NovelToon NovelToon
Matahari Sang Iblis

Matahari Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjadi bayi / Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Terlahir kembali sebagai Lyra Clarissa Wijaya, cucu tunggal dari keluarga terkaya di dunia, Lyra tidak tumbuh sebagai gadis manja yang lemah. Di balik kecantikannya yang tenang dan elegan, tersimpan jiwa seorang putri bangsawan Vampir dan kekuatan insting Alpha Serigala yang ia bawa dari kehidupan sebelumnya.

Xavier adalah pria paling berbahaya yang ditakuti dunia. Dia dingin, kejam, dan dikenal tidak punya perasaan, tiba-tiba hidupnya yang gelap mendadak jungkir balik. Pria yang tak pernah tunduk pada siapa pun ini, justru rela menyerahkan segalanya untuk gadis kecil nya.

"Mintalah nyawaku, Lyra. Mintalah seluruh dunia ku, asal jangan pernah palingkan matamu dariku, karena tanpamu, duniaku kembali menjadi gelap," bisik Xavier, berlutut di hadapan gadis itu tanpa memedulikan tatapan ngeri para bodyguard nya.

Lyra hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang membawa sisa-sisa keagungan masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEKHAWATIRAN

Di tengah kekacauan itu, Xavier terhenti sejenak, dia meraba saku celananya, mengeluarkan sebuah sapu tangan kecil yang tanpa sengaja dia bawa dari meja sekolah Lyra tadi pagi.

Aroma bunga lili yang samar masih ada di sana.

"Darah di tanganku ini tidak akan pernah pantas menyentuhmu, Lyra," gumam Xavier, matanya yang tadi penuh kegilaan kini melembut sejenak saat membayangkan wajah tenang gadis itu.

Xavier melangkah meninggalkan kobaran api, membiarkan Simon dan tim Alpha mengurus sisa-sisa kehancuran di sana.

Pria itu masuk kembali ke dalam mobil yang sudah menunggunya, menyandarkan punggungnya yang tegang pada kursi kulit yang empuk.

Mata tajam Xavier menatap sapu tangan di tangannya, lalu menghirup aromanya sekali lagi.

"Tuan, kita harus segera kembali ke markas sementara. Luka di lengan Anda perlu diobati," ucap Simon yang baru saja masuk ke mobil, matanya tertuju pada robekan di lengan kemeja Xavier yang mulai basah oleh darah.

Xavier melirik lengannya sekilas. Luka sayatan akibat pecahan kaca itu sama sekali tidak terasa sakit baginya.

"Tidak perlu, ini hanya goresan, Simon, jangan berlebihan," jawab Xavier datar.

"Tapi Tuan, Nona Lyra pasti tidak suka melihat pria yang penuh luka," celetuk Simon tanpa sadar, mencoba mencairkan suasana yang sangat tegang sejak tadi.

Mendengar nama itu, gerakan tangan Xavier yang sedang melipat sapu tangan terhenti, lalu dia menoleh ke arah Simon dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kau pikir dia akan peduli?" tanya Xavier, suaranya terdengar sedikit parau.

Simon sedikit terkejut dengan pertanyaan bosnya yang biasanya tidak peduli pada pendapat orang lain.

"Ehem... maksud saya, wanita secantik Nona Lyra pasti lebih suka pria yang rapi daripada yang berlumuran darah seperti ini, Tuan," jawab Simon, hati-hati.

Xavier terdiam, dia kembali menatap ke luar jendela melihat reruntuhan bangunan yang terbakar.

Benar! Lyra adalah gadis yang sangat bersih dan elegan, sementara dirinya adalah pria yang baru saja mandi darah di tengah kekacauan.

"Bersihkan semua jejak di sini, aku tidak mau ada satu berita pun tentang kejadian ini yang sampai ke telinga keluarga Wijaya, terutama Lyra," perintah Xavier mutlak.

"Baik Tuan, saya akan pastikan semuanya terkendali," jawab Simon mantap.

