NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Jurus pemutus keturunan

"Tunggu dulu! Sebelum kau menurunkan Lili. Apakah kau bisa mencarikan ku makanan yang mengenyangkan, karena aku sangat lapar."

[Sangat bisa Nona. Tunggu sebentar]

Sedetik kemudian, hidangan mewah tersaji di depan mata. dan saat itu Xuan sudah berada di permukaan, tidak lagi di dalam lubang. karena sejak Quantum memulihkan kekuatannya, dia bisa melompat tinggi, bahkan terbang juga bisa.

[Silakan dinikmati Nona]

"Tidak! Kau bawa dulu Lili kemari, dan sembuhkan luka lukanya. Buat dia tidak rabun lagi. Buat dia menjadi kuat, pejuang tingkat satu atau pejuang tingkat dua, agar saat menjadi bawahanku. Dia bisa diandalkan."

[Siap Nona]

"Oh, ya! Kau lihat pakaianku dan pakaian Lili itu. Apakah kau bisa mencarikannya untuk kami berdua?"

[Bisa Nona. Tenang saja. Tapi sebelum itu Nona harus mandi dulu. sementara Quan akan menyembuhkan luka Lili di sana]

[Itu tempat mandinya, berikut pakaian anda juga pakaian dalaman anda]

"Baik! Kalau begitu terima kasih. Sekarang pergilah. Aku akan mandi dan kau jangan mengintip, ya?"

[???]

[Ada ada saja Nona. Quan mana ada nafsu seperti manusia. Serakah juga loba. Quan ini masih perawan tau]

"Oh, jadi kau juga perempuan ya? Kebetulan. Cepat mandikan aku. Aku merasa gerah juga berbau masam. Apa kau bisa?"

[Silakan Nona mandi sendiri. Semua sudah disediakan. Quan akan menyembuhkan Lili, dan akan memandikannya nanti di sana]

"Eh, tak boleh begitu. Aku ini yang tuanmu, bukan Lili!"

Tapi Quantum sudah pergi, dan Xuan tidak bisa lagi memaksanya. Jadi terpaksa dia harus mandi sendiri.

Satu jam kemudian, Xuan sudah selesai mandi dan selesai berpakaian.

"Wah! Aku yakin Ini bukan outfit zaman sekarang. Tapi outfit zaman 12 tahun yang akan datang!"

"Bahannya lembut, menyerap panas dan tahan goresan. Aku yakin pakaian ini sengaja disediakan oleh Quan, agar aku juga Lili tidak gampang terluka?"

"Wuih! bentuknya sangat modis tapi sopan. Pakaian yang seperti ini yang aku suka. celana panjang dan baju berlengan panjang. ringkas tapi kuat. Luar biasa!"

"Nona?"

"Oh, kau Lili? Apa sudah mendapatkan akar pohon atau tanaman rambat di hutan ini?"

"Maaf Nona. Tiba tiba saja Lili pingsan, dan setelah sadar telah berada di atas pohon tinggi di sana. Lili tidak tahu apa yang terjadi?"

"Begitu sadar sudah menjadi seperti ini. Bahkan luka luka di tubuh gadis ini sudah hilang dan kembali seperti semula."

"Jadi maafkan bawahan yang tidak becus ini Nona! Tolong jangan hukum saya!"

"Tidak mengapa. Apakah kau mandi sendiri atau dimandikan oleh seseorang?"

"Mandi sendiri Nona, karena entah bagaimana tiba tiba tempat mandi juga peralatannya termasuk pakainya sudah tersedia. Jadi Lili langsung mandi untuk membersihkan badan"

"Baik. Karena kau sudah mandi. Jangan menanyakan apapun yang tidak patut ditanya."

"Lihat di depan itu. Ada banyak makanan. Apakah kau melihatnya?"

"Lili melihatnya Nona. dan Lili sudah dipesan agar tidak banyak bertanya, karena menurut orang itu, Nona adalah sebuah keajaiban"

"Baik. Kalau begitu ayo kita makan!"

"Siap Nona. Lili tidak akan sungkan"

Setelah makan. Xuan langsung menghubungi Quan. "Apa kau sudah merubah Lili seperti yang aku katakan. Maksudku kuat sepertiku Quan?"

"Sudah Nona. Bahkan tingkatannya berada di level dua. Satu tingkat di bawah Nona. Selain itu Quan juga menambahkan keahlian menembak di tubuh juga pikirannya]

[Jarak sejauh apapun akan mampu dijangkaunya, sepanjang orang itu masih memancarkan panas dari tubuhnya. Jadi bawahan Nona itu mampu membunuh musuh di lintas benua. dan itu tidak akan ada kendala]

"Luar biasa! Apakah kemampuan seperti itu juga kau turunkan padaku?"

