NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:61.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

## Gejolak di Balik Dinding Istana

Apa yang membuat garnisun bagian dalam istana sedikit berisik akhir-akhir ini?

Semua penghuni istana mempertanyakan hal tersebut setiap kali melewati area garnisun. Mereka akan mendengar betapa semangatnya para prajurit bercerita tentang latihan tanding antara anak pertama dan anak kedua **Valgard**. Alhasil, apa yang terjadi hari itu segera tersebar, lalu **Drakara** menjadi perbincangan hangat di antara penghuni istana serta kalangan bangsawan.

"Ini menyenangkan."

**Latisha** bersandar manja pada punggung sofa sembari selonjorkan kaki di atas meja. Melihat itu, **Nurcelia** geleng-geleng kepala dan meminta **Latisha** untuk bersikap layaknya bangsawan yang tahu etika. Entah dari mana kebiasaan buruk itu mulai terbentuk, dan **Nurcelia** sudah lelah menegurnya.

"Permaisuri **Radmila** jadi begitu berisik. Dia mengatakan jika Anda terlalu keras dalam latih tanding," lapor **Bhaskara**.

*Pftt...*

"Apa dia tidak tahu seberapa buruk putranya?"

**Bhaskara** diam karena sesuai cerita yang beredar, **Drakara** menggunakan energi untuk menciptakan aura pedang. Tindakannya dianggap sangat berbahaya, apalagi saat itu lepas kendali dan niat membunuhnya jelas terlihat. Karena hal tersebut, segelintir orang menyayangkan sikap **Drakara**. Meski seorang **Valgard** terkenal keras dan bengis, mereka tidak akan bertindak sembrono seperti itu.

"Apa Kakak ada di dalam?"

Suara lembut yang terdengar merdu segera menyapa indera pendengar **Latisha**. Tanpa menunggu lama, **Latisha** melesat untuk membuka pintu, dan di hadapannya **Agniya** berdiri canggung, mengenakan gaun kuning sederhana dengan sedikit perhiasan yang melekat pada leher juga pergelangan tangan.

"Apa Kakak sibuk?" **Agniya** bertanya seraya melirik ke dalam ruangan, bersitatap dengan **Bhaskara** dan **Nurcelia**.

"Tidak."

Jujur saja, ini terasa canggung bagi **Latisha**, apalagi delapan tahun mereka tidak bertemu.

"Kalau begitu, bagaimana jika kita pergi ke istana ayah? Kupikir kita bisa menghabiskan waktu sambil sedikit bercerita," kata **Agniya** agak malu-malu.

**Latisha** diam sejenak, lalu menjulurkan tangan untuk menepuk puncak kepala gadis itu sembari melangkah lebih dulu dan berkata, "Kalau begitu, kita segera ke sana."

Sepasang mata **Agniya** melebar, senyumnya tertahan tatkala memandangi punggung **Latisha** cukup lama sebelum akhirnya mengekori kakaknya itu seperti anak itik yang terbirit-birit mengikuti sang induk berenang di danau.

### Istana Penguasa, **Agor Thorn Valgard**

Di tengah pelataran taman indah pada kediaman pribadi penguasa, **Agor** tampak bersantai menikmati waktu di siang hari pada gazebo, ditemani dua putrinya, yakni **Latisha** dan **Agniya**.

Saat pelayan datang membawa ketel berisi teh, **Latisha** menyeduhnya secara pribadi kemudian dicicipi terlebih dahulu, takut-takut jika ada racun lagi di dalamnya. Melihat tingkah telaten **Latisha**, senyum **Agor** terulas. Ada sedikit kesedihan di matanya.

"Pasti sulit bagimu berada di **Dakrossa**." **Agor** memecah keheningan setelah mereka duduk manis di kursi masing-masing.

**Latisha** tersenyum tipis. Bagaimana cara ia bersikap saat ini sama seperti dulu: tenang dan terlihat seperti wanita bangsawan pada umumnya, tampak terpelajar dan anggun.

*Di saat seperti ini aku harus bersikap manis seperti dulu agar Ayah tidak perlu mencemaskan kepribadian lainku,* **Latisha** membatin sembari menunjukkan senyum bersahaja.

"Aku mendapat banyak pengalaman di sana. Rasanya tidak buruk, seperti mengikuti kelas khusus tertutup selama di luar istana," jawab **Latisha** sembari mengedikkan bahu acuh tak acuh.

Pergerakan mengangkat cangkir **Agniya** terhenti. Gadis itu menunduk dengan raut wajah mengerut getir.

"Kudengar **Agniya** terpilih sebagai pemimpin muda **Mensiar**. Sungguh pencapaian luar biasa di usia semuda ini!" **Latisha** menyengir sambil menopang wajah.

