NovelToon NovelToon
The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:165.2k
Nilai: 5
Nama Author: flowr

“ sial!” umpat Allan melihat foto frofil pelamar terakhir.

Meski itu sudah sangat lama sekali yaitu saat dirinya masih mengenyam bangku sekolah dasar. Foto pada profil tersebut sangat ia kenal. Gadis yang dulu merupakan teman sekolahnya sekaligus korban pembullyannya dulu.
***
“ tuan?” heran Rena melihat Allan hanya diam saja setelah memanggilnya.

“ ya.., ya?” ucap Allan tergagap. Ia baru sadari jika ini adalah sesi interview.

“ namamu Rena Ayu Puspita?” ucap Allan akhirnya.

“ iya, Tuan.” ucap Rena menggangguk.

“ kenapa foto di kartu pengenalmu berbeda? Ini bukan foto palsu- kan?” ucap Allan curiga.
***
Alan menatap wajah Rena dengan tidak percaya, gadis yang juga di kenalnya cuppu akan berubah sedrastis itu, ia bahkan tidak percaya kalau wanita yang keluar itu adalah Rena jika tidak di beritahu Allan.

“ apa gadis itu Rena yang kita kenal?” ucap Alan memastikan.
***
‘ apa aku benar- benar menyukai Rena?’

‘ tidak, ini pasti hasrat pria dewasa.’ batin Alan bagai terbagi menjadi dua kubu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 Rena mulai bekerja

Tidak butuh waktu lama agar laporan dikirimkan. Allan membaca berkas yang baru saja di print itu.

Menjelaskan saat neneknya meninggalkan ia terpaksa harus pindah rumah karena pembagian harta waris yang memecah rumah mereka tinggal. Selama SMP ia bersekolah di SMP negeri biasa dan SMA ia mulai menyukai kakak kelasnya namun tidak berani menyatakan perasaannya. Disinilah ia mulai berlatih merias dirinya, namun saat kelas 3 SMA kakak kelasnya itu telah lulus dan tak pernah kelihatan, membuatnya terperangkap kembali pada dirinya yang suka makan dan ngemil. Menjadikannya sedikit gemuk setahun belakangan. Melihatnya Allan menyungging- kan smirk smile- nya lalu membaca lagi.

Namun setelah melanjutkan kuliahnya ia menemukan kekasihnya yang sekarang dan berhasil menurunan beratnya hingga 10 kilo hingga seperti sekarang. Mulai kembali merias dirinya dan mulai memanjangkan rambutnya karena kekasihnya menyukai rambut yang panjang.

“ jadi wanita ini sudah memiliki kekasih?” ucap Allan entah mengapa menjadi kesal.

‘ mungkinkah aku harus bertanya apa ia mengingatku atau tidak besok, sepertinya ia tidak mengingatku saat sesi wawancara tadi atau ia hanya pura- pura bodoh agar bisa diterima?’ batin Allan.

-- keesokan harinya--

Jam menunjukkan pukul 7 dan Rena telah sampai di kantornya padahal jam yang di janjikan baru jam 8 pagi. Rena tak ingin telat di hari pertama kerja. Dan tanpa Rena duga Allan juga telah sampai di kantornya dan menatap Rena dari balik jendela kaca ruangannya.

“ kau sudah datang?” ucap Allan saat jam menunjukkan pukul 8.

“ iya, tuan.” jawab Rena berdiri tegak.

“ masuk- lah, aku sendiri yang akan mengajarimu apa yang harus kamu pelajari, harus diingat aku ini orang yang kompeten dan sedikit perfeksionis, aku tidak menerima kesalahan sedikitpun paham?” ucap Allan.

“ baik tuan.” jawab Rena sambil menunduk hormat, mensjajari langkah Allan masuk ke ruangan Allan. Setelah mengajari beberapa hal dan membicarakan berapa gaji yang diinginkan, Rena mulai aktif bekerja. Dan kembali ke meja- nya.