[Tentu saja Nona. Bahkan keahlian Nona jauh lebih tinggi dari keahliannya. Nona cukup meniatkannya saja, maka senjata apa pun yang ingin Nona bentuk, akan langsung ada di jari jari Nona. Jadi tangan dan jari Nona adalah senjata]

"Luar biasa! Kalau begitu aku bisa menghabisi musuh musuhku tanpa diketahui oleh orang lain?"

"Jika aku ingin menciptakan jarum, maka jarum itu akan terbentuk, dan akan aku lesatkan ke titik titik meridian terlemah mereka. Kau memang hebat Quan!"

[Siapa dulu pembuat Quantum ini Nona. Orang terjenius di sepanjang zaman. Koefisien kecerdasan Nona sudah lebih daripada 200, mengalahkan Einstein yang katanya hebat itu]

[Koefisien kecerdasan Nona sudah sangat luar biasa. Hanya melihat sudah bisa menghafalnya. Hanya melihat sudah bisa menirunya]

[Jadi dalam perjalanan nanti, Nona akan bertemu dengan orang orang hebat. Tinggal melihat tiru jurus dan tekniknya, serta gunakan untuk mengalahkan orang tersebut. Jadi senjata makan tuan namanya]

"Kalau begitu terima kasih Quan. Karena kau juga perempuan, maka aku akan menambahkan nama depanmu dengan Ji, yang aku artikan perubahan, kebahagian, keharmonisan, kekuasaan, kekuatan dan lain sebagainya. Apakah kau bersedia Ji Quan?"

[Sangat bersedia Nona. Itu nama yang sangat bagus. Ji Quan sangat suka]

"Bagus! Kalau begitu tunjukkan jalan, karena kami ingin keluar!"

[Dimengerti nona]

Wush!

Hanya dalam sekelip mata, tubuh keduanya sudah muncul di tempat lain, yang kebetulan saat itu sekelompok pemuda sedang bermain catur. Lalu salah seorang dari mereka berkata. "Wah! Itu dua gadis cantik! Ayo kita goda. Siapa tahu bisa menghangatkan ranjang kita nanti malam?" ujarnya.

"Kau benar. Ayo kita dekati mereka."

"Suit, suit! Hai Nona Nona cantik, boleh kenalan nggak? kami...?"

Bugh

Braaak!

"Aaarrghh!"

"Kurang ajar!" maki seseorang. "Dikasih hati malah minta jantung. Kuhabisi kalian!" maki preman lain pula, saat melihat rekannya ditendang dan langsung jatuh pingsan.

"Lili! selesaikan! Aku muak melihat wajah wajah kotor mereka. Merusak pemandangan saja."

"Siap laksanakan Nona!"

Wush!

Bugh! bugh! bugh!

Baammm! Brug, brug, brug.

Hanya dalam sekali serang, semua preman itu tumbang, karena Lili tidak mau berlama lama, dan dia tidak suka berdrama.

Begitu mendapatkan perintah langsung bergerak, dan menghajar mereka tanpa cela. Entah mereka mati atau tidak Lili tidak tahu.

Tapi yang jelas kebanggaan mereka sudah tidak berfungsi lagi, karena Lili dengan kejam menghancurkannya. Dia sebut Itu dengan Jurus Pemutus Keturunan.

"Siapa mereka? Tindakannya terlalu kejam. Tapi aku suka. Mereka sering mengganggu anak anak gadis kita, bahkan telah berani melecehkannya."

"Dengan datangnya dua gadis itu, aku yakin mereka tidak berani berbuat macam macam lagi di desa kita? Ayo kita samperin mereka untuk meminta tanda tangan" ucap seorang lelaki muda, yang sehari hari terkenal gatal juga ramah tangan.

Beruntung Quan Huan tidak mempermasalahkannya. Padahal dia tahu apa yang diniatkan oleh orang itu.

Begitu rombongan Manula dan satu anak muda tersebut bergerak, Xuan dan Lili Langsung kabur, dengan cara menghilang.

"Eh, kemana mereka? Kenapa tiba tiba menghilang. Jangan jangan mereka bukan manusia. Ayo cepat kabur. Jangan sampai dimakan oleh mereka!" reaksi seorang manula ketakutan. padahal niat hati ingin berkenalan.

"Tidak tahu diri! Beruntung kondisi hatiku sedang baik. Kalau tidak, aku akan menghabisi mereka semua!"

"Kau terlalu lemah Lili. Jika aku yang bergerak, maka mereka akan mati semua!"

"Tidak boleh begitu Nona. Mereka juga ingin hidup dan punya keluarga. Jadi jika bertindak cukup memberi pelajaran saja."

"Lalu tindakanmu memutuskan keturunan mereka. Apakah itu sebuah kebaikan?"

"Hehehe. Saya silap nona."

"Ah, sudahlah! Ayo kita lanjutkan perjalanan, karena kita tidak tahu ini di mana?"

"Siap, laksanakan komandan!"

1
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!