**Agniya** tersentak, buru-buru angkat kepala dengan semburat merah muda menghias wajahnya. "Dari mana Kakak tahu?"

**Latisha** terkekeh seiring mata mengerling untuk menggoda adiknya, "Semua orang membicarakan betapa hebatnya Putri **Agniya**."

"I... itu bukan apa-apa. Kakak lebih keren karena bisa menaklukkan **Prayan**!" **Agniya** mengepalkan tangan di udara. Sepasang matanya berbinar-binar.

**Mensiar** adalah tempat berkumpulnya para penyihir. Setiap kerajaan memiliki satu bangunan **Mensiar** yang terletak di ibukota, menampung para penyihir terbaik. Peran mereka sama seperti prajurit, tetapi punya tugas khusus yang tidak dapat dipenuhi prajurit, seperti meramal cuaca, membangun perisai sihir di atas kerajaan **Tyraven**, mendeteksi monster, dan sebagainya.

**Mensiar** terbesar terletak di **Myrval** dan biasanya penyihir terbaik dari setiap kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Kekaisaran **Eldrath** akan dikirim ke sana untuk menyampaikan laporan bulanan. Entah itu terkait situasi magis di wilayah mereka, laporan penelitian atau eksperimen, kebutuhan sumber daya terkait sihir, atau hal lainnya termasuk bantuan.

Lusa adalah kali pertama **Agniya** menjadi perwakilan menyampaikan laporan ke **Myrval**. Tadinya ia sangat gugup dan tidak percaya diri, tapi mendapati reaksi **Latisha** terhadap pencapaiannya membuat ia cukup berbangga diri.

Melihat keakraban kedua putrinya, **Agor** tak bisa menahan senyum sembari menyesap teh hangat. Jika saja **Elea** bisa akur seperti keduanya, pasti suasana minum teh saat ini akan jauh lebih hangat.

Sementara itu, di kediaman Permaisuri yang terletak di sayap timur istana kerajaan, sejak kabar kekalahan menyedihkan putranya dalam latih tanding bersama **Latisha** tersebar, **Radmila** agak kehilangan muka untuk berkeliaran di luar kediaman, meski segelintir orang tidak percaya jika **Drakara** kalah telak dalam latih tanding meski telah menggunakan aura pedang.

"Sekarang dia di mana?" tanya **Radmila** pada pelayan pribadinya, **Rimona**.

"Pangeran menghabiskan lebih banyak waktu di ruang latihan sejak itu," jawabnya pelan, waswas jika jawabannya bisa kembali membuat **Radmila** melayangkan sebuah benda ke dinding.

"Tsk! Dia tahu apa yang harus dilakukan."

**Radmila** berdecak lalu berdiri di dekat jendela. "Kamu sudah menghubungi mereka?" tanyanya tanpa menoleh ke belakang.

Pelayan itu mengangguk. Sudut bibir yang dihias tahi lalat kecil tersebut tersungging. Ia adalah wanita sama yang datang ke **Dakrossa** atas perintah **Radmila** untuk membunuh **Latisha** melalui **Chavash** dan **Bhaskara**. Lalu kali ini, nyonyanya itu meminta ia mendatangi serikat pembunuh bayaran serta sekelompok bandit agar menghabisi **Agniya** yang akan berangkat ke **Myrval**, ibukota kekaisaran **Eldrath**.

Selain tersadarnya **Agor** dan kembalinya **Latisha** dari **Dakrossa**, hal yang paling membuat **Radmila** gusar adalah pencapaian anak bungsu **Valgard**, yakni **Agniya**.

Entah apa yang membuat gadis itu bersemangat menjadi kuat juga cara apa yang digunakan sampai bisa bersembunyi begitu lama dari pandangannya? **Radmila** tidak tahu apa pun, maka dari itu, sebelum tunas tersebut semakin tumbuh kokoh, ia akan menghancurkannya!

Lagi pula, **Agniya** hanya anak selir. Tidak punya dukungan sama sekali kecuali perhatian kecil dari **Agor**. Menyingkirkannya tidaklah sulit. Terlebih, ini pertama kalinya gadis itu meninggalkan **Tyraven**. Tewas akibat kecelakaan atau serangan bandit adalah kejadian biasa ketika menempuh perjalanan jauh, terlebih saat tahu targetnya adalah orang kaya atau bangsawan.

Mengenakan seragam gaun serba putih khas penyihir, **Agniya** bersiap meninggalkan istana menggunakan kereta kuda. Ia seharusnya membawa empat pengawal terbaik, tapi keberadaannya belum sekuat itu untuk mendapat perlakuan demikian. Padahal bagaimana pun ia adalah seorang putri kerajaan, tapi memang begitulah kenyataannya.

