Kanaya tersenyum melihat kelakuan sakha dan hangatnya hubungan ibu dan anak itu.

Matanya melirik kala sesaat, tak ada senyum disana, kala tetap duduk tenang sembari mengotak atik ponselnya.

Acara makan malam itu berlangsung khidmat dan hangat, rasa canggung yang tadi sempat menggelayuti hati kanaya sirna entah kemana, sambutan orangtua dan adik kala sungguh luar biasa.

Kanaya heran, mengapa keluarga yang begitu hangat ini tidak bisa mencairkan dinginnya hati dan sikap kala.

"Kala harus sering membawa kamu kesini kanaya, lumayan mama bisa punya teman ngobrol", ibu yola tersenyum hangat ke arah kanaya dan kala.

"Benar itu..."sahut pak wahyu dengan ekspresi kocak.

"Lumayan meringankan tugas papa, sebagai pendengar budiman...hahahahah" cubitan pelan mendarat diperut pak wahyu yang masih tertawa bahagia.

"Kala...cepat buat resepsi resmi untuk meresmikan pernikahan kalian"  ujar pak wahyu serius menatap anak sulungnya.

"Istri kamu harus segera dikenalkan ke publik"

"Benar....kal" sahut sakha menimpali,

"Istri cantik kok disimpan dirumah terus"

Semua mata memandang kearah kala, menanti reaksi dari pria dingin itu, sementara kala hanya memandang balik ke arah mereka sembari mengedikkan bahunya, padahal kanaya ingin tahu apa jawaban dan reaksi dari kala.

"Arghhhhh....tidak bisa begini"keluhan kesal terdengar dari pak wahyu,

"Mama aja yang ambil alih,....mama tentukan berdua dengan kanaya, biarkan kala terima beresnya saja"

"Gimana kal? "

"Terserah mama aja" jawab kala seperti biasa, dingin dan datar.

"Kalau pendapat kanaya gimana?" Tanya bu yola mengalihkan pandangannya ke arah kanaya yang sedari tadi hanya terdiam.

Kanaya hanya tersenyum bingung karena tidak tahu mau menjawab apa, matanya memandang ke arah kala seakan memohon jawaban dari bibir kala, sementara si empunya diri hanya memandang balik kearah kanaya dan mengedikkan bahunya, memberi isyarat bahwa semua itu terserah kanaya.

"Hmmmmmm, bagaimana sayang", suara buk yola menyadarkan kanaya dari kebingungannya.

"Naya juga terserah tante saja.."jawab kanaya gugup.

"Baiklah...deal yah, mama yang tangani" sahut buk yola penuh semangat,

"Dan......naya, kamu itu menantu dirumah ini, jangan panggil tante, saya mamanya kala, berarti mama kamu juga, ingat itu" kedip buk yola kearah kanaya yang mengangguk pelan dan senyum malu-malu.

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, kala ijin ke orangtuanya untuk pulang,

langkah kaki mereka menuju mobil, masih diringi candaan dari sakha, yang membuat pipi kanaya merona merah.

Kanaya merasa jengah, tapi tidak dengan kala, wajahnya sama sekali tidak berubah, dingin dan tanpa ekspresi, seperti biasa diam dan datar.

"Aku harap kamu tidak berekspektasi apa-apa, itu hanya resepsi untuk memenuhi ego orangtuaku, dan kamu tidak perlu juga merasa terbebani, jalani saja dengan tenang pernikahan ini sampai batas waktu perjanjian dalam kontrak kita" jelas kala sesampainya mereka di rumah.

"Aku akan menambah pembayaran sebagai bonus nanti diakhir waktu pernikahan kita"

Ada yang berdenyut sakit didalam dada kanaya,  dalam sekejab dia dikembalikan ke dalam dunia  nyata, ke dalam realita hidupnya.

Ucapan dingin kala, tidak kasar namun cukup membuat hati kanaya berdarah, kanaya merasa dirinya tidak diijinkan untuk bahagia, dia tahu untuk bermimpi saja, dia tidak pantas.

"Terima kasih...." sahut kanaya lesu. Iapun menyeret langkahnya, berjalan dengan gontai menuju kamarnya di lantai dua.

Kala memandang kepergian kanaya dengan pandangan yang masih saja sulit untuk dipahami.

Ia berjalan menuju ruang kerjanya setelah memastikan kanaya sampai dilantai atas, ekor matanya masih sempat melirik kanaya yang melihat kearahnya.

Kanaya terduduk lesu di samping jendela kamarnya, lampu temaram semakin menambah kelesuan hatinya, ia tahu hati kala akan sangat sulit digapai.

Ia juga sadar, ia sama sekali tak layak untuk dicintai oleh pria itu, tapi entah mengapa debar hatinya selalu berdegub lebih kencang jika ia menyebut nama kala.

"Ternyata mencintaimu dalam diam, sangat menyakitkan, tapi hati ini tetap inginkanmu"

Tanpa sadar air mata kanaya jatuh, dia melihat bayangannya pada pantulan kaca jendela, hati kanaya nelangsa.

Bersambung.......!

1
Bungatiem
boleh kala boleeeh
Bungatiem
boleh dooong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!