Sementara di negara A, Lyra berjalan keluar dari gerbang sekolah dengan langkah yang tetap tenang, meskipun di sekelilingnya banyak bisik-bisik yang belum berhenti sejak kejadian pagi tadi.

"Lyra! Tunggu!" teriak Gia sambil berlari kecil mengejar sahabatnya itu.

"Ada apa lagi, Gia?" tanya Lyra, menghentikan langkahnya tepat di depan mobil pengawalnya yang sudah berbaris rapi.

"Nanti malam ada pembukaan kafe baru di pusat kota, katanya temanya bunga lili! Aku langsung ingat kamu. Ayo pergi bareng!" ajak Gia dengan wajah memohon yang sangat lucu.

Sifa yang berjalan di belakangnya menyenggol bahu Gia, pelan.

"Gia, kamu tidak lihat itu? Sepupu-sepupu Lyra sudah seperti singa kelaparan menunggu di dalam mobil. Mana mungkin Lyra diizinkan pergi," ucap Sifa, melirik mobil Lyra.

Lyra ikut melirik ke arah mobil nya di depannya, di mana kaca jendela diturunkan dan memperlihatkan wajah Kenzo yang sedang menatap tajam ke arah mereka.

"Maaf Gia, sepertinya hari ini tidak bisa. Kakek pasti sudah menungguku untuk laporan mingguan," ucap Lyra lembut namun tidak bisa dibantah.

"Yah... selalu saja begitu, padahal aku mau pamer punya teman secantik kamu di kafe hits," gerutu Gia sambil cemberut.

"Lain kali ya, Gia. Aku duluan," pamit Lyra, lalu masuk ke dalam mobil.

Begitu pintu mobil tertutup rapat, suasana di dalam langsung terasa dingin.

Kenzo, Kenzie, dan Oliver menatap Lyra dengan tatapan menuntut penjelasan.

"Siapa pria tadi pagi itu, Lyra? Katakan yang jujur," tembak Kenzo tanpa basa-basi.

"Tidak tahu, dia hanya orang lewat yang ingin menjadi donatur. Kenapa kalian semua jadi seheboh ini?" jawab Lyra menyandarkan kepalanya di kursi.

"Orang lewat tidak punya aura membunuh seperti itu, Dek. Aku merasakannya, dia bukan orang sembarangan," ucap Kenzie yang sejak tadi hanya diam.

"Dia Xavier Valerius, kan? Musuh bebuyutan Papa dalam urusan wilayah bawah tanah?" tanya Oliver, si bungsu yang biasanya paling pendiam namun paling jeli.

"Apapun statusnya, dia tidak ada hubungannya denganku Bang, jadi berhenti bersikap seolah-olah aku baru saja membawa pulang seorang kriminal," ucap Lyra, menatap ketiga sepupunya bergantian.

"Kami hanya menjagamu, Lyra. Kakek sangat marah saat tahu dia berani menyentuh rambutmu," ucap Kenzo sambil menghela napas, dia tahu tidak bisa memaksa adiknya ini bicara jika dia tidak mau.

"Aku bisa menjaga diriku sendiri, Bang. Kalian tahu itu," jawab Lyra dingin.

Ketiga pemuda itu hanya bisa menghela nafas nya panjang, mereka tidak pernah meragukan kehebatan adik mereka itu, tapi tetap saja mereka selalu khawatir tentang keselamatan Lyra.

Mobil terus melaju menuju kediaman mewah Wijaya.

Di sepanjang jalan, Lyra hanya menatap lurus ke depan, pikirannya kembali melayang pada berita tentang Negara C yang ia lihat di kantin tadi.

"Xavier Valerius, jika benar kamu adalah badai, maka aku adalah pelabuhan yang tidak akan pernah bisa kau jinakkan," batin Lyra, menatap keluar jendela.

Lyra meraba pergelangan tangannya, merasakan denyut nadinya yang stabil.

Setiap kali dirinya memikirkan pria itu, seolah-olah ada ikatan tak terlihat yang mulai terjalin di antara mereka.