Ia hanya anak seorang selir tanpa kerabat. Namanya baru-baru ini melejit setelah berhasil menjadi pemimpin muda **Mensiar** di **Tyraven**. Butuh waktu dan usaha dalam menarik lebih banyak perhatian para orang berkoneksi untuk menaruh dukungan untuknya.

"Sudah mau berangkat?" **Latisha** tiba-tiba muncul di belakang kereta kuda.

"Kakak?!"

**Latisha** menyengir seiring rambut merah yang dikepang berayun pelan saat menelengkan kepala dari sana. "Kenapa kamu tidak memberitahuku jika mau pergi ke **Myrval**?"

"Ah, itu..."

Tanpa banyak bicara, **Latisha** segera memasuki kereta kuda. Sejujurnya, ia baru tahu dari **Nurcelia** semalam. Cukup mengejutkan mendapati tidak ada satu pun kesatria atau pengawal yang akan menemani **Agniya** padahal jelas-jelas hendak melakukan perjalanan keluar **Tyraven**. Ini semua pasti ulah **Radmila**. Jika ayahnya tahu, istana akan jadi sedikit berisik. Makanya, sebelum mendatangi **Agniya**, **Latisha** telah menemui ayahnya, membicarakan hal ini.

Baik dulu maupun sekarang, **Agniya** selalu saja diabaikan. Anak itu berjuang sendiri hingga bisa sampai ke titik ini, jauh lebih hebat dari yang ia bayangkan.

*Apa alasannya?*

**Latisha** menyandar sembari melipat tangan di depan dada, menatap lekat **Agniya** yang telah duduk berhadapan di kursi seberangnya dalam kabin.

"Padahal Kakak tidak perlu repot-repot, apalagi ini waktu yang tepat memulihkan kehormatan dan mendapat kepercayaan semua orang untuk memperkuat posisi pewaris." **Agniya** berkata seiring nada bicara semakin melemah ke ujung kalimat. Ia mengatakannya dengan sedikit rasa bersalah dan kecanggungan.

**Latisha** tersenyum seraya melempar pandang ke jendela kecil dekat kepalanya. "Aku sudah memikirkan semua itu, jadi **Agniya** tidak perlu terbebani atau cemas. Lagi pula, kapan lagi bisa pergi ke **Myrval** sebagai pengawal adikku?" **Latisha** mengakhiri kalimat dengan sedikit gurauan.

**Agniya** menunduk sepersekian detik sebelum akhirnya mengangkat wajah dan menunjukkan senyum lebar sampai mata besarnya menyipit seperti bulan sabit menelungkup.

"Terima kasih, Kakak!"

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru banget😃
Melisa Hazelia
pencuri!! plagiat... berkarya itu yang bener2 aja thor
Gloria Queenzy Challysta_
bagus banget ceritanya, penggunaan bahasanya mudah dimengerti, gak buat bosan pembaca 🔥
Ade _ Lagi off 🍇 🌪
ka ko kaya novel sebelah ka,plek ketimplek ceritanya,plagiat ya ka
Ade _ Lagi off 🍇 🌪
woww bener-bener sama nih jiplak karya nya
Yaayaaa🌸
gini nih sukaa am mc cewe gk menye2 badass abisss😍😍
Yaayaaa🌸
sukaa bangett bangett sm ily dan vyr😍😍😍
Yaayaaa🌸
😭😭😭😭😭🤣🤣🤣🤣
Yaayaaa🌸
makan ddlm perut binatang,makanannya pun daging binatang itu,au ah ngakak banget😭😭
Yaayaaa🌸
apa jadinyaa mereka ber 4 kalau udh menyatu yakk,sama2 gila semua😭😭
Yaayaaa🌸
keren ilyy❤️❤️❤️
Erna Ladi Yanti
namanya agak susah ya thor
Yaayaaa🌸
jaahhahah mati kutu si solomon😭😆😆
Andriani Rahmi
ceritanya sangat seru, bagus, menyenangkan, mengajak berpetualang... keren
Eka Putri Handayani
terharu akhirnya happy ending🥺gak nyangka bisa ngikutin dari bab 1 sampai bab 145 karyamu luar biasa kak, aku suka karakter cwenya benar² badas trs alur ceritanya jg keren. ditunggu karya selanjutnya klo bisa tentang anak² mrk dong🤭
Iry: makasih bnyk🙏
total 1 replies
Yaayaaa🌸
HAHAHAAH😭😭😭
Yaayaaa🌸
😭😭🤣🤣🤣
Yaayaaa🌸
baguss ads kemajuan pesattt
Yaayaaa🌸
hohoho ilyyy tengil bangett😭😭🤣🤣
evi carolin
lama lama Ilya seperti psikopat, berperilaku pendiam tp menghabisi musuh musuhnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!