NovelToon NovelToon
Bangkit Dari Debu Menuju Takhta Keabadian

Bangkit Dari Debu Menuju Takhta Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia modern yang penuh hiruk-pikuk, seorang pemuda bernama Lin Xiao meninggal dunia karena kecelakaan tragis. Jiwa-nya yang kuat tidak lenyap, melainkan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang bocah yatim piatu berusia lima belas tahun bernama Xiao Lin di sebuah desa kecil di benua kultivasi bernama Benua Qingyun. Tubuh baru ini lemah, meridian-nya rusak, dan bakat kultivasinya hanya tingkat rendah sekali. Namun, Lin Xiao membawa serta ingatan lengkap kehidupan sebelumnya serta sebuah sistem warisan kuno yang tersembunyi di dalam jiwa-nya: “Cincin Reinkarnasi Abadi”.
Dengan pengetahuan modern, tekad besi, dan rahasia sistem yang memungkinkan ia menyerap energi langit bumi ribuan kali lebih cepat, Xiao Lin mulai perjalanan kultivasi yang tak terbayangkan. Ia akan membalas dendam atas kematian orang tua angkatnya, menghancurkan sekte-sekte tirani, menaklukkan kerajaan-kerajaan, melintasi lautan daratan, memasuki alam roh, alam dewa, hingga akhirnya menantang para dewa kuno dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Pertarungan Malam dengan Dua Kultivator Asing

Xiao Lin tidak menunggu lama. Deteksi Ancaman Sistem sudah memberi sinyal jelas. Ia keluar dari gubuk dengan pedang karat di tangan kanan, jubah sederhana desa masih melekat di tubuhnya. Malam semakin gelap, hanya cahaya bulan yang samar menerangi jalan setapak menuju desa.

Dua sosok muncul dari arah selatan. Keduanya pria berusia sekitar dua puluh lima tahun, berpakaian hitam dengan lencana ular merah di dada. Qi mereka kuat, Tahap Awal Tingkat 7 masing-masing. Yang satu tinggi besar dengan kapak besar di punggung, yang satunya kurus dengan dua pisau pendek di pinggang.

“Desa Batu Hitam,” kata yang tinggi sambil tersenyum sinis. “Kami dari Gerombolan Ular Hitam. Kepala Huang adalah saudara seperjuangan kami. Kabar bilang ada bocah yatim yang membunuhnya dan menghancurkan markas. Kau pasti Xiao Lin itu.”

Yang kurus menambahkan dengan suara dingin, “Serahkan semua harta rampasan bandit itu, termasuk Akar Qi Murni yang kau curi. Kalau tidak, kami bakar desa ini malam ini juga. Dan kau… kami bawa kepalamu sebagai bukti ke ketua kami.”

Xiao Lin berdiri tenang di depan gerbang desa yang sudah diperbaiki. Warga yang mendengar keributan mulai berkumpul di belakang, tapi Pak Luo langsung menyuruh mereka mundur ke dalam rumah. “Ini urusan kultivasi. Jangan ikut campur!”

Xiao Lin mengangkat pedang pelan. “Kalian terlambat. Harta sudah dibagi ke warga. Huang sudah mati. Kalau kalian pergi sekarang, aku biarkan hidup. Kalau tidak… malam ini kalian ikut dia ke neraka.”

Yang tinggi tertawa keras. “Bocah Tingkat 6 berani mengancam kami berdua Tingkat 7? Lucu sekali!”

Tanpa aba-aba, keduanya menyerang bersamaan. Yang tinggi melompat tinggi, kapaknya menyabet dengan angin menderu. Yang kurus menghilang ke bayangan, pisau-pisaunya menyambar seperti ular dari samping.

Xiao Lin mengaktifkan Teknik Langkah Angin Kilat. Tubuhnya bergerak seperti angin malam. Kapak besar itu menghantam tanah, meninggalkan lubang dalam. Xiao Lin sudah berada di belakang penyerang tinggi.

“Jurus Pedang Dasar Langit Abadi – Tusukan Angin Malam!”

Pedangnya menyala dengan qi putih. Satu tusukan tepat mengenai punggung penyerang tinggi. Darah menyembur. Tapi karena lawan Tingkat 7, luka itu tidak langsung fatal.

Yang kurus muncul di belakang Xiao Lin, dua pisau mengarah ke leher. Xiao Lin memutar tubuh, perisai angin qi-nya terbentuk. “Clang! Clang!” Dua pisau terpantul. Ia balas dengan pukulan telapak tangan yang penuh qi.

“Teknik Langit Abadi – Pukulan Langit Runtuh!”