‘ aku benar- benar tak menyangka jika wanita ini adalah gadis yang cuppu dulu, padahal sepertinya dulu dia ini tipe yang pendiam, tapi aku lihat sekarang dia menjadi pribadi yang ramah.’ bantin Allan melihat Rena menyapa orang- orang yang telah datang. Seingatnya dia juga gadis yang kikuk, tapi Rena yang ada di hadapannya sangat lihai dalam menangani document. Bahkan terlihat ia sangat pandai dalam menggunakan computer dan ide- ide yang ia sebutkan sangat segar.

“ Rena?” sapa salah satu karyawan pria, melihatnya entah mengapa Allan tidak menyukainya.

“ iya?” Rena menyapa Ardian ramah.

“ aku buatkan coffee, sebagai anak baru kau cepat memahami pekerjaanmu, ya.” ucap Ardian tampak wajahnya bersemu merah, Allan yakin jika karyawannya ini menyukai Rena.

“ bagaimana jika nanti kita makan siang ba…,” baru mau Ardian mengajak makan siang, Allan memanggil Rena.

“ Rena!” ucap Allan dengan nada gusar entah mengapa.

“ ya, tuan?” ucap Rena masuk keruang kerja Allan.

“ mulai besok kamu satu ruangan denganku hanya saja di batasi sekat. Aku akan minta mejamu dan barangmu di pindahkan kesini.” ucap Allan tiba- tiba.

“ baik tuan.” ucap Rena yang bingung namun di hari pertama kerja ia tak ingin membantah Allan yang sudah tampak menahan kesal.

“ jika tidak ada yang di butuhkan lagi saya kembali bekerja.” ucap Rena munundukkan kepala hormat.

“ Rena.” ucap Allan setelah menimbang.

“ ya?” Rena membalikkan badan menghadap Allan lagi.

“ apa kau pernah mengenalku sebelumnya?”

Rena menggeleng.

“ saya baru bertemu dengan anda kemarin saat interview.”

“ apa kau tidak pernah melihatku dari televisi?” ucap Allan mulai melantur.

“ saya tidak begitu mengikuti berita entertaiment.”

“ kalau begitu mulai besok kau juga harus menonton berita entertaiment, karena pekerjaan kita nanti akan sering bertemu artis, pejabat, para orang kaya dan pengusaha tingkat atas.” Allan menjelaskan.

“ ba.., baik.” jawan Rena gugup. Satu- satunya yang tak ia sukai adalah menonton berita tentang infotaiment, ia bahkan tak tahu gosip tentang artis yang sedang hangat sekarang.

“ satu lagi.”

“ ya, Tuan?”

“ siang nanti temani saya makan siang di resto XX.” ucap Allan saat melihat ini sudah hampir jam makan siang dan mengingat janji makan yang tadi diajukan Adrian tadi.

“ ap? Kenapa? Tugas saya hanya menemani anda saat bisnis saja.” pertanyaan akhirnya keluar dari mulut Rena.

“ apa kamu mau menolak tawaran saya?” tanya Allan akhirnya. Rena menggeleng.

“ tidak tuan. Ta.., tapi..” ucap Rena ragu.

“ apa lagi? Kamu mau di hari pertama kamu bekerja, gaji kamu saya potong karena menolak ajakan saya?” geram Allan.

“ saya bukannya mau menolak tapi saya memiliki pantangan makanan dan makanan utama resto XX sangat saya hindari.” ucap Rena akhirnya setelah menimbang. Allan melihat lagi berkas data diri Rena.

“ Allergic? “ ucap Allan setelah membaca bidata diri Rena.

“ I.., iya.” ucap Rena ragu.

“ baiklah, maafkan aku sudah memaksamu, kau mau makan apa?” ucap Allan melembut.

“ saya? Kenapa?” ucap Rena bingung karena bos- nya ini mau mengikuti selera Rena.

“ kau seketaris baru ada baiknya aku bisa memahami seketaris- ku untuk memudahkanmu membantuku bekerja. Jika nanti kau menemaniku menjamu para klien penting.” ucap Allan akhirnya.

