Setelah perbincangan tersebut, mereka bertiga sudah sepakat untuk Rama bersekolah di luar kota.
Bapak dan ibu nya Rama sudah mempersiapkan semuanya termasuk surat-surat pindah dan masuk ke sekolah baru.
Tapi ini bukan cerita tentang dunia persekolahan.
*
Beberapa hari setelah urusan urus mengurus selesai, bapak dan ibunya Rama mengantarkan Rama ke kota dengan menggunakan mobil pribadi miliknya. Mobil bak terbuka yang biasa digunakan untuk menjual hasil panen ke kota.
Kurang lebih seperti itu gambarannya.
*
8 jam kemudian, mereka telah sampai di kota. Tepatnya di rumah saudara bapak dan ibunya Rama.
Bapak
Kita sudah sampai, ayo kita turun.
Ibu
Ayo nak, bokong ibu udah panas ini dari tadi duduk aja.
Rama
Hilih
Mereka pun turun dari mobilnya, dan telah di nanti oleh saudaranya itu.
Ibu
Assalamualaikum, dek apa kabarnya?
Rathi
Waalaikumsalam, baik mbak alhamdulillah
Rathi
Ayo masuk mas, mbak
Rathi
Eh ini yang namanya Rama ya...
Rathi
Sudah besar ya, dulu masih bayi pas aku kesana.
Mereka jarang bertemu karena memang mereka adalah keluarga jauhnya.
Rama
Iya kak aku Rama.
Bapak
Rat, mas minta tolong ya... titip anak mas ini. Kalo dia berbuat nakal kamu marahi saja dia, anggap saja dia ini seperti adikmu.
Rathi
Iya mas, mbak.
Ibu
Soal biaya hidup, nanti mbak kirim setiap bulannya.
Rathi
Jangan sungkan begitu mbak, aku pasti akan menjaga dan merawatnya dengan baik.
Bapak
Baiklah kalo begitu, kami pamit pulang ya.
Rathi
Loh ko cepet-cepet, nanti kalian mengantuk di jalan. Lebih baik esok pagi saja kalian pulangnya.
Rama
Iya pak, besok saja pulangnya. Aku masih pengen liat kalian..
Akhirnya Bapak dan Ibunya Rama menginap di rumah Rathi barang semalam, sekalian melepas rindu sebelum meninggalkan anaknya.
ya kali saja bisa membuat kamu balikan sama rere
ish ish ish semakin salah faham kan
lagian rama gak tegas sama sekali
iih rasakan berakhir masa playboy mu
rasak in kamu sudah tiba masa hibernasi mu
nakal sih rama
gak bakal ambigu kalo pikiran lu lempeng,el...🙄🙄🙄
emang della kenapa, bang?