Telapak tangannya menghantam dada penyerang kurus. Tulang rusuk retak, tubuh itu terpental lima meter dan muntah darah.

Pertarungan semakin sengit. Xiao Lin tidak lagi bertahan. Ia menyerang aktif. Pedangnya berputar seperti badai. Setiap jurus semakin cepat, semakin tajam. Cincin Reinkarnasi Abadi di jiwa-nya membantu mengalirkan qi tanpa henti.

Suara sistem bergema cepat di pikirannya:

“Selamat! Anda melukai Kultivator Tahap Awal Tingkat 7. Energi Qi +85. Poin Pengalaman +150.”

Dalam dua puluh jurus, Xiao Lin sudah mendominasi. Penyerang tinggi mencoba kabur, tapi Xiao Lin mengejar dengan langkah kilat. Pedangnya menebas leher pria itu bersih.

Yang kurus melihat temannya mati, wajahnya pucat. Ia melempar pisau terakhir dan berlari ke hutan. Xiao Lin tidak mengejar jauh. Ia melempar pedangnya seperti panah. Pedang menembus punggung pria itu tepat di jantung.

Keduanya jatuh tak bernyawa di pinggir jalan desa.

Xiao Lin bernapas agak cepat, tapi tubuhnya masih penuh tenaga. Ia merampas harta mereka: dua kantong qi stone kecil, sebuah botol pil pemulih, dan sebuah peta kulit yang menunjukkan lokasi markas Gerombolan Ular Hitam di selatan.

Suara sistem bergema meriah:

“Selamat! Anda membunuh dua Kultivator Tahap Awal Tingkat 7. Energi Qi +620. Poin Pengalaman +980. Tingkat kultivasi naik ke Tahap Awal Tingkat 7! Bakat meridian meningkat ke Tingkat 5 (Sangat Baik). Warisan baru terbuka: Jurus Tinju Langit Abadi (Tingkat Dasar). Deteksi Ancaman Sistem naik ke tingkat menengah.”

Xiao Lin tersenyum puas. Tubuhnya terasa lebih kuat lagi. Meridian keenam dan ketujuh terbuka sepenuhnya. Qi mengalir deras seperti sungai.

Pak Luo dan warga keluar dengan obor. Mereka melihat dua mayat dan menatap Xiao Lin dengan kagum bercampur takut. “Nak… kau semakin kuat. Sekte Gunung Hijau pasti akan menerimamu dengan tangan terbuka.”

Xiao Lin mengangguk. “Besok pagi aku akan berangkat dengan Tuan Li Qing. Desa sudah aman sekarang. Harta dari dua orang ini aku serahkan ke desa untuk bangun pagar batu dan gudang makanan.”

Malam itu, setelah membersihkan medan pertarungan, Xiao Lin kembali ke gubuk. Ia menelan pil pemulih yang dirampas dan duduk bersila semalaman. Jurus Tinju Langit Abadi yang baru ia pelajari langsung ia latihan di dalam hati. Tinju itu lebih kasar dan kuat daripada pedang, cocok untuk pertarungan jarak dekat.

Pagi harinya, Li Qing datang tepat waktu. Ia melihat bekas pertarungan di pinggir desa dan mata-nya melebar. “Dua mayat Tingkat 7? Kau… dalam satu malam sudah naik ke Tingkat 7? Bocah ini benar-benar monster!”

Xiao Lin hanya tersenyum. “Hanya keberuntungan. Saya siap berangkat ke Sekte Gunung Hijau, Tuan Li Qing.”

Li Qing tertawa senang. “Bagus! Dengan bakat dan kekuatanmu sekarang, kau pasti bisa lolos tes masuk sebagai murid luar terbaik. Turnamen pemula dua bulan lagi akan jadi kesempatanmu bersinar.”

Mereka berdua berjalan meninggalkan Desa Batu Hitam. Warga mengantar sampai gerbang, menangis haru. Pak Luo memeluk Xiao Lin sekali lagi. “Jaga diri, Nak. Desa selalu terbuka untukmu.”

Xiao Lin menoleh sekali ke belakang. Desa kecil itu kini aman. Dendam kecil sudah terbalas. Tapi ia tahu, dunia kultivasi yang sesungguhnya baru saja terbuka di depannya.

Di dalam jiwa-nya, Cincin Reinkarnasi Abadi berdenyut hangat, seolah menanti petualangan yang jauh lebih besar.

Perjalanan ke Gunung Hijau dimulai. Dan di balik gunung itu, rahasia, persaingan, dan bahaya baru menanti.

1
abyman😊😊😊
Lanjutkan 💪💪💪
abyman😊😊😊
💪💪💪
abyman😊😊😊
Lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!