“ ta.., tapi.” ucap Rena tidak enak.

“ kau mau buat aku menunggu?”

“ saya suka apapun tuan, kecuali pantangan saya, saya suka makanan berbau asin, telur dan keju.” ucap Rena jujur melihat tatapan mengintimidasi Allan.

“ kau tidak suka daging?”

“ suka, tapi saya harus mengganti protein yang tidak bisa saya dapat dari protein seafood dengan mengosumsi keju dan telur.” ucap Rena akhirnya.

“ kasihan, padahal seafood itu sangat enak.” ucap Allan berniat menggoda.

“ saya dulu sebenarnya juga bisa makan seafood tuan.”

“ benarkah?” ucap Allan tak menyangka.

“ iya,saya mulai terkena allergic ketika saya dewasa, suatu hari saya makan seafood bareng keluarga, disaat yang lain sedang makan bersama saya mulai merasa gatal di sekujur tubuh, pulang- pulang badan saya memerah semua, dan saya mulai sesak nafas.” niat menggoda hilang saat mendengar Allergic Rena yang ternyata cukup berbahaya.

“  maafkan aku sudah mengungkit masa lalu, kembalilah bekerja, jika sudah waktunya makan aku akan keluar.” ucap Allan yang akhirnya di angguki Rena dan wanita itu mulai keluar sebelum akhirnya menutup pintu ruangan Allan dengan pelan.

‘ kenapa aku harus peduli pada gadis itu? Padahal niatku hanya mengancamnya.’ ucap Allan menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya.

1
Maria Christanti
tetap semangat thor dlm berkarya.
N. Lely Yulianto
🥰🥰🥰
vvv vvv
sukaaa
ly😉😉
ceritanya ok.
bagus ceritanya
aku suka
ceritanya aku suka
Nur Hayati
ada jutaan nama kenapa harus pake nama yg sama WAY????????
Aldista Bellen
Ga kak emang rena di cwritakan pernah tidak naik kelas sebelum akhirnya bertemu dengan Allan
Ely🐙ucil rusuh🐣
umurnya gak kebalik?
Vera Diani
Mampir
Novi yulia
panggilan namanya boleh ngak di bedain thor,kami yg baca bingung sendiri,nama boleh sama tapi panggilannya harus beda itu kunci biar cerita ini makin seru,kalau nama sama pangilan sama gimana mau enak bacanya yang ada mereka pada kabur kakak🙏🙏,boleh di buang kalau sarannya tak berguna,mohon maaf🙏
Novi yulia: haaaa novelnya terinspirasi dari dunia nyata ya thor? bagus juga sih kan belum tentu ada yg bisa buat novelkan? belum lagi nulis nya,mikir alurnya,cuman 1 aja pesan saya kakak nmanya harus di ganti ya? biar novel kakak pada byk yg baca
total 2 replies
Windy Artika
mampir
ayu aningsih
waduuuih itu mah beda,sosis rasa sapi panggang ya thooor😁😁
Maryani
binun... namanya sama 🤔🤔🤔
Aldista Bellen: iya reader, soal y ini di ambil dari kisah nyata
dan kbtulan tmn reader tu ada nama yang sama persis
kalo di dunia nyata bedanya dari nama panggilan
si Alan keci dan Alan besar tapi kalo itu di gunakan tulisan novel rasanya kurang etis
total 1 replies
❃.✮:▹ ρєямαтα ◃:✮.❃
wajahnya gak keliatan thor🤨🤨🤨🤨🤨
RN
like😍 favorite untuk mu
intip playboy mengejar cinta❤😘 y
Mmh Tiara Mmh
bener thor biar andre sama tama ajah
Mmh Tiara Mmh
ceritanya bagus thor dari awal
syah2
padahal ceritanya seru napa sepi ya....koprol kek othornya🤔
Aldista Bellen: iya nie mungkin krn author terlalu pasif bt ngiklanin karya author >_<
total 1 replies
syah2
astaga thor sosis yg mana ini🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!