Sesampainya di rumah, Lyra langsung disambut oleh Tuan Bastian yang sudah berdiri di ruang tamu dengan wajah yang tidak bisa dikatakan ramah.

"Cucuku sudah pulang? Kemari, Kakek ingin bicara," ucap Tuan Bastian, suaranya terdengar berat dan penuh wibawa.

Lyra berjalan mendekat, mencium tangan kakeknya dengan hormat.

"Ada apa, Kek?" tanya Lyra, menatap Kakeknya.

"Kakek sudah mendengar tentang pria itu. Xavier Valerius, Kakek tidak suka dia mendekatimu, apalagi di tempat umum seperti sekolah," ucap Tuan Bastian tanpa, basa-basi.

"Dia hanya lewat, Kek, tidak perlu khawatir," jawab Lyra santai.

"Lewat atau tidak, keluarga Valerius adalah kegelapan, dan Wijaya tidak akan pernah bersatu dengan kegelapan. Ingat itu, Lyra," ucap Tuan Bastian, tegas, sambil menatap dalam mata cucunya.

"Kakek lupa? Di balik cahaya yang paling terang pun, pasti ada bayangan yang paling gelap, dan keluarga Wijaya, bukankah kita juga bermain di dalam bayangan itu?" tanya Lyra, tersenyum tipis

Tuan Bastian tertegun mendengar jawaban cerdas sekaligus berani dari cucunya, pria tua itu tertawa kecil, tawa yang terdengar bangga sekaligus waspada.

"Kau benar-benar cucuku, pintar dan tajam. Tapi ingat satu hal, jangan pernah biarkan dirimu terbakar oleh api yang kau mainkan sendiri," pesan Tuan Bastian sebelum berlalu menuju ruang kerjanya.

1
Eka Putri Handayani
gmna nasib Leo dan Aurora ya apa mrk memiliki anak lg setelah Lyra pergi🥺
renjani
yahhh up y ko dikit thor🤭

semangat menulis thor💪
sehat selalu👍👍
Atik Kiswati
lnjt.....
Pa Muhsid
di cerita jasmine, LEO-AURORA Xavier sebagai siapa ya😏😏😏 gak ingat
kaylla salsabella
lanjut😍😍😍
kaylla salsabella
titisan mak jasmine dan ratu Wallace
Rumi Yati
Lanjut thor
Tiara Bella
pembaca penasaran sebenarnya Xavier itu siapa.....
Wulan
tunggu 3 hari lagi Lyra maka kamu Mungkin akan menemukan fakta nya😌😌

semangat terus Thor up next nya 🤗🤗
Muft Smoker
Teka teki akan terbuka seiring berjalan ny waktu lyra ,,


lanjuut kak
kaylla salsabella
lanjut thor😍😍😍😍
kaylla salsabella
wah deddy Thomas apakah dalam bahaya
Queen adzilla👑
kakak kenapa setiap jalan ceritanya selalu ada pria yg gila karna wanitanya,tapi aku srlalu suka sama cerita nya kakak,semangat terus kak bikin novel nya😘
kaylla salsabella
masih penasaran
kaylla salsabella
lanjut
Muft Smoker
ceritany bagus kak
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,

makin penasaran ma klanjutan ny ,,
hubungn lyra dn Xavier di masa lalu tu ap yx ,,
Muft Smoker
mungkin di masa lalu lyra dn Xavier ad hubungn yg Blum selesai bahkan mungkin belum di mulai ,,
tp di masa kini lyra adalah anak dr tuan Thomas dn nyonya arin ,,
meski di dlam raga lyra adalah sosok dr masa lalu ,,
tp Xavier km gx boleh lngsung mngklaim gt aj ,,
krn keluarga lyra gx semua mngerti dg ap yg trjaadi di masa lalu antara tuan Thomas , nyonya arin dn sang nenek mysteriuss sehingga lyra lahhir di tngah keluarga wijaya ,,
Ayu Oktaviana
absen kak.. akhirnya louncing juga👍👍
Atik Kiswati
lnjt. ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!